MESKI FINISH KETUJUH, RIDER YAMAHA INDONESIA TERBAIK DARI RIDER YAMAHA LAINNYA

Doha, Qatar – Perjuangan keras Galang Hendra Pratama dalam seri final balap dunia WorldSSP300 di Sirkuit Losail, Qatar, Sabtu (26/10) berakhir dengan finish di posisi ke-7.

Meskipun demikian, Pembalap binaan Yamaha Racing Indonesia tersebut mampu tampil konsisten untuk terus bertarung di barisan depan, bahkan menjadi yang terbaik diantara penunggang Yamaha YZF-R3 lainnya.

IMG-20191028-WA0005

Berkaitan dengan jalannya race, memang ada 7 pembalap yang memisahkan diri atau berada di top-group ketika memasuki lap-lap akhir. Salah satunya adalah Galang Hendra Pratama dengan YZF-R3 yang merupakan produk buatan Indonesia.

Sebuah pencapaian yang patut diapresiasi karena hasil tersebut membuat Galang berada di posisi ke-7 dalam klasemen akhir WorldSSP300. Hasil tersebut terbukti lebih baik dari perolehan hasil musim 2018.

Disamping itu, Galang Hendra Pratama juga sukses berada di posisi ke-2 untuk kategori Tissot Superpole yang mengacu hasil kualifikasi dan juga runner-up kategori Pirelli Best Lap. Hasil Inipun turut menjadikannya yang terbaik diantara pengguna Yamaha YZF-R3.

“Di race ini, saya terus berada di top group mulai awal lap. Saat 2 lap sebelum finish, saya lebih fokus dan tenang dan siapkan strategi untuk bisa overtaking, namun sempat bersentuhan pembalap lain juga dan hampir saja lowside. Saya terus menjaga pace sampai finish dan akhirnya saya finish di P7. Terima kasih kepada tim, engineer, Yamaha Eropa, Yamaha Indonesia, sponsor, keluarga untuk tahun ini yang terus memberi dukungan kepada saya. Klasemen akhir berada di P7 dengan 64 points dan hasil ini lebih baik 2018,“ tutur Galang Hendra Pratama.

IMG-20191028-WA0004

Sementara itu, team-mate Galang Hendra Pratama yaitu M Faerozi mengakui bahwa banyak pengalaman yang diperolehnya pada penampilan pertama di WorldSSP300 Qatar. Hal ini tentunya menjadi modal penting bagi Faeroz, sapaan akrab pembalap asal Lumajang berusia 16 tahun tersebut untuk karir balapnya kedepan.

Sempat berada di barisan depan, namun Faeroz terhalang oleh beberapa rider yang mengalami accident. Hasil race WorldSSP300 Qatar, Faeroz finish di urutan ke-20.

“Saya start dengan smooth, bisa ikut dengan group namun sebelum memasuki 1 lap ada 4 pembalap yang terjatuh sehingga membuat gap dengan group terdepan. Dan akhirnya saya finish di P20. Terima kasih kepada tim, engineer, Yamaha Indonesia, Yamaha Eropa yang telah memberikan kesempatan balap di kejuaraan ini. Banyak pengalaman, ilmu, cara setting, perbedaan karakter pembalap , dan english skill yang menjadi modal karir saya kedepannya,“ tukas Faeroz.

RIDER YAMAHA INDONESIA, FAEROZ BERKESEMPATAN TAMPIL DI WORLD SUPERSPORT 300 SERI QATAR

Jakarta – Yamaha Indonesia mengumumkan akan tampilnya Muhammad Faerozi Toreqottullah di seri ke-9 World Supersport 300 di tahun ini yang digelar di sirkuit Losail, Qatar, 24-26 Oktober mendatang. Pembalap asal Lumajang, Jawa Timur yang berusia 16 tahun tersbeut, siap bertarung untuk pertama kalinya sebagai wild card dengan menggunakan Yamaha YZF-R3 yang merupakan produk global buatan Indonesia.

“Kami sangat senang dapat mengumumkan bahwa Faeroz akan membalap di World Supersport 300 di Qatar dengan menggunakan motor R3 buatan Yamaha Indonesia bersama Galang Hendra Pratama. Beberapa waktu terakhir, Faeroz menunjukan konsistensinya di ajang ARRC 2019 dan sempat meraih Super Pole di Suzuka 4 Hours. Oleh karena itu, ayo bersama kita dukung para pembalap muda Indonesia ini agar dapat meraih podium di pentas dunia,” terang President Director & CEO PT Yamaha Indonesia Motor Mfg., Minoru Morimoto dalam kata sambutannya di acara Press Conference yang berlangsung pada Kamis (10/10), di Yamaha Flag Ship Shop, Cempaka Putih, Jakarta.

IMG-20191011-WA0003

Faerozi akan menggunakan nomor start 45 bersama rekan senegaranya yaitu Galang Hendra Pratama di tim Semakin Di Depan Biblion Motoxracing. Itu artinya, akan ada dua perwakilan pembalap muda Indonesia pada kompetisi kejuaraan kelas dunia tersebut.

Galang Hendra Pratama sendiri merupakan starter reguler WorldSSP300 yang pastinya memiliki pengalaman lebih terkait cara beradaptasi dengan karakter motor Yamaha YZF-R3. Saat ini Galang Hendra Pratama berada di posisi ke-8 dalam klasemen sementara WorldSSP300 dan posisi teratas dalam klasemen Tissot Superpole.

Sehubungan dengan persiapan balapnya sendiri, Faeroz akan lebih banyak berdiskusi dengan Galang terutama mengenai pencarian set-up motor, latihan fisik, hingga pola istirahat yang baik mengingat race akan berlangsung pada malam hari. Faeroz dan Galang Hendra Pratama pastinya semakin termotivasi dan ingin membuktikan potensi dan skill balap mereka di Benua Asia.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Yamaha karena telah memberi saya kesempatan untuk balapan di WorldSSP 300 Qatar sebagai Wild Card, yang mengejutkan saya. Saya sangat senang bisa balapan dengan Galang Hendra dan juga Tim MotoXracing yang memiliki banyak pengalaman di WorldSSP 300 , Saya akan memberikan usaha yang maksimal untuk peluang ini, Semakin Di Depan, Gasspoll,“ terang Faerozi yang akan all-out untuk menembus Top-10 pada debut perdananya.

IMG-20191011-WA0017

Sekedar informasi, Faerozi saat ini sedang memasuki musim kedua di kejuaraan Asia Road Racing Championship (ARRC 2019) pada kelas Asia Production (AP) 250 dengan membesut motor YZF-R25. Catatan apik dibuatnya ketika berhasil merebut podium ke-3 di seri Thailand pada Mei lalu.

Selain itu, Faerozi juga ikut serta dalam balap ketahanan Suzuka 4 Hours yang ikonik dan Yamaha Endurance Festival 2019. Di balap Suzuka 4 Hours, ia meraih pole position dan finish diurutan ke-9 bersama rekannya Maiku Watanuki yang merupakan pembalap asal Jepang. Sedangkan di Yamaha Endruance Festival 2019, Faeroz sukses meraih top podium. Sebuah prestasi yang sangat patut untuk di apresiasi.
Faerozi dan Galang Hendra akan berangkat ke Doha, Qatar pada 21 Oktober nanti. Ayo dukung selalu perjuangan Ferozi dan Galang Hendra Pratama untuk meraih prestasi terbaik di balap WorldSSP300 Qatar. Semoga meraih hasil yang terbaik untuk mewujudkan Merah Putih Semakin Di Depan. Yamaha GassPoll!

SALAH SELEBRASI, GALANG HENDRA BATAL PODIUM

 

Sungguh diluar dugaan hasil balap Galang Hendra di Race 2 seri Jerez, Podium tiga yang di depan mata harus hilang karena satu kesalahan kecil. Galang Hendra terlalu awal merayakan kemenangan, sehingga dirinya tersalip di garis akhir.

FB_IMG_1560190908108

Kesalahan mengartikan garis Finish yang membuat Galang berselebrasi lebih awal. Galang berselebrasi setelah menginjak garis yang ternyata garis Start. Hal ini membuat dirinya kehilangan kecepatan dan disalib pembalap wanita asal Spanyol, Ana Carrasco.

IMG_20190611_011237
Ana Carrasco, pembalap wanita asal Spanyol

Atas kesalahan ini pun Galang membuat video permohonan maafnya melalui akun Instagramnya. Galang berjanji akan melakukan yang terbaik di seri berikutnya di Misano. Dengan hasil ini Galang menempati peringkat 10 di klasemen sementara.

SEMPAT BERTARUNG DI BARISAN DEPAN, FAEROZ GAGAL FINISH KARENA TERJATUH

Tailem Bend, Australia – Sebanyak 24 rider terlibat dalam pertarungan race 1 kelas Asia Production 250 (AP250) gelaran seri ke-2 Asia Road Racing Championship 2019 (ARRC 2019) yang dihelat di Sirkuit The Bend Motorsports Park, Australia (27 April). Dua petarung tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), M Faerozi, akrab disapa Faeroz dan Anggi Setiawan pada awalnya begitu optimis selepas start dari starting grid ke-13 dan ke-15. Motivasi kuat hadir untuk memperbaiki posisi hingga bendera finish dikibarkan. Dalam hal ini, mereka wajib melahap menu 9 lap.

Faeroz sukses melakukan start dengan baik dan terus bertarung hingga dapat berada di grup ke-2 untuk perebutan posisi ke-5. Sayangnya, Faeroz yang berusia 17 tahun mengalami crash saat bertarung ketat dengan Irfan Ardiansyah dan Rey Ratukore.  Sehingga Faeroz tidak dapat melanjutkan jalannya balapan

DSC03293

“Saat warm-up, saya sudah menemukan settingan yang lebih baik. Masalah kemarin sudah dapat teratasi. Saya start dari posisi ke-13 dan melakukan start dengan baik hingga saya dapat masuk di posisi 10 besar. Saya terus berjuang dan berada di rombongan ke-2 untuk memperebutkan posisi ke-5. Saya terjatuh di lap ke-8, tepatnya pada tikungan ke-13. Never give-up untuk race ke-2,” tukas Faeroz.

Catatan penting dari racer asal Lumajang usia 16 tahun, bahwa ia dapat mempertajam waktunya menjadi 2 menit 08.695 detik. Demikian sebagai bukti progress dari hasil evaluasi sejak sesi latihan bebas (Free Practice) hingga kualifikasi.

Sedangkan Anggi Setiawan mengaku terhalang oleh pembalap lain saat akan memperbaiki posisinya. Racer asal Palu Sulawesi Tengah ini finish di urutan ke-12.

DSC03291

“Saat start, saya sudah begitu memaksimalkan keadaan tetapi masih terhambat oleh pembalap lain. Untuk perfoma mesin, sudah ada perubahan yang baik. Saya akan berusaha memperbaiki posisi pada race ke-2,” tukas Anggi Setiawan yang berumur 20 tahun.

Ayo kita dukung terus rider Indonesia untuk mencapai hasil terbaik di ARRC 2019 Australia. Race 2 akan dihelat hari Minggu (28 April) pada pukul 09:00 WIB dan disiarkan langsung pada official Facebook Asia Road Racing Championship. Yamaha Semakin Di Depan, Gasspoll!

START DARI BARIS KELIMA, DUET RIDERS YAMAHA RACING INDONESIA TETAP OPTIMIS HADAPI RACE PERTAMA SERI AUSTRALIA

Duet pembalap tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), M Faerozi dan Anggi Setiawan akan start dari baris ke-5 dalam race pertama gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 kelas Asia Production 250 (AP250) pada Sabtu (27 April). Faeroz dan Anggi Setiawan yang membesut Yamaha YZF-R25 optimis dapat memberikan hasil lebih baik dalam raceday.

Demikian hasil dari sesi kualifikasi AP250, Jumat (26 April) dimana M Faerozi, akrab disapa Faeroz berada di posisi ke-13. Dimana pada hari ke-2 ini kecepatan angin yang relatif kencang dan cuaca cukup dingin berkisar 15 sampai 19 derajat celcius. Sementara dalam sesi latihan bebas ke-3 (FP3) Faeroz ada di posisi ke-3, juga dalam FP1 berhasil di deretan ke-3 dan FP2 ke-6.

Dalam kualifikasi, Faeroz yang berusia 17 tahun mengukir waktu 2 menit 11,917 detik. Sebelumnya bermain di catatan waktu 2 menit 10 detik. Inilah konsekuensi balapan yang harus menghadapi berbagai rintangan dan menjadi pelajaran untuk tahapan berikutnya.

“Saat FP3, trek basah karena pagi hari sudah mulai turun hujan, hasilnya cukup baik bisa berada di posisi ke-3. Sayangnya saat kualifikasi, saya tidak mendapatkan momen, angin begitu kencang dan hasilnya berada di posisi ke-13, padahal perfoma motor sudah lebih baik dibandingkan kemarin. Race 1, saya akan berusaha start dengan baik untuk dapat bergabung dengan rombongan depan,” tutur Faeroz yang saat ini ada di posisi ke-6 dalam klasemen sementara AP250 (ARRC 2019).

DSC_7111

Sedangkan duet tim Faeroz, Anggi Setiawan ada di grid ke-15, juga dalam baris ke-5. Anggi menorehkan best-time 2 menit 12,587 detik.

“Besok saat race saya harus berusaha, start di barisan ke-5. Saat FP3 kondisi lintasan trek basah, masuk dalam 10 menit terakhir trek mulai kering. Namun saya telat untuk melakukan pergantian ban, sehingga tidak maksimal saat trek kering. Saat sesi kualifikasi tekanan angin begitu kencang dan cuaca cukup dingin, akhirnya saya tidak mendapatkan momen untuk mencatat waktu yang lebih baik,” timpal Anggi Setiawan, petarung muda usia 20 tahun asal Palu, Sulawesi Tengah.

Ayo kita dukung terus rider Indonesia untuk mencapai hasil terbaik di ARRC 2019 Australia. Race 1 akan dimulai hari Sabtu (27 April) pada pukul 09:00 WIB dan disiarkan langsung pada official Facebook Asia Road Racing Championship.

RACE 2 ARRC SEPANG, HASIL POSITIF BERHASIL DI RAIH PEMBALAP YAMAHA INDONESIA

Pembalap muda potensial Faerozi, membuktikan konsistensinya dalam race ke-2 kelas Asia Production 250 (AP250) event Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 di Sirkuit Internasional, Sepang, Malaysia Minggu (10 Maret). Pembalap tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang membawa motor Yamaha YZF-R25 ini berhasil finish ke-5 di tengah persaingan yang sangat ketat.

Faerozi - AP250, Action

“Saya mengawali start dengan baik. Tikungan pertama adalah kuncian untuk dapat berada di barisan depan. Sayangnya saat masuk tikungan ke-2, ada rider yang mengalami crash di depan saya hingga saya harus melakukan hard-braking dan disalip beberapa rider. Saya terus memaksimalkan bersaing di group ke-2. Saya berharap dapat finish ke-4, tetapi saat di tikungan terakhir tidak dapat momen yang tepat. Alhamdulillah, dapat finish ke-5,” tutur Faerozi.
Mengacu hasil dari dua race yang digelar, maka Faeroz ada di posisi ke-6 dalam klasemen sementara AP250. Itu hasil finish ke-5 dalam dua race yang diikuti. Hal demikian menjadi sangat penting sehubungan pengumpulan poin untuk seri-seri ARRC 2019 selanjutnya.

Anggi Setiawan - AP250 Action

Disamping itu, rekan Faerozi di YRI yaitu Anggi Setiawan berhasil meningkatkan hasilnya hingga finish ke-9. Sebelumnya di race 1 berada di posisi ke-13. “Saya sudah start cukup baik tetapi masuk di tikungan ke-2, ada 2 rider yang terjatuh dan saya melakukan pengereman untuk menghindari crash hingga terpisah dari rombongan depan. Tapi saya bersyukur saya bisa memperbaiki hasilnya masuk ke-9 besar. Hasil seri 1 ini, saya banyak belajar untuk dapat bagaimana caranya untuk set-up pada suspensi. Semoga seri selanjutnya bisa lebih baik,” tukas Anggi Setiawan yang berasal dari Palu, Sulawesi Tengah yang berada di posisi klasemen ke-10.

Seri ke-2 untuk kategori AP250 akan digelar kembali pada tanggal 25 hingga 28 April di sirkuit The Bend Motorsport Park, Australia.

Pada bagian lain di kelas Underbone 150 (UB150), dua potensi muda tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), Aldi Satya Mahendra dan Wahyu Nugroho belum berhasil. Keberuntungan belum berpihak. Sebetulnya mereka sudah berada di barisan depan. Itu sejak lap awal hingga lap-lap akhir.

Sayangnya, mereka terhalang oleh pembalap yang jatuh di depannya hingga tidak dapat menghindar dan ikut terjatuh juga. Superkid Aldi Satya yang berusia 13 tahun crash pada lap ke-5 dan tidak dapat melanjutkan balapan. Padahal sedang berada di urutan ke-5.

Action - Wahyu Nugroho, Kelas UB150

Sedangkan Wahyu Nugroho yang notabene berumur 16 tahun terjatuh di tikungan terakhir juga pada lap akhir. Padahal Wahyu yang start dari grid ke-8, mulai lap awal sudah bergabung dalam rombongan depan dan berada di deretan ke-3 sebelum terjatuh.
Kejadian yang dialami Wahyu sama seperti yang di alami dengan Aldi Satya. Ada rider Malaysia yang slide dan terjatuh di depannya dan ia tidak dapat menghindari karena memang dalam kecepatan yang relatif tinggi. Tapi Wahyu dapat kembali bangkit dan finish ke-19. Kondisi ke-2 rider YRI UB150 dalam kondisi ok tidak ada cedera yang serius.

Kondisi ini menjadi bahan evaluasi, sebagai pelajaran serius kedepan bagi Aldi Satya dan Wahyu Nugroho yang merupakan rookie atau pendatang baru ARRC 2019. Mereka harus lebih berhati-hati dan fokus mengontrol lawan. Terutama pada lap-lap akhir.

Aldi Satya Mahendra - UB150 Action

“Seri awal ini menjadi pelajaran bagi saya dalam membaca situasi persaingan yang sangat ketat di kelas ini. 2 race saya mempunyai peluang cukup baik untuk dapat podium. Namun saya belum beruntung. Tapi saya senang sudah bisa fight di rombongan depan dan sempat memimpin dalam 2 race tersebut,” tutur Aldi Satya yang juga adik kandung dari racer WorldSSP300, Galang Hendra Pratama.

“Race ke-2 saya sudah start cukup baik dan fight di rombongan depan. Namun saya tidak beruntung ada rider yang crash di depan saya pada lap akhir di tikungan terakhir. Saya tidak dapat menghindar karena dalam speed yang cukup tinggi. Kedepan, saya akan lebih fokus lagi. Terutama persaingan pada lap-lap akhir yang sangat ketat,” tukas Wahyu Nugroho yang berasal dari Boyolali, Jawa Tengah.

Adapun seri ke-2 untuk kategori UB150 akan digelar kembali pada tanggal 31 Mei hingga 2 Juni di sirkuit Buriram, Thailand. Semangat untuk seri berikutnya, untuk Merah Putih Semakin Di Depan, Yamaha Gasspoll!

PEMBALAP MASA DEPAN INDONESIA DIPERKENALKAN BERSAMA PARA RIDER TOP DUNIA

SEPANG – Yamaha Motor Co., Ltd. membuka awal tahun dengan kembali menggelar konferensi pers untuk memperkenalkan para pembalap yang akan berkompetisi di musim 2019. Acara bertajuk “Yamaha Motorsport Media Conference 2019” diselenggarakan di Sirkuit Internasional Sepang (SIC), Selangor, Malaysia pada Selasa (5/2) atau beretepatan 1 hari sebelum digelarnya sesi tes pra-musim MotoGP 2019.

Pada konferensi pers tersebut, Yamaha Motor secara resmi memperkenalkan formasi pembalap beserta tim yang akan berlaga di berbagai tingkat kompetisi, baik itu di kejuaraan dunia maupun regional. Mereka yang diperkenalkan antara lain tim Superbike World Championship, All Japan Road Race Championship, Asia Road Racing Championship dan Petronas Yamaha SRT yang akan berlaga di kejuaraan MotoGP.

Selain itu, pada kesempatan yang sama, Yamaha turut memperkenalkan kembali tim Monster Energy Yamaha MotoGP yang sebelumnya telah lebih dulu tampil dihadapan publik Indonesia dan ikut serta dalam peluncuran dua produk teranyar Yamaha yaitu MT-15 serta MX-King bersama dengan para pembalap muda Yamaha Rider Indonesia.

RNT01168

“Asia merupakan market terpenting bagi bisnis sepeda motor Yamaha dan kami telah banyak mengeluarkan waktu serta upaya secara signifikan untuk melakukan aktivitas promosi strategis, salah satunya dalam bentuk partisipasi dan dukungan terhadap aktivitas balap. Satu contoh riil dari upaya tersebut adalah menyiapkan struktur program kelas berjenjang pada ARRC untuk menemukan para talenta muda dari Asia yang kemudian akan dibina sehingga siap bertarung di beberapa kejuaran dunia. Program tersebut terbukti telah mampu membawa para pembalap muda dari Indonesia, Malaysia dan Thailand sukses berkompetisi di Eropa,” ujar Yasutaka Suzuki, Executive GM of 2nd Business Unit, Motorcyle Business Operations Yamaha Motor Co,. Ltd.

Sekurangnya terdapat 5 pembalap muda Yamaha Racing Indonesia yang ikut diperkenalkan bersama para berider top dunia, dimana 3 dari ke-5 pembalap tersebut merupakan alumni lulusan Yamaha VR46 Master Camp. Salah satunya, ada nama pembalap asal Yogyakarta yaitu Galang Hendra Pratama (19) yang tahun ini akan kembali berkompetisi di World Supersport 300 dengan motor YZF-R3 produksi Indonesia bersama tim Yamaha MotoX Racing.

2019 menjadi tahun ke-2 bagi Galang mengikuti kejuaraan ini, dimana pada tahun sebelumnya Garuda muda kebanggaan Indonesia berhasil meraih podium pertama di sirkuit Brno, Ceko, dan itu merupakan podium pertama yang ke-2 kalinya, mengingat di tahun 2017 ketika Galang bertarung sebagai rider wild-card di sirkuit Jerez, Spanyol. dirinya sukses menjadi pembalap pertama yang berhasil meraih juara 1 di kejuaraan dunia World Supersport 300.

RNT01099

Kemudian 2 pembalap jebolan Yamaha VR46 Master Camp lainnya adalah Muhammad Faerozi Toreqottulah (16) dan Anggi Setiawan (20) yang pada musim ini akan berlaga di kejuaraan Asia Road Racing (ARRC) pada kelas AP250 menggunakan YZF-R25 generasi terbaru yang beberapa waktu lalu telah resmi diluncurkan secara global di Indonesia. Tidak hanya itu, kekuatan tim Yamaha Racing Indonesia juga akan mengisi kelas Underbone 150 (UB150) dengan kehadiran 2 rookies yaitu, Wahyu Nugroho (14) dan Aldi Satya Mahendra (13) yang siap tancap gas menggunakan motor MX-King.

Wahyu Nugroho sendiri pada tahun lalu (2018) berhasil meraih juara Motoprix Region II (Jawa) kelas Bebek 4T 150 cc Pemula B (MP5), sedangkan Aldi yang juga merupakan adik kandung dari Galang Hendra Pratama menutup musim balap 2018 dengan mencatatkan prestasi luar biasa sebagai juara Nasional Motoprix kelas Bebek 4T 125 cc Pemula B (MP6) dan juara Yamaha Cup Race (YCR) kelas Bebek 4T 150 cc Pemula A (YCR5).

Keikut sertaan para pembalap Yamaha Racing Indonesia diberbagai level kejuaraan dunia tidak terlepas dari upaya Yamaha untuk terus mengembangkan pembalap-pembalap muda potensial dengan menciptakan struktur step-up berjenjang yang bertujuan membuka jalan bagi mereka dalam mencapai puncak karir di ajang olahraga balap motor.

“Di tahun ini kami membuka lembaran baru dengan penuh semangat dan rasa optimis yang tinggi, kami juga memohon doa serta dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar kami dapat meraih kemenangan demi kemenangan di setiap seri balap yang kami hadapi sehingga nama Indonesia akan semakin harum di kancah dunia, Untuk Merah putih Semakin Di Depan,” Ucap Galang dengan penuh semangat yang mewakili para pembalap Yamaha Rider Indonesia lainya.

  Tahun ini Yamaha Racing Indonesia tetap mengusung misi “Untuk Merah Putih Semakin Di Depan” yang menjadi panji sekaligus penyemangat bagi para pembalap muda Yamaha untuk terus berusaha mengharumkan nama besar bangsa Indonesia di kancah dunia. Melalui kerja keras, usaha dan doa, Yamaha Racing Indonesia pasti bisa meraih hasil positif di musim balap 2019.

“Galang saat ini dalam kondisi yang sangat optimal. Kami sangat percaya diri bahwa dia akan mendapat hasil terbaik.  Meskipun besar kemungkinan untuk juara, kami berharap ada kompetisi yang seimbang melalui regulasi baru di WorldSSP300. Dan terkait dengan para pembalap ARRC, khususnya dua pembalap yang masih sangat-sangat muda yaitu Aldi dan Wahyu, mereka sudah mulai berbicara menggunakan bahasa inggris dan menjadi bagian dari pembalap internasional ARRC. Serta tentunya untuk pembalap senior kita, Faeroz dan Anggi, kami memiliki ekspektasi sangat tinggi kepada mereka. Motor yang digunakan saat ini adalah generasi terbaru, itulah mengapa mereka akan mampu menjadi sangat kompetitif. Tahun ini Yamaha Indonesia akan menjadi sangat kuat. Gasspoll,” jelas Minoru Morimoto selaku President Director & CEO PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

PEMBALAP YAMAHA RACING INDONESIA RAIH PODIUM DI MASING-MASING KELAS

Pertarungan race 1 kelas bebek Underbone 150 (UB150) dan Asia Production 250 (AP250) berlangsung di Sirkuit Sentul, Sabtu (13 Oktober). Kompetisi UB150 begitu ketat sejak start hingga bendera finish dikibarkan yang notabene berjalan dalam menu 10 lap.

Rider tim satelit Yamaha SND, Gupita Kresna sukses mengakhiri persaingan yang diramaikan 26 starter dengan meraih podium ke-3. Hanya berbeda 0,052 detik saja dari racer asal Malaysia Md Helmi Azman. Podium ini melanjutkan tradisi prestasi yang pernah diraih pembalap asal Yogyakarta ini saat putaran ARRC 2018 Jepang dimana Gupita Kresna meraih podium ke-3 pada race ke-1 dan podium ke-1 pada race ke-2.

“Saya ucapkan terima kasih kepada tim saya dan Yamaha Racing Indonesia yang sudah mensupport saya. Pada home race ini saya dan tim mecoba memaksimalkan menemukan set-up yang terbaik agar bisa meraih podium. Strategi saat race, di awal lap saya mencoba atur strategi dan mangatur ritme untuk tidak ketinggalan dirombongan depan, baru pada lap akhir saya push dan Alhamdulillah bisa podium ke-3. Semoga race 2 Minggu, saya bisa podium kembali, Amin,” tutur Gupita Kresna.

Gupita Kresna (Yamaha SND), Podium 3 UB150 Race 1

Sayangnya, racer tim Yamaha Race Indonesia (YRI), Wahyu Aji Trilaksana yang sebelumnya diandalkan, justru tidak dapat melakukan start dikarenakan problem teknis pada motor. “Untuk hasil hari ini, saya tidak bisa melanjutkan start karena ada kendala teknis pada motor. Padahal dari hasil warm-up saya bisa mencatat waktu 1 menit 49.329 detik dan saya optimis meskipun start di posisi ke-18 bisa bertarung dengan rombongan depan. Saya dan tim akan berusaha meraih hasil yan terbaik di race ke-2 nanti,” tukas Wahyu Aji.

Sedangkan wild-card Wahyu Nugoro dapat finish ke-14 dalam penampilan pertamanya. Petarung muda potensial yang masih berusia 13 tahun ini pada awalnya berada di barisan depan, posisi ke-8. Namun kemudian kehilangan momen untuk mengikuti rombongan depan.

“Alhamdulillah, pada race pertama bisa menyelesaikan perlombaannya, finish posisi ke-14. Pengalaman yang sangat bagus untuk saya, bagaimana untuk mengatur ritme balapan. Awal lap saya bisa fight di rombongan depan, saya berusaha untuk membaca strategi lawan. Sayangnya pada lap ke-3 terakhir saya harus keluar dari rombongan, karena saat masuk tikungan pertama saya out dan terhalang oleh lawan. Ini pelajaran untuk saya, saya akan coba lakukan kembali di race ke-2 dan berusaha meraih hasil yang maksimal,” beber Wahyu Nugroho.

Tidak ketinggalan, di kelas Asia Production 250 (AP250), pembalap tim satelit Yamaha TJM, Rafid Topan dapat meraih podium ke-3. Start dari posisi ke-12 tidak menjadi problem serius bagi Rafid Topan yang terus berjuang keras untuk memperbaiki posisinya. Bahkan hingga lap terakhir, Topan masih berjuang di deretan ke-4 dan ke-5. Termasuk di tikungan terakhir pada lap akhir, juga berada di deretan ke-4. Namun berkat kepiawaiannya, Topan dapat melakukan slip-streaming atau tekinik mencuri angin hingga berhasil podium ke-3. Hanya berbeda 0,025 detik dengan pembalap asal Thailand, Muklada Sarapueh yang akhirnya dmfinish ke-4.

Rafid Topan Sucipto (Yamaha TJM), Podium 3 AP250 Race 1

“Alhamdulillah, saya sangat senang di home race ini bisa meraih podium ke-3 meskipun start dari posisi ke-12. Saya ucapkan terima kasih untuk tim, Yamaha Racing Indonesia, sponsor dan keluarga yang sudah memberikan support serta dukungan penuh kepada saya. Di race ke-2 besok, saya akan berusaha untuk bisa mengibarkan merah putih dan bisa podium tertinggi,” terang Rafid Topan yang sebelumnya di seri ARRC 2018 India dapat finish ke-3 pada race ke-2..

Disamping itu, duet rider Yamaha Racing Indonesia (YRI), M Faerozi dan Richard Taroreh menyelesaikan balapan AP250 yang berjalan 12 lap pada posisi ke-6 dan ke-11. Mereka start dari grid ke-11 dan ke-8. M Faerozi, akrab dipanggil Faeroz membuktikan peningkatan kemampuan balapnya setelah pulang dari latihan di Yamaha VR46 Mastercamp 6 Italia.

“Hasil hari ini sangat menyenangkan, meskipun saya start di posisi ke-11 saya bisa langsung ke rombongan depan. Persaingan cukup ketat dengan Muklada. Sebetulnya saya bisa lebih cepat keluar tikungan, namun Muklada cukup rapat untuk menutup agar saya tidak bisa masuk. Di beberapa lap saya bisa overtake Muklada, sayangnya di lintasan straight dia dapat slip-streaming. Masuk lap-lap akhir, saya mulai fight dengan Topan dan Fadly. Namun masuk lap terakhir, saya kehilangan momen untuk bisa mengejar di tikungan ke-5, ke-7 dan 9 alhasil saya bisa finish di posisi ke-6. Saya akan berusaha lagi di race ke-2 untuk memberikan hasil yang lebih baik” ucap Faeroz yang berasal dari Lumajang dan berusia 15 tahun.

“Saya senang catatan waktu hari ini bisa lebih baik dari hari kemarin dan hasil kualifikasi berada di posisi ke-8. Saat mulai start saya mencoba ke depan, namun dipertengahan lap mundur di group ke-3 dan finish di posisi ke-10. Race ke-2 saya berusaha untuk lebih baik lagi,” timpal Richard Taroreh.

Race 2 akan berlangsung hari Minggu (14 Oktober) pukul 13:10 WIB (UB150) dan 14:05 WIB (AP250).

PEMBALAP YAMAHA CATATKAN BEST TIME DI FREE PRACTICE ARRC SENTUL 2018

Dua pembalap Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang berkompetisi di kelas Asia Production 250 (AP250), Richard Taroreh dan Faeroz terus mencari set-up terbaik dalam sesi latihan bebas 1 (FP1) hingga latihan bebas 3 (FP3) dalam rangkaian seri ke-5 Asia Road Racing Championship 2018 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jumat (12 Oktober).
Berbagai langkah pengujian dilakukan untuk mengumpulkan data terbaik hingga kemudian dikomparasi dan dievaluasi untuk memperoleh hasil maksimal. Terbukti Faeroz dapat mengukir waktu tercepat di babak FP2 dengan catatan waktu 1 menit 42,571 detik. Termasuk YZF-R25nya menorehkan top speed tertinggi di angka 139,162 km/jam.

“Latihan hari ini, saat FP1 saya dan tim mencari set-up body terlebih dahulu. Catatan waktu sudah baik saat menemukan set-up di FP2, besok pastinya akan kami pakai settingan ini. Di FP3 saya mencoba set-up lain hingga ada pilihan untuk persiapan kualifikasi,” terang Faeroz, racer asal Lumajang, Jatim berumur 15 tahun yang belum lama ini mengikuti pelatihan di sekolah balapnya Valentino Rossi, Yamaha VR46 Master Camp 6 di Italia.
Sedangkan Richard Taroreh terus mempertajam best-timenya. Hal demikian dikarenakan peningkatan perfoma motor dalam setiap sesi. Di FP3, Richard Taroreh mengukir waktu 1 menit 44,857 detik, sebelumnya di FP2 dengan waktu 1 menit 45,285 detik.

M Faerozi (Yamaha Racing Indonesia), AP250

 

“Hasil hari ini terus ada perbaikan pada bagian suspensi. Di FP1 dan FP2 saya belum menemukan settingan suspensi belakang yang pas, kendalanya saat keluar cornering bagian roda belakang terasa ngayun. Di FP3 saya sudah nyaman dan cepat untuk mendapatkan time 1 menit 44 detik. Sayangnya tidak bisa terlalu push karena ban sudah mulai habis. Sesi kualifikasi Sabtu, saya percaya bisa raih grid yang terbaik,” tukas Richard Taroreh yang ada di urutan ke-13 pada FP3 AP250.

Sehubungan hasil FP3, posisi terdepan diraih petarung tim satelit Yamaha TJM, Rafid Topan dengan ukiran waktu 1 menit 42,990 detik. Rekan setimnya, Anggi Setiawan di deretan ke-5 dengan catatan 1 menit 43,973 detik.
Pada bagian lain, pada kategori Underbone 150 (UB150), dua pelaga Yamaha Racing Indonesia (YRI), Wahyu Aji Trilaksana dan Wahyu Nugroho akan berupaya keras untuk meraih podium pada race pertama yang akan dihelat pada Sabtu (13 Oktober).

“Untuk hasil hari ini, saya cukup puas saat di FP2 bisa di posisi ke-2 dan raih time di 1 menit 49.839 detik. Namun saat kualifikasi, saya melakukan kesalahan, tidak menemukan hasil yang baik. Terima kasih untuk tim sudah mempersiapkan untuk hari ini. Saat race Sabtu, saya berusaha raih hasil yang baik,” tutur Wahyu Aji yang ada di urutan ke-18 dan saat ini ada di urutan ke-4 dalam klasemen sementara UB150.

Wahyu Aji Trilaksana (Yamaha Racing Indonesia), UB150

 

Secara umum, memang gap waktu kualifikasi sangat tipis. Pertarungan di race perdana dipastikan akan sangat ketat. Disamping itu, potensi belia Wahyu Nugroho yang sempat berada di posisi ke-10 (FP2), pada akhirnya ada di grid 17.
“Debut pertama ini, saya cukup puas dari hasil FP1 dan FP2 bisa berada di posisi 10 besar. Saat kualifikasi, saya belum bisa mengatur strategi untuk raih time yang bagus. Race Sabtu, saya akan fokus untuk bisa fight di rombongan depan,” timpal Wahyu Nugroho yang masih berusia 13 tahun dan bertarung dengan status wild-card.
Tidak ketinggalan dua petarung tim satelit Yamaha Yamalube SND Factory yang juga bersaing di UB150, Gupita Kresna dan Syahrul Amin masing-masing di urutan ke-5 dan ke-11 hasil kualifikasi UB150. Pastinya keempat pembalap Yamaha Indonesia tersebut akan berusaha keras meraih podium karena memang memiliki motivasi kuat saat tampil di kandang sendiri.

TAMPIL DI KANDANG SENDIRI, TEAM YAMAHA INDONESIA SIAP BERTARUNG ALL OUT DEMI MENGHARUMKAN NAMA BANGSA

Seri ke-5 gelaran Asia Road Racing Championship 2018 (ARRC 2018) akan diselenggarakan di sirkuit Sentul, Bogor, akhir pekan ini (12-13 Oktober). Putaran ini menjadi momen penting bagi tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang bertarung di kelas Asia Production 250 (AP250) dan Underbone 150 (UB150) untuk meraih poin maksimal.

M Faerozi, AP250

 

Tampil di kandang sendiri, para rider Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang dikomandoi Wahyu Rusmayadi sebagai manajer tim dipastikan akan memberikan motivasi kuat untuk meraih prestasi terbaik. Selain sudah begitu hafal handycap dan aspal lintasan Sentul, maka dukungan psikologis dari dalam diri dan penonton yang hadir akan memberikan semangat pentang menyerah untuk merebut podium juara.

Wahyu Aji Trilaksana, UB150

Dua pembalap Yamaha Racing Indonesia (YRI), Richard Taroreh dan M Faerozi siap bertarung all-out demi meningkatkan peringkat klasemen sementara kategori Asia Production 250 (AP250). Perfoma tangguh Yamaha YZF-R25 akan kembali dibuktikan di trek Sentul yang notabene memiliki panjang 3,965 km.

Rafid Topan Sucipto, AP250

“Untuk persiapan ARRC Sentul, saya sudah lebih siap untuk hadapi race sabtu-minggu nanti. Saya sudah persiapakan semua, dan tim juga sudah mempersiapkan semuanya. Untuk seri ini saya lebih yakin dan optimis, saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk seri laga kandang minggu ini. Mohon doa dan dukungannya,” terang Richard Taroreh yang ada di deretan ke-13 dalam klasemen sementara AP250.
Begitupun dengan M Faerozi. Motivasi petarung usia 15 tahun ini semakin bersemangat setelah pulang mengikuti pelatihan balap di Italia dalam program Yamaha VR46 Riders Academy Master Camp 6 di Italia. Banyak pelajaran sehubungan peningkatan skill balap dan fisik yang diperoleh M Faerozi, akrab disapa Faeroz yang berasal dari Lumajang, Jawa Timur. ARRC 2018 Sentul akan menjadi media pembuktiannya.

Anggi Setiawan, AP250

“Home race bagi saya sangat penting. Jadi saya mempersiapkan dengan sangat matang untuk bisa meraih hasil yang lebih baik dari sebelumnya dan bisa berbuah hasil itu target saya, yang salah satunya saya mempersiapkan fisik, mental dan latihan. Saya akan berusaha keras di home race ini dan semoga bisa memdapatkan hasil yang baik,” tutur Faeroz yang berada di deretan ke-15 klasemen sementara AP250.
Disamping itu, duet tim satelit Yamaha Yamalube KYT TJM WR Super Battery, Rafid Topan dan Anggi Setiawan akan memperkuat kesolidan Yamaha Indonesia. Catatan penting saat seri ke-4 ARRC 2018 India lalu (4-5 Agustus), Rafid Topan dapat merenggut podium ke-3 dan juara pada masing-masing race AP250 yang digelar. Prestasi yang patut diapresiasi.

Gupita Kresna, UB150

Nama Rafid Topan sudah begitu berpengalaman ketika berbicara sepak-terjangnya di lintasan Sentul. Saat ini Rafid Topan berada di urutan ke-4 dalam klasemen sementara AP250. Termasuk grafik prestasi pelaga muda Anggi Setiawan yang terus memberikan kemajuan. Racer asal Palu, Sulawesi Tengah ini berada di posisi ke-9 dalam klasemen sementara AP250. Mereka semua akan bahu-membahu mengharumkan nama Indonesia.

Syahrul Amin, UB150

Pada bagian lain di kelas Underbone 150 cc, pembalap Yamaha Racing Indonesia, Wahyu Aji Trilaksana yang membesut pacuan Yamaha MX King akan berusaha keras meraih poin maksimal. Runner-up UB130 ARRC 2017 ini ingin menambah pundi poin sehingga menjaga kansnya dalam perebutan juara umum UB150 di seri final ARRC 2018 Buriram, Thailand pada awal Desember nanti (1-2 Desember).
“Saya selalu punya semangat lebih jika ARRC di home race karena riuh dan dukungan penonton. Semua lawan memang kuat, tapi saya persiapkan ini jauh hari, semoga bisa meraih kemenangan yang maksimal,” ucap Wahyu Aji Trilaksana yang saat ini ada di posisi ke-4 dalam klasemen sementara UB150.

Wahyu Nugroho, Wild-Card

Potensi dan peluang untuk menggeser urutan ke-2 dan ke-3 sangat terbuka bagi racer asal Ajibarang, Banyumas. Mengingat persaingan dalam 2 race UB150 memperebutkan total 50 poin. Kekuatan tim YRI akan diperkuat pembalap wild-card, yaitu Wahyu Nugroho yang selama ini fokus di Kejuaraan Nasional Motoprix 2018 Region. Pembalap asal Boyolali yang berusia 13 tahun ini memliki prestasi diposisi ke-3 klasemen sementara pada kelas Pemula A MP3 (150 cc) dan ke-1 klasemen sementara Pemula B MP5 (150 cc) bersama tim Yamaha Bahtera.
“Pastinya saya mengucapkan terima kasih kepada Yamaha Racing Indonesia diberi kesempatan unuk mengikuti ajang balap ARRC, karena ini juga menjadi kesempatan saya untuk bisa menampilkan skill saya. Persiapan seperti biasanya, mulai dari fisik, latihan, doa dan terus optimis supaya bisa terus maju. Saya berharap, saat race bisa meraih hasl yang maksimal dan membanggakan Indonesia,” ujar Wahyu Nugroho.

Disamping itu, kekuatan tim satelit Yamaha Yamalube SND Factory yang dimotori Sandy Agung selaku pemilik tim akan kembali hadir setelah absen di ARRC 2018 India. Duet Gupita Kresna dan Syahrul Amin akan berusaha maksimal untuk memperbaiki peringkat ke-7 dan ke-9 dalam klasemen sementara UB150. Sebelumnya, Gupita Kresna dapat meraih podium juara dan ke-3 dalam dua race ARRC Jepang (2-3 Juni).