ROSSI PENSIUN MOTOGP 2021 ATAU TERUSKAN BALAP DENGAN TEAM-NYA SENDIRI?

Menyongsong musim 2020, Valentino Rossi khawatirkan pasar transfer pembalap MotoGP 2021 yang terjadi di awal musim depan. Geliat tersebut terjadi karena siklus kontrak dua tahun yang akan habis di tahun 2020 nanti.

72966456_118217972926837_4448896290802267047_n

Rossi sendiri akan habis kontraknya bersama Yamaha pada tahun 2020. Dan sampai saat ini dia belum memutuskan akan memperpanjang kontrak atau pensiun. Rumor menyebutkan Rossi juga akan bermain dengan Team balapnya sendiri.

Rossi sendiri sudah berpikir ke depan untuk Adik tirinya, Luca Marini. Dengan baru saja menjuarai dua seri beruntun, Luca Marini di prediksi akan naik ke MotoGP musim depan. Apalagi jika di dua seri tersisa, Luca bisa naik podium.

Faktor hubungan darah dengan Rossi serta skill yang cemerlang, Luca Marini akan menjadi komoditas panas akhir musim ini. Jika tidak ada kuota, maka Luca Marini jadi target transfer tahun 2021 yang akan maju cepat di awal musim 2020.

IMG_20191029_192829
Luca Marini, adik tiri Valentino Rossi yang akan promosi ke MotoGP

Prediksinya pun sejalan dengan rumor naiknya Sky VR46 Racing Team ke MotoGP. Dan jika kondisinya seperti ini, maka duet abang adik akan terjadi di Team ini. Alhasil perseteruan dengan Marquez bersaudara akan terjadi di lintasan. Dan ini akan menjadi sisi mahal dari pertunjukkan balap di MotoGP.

Jadi sangat minim kemungkinannya jika Rossi akan pensiun. Yang menjadi teka-teki besar adalah kemungkinan Sky Racing VR46 akan hadir di musim 2020. Terlalu mepet, tapi kemungkinan tetap ada, karena dua Rider siap genjot Team ini, Zarco & Marini.

SKY RACING VR46 JADI TEAM KETIGA YAMAHA DI MOTOGP?

Spekulasi proses penarikan Johann Zarco ke Yamaha menjadi daya tarik tersendiri. Banyak orang percaya bahwa Zarco didatangkan Yamaha untuk menjadi Rider Team Test. Tapi lebih banyak yang tidak percaya, banyak yang berasumsi Yamaha akan gunakan Zarco di Team baru.

Asumsi Zarco kembali geber YZR-M1 di MotoGP sudah hal lumrah. Rider ini begitu hebat di atas Kuda Besi Tiga Garputala. Pencapaiannya juga bukan main-main, padahal dia bermain di Team Satelit. Setali tiga uang dengan performa Fabio Quartararo saat ini, bahkan Zarco setingkat lebih hebat karena menjuarai Moto2 dua kali.

Di sisi lain, tandem Zarco sewaktu di Yamaha sudah pulih dan saat ini menjadi bagian dari Team Test Eropa. Beda tipis, Folger juga begitu hebat dengan Yamaha, hanya saja Folger harus rehat karena masalah kesehatan.

Zarco and Folger
Johann Zarco & Jonas Folger akan kembali satu Team dalam sebuah proyek besar Yamaha

Kembali bersatunya Zarco & Folger bukan sebuah proyek kecil semata. Mungkin Yamaha mau memberi kejutan atau masih mau mengevaluasi dua Rider ini, sehingga tidak mau mendeklarasikan terlalu dini.

Dan jika mereka jadi tampil di MotoGP, Team yang paling siap adalah Sky Racing VR46. Sudah bukan rahasia umum lagi, bahwa Team milik VR46 ini akan menjadi Team Satelit Yamaha.

Faktor kedekatan Rossi dengan Yamaha adalah stimulus positif untuk menjadi Sky Racing Yamaha VR46. Dan ini bukan dongengan semata, lihat saja sampai saat ini SRVR46 belum memiliki Team yang berlaga di MotoGP.

Zarco & Folger adalah dua Rider yang sangat tepat untuk SRVR46, dan Yamaha sangat menyukainya. Tinggal menunggu tahun yang tepat saja, tahun 2020 atau 2021 untuk menjadikan Sky Racing Yamaha VR46 menjadi kompetitor utama di MotoGP.

PARADE FOTO HELM VALENTINO ROSSI SPESIAL MUGELLO 2019

Sudah jadi tradisi jika Valentino Rossi selalu mengenakan motif helm baru di setiap MotoGP seri Italia. Manginjak sirkuit Mugello tahun, Rossi tampil spesial dengan AGV Pista GP R dengan Official Mugello 2019.

This slideshow requires JavaScript.

Motif yang dibuat langsung oleh Aldo Drudi, Designer corak helm ternama dunia, Helm Mugello 2019 mengusung konsep Tricolore. Tricolore yang berarti tiga warna ini, mengusung tiga warna bendera Italia, Hijau Putih Merah.

Design Tricolore ini dibuat Hand Made oleh Aldo Drudi dengan menggunakan kuas dengan Cat Minyak layaknya sebuah lukisan. Logo Soleluna dan nomor Start Rossi pun ditulis dengan tangan. Hanya pada logo AGV dan Sponsor lainnya yang dicetak Water Print.

This slideshow requires JavaScript.

Pada motif tersebut juga terlampir nomor 58 yaitu nomor Start Simoncelli. Sahabat sekaligus rivalnya yang telah meninggalkan dunia ini.

Motif Hand Made ini bukan yang pertama, tahun lalu Drudi juga membuat Hand Made di Mugello 2018. Dari motif ini juga menunjukkan Nasionalisme dan kebanggaan Rossi kepada Negaranya.

YAMAHA YZR-M1 REPLIKA LIVERY 2019 HADIR DI JAVA JAZZ FESTIVAL

 

Ada yang sangat menarik di Java Jazz Festival 2019, tepatnya di Booth atau panggung Yamaha Musik Indonesia. Hal tersebut adalah sosok tunggangan garang replika milik Valentino Rossi. Kerennya lagi replika YZR-M1 dengan nomor Start 46 tersebut sudah hadir dengan Livery tahun 2019 dengan Title Sponsor Monster Energy.

PicsArt_03-03-10.37.35

Seperti kita ketahui bahwa Yamaha adalah pabrikan besar dari dua instrumen yang berbeda, yaitu alat musik dan sepeda motor. Seperti yang sudah dicanangkan Yamaha beberapa waktu lalu, bahwa Yamaha akan selalu menduetkan kedua produknya dalam setiap kesempatan dengan Tagline “Two Yamahas, One Passion”.

PicsArt_03-03-10.35.58

Hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pecinta musik dan pecinta MotoGP. YZR-M1 replika ini menjadi magnet tersendiri menarik pengunjung mampir di Booth Yamaha. Banyak yang penasaran untuk melihat langsung sosok M1 dengan Livery terbarunya, bahkan bentuk Body terbaru juga sudah dikenakan pada YZR-M1 replika tersebut. Selain YZR-M1, Yamaha juga memajang salah satu Matic Premium terbaiknya, TMX DX, yang juga menjadi pusat perhatian pengunjung.

20190303_223424

Menyatukan dua gairah yang berbeda dengan semangat yang sama adalah sesuatu yang sangat indah dan mempesona. Hal ini tentu menjadikan Yamaha tampil beda dan menjadi ciri khas serta daya tarik tersendiri. Bahkan performa Yamaha Music Project dengan menampilkan Andra bersama ZAD serta musisi lainnya membuat Booth Yamaha di Java Jazz 2019 menjadi salah satu Booth yang wajib dikunjungi dan ditunggu-tunggu Performance-nya.

DAPATKAN JAKET ALL SEASON VR46 ASIA GRATIS

Jakarta – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing kembali mengadakan kompetisi menarik melalui aktifitas Yamaha FreeGo Hunt. Aktifitas ini berlangsung hingga tanggal 25 Februari 2019 dan sangat mudah untuk diikuti oleh semua kalangan di seluruh wilayah Indonesia.

Cara mengikutinya, cukup temukan pasukan FreeGo berjaket kuning yang sedang touring di kotamu, lalu foto dengan angle yang menarik kemudian upload foto tersebut di akun Instagram kalian menggunakan hastag #FreeGoHunt dan #YamahaIndonesia kemudian tag foto tersebut ke akun instagram resmi Yamaha @yamahaindonesia serta tag 3 (tiga) akun temanmu dan pastikan foto tersebut tidak dihapus hingga akhir bulan Maret 2019. Akan ada hadiah jaket All Season VR 46 Asia untuk 12 (dua belas) orang pemenang yang beruntung dan akan diumumkan diakhir periode.

FreeGo Hunt 2

“FreeGo yang di launching pada akhir bulan Oktober 2018 merupakan salah satu produk unggulan Yamaha dengan bagasi luas seperti Yamaha NMAX dan dilengkapi fitur terbaru Smart Front Fuel sehingga mengisi bahan bakar menjadi lebih praktis dan gak pake ribet.” tutur Yordan Satriadi, selaku Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.

Ayo manfaatkan kesempatan menarik ini dan dapatkan jaket All Season VR 46 Asia milikmu! Untuk informasi lebih jelas kunjungi akun Instagram resmi Yamaha Indonesia @yamahaindonesia.

VR46 MASTER CAMP HARI KEEMPAT, RIDER INDONESIA DILATIH FISIK OLEH PEMBALAP MOTO3

Aktifitas di hari ke-4, Sabtu (15 September) dalam program Yamaha VR46 Master Camp 6 lebih banyak menjalani fisio gym. Total menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam. Fisio gym yang notabene berhubungan dengan latihan fisik dan peregangan otot yang dijalani pembalap binaan Yamaha Indonesia, Faeroz dimentori langsung Andrea Migno.

Patut dipahami, Andrea Migno adalah petarung Moto3 di timnya Valentino Rossi, SKY Racing Team VR46 dan saat ini ada di urutan ke-9 klasemen sementara Moto3. Faeroz dan ketiga rekannya, yaitu Muhammad Aiman Bin Tahiruddin (Malaysia/ 16 tahun), kemudian Nazirul Izzat Bin Muhammad Bahauddin (Malaysia/ 18 tahun) dan Shota Yokohama (Jepang/ 16 tahun) melakukan latihan lari atau jogging.

Teknik latihan dan pemanasan yang efektif yang dilakukan bersama dengan para pembalap VR46 Riders Academy akan menjadi acuan Faeroz saat pulang ke tanah air. Metode yang akan diterapkannya dalam menjalani karir balap profesional.

Setelah makan siang di Osteria da Rossi, Faeroz dan ketiga rekannya, yaitu kembali ke Hotel dan memiliki free-time atau waktu bebas. Momen ini juga dimanfaatkan mereka untuk menikmati tontonan balap superbike dunia (WSBK 2018).

Secara umum, porsi latihan pada Sabtu memang dikurangi setelah sebelumnya melakoni pelatihan penuh. Kinerja otot didesain untuk beristirahat setelah sebalumnya menjalani latihan MiniGP, Gokart, balap YZF-R3 di Misano, pelatihan Flat-Track, Soft-Cross dan Flat Track kembali.

“Hari ini adalah hari yang luar biasa dan saya sangat senang atas pengalaman yang saya jalani dan saya selalu ingin belajar. Di pagi hari, kami melakukan sesi pendinginan dengan gym agar kondisi otot lebih rileks. Kami mulai dengan latihan gym kecil dan sedikit berlari sekitar 5 lap. Kami harus melihat dan memahami lebih lanjut apa yang dilakukan para pembalap VR46 Academy karena kami belajar lebih banyak tentang bagaimana mereka berlatih. Saya berharap bahwa saya dapat mengembangkan metode ini lebih jauh di masa depan, “tutur Faeroz yang berasal dari Lumajang, Jawa Timur dan masih berusia 15 tahun.

PEMBALAP INDONESIA LATIHAN SOFT CROSS BERSAMA PEMBALAP MOTO2 DI HARI KETIGA VR46 MASTER CAMP

Pelatihan pembalap binaan Yamaha Indonesia, Faeroz dalam program Yamaha VR46 Master Camp edisi ke-6 sudah memasuki hari ketiga (15 September). Agenda awal, Faeroz dan ketiga rekannya melakukan latihan soft cross di Motor Ranch VR46 di Tavullia, Italia.
Sebelumnya dilakukan dahulu sesi briefing untuk memberikan edukasi riding-position atau posisi berkendara. Track activities ini berlangsung sekitar 2,5 jam dengan bimbingan mentor pembalap Moto2 yang tergabung di VR46 Riders Academy, Stefano Manzi.

Kali ini Faeroz menggunakan motor YZ125. Berbeda dengan hari ke-2 (14 September) dengan Yamaha YZ250F. Jadi special engine bermesin 2 langkah yang notabene memiliki power yang responsif. Mereka dilatih untuk lebih memahami handling atau kontrol terhadap tenaga motor yang responsif. Kemudian pada siang hari, mereka beristirahat sambil menikmati makan siang di restoran Osteria da Rossi.

Sekitar pukul 14.30 waktu Italia, Faeroz yang masih berumur 15 tahun diajak mengunjungi kantor Official Fan Club Valentino Rossi (VR46 Fan Club) yang notabene jaraknya tidak jauh dari restoran Osteria da Rossi. Mereka diterima langsung Flavio Fratesin selaku Vice President dari VR46 Fan Club yang juga memberikan bingkisan kenangan produk VR46. Menjadi suatu kebanggaan karena keempat racer Yamaha VR46 Master Camp edisi ke-6 diberikan kartu keanggotan resmi VR46 Fan Club.

Jadwal akhir di hari ketiga ialah kembali berlatih flat-track atau lintasan datar dengan mentor Marco Belli yang sangat berpengalaman karena pernah meraih jawara flattrack di Inggris, Eropa dan Amerika. Makin spesial, ikut pula berlatih rider Moto2, Lorenzo Baldassari.

Faeroz bersama dengan Muhammad Aiman Bin Tahiruddin (Malaysia/ 16 tahun), kemudian Nazirul Izzat Bin Muhammad Bahauddin (Malaysia/ 18 tahun) dan Shota Yokohama (Jepang/ 16 tahun) diberikan tantangan trek berbentuk oval. Marco Belli dan Bezzecchi pembalap Moto3 serta Baldassarri pembalap Moto2 ikut terjun langsung di depan untuk memberikan contoh menyangkut teknik balap flat-track.

“Para peserta sangat beruntung karena mereka dibantu oleh dua pembalap dari VR46 Riders Academy, yaitu Bezzecchi dan Baldassarri hingga memiliki kesempatan untuk naik trek bersama. Ini adalah pelatihan yang sangat bagus untuk para siswa. Mereka banyak belajar dengan cara mengikuti, tidak hanya tentang jalur balap pada trek, tetapi juga tentang bagaimana mengatur diri mereka sendiri di trek. Pembalap menyelesaikan lima lap setiap kali mereka keluar dimana mereka turun sekitar 15 menit per sesi. Ini adalah waktu yang lama untuk rider muda, saya benar-benar bahagia. Para pembalap VR46 Riders Academy juga mengatakan kepada saya bahwa level grup ini bagus sehingga membuat saya bangga,“ ucap Marco Belli.

Pelatihan flat track memang mendapat porsi yang lebih banyak karena melatih kemampuan refleks rider ataupun memaksimalkan perasaan pembalap ketika dihubungkan dengan karakter mesin, ban dan track datar. Untuk hari ketiga ini, sesi flat track berlangsung selama lebih kurang 4 jam.

“Hari ke-3 sangat menakjubkan di Master Camp. Pada pagi hari, kami mengadakan sesi latihan soft cross, saya banyak belajar dari Stefano Manzi dalam waktu singkat. Kami melakukan beberapa latihan di motor pada lintasan yang lunak dan saya sangat menyukainya. Kemudian saat makan siang, kami pergi ke kantor Official Fan Club VR46. Tidak bisa dipercaya, saya tidak memiliki kata-kata untuk menggambarkannya dimana saya menjadi bagian dari penggemar Valentino dan saya bahkan mendapat nomor ID. Juga benar-benar luar biasa dapat kembali ke Motor Ranch untuk kedua kalinya. Saya lebih suka mengendarai motor pada trek berbentuk oval yang lebih besar, Americana. Lintasan juga dipenuhi pembalap VR46 Riders Academy, Baldassarri dan Bezzecchi. Saya dapat memahami lebih baik bagaimana melakukannya sekarang, dengan kecepatan dan teknik yang baik. Kami belajar selangkah demi selangkah dan berupaya meningkatkan keterampilan kami. Saya senang dengan apa yang saya capai dan saya berharap dapat terus belajar pada hari ke-4,” terang Faeroz yang memiliki nama asli Muhammad Faerozi Tareqotullah.

Foto oleh : Yamaha Motor Racing

FAEROZI DAPATKAN LATIHAN INSENTIF DI MASTER CAMP

Agenda hari pertama program Yamaha VR46 Master Camp, Rabu (12 September) yang diikuti racer muda Indonesia, M Faerozi, akrab disapa Faeroz ialah menjalani latihan MiniGP dan Gokart di Sirkuit Misano, Italia serta flat-track di VR46 Motor Ranch, Tavullia.

Sebelum melakukan pelatihan MiniGP dengan motor special-engine Yamaha YZ85, terlebih dahulu dilakukan Technical-Briefing selama sekitar 15 menit yang dibimbing oleh pembalap Moto3 yang tergabung di tim SKY Racing Team VR46, Nicolo Bulega.
Adapun tujuan dari latihan MiniGP selama 2 jam ini adalah meningkatkan skill dan mendapatkan pengetahuan dalam bermanuver serta melatih gerakan respon yang lebih cepat. Karakter tenaga YZ85 yang responsif dipastikan dapat mempertajam gaya refleks pembalap.

Sehubungan tahapan MiniGP ini terbagi dalam 4 sesi. Faeroz yang berusia 15 tahun terus mempertajam catatan waktunya dalam setiap tahapan. Mulai sesi awal (1) dengan best-time 43,333 detik, kemudian sesi 2 menjadi 40,956 detik, lanjut sesi 3 dan sesi 4 masing-masing 40,511 detik dan 40,061 detik. Alhasil, lebih baik hingga 3 detik.

Untuk setiap sesinya berjalan selama 10-15 menit. Nicolo Bulega sendiri menorehkan best-time 39,343 detik. Pada sesi akhir atau ke-5 dilakukan kompetisi MiniGP. Faeroz sempat terjatuh dua kali saat fight dengan Bulega. Namun bangkit dan berjuang hingga dapat finish ke-4. Bulega yang berumur 18 tahun memberikan apresiasi pujian pada Faeroz yang sempat bertarung dengannya.

Secara umum, Faeroz yang berasal dari Lumajang, Jawa Timur menjadi yang tercepat diantara 3 starter Yamaha VR46 Master Camp lainnya, yaitu Muhammad Aiman Bin Tahiruddin (Malaysia/ 16 tahun), kemudian Nazirul Izzat Bin Muhammad Bahauddin (Malaysia/ 18 tahun) dan Shota Yokohama (Jepang/ 16 tahun). Faeroz berjarak sekitar 0,7 detik dari ukiran waktu Bulega.

Setelah melakukan istirahat selama lebih kurang setengah jam, Faeroz dan 3 peserta Yamaha VR46 Master Camp lainnya menjalani latihan balap go-kart yang disediakan oleh Birel Art dan TM Racing. Demikian berjalan selama 1,5 jam. Sehubungan balap mobil go-kart yang dihadirkan dalam 5 sesi ini, memiliki misi pembelajaran dalam kontrol kemudi dan penggunaan tubuh bagian atas serta bagaimana mengatur ritme balap lebih baik.

Kembali Faeroz mempertajam waktu tempuhnya hingga tercatat 45,201 detik pada sesi 4. Dibanding sesi 1 menorehkan 46,671 detik. Jadi ada peningkatan hingga 1,4 detik. Dalam 4 sesi yang dijalani, Faeroz bergantian ada di posisi 1 atau 2. Saat race go-kart (sesi 5), racer yang konsen di balap AP250 Asia Road Racing Championship (ARRC) 2018 ini, finish diposisi ke-3.

Latihan terakhir di hari perdana ini ditutup dengan flat-track di Tavullia, Italia dalam bimbingan Marco Belli yang memiliki prestasi signifikan yaitu tiga kali meraih juara flat-track Inggris dan dua kali juara flat-track Amerika dan Eropa. Sebelumnya, mereka terlebih dahulu menikmati makan siang di the Bar, Ristorante e Pizzeria Da Rossi, Tavullia.

“Program hari pertama seperti biasa terdiri dari slalom diantara rintangan kun, kemudian mempraktekkan posisi tubuh yang benar dan menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara motor, ban dan trek. Sebetulnya, kami memiliki program pengenalan yang lebih lama yang dijadwalkan untuk sesi pertama, tetapi karena tingkat keterampilan peserta, maka kami melewatkan beberapa latihan biasa, jadi kami sudah dapat menggunakan dua oval,” terang Marco Belli.

Untuk Flat-track berlangsung cukup lama hingga sekitar 3 jam. Terdiri dari 3 sesi slalom, berlanjut dengan model rintangan seperti kue donat dengan handycap dua kun, little oval ke kiri dan ke kanan serta Americana. Masing-masing selama 15 menit. Tentu saja, banyak pengalaman yang diperoleh Faeroz sehubungan 3 jenis latihan yang dijalani di hari perdana Yamaha VR46 Master Camp Edisi 6 ini.

“Sesi MiniGP sangat penting bagi saya, karena saya belajar banyak tentang bagaimana saya dapat meningkatkan gaya balap saya. Untuk Go-kart membantu saya untuk mengerti bagaimana anda harus menggunakan tubuh bagian atas. Kami juga menghabiskan waktu untuk mempelajari teknik dasar pada flat-track, kontrol dalam membuka throttle gas, posisi tubuh dan menjaga keseimbangan. Banyak yang telah dilakukan dalam satu hari, itu sangat menyenangkan!,” tutur Muhammad Faerozi Toreqottulah.

Foto oleh: Yamaha Motor Racing

RIDER INDONESIA KEMBALI BERLATIH DENGAN VALENTINO ROSSI

Rider muda asal Lumajang, Jawa Timur, Faerozi terpilih untuk mengikuti program pelatihan Yamaha VR46 Master Camp batch ke-6 yang dijadwalkan berlangsung pada 11-16 September 2018. Tentu saja, hal ini merupakan kesempatan emas bagi Faerozi yang masih berusia 15 tahun,  sekaligus menjadi modal penting bagi dirinya untuk menatap musim balap di Asia Production 250 (AP250) gelaran Asia Road Racing Championship 2018 (ARRC 2018).

“Saat ini, kami sangat bangga dapat mengirimkan rider muda bertalenta kami, Faerozi ke VR46 Master Camp di 2018, yang secara langsung akan dilatih oleh Valentino Rossi dan didampingi oleh pembalap moto2 dan moto3 sebagai instrukturnya. Kami yakin bahwa mimpi menjadi kenyataan bagi Faerozi untuk mendapatkan pengalaman latihan dengan level internasional sebagai generasi selanjutnya di YAMAHA Racing Indonesia,” terang Minoru Morimoto selaku President Director PT. Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Faerozi hingga dapat terpilih. Banyak pembalap dari seluruh penjuru dunia yang ingin merasakan program pelatihan Yamaha VR46 Master Camp. Alhasil, keikutsertaan Faerozi dalam Yamaha VR46 Master Camp batch ke-6 ini menjadi bukti konsistensi Yamaha Indonesia Motor Manuafacturing (YIMM) dalam pembinaan talenta-talenta potensial.

“Sangat bahagia bisa diberi kesempatan YAMAHA Racing Indonesia untuk mengikuti Yamaha VR46 Master Camp. Ini adalah program pembinaan teknik balap yang sangat bagus karena ditangani Valentino Rossi yang merupakan pembalap yang saya idolakan. Untuk persiapan, saya akan mempersiapkan fisik serta mental dan yang paling penting ialah memanfaatkan sekolah balap ini dengan mencari ilmu sebanyak mungkin. Saya akan belajar teknik-teknik balap yang sangat penting, juga belajar tentang mental. Ilmu yang saya peroleh nanti akan saya terapkan dalam balapan yang saya ikuti hingga mendapatkan hasil yang lebih baik,” terang Faerozi yang lahir pada 15 Desember 2002.

Selain Faerozi, pada tahun ini Yamaha mengirimkan tiga pembalap lain dari Asia untuk bergabung dalam program Master Camp. Mereka adalah Shota Yokoyama (16) asal Jepang serta dua pembalap dari Malaysia yakni Nazirul Izzat Bin Muhammad Bahauddin (18) dan Muhammad Aiman Bin Tahiruddin (16).

Ada tahapan yang realistis bagi para Garuda Muda untuk berprestasi di level internasional. Terbukti nyata, Galang Hendra Pratama yang pernah menjadi bagian Yamaha VR46 Master Camp dapat meraih podium juara dalam WorldSSP300 tahun ini di Brno, Ceko. Bahkan di tahun pertama sudah berada di posisi ke-6 klasemen sementara WorldSSP300. Itupun berpotensi besar untuk mencapai hasil lebih baik. Selain Galang rider muda YAMAHA Racing Indonesia yang sudah mengikuti Master Camp ialah Imanuel Pratna sebanyak dua kali tahun 2016, kemudian Anggi Setiawan satu kali tahun 2017.

“Kami berharap di kesempatan ini Faerozi dapat belajar skill balap kelas dunia, kemudian mengaplikasikannya di balap ARRC AP250. Dan kami berharap jika sukses, ke depannya dia dapat naik ke level dunia seperti Galang Hendra. Tentu saja kami yakin. Dia pasti bisa,” tambah Morimoto.

Patut dipahami, bahwa program Master Camp yang sudah masuk batch ke-6 merupakan hasil kerjasama antara Yamaha Motor Company (YMC) Jepang dengan VR46 Riders Academy yang banyak melahirkan pembalap-pembalap muda potensial di level Moto2 dan Moto3 serta MotoGP.

Nantinya, Faerozi beserta rider lainya akan berlatih bersama dengan para racer Moto2 dan Moto3 yang tergabung di sekolah balap VR46 Riders Academy. Banyak hal penting yang dapat mereka peroleh dalam Master Camp. Tidak hanya sebatas peningkatan skill balap dari para pembalap yang menjadi instruktur di VR46 Riders Academy dan pelatihan fisik oleh Carlo Casabianca.

Termasuk pula menjajal flat track di trek Motor Ranch VR46 Tavullia bersama Marco Belli yang memang ahlinya balap flat track dengan menggunakan motor Yamaha YZF250. Ini sebagai menguji mentalitas serta keterampilan para rider dalam mengkontrol motor yang dikendarainya. serta menjalani latihan di Sirkuit MotoGP Misano Italia dengan Yamaha YZF-R3 sebagai produk global yang diproduksi di Indonesia.

Selain itu, terdapat pula latihan Soft-Cross yang menjadi menu baru dalam program Master Camp tahun ini. Para rider muda di tantang untuk memacu motor Yamaha YZF250 dengan kecepatan tinggi untuk melewati rintangan berupa gundukan-gundakan tanah di sepanjang lintasan dirt track.

Master Camp ke-6 ini memang diperuntukkan untuk para petarung muda potensial untuk membangun motivasi dan semangat bertanding yang semakin kuat dalam meraih prestasi.

Biografi :

Nama Lengkap             : M Faerozi Thoreqotullah

Tempat Lahir               : Lumajang

Tanggal Lahir               : 15 Desember 2002

Kebangsaan                 : Indonesia

Hobi                            : Balap Motor, Bersepeda dan Musik

Prestasi :

2018 :

– Posisi 15, Klasemen AP250 ARRC 2018 Seri 4

2017 :

– Posisi 3, Klasemen MP3 (Bebek 150 cc 4T Tune Up – Pemula A) Region II Jawa

– Posisi 4, Klasemen MP4 (Bebek 125 cc 4T Tune Up – Pemula A) Region II Jawa

– Posisi 3, Klasemen YCR3 (Bebek 150 cc 4T Tune Up – Pemula A) Nasional

– Posisi 3, Klasemen YCR4 (Bebek 125 cc 4T Tune Up – Pemula A) Nasional

– Posisi 10, Wild Card IRS 2018 Sport 250 cc Seri 4

– Posisi 7, Wild Card IRS 2018 Sport 250 cc Seri 5

2016 :

– Posisi 5, Klasemen MP3 (Bebek 110 cc 4T Tune Up – Pemula A) Region II Jawa

– Posisi 1, Klasemen MP5 (Bebek 150 cc 4T Std Tune Up – Pemula B) Region II Jawa

– Posisi 4, Klasemen YCR3 (Bebek 110 cc 4T Tune Up – Pemula A) Nasional

– Posisi 2, Klasemen YCR4 (Bebek 125 cc 4T Tune Up – Pemula A) Nasional

INI ALASAN ROSSI TOLAK JABAT TANGAN MARQUEZ

Press Conference seri Misano, San Marino memberikan cerita baru dari duo rivalitas mega bintang MotoGP. Marquez yang menawarkan jabatan tangan kepada Rossi mendapatkan penolakan. Hal ini langsung membuat pemimpin klasemen saat ini kehilangan muka dan membuat ekspressi wajahnya berubah.

Seperti kita ketahui, bahwa pertikaian dua pembalap besar ini telah berlangsung saat Sepang Clash 2015, dan sempat dianggap mencair pada tahun berikutnya sebelum Marquez kembali menjatuhkan Rossi dengan menghantam ban depan The Doctor pada Wet Race Argentina. Sampai saat ini, perang dingin dua aktor MotoGP tersebut terus berlangsung, dan sampai saat ini juga The Doctor belum bersalaman dengan Marquez.

Saat konferensi pers pembukaan seri Misano, salah seorang wartawan menanyakan persoalan mereka berdua. Marquez pun menjawab, bahwa mereka baik-baik saja dan tidak ada masalah, sambil Marquez mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Rossi. Melihat itu Rossi diam saja dan tetap melipat tangannya sambil menggelengkan kepala. Marquez pun dengan ekspresi malunya berkomentar, bahwa ini yang kedua kalinya dia ditolak bersalaman Rossi.

Menanggapi komentar Marquez, Rossi berujar bahwa kami tidak ada masalah, jadi tidak perlu bersalaman. Rossi, “We don’t need to shake the hands. We’re Okay. We don’t have any problem”.

Yakin tidak ada masalah apa-apa dengan mereka? Apakah kejadian ini akan menjadi drama tersendiri di Misano?