TERBAIK DI FLAT TRACK, FAEROZI DAPAT PESAN KHUSUS DARI VALENTINO ROSSI

Setelah menjalani hari ke-4 yang lebih banyak aktifitas Fisio Gym bersama rider Moto3 Andrea Migno dan pelatih fisik Carlo Casabianca, para peserta Yamaha VR46 Master Camp mendapat tamu isitimewa di hari ke-5, Senin (18 September).

Wow… Valentino Rossi hadir menemui mereka dan pastinya sebuah kesempataan yang langka terjadi dan kebanggaan tersendiri. Momen spesial ini berlangsung setelah sesi makan siang. Impian sejak kecil untuk bertemu dengan juara dunia 9 kali tersebut dapat terwujud.

Sekali lagi, ini kesempatan spesial. Vale menyalami dan memotivasi mereka serta dilakukan juga sesi foto bersama. So, kehadiran Rossi ini menumbuhkan semangat bagi pembalap binaan Yamaha Racing Indonesia, Faeroz yang menjadi bagian dari Yamaha VR46 Master Camp yang sudah memasuki edisi ke-6.

The Doctor hadir di Sirkuit VR46 Motor Ranch untuk menyapa, berdiskusi dan menyemangati Faeroz, juga Muhammad Aiman Bin Tahiruddin (Malaysia/16 tahun), kemudian Nazirul Izzat Bin Muhammad Bahauddin (Malaysia/18 tahun) dan Shota Yokohama (Jepang/16 tahun). Rossi berharap mereka dapat menerapkan dan semakin terdorong meraih prestasi lebih baik setelah menjalani pelatihan di Yamaha VR46 Master Camp 6.

“Saya senang sekali saya bisa bertemu dengan para pembalap dari Yamaha VR46 Master Camp! Program ini menyenangkan dan membuat mereka lebih menikmati dalam mengendarai motor, tetapi memang jadwalnya sangat padat. Terutama tiga hari pertama yang sudah berlalu sangat cepat dimana mereka bertemu orang-orang baru-staf dan pembalap VR46 Academy dan mengalami banyak pengalaman pada trek yang berbeda, motor dan jenis balapan. Minggu ini adalah kesempatan bagi mereka untuk belajar dan mencoba banyak hal baru dan itu seharusnya memberi mereka ide tentang pekerjaan dan dedikasi yang diperlukan untuk menjadi profesional seperti pengendara VR46 Academy. Saya tahu bahwa para siswa telah bekerja keras dan saya pikir mereka sangat menikmatinya. Saya hanya mendengar hal-hal positif dari staf pelatihan, jadi saya sangat senang dengan hasil edisi Master Camp ini. Sayangnya, para peserta sudah selesai sekarang dimana mereka telah menyelesaikan hari ke 5, hari terakhir mereka bersama kami. Tentu saja, mereka sedih untuk pergi dari sini, tetapi saya yakin mereka akan menikmatinya dan akan memiliki banyak kisah untuk diceritakan. Saya pikir orang-orang telah belajar banyak dan siap untuk mencoba meningkatkan pelatihan mereka dan balapan di negaranya,” terang Valentino Rossi.

Setelah itu, keempat pembalap Yamaha VR46 Master Camp 6 kembali menjalani latihan flat track bersama dengan petarung moto3, Niccolo Antonelli. Faeroz selalu terdepan dalam 3 sesi yang dijalani dan merebut posisi terbaik.
Hari ke-5 bersama VR46 ini diakhiri dengan seremoni kelulusan dalam program Yamaha VR46 Master Camp. Acara berlangsung di markasnya VR46 dan berakhir dengan kunjungan ke kantornya Valentino Rossi. Faeroz merasa sangat bangga dapat bertemu dengan Valentini Rossi dan begitu mengapresiasi atas apa yang telah dijalani dalam Yamaha VR46 Master Camp 6. Banyak hal yang diperoleh, bukan soal peningkatan teknik balap saja, juga sehubungan mental dan pengendalian diri.

“Kami bertemu dengan Valentino di Motor Ranch, ini pengalaman hebat karena ia adalah idola saya dan saya sangat menghargai dimana ia meluangkan waktu untuk bertemu langsung dengan kami! Ini diikuti dengan sesi flat-track lainnya dan tiga balapan. Saya menikmati balapan pertama, kedua, dan ketiga dan melakukannya lebih baik. Saya mendapat poin sempurna, selalu di posisi pertama, mencetak 25 poin. Saya mendapatkan banyak pengalaman dan kepercayaan diri. The Master Camp bukan hanya tentang balapan tetapi juga tentang aspek mendasar lainnya seperti pengendalian diri, pola pikir, emosi. Saya harus lebih banyak dalam hal mengendalikan diri. Di akhir program, kami pergi ke markas VR46. Bangunan, fasilitas, dan interior benar-benar mengesankan, saya menyukainya! Saya juga melihat kantor Valentino. Saya melihat bagaimana semuanya diatur dan terkendali. Lima hari ini sangat padat dan saya bangga bahwa saya telah menyelesaikan program dengan baik. Ada banyak pembelajaran yang masih harus dilakukan pada setiap aspek dari apa yang kami lakukan di sini, tetapi apa yang saya pelajari sejauh ini akan membantu saya melatih lebih baik dalam balapan. Terima kasih Yamaha, karena memungkinkan dan membawa saya ke sini! Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang, kepada pembalap VR46 Academy atas dukungan mereka, kepada Marco Belli, pelatih kami di trek dan kepada pihak Master Camp dan staf VR46. Saya akan melangkah maju dan terus memikirkan program Master Camp ke-6 ini setiap hari sehingga saya akan terus mengembangkan diri dan dapat berbagi pengalaman dengan pengendara lain di Indonesia,” tutur Faeroz yang berusia 15 tahun dan saat ini konsen di balap AP250 gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) 2018.

VR46 MASTER CAMP HARI KEEMPAT, RIDER INDONESIA DILATIH FISIK OLEH PEMBALAP MOTO3

Aktifitas di hari ke-4, Sabtu (15 September) dalam program Yamaha VR46 Master Camp 6 lebih banyak menjalani fisio gym. Total menghabiskan waktu sekitar 2,5 jam. Fisio gym yang notabene berhubungan dengan latihan fisik dan peregangan otot yang dijalani pembalap binaan Yamaha Indonesia, Faeroz dimentori langsung Andrea Migno.

Patut dipahami, Andrea Migno adalah petarung Moto3 di timnya Valentino Rossi, SKY Racing Team VR46 dan saat ini ada di urutan ke-9 klasemen sementara Moto3. Faeroz dan ketiga rekannya, yaitu Muhammad Aiman Bin Tahiruddin (Malaysia/ 16 tahun), kemudian Nazirul Izzat Bin Muhammad Bahauddin (Malaysia/ 18 tahun) dan Shota Yokohama (Jepang/ 16 tahun) melakukan latihan lari atau jogging.

Teknik latihan dan pemanasan yang efektif yang dilakukan bersama dengan para pembalap VR46 Riders Academy akan menjadi acuan Faeroz saat pulang ke tanah air. Metode yang akan diterapkannya dalam menjalani karir balap profesional.

Setelah makan siang di Osteria da Rossi, Faeroz dan ketiga rekannya, yaitu kembali ke Hotel dan memiliki free-time atau waktu bebas. Momen ini juga dimanfaatkan mereka untuk menikmati tontonan balap superbike dunia (WSBK 2018).

Secara umum, porsi latihan pada Sabtu memang dikurangi setelah sebelumnya melakoni pelatihan penuh. Kinerja otot didesain untuk beristirahat setelah sebalumnya menjalani latihan MiniGP, Gokart, balap YZF-R3 di Misano, pelatihan Flat-Track, Soft-Cross dan Flat Track kembali.

“Hari ini adalah hari yang luar biasa dan saya sangat senang atas pengalaman yang saya jalani dan saya selalu ingin belajar. Di pagi hari, kami melakukan sesi pendinginan dengan gym agar kondisi otot lebih rileks. Kami mulai dengan latihan gym kecil dan sedikit berlari sekitar 5 lap. Kami harus melihat dan memahami lebih lanjut apa yang dilakukan para pembalap VR46 Academy karena kami belajar lebih banyak tentang bagaimana mereka berlatih. Saya berharap bahwa saya dapat mengembangkan metode ini lebih jauh di masa depan, “tutur Faeroz yang berasal dari Lumajang, Jawa Timur dan masih berusia 15 tahun.

PEMBALAP INDONESIA LATIHAN SOFT CROSS BERSAMA PEMBALAP MOTO2 DI HARI KETIGA VR46 MASTER CAMP

Pelatihan pembalap binaan Yamaha Indonesia, Faeroz dalam program Yamaha VR46 Master Camp edisi ke-6 sudah memasuki hari ketiga (15 September). Agenda awal, Faeroz dan ketiga rekannya melakukan latihan soft cross di Motor Ranch VR46 di Tavullia, Italia.
Sebelumnya dilakukan dahulu sesi briefing untuk memberikan edukasi riding-position atau posisi berkendara. Track activities ini berlangsung sekitar 2,5 jam dengan bimbingan mentor pembalap Moto2 yang tergabung di VR46 Riders Academy, Stefano Manzi.

Kali ini Faeroz menggunakan motor YZ125. Berbeda dengan hari ke-2 (14 September) dengan Yamaha YZ250F. Jadi special engine bermesin 2 langkah yang notabene memiliki power yang responsif. Mereka dilatih untuk lebih memahami handling atau kontrol terhadap tenaga motor yang responsif. Kemudian pada siang hari, mereka beristirahat sambil menikmati makan siang di restoran Osteria da Rossi.

Sekitar pukul 14.30 waktu Italia, Faeroz yang masih berumur 15 tahun diajak mengunjungi kantor Official Fan Club Valentino Rossi (VR46 Fan Club) yang notabene jaraknya tidak jauh dari restoran Osteria da Rossi. Mereka diterima langsung Flavio Fratesin selaku Vice President dari VR46 Fan Club yang juga memberikan bingkisan kenangan produk VR46. Menjadi suatu kebanggaan karena keempat racer Yamaha VR46 Master Camp edisi ke-6 diberikan kartu keanggotan resmi VR46 Fan Club.

Jadwal akhir di hari ketiga ialah kembali berlatih flat-track atau lintasan datar dengan mentor Marco Belli yang sangat berpengalaman karena pernah meraih jawara flattrack di Inggris, Eropa dan Amerika. Makin spesial, ikut pula berlatih rider Moto2, Lorenzo Baldassari.

Faeroz bersama dengan Muhammad Aiman Bin Tahiruddin (Malaysia/ 16 tahun), kemudian Nazirul Izzat Bin Muhammad Bahauddin (Malaysia/ 18 tahun) dan Shota Yokohama (Jepang/ 16 tahun) diberikan tantangan trek berbentuk oval. Marco Belli dan Bezzecchi pembalap Moto3 serta Baldassarri pembalap Moto2 ikut terjun langsung di depan untuk memberikan contoh menyangkut teknik balap flat-track.

“Para peserta sangat beruntung karena mereka dibantu oleh dua pembalap dari VR46 Riders Academy, yaitu Bezzecchi dan Baldassarri hingga memiliki kesempatan untuk naik trek bersama. Ini adalah pelatihan yang sangat bagus untuk para siswa. Mereka banyak belajar dengan cara mengikuti, tidak hanya tentang jalur balap pada trek, tetapi juga tentang bagaimana mengatur diri mereka sendiri di trek. Pembalap menyelesaikan lima lap setiap kali mereka keluar dimana mereka turun sekitar 15 menit per sesi. Ini adalah waktu yang lama untuk rider muda, saya benar-benar bahagia. Para pembalap VR46 Riders Academy juga mengatakan kepada saya bahwa level grup ini bagus sehingga membuat saya bangga,“ ucap Marco Belli.

Pelatihan flat track memang mendapat porsi yang lebih banyak karena melatih kemampuan refleks rider ataupun memaksimalkan perasaan pembalap ketika dihubungkan dengan karakter mesin, ban dan track datar. Untuk hari ketiga ini, sesi flat track berlangsung selama lebih kurang 4 jam.

“Hari ke-3 sangat menakjubkan di Master Camp. Pada pagi hari, kami mengadakan sesi latihan soft cross, saya banyak belajar dari Stefano Manzi dalam waktu singkat. Kami melakukan beberapa latihan di motor pada lintasan yang lunak dan saya sangat menyukainya. Kemudian saat makan siang, kami pergi ke kantor Official Fan Club VR46. Tidak bisa dipercaya, saya tidak memiliki kata-kata untuk menggambarkannya dimana saya menjadi bagian dari penggemar Valentino dan saya bahkan mendapat nomor ID. Juga benar-benar luar biasa dapat kembali ke Motor Ranch untuk kedua kalinya. Saya lebih suka mengendarai motor pada trek berbentuk oval yang lebih besar, Americana. Lintasan juga dipenuhi pembalap VR46 Riders Academy, Baldassarri dan Bezzecchi. Saya dapat memahami lebih baik bagaimana melakukannya sekarang, dengan kecepatan dan teknik yang baik. Kami belajar selangkah demi selangkah dan berupaya meningkatkan keterampilan kami. Saya senang dengan apa yang saya capai dan saya berharap dapat terus belajar pada hari ke-4,” terang Faeroz yang memiliki nama asli Muhammad Faerozi Tareqotullah.

Foto oleh : Yamaha Motor Racing

MASTER CAMP HARI KEDUA, FAEROZI LATIHAN FISIK BARENG MORBIDELLI

Hari ke-2 (13 September 2018) dari aktifitas yang dijalani dalam program Yamaha VR46 Master Camp ke-6 diawali dengan Fisio Gym. Terdiri dari senam, peregangan otot, pilates, penggunaan alat dan melakukan simulator race.

Makin spesial, pembalap kebanggaan tanah air Faeroz menjalani Fisio Gym ini bersama dengan para pembalap MotoGP, Moto2 dan Moto3 yang tergabung di VR46 Riders Academy. Diantaranya ada Franco Morbidelli, Marco Bezzecchi dan Andrea Migno serta Niccolo Antonelli.

Termasuk hadir pula Direktur VR46 Riders Academy, Alessio “Uccio” Salucci yang terus memberikan motivasi. Uccio ini adalah sahabat dari Valentino Rossi sejak kecil. Setelah menjalani Fisio Gym selama lebih kurang 2,5 jam, serta dilanjutkan dengan makan siang di Osteria da Rossi.

Keempat peserta Yamaha VR46 Master Camp sempat disapa dan bertemu dengan Lin Jarvis selaku Managing Director Yamaha Motor Racing. Kemudian mereka diajak untuk mengunjungi Official VR46 Store di Tavullia. Jadi ini adalah toko penjualan resmi dari berbagai perlengkapan pakaian dan merchandise VR46.

“Berada di Sirkuit Dunia Misano, tepat setelah balap San Marino adalah pengalaman yang sangat menarik. Tujuh hari yang lalu, ada 85.000 orang disana dan paddock benar-benar penuh, sementara kemarin itu tenang. Kami memiliki seluruh lintasan untuk diri kami sendiri, hanya untuk pembalap kami, jadi kami memiliki trek yang benar-benar kosong. Nicolò Bulega bersama kami dan kami hanya memiliki tiga pembalap yang berpartisipasi dalam sesi balapan karena kondisi Aiman tidak merasa baik. Saya pikir adalah baik untuk tiga pembalap yang mencoba YZF-R3 dan melakoninnya di sirkuit balap dunia pertama kalinya dan mereka banyak belajar. Terutama Faeroz sangat cepat, meskipun ketiganya sangat mengesankan. Saya yakin mereka akan membawa pulang kenangan indah dari Misano. Pada Hari ke-3, kami akan melanjutkan dengan soft cross dan sesi lain di VR46 Motor Ranch. Masih banyak pekerjaan yang masih harus dilakukan, tetapi kami memiliki hari yang sangat indah di Misano,” terang Lin Jarvis selaku Managing Director Yamaha Motor Racing.

Puncak dari latihan di hari kedua ini adalah training di Sirkuit Misano, Italia. Aktifitas balap dengan motor yang menjadi produk global dan diproduksi di Indonesia, yaitu Yamaha YZF-R3. Pelatihan ini berlangsung cukup lama hingga sekitar 3,5 jam dengan mentor racer Moto3, Nicolo Bulega.

Simulasi balapan dilakukan di trek Misano yang notabene memiliki panjang 4,226 km. Ada 4 sesi latihan, kemudian kualifikasi dan superpole. Setiap sesi berlangsung selama 20 menit. Pada akhirnya, Faeroz yang berasal dari Lumajang dan berusia 15 tahun sukses meraih yang terbaik.

Faeroz yang di musim 2018 ini konsen di balap AP250 Asia Road Racing Championship (ARRC) 2018 merebut podium tertinggi dengan best-time 1 menit 58,222 detik. Memiliki gap atau berjarak hingga 2,926 detik dari racer Jepang, Shota Yokoyama.

Termasuk pula dalam setiap sesi, Faeroz menjadi yang tercepat dan terus melakukan penajaman waktu. Mulai 1 menit 59,462 detik, dipertajam lagi menjadi 1 menit 58,075 detik dan 1 menit 57,168 detik. Makin spesial, prestasi ini disaksikan langsung Minoru Morimoto, Presiden Direktur PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang ikut hadir mengunjungi Faeroz di Misano, Italia.

“Saya sangat terkesan sikap dan dengan apa yang dilakukan Faeroz. Dia selalu mencoba dan berusaha untuk belajar sebanyak mungkin dalam kesempatan ini dari pembalap VR46 Riders Academy. Saya sangat yakin Faeroz akan Semakin Di Depan, maju terus untuk tahapan selanjutnya. Semoga Faeroz berhasil dan memperoleh banyak pelajaran atas kesempatan ini,” ujar Minoru Morimoto yang didampingi Akira Nakatsuka selaku Advisor Motor Sports PT. YIMM.

“Kemarin adalah hari yang luar biasa di Master Camp. Dimulai pagi hari di gym dan Simulator, kita bisa melihat dan mempelajari apa yang dilakukan olah para pembalap VR46 Academy selama latihan dan itu mengagumkan. Apa yang kami pelajari dan lakukan di gym, saya ingin lakukan di Indonesia juga. Sorenya, saya mengendarai motor di sirkuit Misano, trek MotoGP. Sesi pertama saya cepat, kemudian menemukan cara untuk melangkah lebih cepat dan lebih cepat. Saya dapat meningkatkan waktu saya menjadi 1 menit 57,1 detik. Saya sangat senang dengan hasil mendapatkan posisi pertama! Terimakasih banyak kepada Bulega karena memberi saya beberapa cara. Tetapi yang lebih penting daripada menang, saya datang kesini untuk belajar sebanyak mungkin sehingga ini menjadi prioritas utama saya. Saya menantikan program untuk Hari ke-3!, ”tukas Faeroz.

Foto oleh: Yamaha Motor Racing

FAEROZI DAPATKAN LATIHAN INSENTIF DI MASTER CAMP

Agenda hari pertama program Yamaha VR46 Master Camp, Rabu (12 September) yang diikuti racer muda Indonesia, M Faerozi, akrab disapa Faeroz ialah menjalani latihan MiniGP dan Gokart di Sirkuit Misano, Italia serta flat-track di VR46 Motor Ranch, Tavullia.

Sebelum melakukan pelatihan MiniGP dengan motor special-engine Yamaha YZ85, terlebih dahulu dilakukan Technical-Briefing selama sekitar 15 menit yang dibimbing oleh pembalap Moto3 yang tergabung di tim SKY Racing Team VR46, Nicolo Bulega.
Adapun tujuan dari latihan MiniGP selama 2 jam ini adalah meningkatkan skill dan mendapatkan pengetahuan dalam bermanuver serta melatih gerakan respon yang lebih cepat. Karakter tenaga YZ85 yang responsif dipastikan dapat mempertajam gaya refleks pembalap.

Sehubungan tahapan MiniGP ini terbagi dalam 4 sesi. Faeroz yang berusia 15 tahun terus mempertajam catatan waktunya dalam setiap tahapan. Mulai sesi awal (1) dengan best-time 43,333 detik, kemudian sesi 2 menjadi 40,956 detik, lanjut sesi 3 dan sesi 4 masing-masing 40,511 detik dan 40,061 detik. Alhasil, lebih baik hingga 3 detik.

Untuk setiap sesinya berjalan selama 10-15 menit. Nicolo Bulega sendiri menorehkan best-time 39,343 detik. Pada sesi akhir atau ke-5 dilakukan kompetisi MiniGP. Faeroz sempat terjatuh dua kali saat fight dengan Bulega. Namun bangkit dan berjuang hingga dapat finish ke-4. Bulega yang berumur 18 tahun memberikan apresiasi pujian pada Faeroz yang sempat bertarung dengannya.

Secara umum, Faeroz yang berasal dari Lumajang, Jawa Timur menjadi yang tercepat diantara 3 starter Yamaha VR46 Master Camp lainnya, yaitu Muhammad Aiman Bin Tahiruddin (Malaysia/ 16 tahun), kemudian Nazirul Izzat Bin Muhammad Bahauddin (Malaysia/ 18 tahun) dan Shota Yokohama (Jepang/ 16 tahun). Faeroz berjarak sekitar 0,7 detik dari ukiran waktu Bulega.

Setelah melakukan istirahat selama lebih kurang setengah jam, Faeroz dan 3 peserta Yamaha VR46 Master Camp lainnya menjalani latihan balap go-kart yang disediakan oleh Birel Art dan TM Racing. Demikian berjalan selama 1,5 jam. Sehubungan balap mobil go-kart yang dihadirkan dalam 5 sesi ini, memiliki misi pembelajaran dalam kontrol kemudi dan penggunaan tubuh bagian atas serta bagaimana mengatur ritme balap lebih baik.

Kembali Faeroz mempertajam waktu tempuhnya hingga tercatat 45,201 detik pada sesi 4. Dibanding sesi 1 menorehkan 46,671 detik. Jadi ada peningkatan hingga 1,4 detik. Dalam 4 sesi yang dijalani, Faeroz bergantian ada di posisi 1 atau 2. Saat race go-kart (sesi 5), racer yang konsen di balap AP250 Asia Road Racing Championship (ARRC) 2018 ini, finish diposisi ke-3.

Latihan terakhir di hari perdana ini ditutup dengan flat-track di Tavullia, Italia dalam bimbingan Marco Belli yang memiliki prestasi signifikan yaitu tiga kali meraih juara flat-track Inggris dan dua kali juara flat-track Amerika dan Eropa. Sebelumnya, mereka terlebih dahulu menikmati makan siang di the Bar, Ristorante e Pizzeria Da Rossi, Tavullia.

“Program hari pertama seperti biasa terdiri dari slalom diantara rintangan kun, kemudian mempraktekkan posisi tubuh yang benar dan menciptakan pemahaman yang lebih baik tentang hubungan antara motor, ban dan trek. Sebetulnya, kami memiliki program pengenalan yang lebih lama yang dijadwalkan untuk sesi pertama, tetapi karena tingkat keterampilan peserta, maka kami melewatkan beberapa latihan biasa, jadi kami sudah dapat menggunakan dua oval,” terang Marco Belli.

Untuk Flat-track berlangsung cukup lama hingga sekitar 3 jam. Terdiri dari 3 sesi slalom, berlanjut dengan model rintangan seperti kue donat dengan handycap dua kun, little oval ke kiri dan ke kanan serta Americana. Masing-masing selama 15 menit. Tentu saja, banyak pengalaman yang diperoleh Faeroz sehubungan 3 jenis latihan yang dijalani di hari perdana Yamaha VR46 Master Camp Edisi 6 ini.

“Sesi MiniGP sangat penting bagi saya, karena saya belajar banyak tentang bagaimana saya dapat meningkatkan gaya balap saya. Untuk Go-kart membantu saya untuk mengerti bagaimana anda harus menggunakan tubuh bagian atas. Kami juga menghabiskan waktu untuk mempelajari teknik dasar pada flat-track, kontrol dalam membuka throttle gas, posisi tubuh dan menjaga keseimbangan. Banyak yang telah dilakukan dalam satu hari, itu sangat menyenangkan!,” tutur Muhammad Faerozi Toreqottulah.

Foto oleh: Yamaha Motor Racing

RIDER YAMAHA INDONESIA JALANI MEDICAL CHECK-UP SEBAGAI TAHAPAN AWAL VR46 MASTER CAMP

Pembalap muda tanah air, Faeroz sudah berada di Cattolica, Italia (11 September) untuk mengambil bagian dalam program Yamaha VR46 Master Camp yang notabene sudah memasuki edisi ke-6. Total terlibat 4 rider dari Benua Asia. Selain Faeroz, juga ada dua pembalap dari Malaysia yakni Muhammad Aiman Bin Tahiruddin 16 tahun, kemudian Nazirul Izzat Bin Muhammad Bahauddin juga (18 tahun) dan Shota Yokohama asal Jepang (16 tahun).

“Sungguh hal yang luar biasa, bahwa kami dapat menyambut para pembalap berbakat di Yamaha VR46 Master Camp. Program pelatihan telah berjalan cukup lama sejak kami mulai tahun 2016, dan kami akan mencoba untuk membuat edisi keenam ini sebagai yang terbaik. Peserta terbaru ini adalah dari Asia. Kami tahu seperti juga edisi sebelumnya bahwa kami harus dapat memberi mereka beberapa keterampilan pelatihan yang tidak sering digunakan di negara asal mereka, terpenting dapat membuat sebuah perbedaan untuk karir balap mereka. Selalu menyenangkan untuk membantu pengendara muda meningkatkan level balap mereka. Kami melihat banyak talenta dari Asia masuk dalam semua kelas di kejuaraan MotoGP dan kami berharap, dengan bantuan kami minggu ini, para peserta dapat dilengkapi hingga tahu bagaimana mewujudkan impian mereka,” tukas Alessio Salucci dari VR46 Riders Academy yang juga sahabat dekat Valentino Rossi.

Adapun tahapan awal dari Yamaha VR46 Master Camp yang dijalani racer binaan Yamaha Indonesia usia 15 tahun tersebut ialah Medical Check-up. Tentu saja, hal ini bertujuan untuk mengetahui dan mengontrol kondisi tubuh atau kesehatan secara menyeluruh sebelum masuk dalam tahap awal pelatihan Master Camp.

Sehubungan Medical Check-up yang berlangsung 20 menit untuk setiap pembalap, pihak VR46 Riders Academy bekerjsama dengan Fisiosport dengan dukungan Dokter Marco. Medical Check-up menyangkut langkah mengukur tinggi dan berat badan, dimana Faeroz yang berasal dari Lumajang, Jawa Timur memiliki bobot 51 kg dan tinggi 168 cm.

Kemudian juga dilakukan Pony Spirometer, pemeriksaan torax (pernafasan), pemeriksaan tekanan darah, Cardioline (6 titik di bagian kaki, tangan dan dada sebelum aktivitas dan lanjut Cardioline lagi (6 titik di bagian kaki, tangan dan dada sesudah aktivitas selama 3 menit). Cardioline ini berhubungan dengan pengukuran detak jantung dan asupan oksigen.

“Pertama-tama, saya ingin berterima-kasih kepada Yamaha atas dukungan dan keyakinan mereka pada saya. Saya ingin menggunakan pengalaman ini untuk meningkatkan keterampilan balap saya di masa depan. Jadi saya dapat menggunakannya ketika saya pulang ke tanah air. Saya sangat gembira tentang prospek latihan flat-track di VR46 Motor Ranch dan juga dapat latihan di Sirkuit Misano,” bangga Muhammad Faerozi Toreqottulah yang didampingi oleh Wahyu Rusmayadi, Divisi Motor Sports PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang juga manajer tim Yamaha Racing Indonesia yang konsen di balap Asia Road Racing Championship 2018 (ARRC 2018).

#UntukMerahPutihSemakinDiDepan | #theExperience | #theMasterCamp
Foto oleh: Yamaha Motor Racing

RIDER INDONESIA KEMBALI BERLATIH DENGAN VALENTINO ROSSI

Rider muda asal Lumajang, Jawa Timur, Faerozi terpilih untuk mengikuti program pelatihan Yamaha VR46 Master Camp batch ke-6 yang dijadwalkan berlangsung pada 11-16 September 2018. Tentu saja, hal ini merupakan kesempatan emas bagi Faerozi yang masih berusia 15 tahun,  sekaligus menjadi modal penting bagi dirinya untuk menatap musim balap di Asia Production 250 (AP250) gelaran Asia Road Racing Championship 2018 (ARRC 2018).

“Saat ini, kami sangat bangga dapat mengirimkan rider muda bertalenta kami, Faerozi ke VR46 Master Camp di 2018, yang secara langsung akan dilatih oleh Valentino Rossi dan didampingi oleh pembalap moto2 dan moto3 sebagai instrukturnya. Kami yakin bahwa mimpi menjadi kenyataan bagi Faerozi untuk mendapatkan pengalaman latihan dengan level internasional sebagai generasi selanjutnya di YAMAHA Racing Indonesia,” terang Minoru Morimoto selaku President Director PT. Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi Faerozi hingga dapat terpilih. Banyak pembalap dari seluruh penjuru dunia yang ingin merasakan program pelatihan Yamaha VR46 Master Camp. Alhasil, keikutsertaan Faerozi dalam Yamaha VR46 Master Camp batch ke-6 ini menjadi bukti konsistensi Yamaha Indonesia Motor Manuafacturing (YIMM) dalam pembinaan talenta-talenta potensial.

“Sangat bahagia bisa diberi kesempatan YAMAHA Racing Indonesia untuk mengikuti Yamaha VR46 Master Camp. Ini adalah program pembinaan teknik balap yang sangat bagus karena ditangani Valentino Rossi yang merupakan pembalap yang saya idolakan. Untuk persiapan, saya akan mempersiapkan fisik serta mental dan yang paling penting ialah memanfaatkan sekolah balap ini dengan mencari ilmu sebanyak mungkin. Saya akan belajar teknik-teknik balap yang sangat penting, juga belajar tentang mental. Ilmu yang saya peroleh nanti akan saya terapkan dalam balapan yang saya ikuti hingga mendapatkan hasil yang lebih baik,” terang Faerozi yang lahir pada 15 Desember 2002.

Selain Faerozi, pada tahun ini Yamaha mengirimkan tiga pembalap lain dari Asia untuk bergabung dalam program Master Camp. Mereka adalah Shota Yokoyama (16) asal Jepang serta dua pembalap dari Malaysia yakni Nazirul Izzat Bin Muhammad Bahauddin (18) dan Muhammad Aiman Bin Tahiruddin (16).

Ada tahapan yang realistis bagi para Garuda Muda untuk berprestasi di level internasional. Terbukti nyata, Galang Hendra Pratama yang pernah menjadi bagian Yamaha VR46 Master Camp dapat meraih podium juara dalam WorldSSP300 tahun ini di Brno, Ceko. Bahkan di tahun pertama sudah berada di posisi ke-6 klasemen sementara WorldSSP300. Itupun berpotensi besar untuk mencapai hasil lebih baik. Selain Galang rider muda YAMAHA Racing Indonesia yang sudah mengikuti Master Camp ialah Imanuel Pratna sebanyak dua kali tahun 2016, kemudian Anggi Setiawan satu kali tahun 2017.

“Kami berharap di kesempatan ini Faerozi dapat belajar skill balap kelas dunia, kemudian mengaplikasikannya di balap ARRC AP250. Dan kami berharap jika sukses, ke depannya dia dapat naik ke level dunia seperti Galang Hendra. Tentu saja kami yakin. Dia pasti bisa,” tambah Morimoto.

Patut dipahami, bahwa program Master Camp yang sudah masuk batch ke-6 merupakan hasil kerjasama antara Yamaha Motor Company (YMC) Jepang dengan VR46 Riders Academy yang banyak melahirkan pembalap-pembalap muda potensial di level Moto2 dan Moto3 serta MotoGP.

Nantinya, Faerozi beserta rider lainya akan berlatih bersama dengan para racer Moto2 dan Moto3 yang tergabung di sekolah balap VR46 Riders Academy. Banyak hal penting yang dapat mereka peroleh dalam Master Camp. Tidak hanya sebatas peningkatan skill balap dari para pembalap yang menjadi instruktur di VR46 Riders Academy dan pelatihan fisik oleh Carlo Casabianca.

Termasuk pula menjajal flat track di trek Motor Ranch VR46 Tavullia bersama Marco Belli yang memang ahlinya balap flat track dengan menggunakan motor Yamaha YZF250. Ini sebagai menguji mentalitas serta keterampilan para rider dalam mengkontrol motor yang dikendarainya. serta menjalani latihan di Sirkuit MotoGP Misano Italia dengan Yamaha YZF-R3 sebagai produk global yang diproduksi di Indonesia.

Selain itu, terdapat pula latihan Soft-Cross yang menjadi menu baru dalam program Master Camp tahun ini. Para rider muda di tantang untuk memacu motor Yamaha YZF250 dengan kecepatan tinggi untuk melewati rintangan berupa gundukan-gundakan tanah di sepanjang lintasan dirt track.

Master Camp ke-6 ini memang diperuntukkan untuk para petarung muda potensial untuk membangun motivasi dan semangat bertanding yang semakin kuat dalam meraih prestasi.

Biografi :

Nama Lengkap             : M Faerozi Thoreqotullah

Tempat Lahir               : Lumajang

Tanggal Lahir               : 15 Desember 2002

Kebangsaan                 : Indonesia

Hobi                            : Balap Motor, Bersepeda dan Musik

Prestasi :

2018 :

– Posisi 15, Klasemen AP250 ARRC 2018 Seri 4

2017 :

– Posisi 3, Klasemen MP3 (Bebek 150 cc 4T Tune Up – Pemula A) Region II Jawa

– Posisi 4, Klasemen MP4 (Bebek 125 cc 4T Tune Up – Pemula A) Region II Jawa

– Posisi 3, Klasemen YCR3 (Bebek 150 cc 4T Tune Up – Pemula A) Nasional

– Posisi 3, Klasemen YCR4 (Bebek 125 cc 4T Tune Up – Pemula A) Nasional

– Posisi 10, Wild Card IRS 2018 Sport 250 cc Seri 4

– Posisi 7, Wild Card IRS 2018 Sport 250 cc Seri 5

2016 :

– Posisi 5, Klasemen MP3 (Bebek 110 cc 4T Tune Up – Pemula A) Region II Jawa

– Posisi 1, Klasemen MP5 (Bebek 150 cc 4T Std Tune Up – Pemula B) Region II Jawa

– Posisi 4, Klasemen YCR3 (Bebek 110 cc 4T Tune Up – Pemula A) Nasional

– Posisi 2, Klasemen YCR4 (Bebek 125 cc 4T Tune Up – Pemula A) Nasional

VALENTINO ROSSI UNGKAPKAN KEBANGGAANNYA KEPADA GALANG ATAS PODIUM JUARA DI BRNO, CEKO

Euforia kemenangan Garuda Muda Indonesia, Galang Hendra Pratama yang menjuarai balap level dunia, WorldSSP300 di Sirkuit Brno, Ceko (10 Juni) terbukti menjadi trending topic. Hangat dibicarakan di media sosial dan berbagai ruang komunikasi. Ini sejarah pertama. Lagu Indonesia Raya berkumandang di pentas balap internasional.
Bahkan juara dunia sembilan kali, Valentino Rossi ikut memberikan respon. Pembalap MotoGP tim Movistar Yamaha tersebut ikut bangga atas prestasi muridnya, Galang Hendra yang memang pernah menjalani latihan teknik balap dan fisik dalam program Yamaha VR46 Master Camp. Tepatnya pada bulan Juli dan September 2016.

Saat itu, Galang Hendra yang berusia 17 tahun (2016) dilatih balap flat-track di treknya Rossi, Motor Ranch VR46 dengan pacuan SE Yamaha YZ250F dan juga di Sirkuit Misano, Italia dengan Yamaha YZF-R3 yang notabene adalah produk global yang dibuat di Indonesia.

Dalam hal ini, Galang Hendra yang merupakan binaan Yamaha Indonesia melakukan latihan bersama dengan Rossi dan pembalap-pembalap VR46 Riders Academy yang konsen di balap Moto2 dan Moto3. Kondisi pelatihan ini yang terbukti membuat skill balap Galang Hendra semakin terasah dan termotivasi untuk berprestasi lebih baik.

“Saya sangat bahagia dengan kemenangan Galang hendra di Brno. Saya sangat senang bertemu dengan Galang saat di Yamaha VR46 Master Camp. Kami berlatih bersama di Motor Ranch VR46 dan di Misano. Saya ingat pada hari itu banyak orang datang kepada saya dan mengatakan bahwa Galang sangat cepat dan dia tunjukkan dalam balapan terakhir. Saya tahu bahwa di Brno dia mendominasi balapan dari awal hingga putaran terakhir dan ini adalah sesuatu yang menjadi bukti bahwa ia cepat dan berbakat,” terang Valentino Rossi.

Adapun seri lanjutan WorldSSP300 akan berlangsung di Misano, Italia pada 6-8 Juli nanti. Dukung terus Galang Hendra Pratama untuk mewujudkan “Merah Putih Semakin Di Depan”.

RIDER INDONESIA MENJADI YANG TERBAIK DI MASTER CAMP VR46 RIDERS ACADEMY

Hari terakhir kegiatan Yamaha VR46 Riders Academy The Master Camp 3 diawali dengan latihan flat-track untuk ketiga kalinya. Tentu saja di trek miliknya Valentino Rossi, VR46 Motor Ranch di Tavullia, Italia. Yang menarik dari sesi ini adalah dilakukan 4 tahap. Jadi betul-betul fokus mengasah dan meningkatkan teknik balap.

Pertama,  adalah  latihan bebas dahulu selama 30 menit. Yang kedua,  dilakukan balapan sebagai race pertama.  Saat race awal yang wajib melahap 4 lap,  maka pebalap kebanggaan Indonesia,  Anggi Setiawan finish di posisi runner-up atau kedua. Dalam hal ini, menyangkut sistem poin per- race yaitu 6, 4, 3, 2, 1, 0.

Jadi Anggi yang ada di urutan kedua pada race pertama,  tentunya mendapat poin 4. Tahap ketiga adalah race kedua flat-track yang mana dilakukan perubahan posisi start.  Ketiga pebalap terdepan ada di grid belakang.  Di race 2 ini,  Anggi dapat menjadi yang terbaik hingga total mengumpulkan 10 poin.

Untuk yang keempat disebut dengan sistem Americana,  yaitu race sebanyak 7 lap yang notabene dibagi menjadi 3 tahapan dengan sistem eliminasi. Bagian pertama tersaji 2 lap dan bagi yang finish ke-5 dan ke-6 tereliminasi atau gugur. Bagian kedua,  juga dengan menu 2 lap dan posisi ke-3 dan ke-4 yang  tereliminasi.

Pada akhirnya,  kembali Anggi Setiawan yang masih berusia 18 tahun dapat menjadi yang terbaik dengan total nilai 16. Rider binaan Yamaha Indonesia ini merebut podium juara flat-track di VR46 Motor Ranch.  Alhasil,  prestasi racer asal Palu,  Sulawesi Tengah ini patut diapresiasi.

Selesai flat-track,  mereka beristirahat dan makan siang bersama.  Kemudian berlanjut dengan kunjungan ke kantor VR46 Fan Club dan workshop tim SKY Racing Team VR46 yang juga dimiliki Valentino Rossi dan balap di Moto2 dan Moto3.  Berlanjut di sesi akhir,  keenam peserta Yamaha VR46 Riders Academy Master Camp 3 menerima sertifikat.

Demikian sebagai penghargaan yang diterima dari program kerjasama Yamaha Motor Company (YMC)  dan VR46 Riders Academy yang telah berjalan tiga kali.  “Saya mengucapkan terimakasih kepada Yamaha Indonesia,  YMC,  YMR dan VR46 Riders Academy selama mengikuti pelatihan balap disini.  Saya mendapatkan banyak ilmu dan menjadi modal berharga dalam perjalanan karir balap saya, “ujar Anggi Setiawan yang di 2017 ini konsen di balap Asia Road Race kelas Underbone 150.

Dalam acara spesial penyerahan sertifikat ini hadir perwakilan dari Yamaha Motor Racing,  manajemen tim Movistar Yamaha dan VR46 Riders Academy. “Menurut saya,  The Master Camp 3 menjadi bukti dari talenta Anggi Setiawan yang cepat dalam beradaptasi dan terbukti pula dapat merebut podium terbaik di Motor Ranch dan race MiniGP di Misanino merenggut posisi ke-2.  Tentu saja,  ilmu yang telah diperolehnya akan menjadi modal untuk terus meningkatkan prestasi, ” tukas M Abidin,  General Manager After Sales & Public Relations PT.  Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

VALENTINO ROSSI KEJUTKAN PARA RIDERS MUDA SAAT BERLATIH

Kegiatan Yamaha VR46 Riders Academy The Master Camp3 di hari ke-4 diawali dengan Fisio Gym yang ditangani langsung instruktur Carlo. Ini adalah pelatih langsung dari VR46 Riders Academy. Dilakukan proses recovery fisik setelah aktifitas  sebelumnya yang cukup melelahkan.
Anggi Setiawan dan kelima pebalap lainnya yaitu Peerapong Boonlert (Thailand), Shota Ite (Jepang), Muhammad Akid bin Aziz (Malaysia), Brandon Demmery (Australia) dan Tomas Casas (Kanada) melakukan jogging sebanyak 5 putaran sejauh 2 km dan diakhiri dengan pendinginan suhu tubuh.

Ada dua hal menarik yang diperoleh atau dirasakan para rider. Bahwa mereka mengunjungi langsung kantor fanpage Valentino Rossi yang beralamat di Via Cesare Battisti, 7, Tavullia PU, Italia. Termasuk melakukan registrasi langsung bersama Vice President Flavio Fratesi. Tentu saja, ini kesempatan langka atau jarang terjadi dikarenakan proses registrasinya langsung dan bukan lewat email.

Alhasil, menjadi kebanggaan tersendiri. “Biayanya hanya 40 euro per-orang. Kita memperoleh t-shirt, topi dan magnet VR46 dan koleksi terbaru untuk tahun ini, “bangga Wahyu Rusmayadi, manajer tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang mendampingi Anggi Setiawan.  Hal kedua yang sangat spesial dan memang ditunggu-tunggu bahwa Valentino Rossi hadir di trek Motor Ranch VR46.

The Doctor hadir karena memang jadual latihan bersama para muridnya di VR46 Riders Academy yang notabene bertarung di balap Moto2 dan Moto3. Juara dunia Sembilan kali ini hadir menyapa dan menyalami satu per-satu dan kemudian melakukan latihan flat-track selama 90 menit di sesi pertama.

Anggi Setiawan dan kelima pebalap Yamaha VR46 Riders Academy The Master Camp 3  berjalan menuju masing-masing corner untuk melakukan observasi bersama Marco Belli. Sesi ini berlangsung sekitar 60 menit dan bertujuan untuk mengevaluasi berbagai hal. Diantaranya sehubungan posisi saat berada di atas motor, juga buka dan tutup gas dan titik pengereman.

“Saya senang sekali dapat bertemu dengan Valentino Rossi sebagai idola saya dan pebalap VR46 Riders Academey lainnya dan saya mendapat kesempatan emas melihat Rossi latihan flat-track di Motor Ranch. Saya mendapatkan banyak ilmu dari hasil observasi terutama dalam penggunaan rem, engine braking saat masuk dan keluar tikungan dan lainnya, “tutur Anggi Setiawan.