ROSSI PENSIUN MOTOGP 2021 ATAU TERUSKAN BALAP DENGAN TEAM-NYA SENDIRI?

Menyongsong musim 2020, Valentino Rossi khawatirkan pasar transfer pembalap MotoGP 2021 yang terjadi di awal musim depan. Geliat tersebut terjadi karena siklus kontrak dua tahun yang akan habis di tahun 2020 nanti.

72966456_118217972926837_4448896290802267047_n

Rossi sendiri akan habis kontraknya bersama Yamaha pada tahun 2020. Dan sampai saat ini dia belum memutuskan akan memperpanjang kontrak atau pensiun. Rumor menyebutkan Rossi juga akan bermain dengan Team balapnya sendiri.

Rossi sendiri sudah berpikir ke depan untuk Adik tirinya, Luca Marini. Dengan baru saja menjuarai dua seri beruntun, Luca Marini di prediksi akan naik ke MotoGP musim depan. Apalagi jika di dua seri tersisa, Luca bisa naik podium.

Faktor hubungan darah dengan Rossi serta skill yang cemerlang, Luca Marini akan menjadi komoditas panas akhir musim ini. Jika tidak ada kuota, maka Luca Marini jadi target transfer tahun 2021 yang akan maju cepat di awal musim 2020.

IMG_20191029_192829
Luca Marini, adik tiri Valentino Rossi yang akan promosi ke MotoGP

Prediksinya pun sejalan dengan rumor naiknya Sky VR46 Racing Team ke MotoGP. Dan jika kondisinya seperti ini, maka duet abang adik akan terjadi di Team ini. Alhasil perseteruan dengan Marquez bersaudara akan terjadi di lintasan. Dan ini akan menjadi sisi mahal dari pertunjukkan balap di MotoGP.

Jadi sangat minim kemungkinannya jika Rossi akan pensiun. Yang menjadi teka-teki besar adalah kemungkinan Sky Racing VR46 akan hadir di musim 2020. Terlalu mepet, tapi kemungkinan tetap ada, karena dua Rider siap genjot Team ini, Zarco & Marini.

SKY RACING VR46 TEAM, STRATEGI JITU YAMAHA UNTUK ROTASI DAN PENGEMBANGAN MESIN

Seperti sudah diulas dalam artikel sebelumnya, pemulangan Zarco berisi ambisi besar Yamaha dibaliknya, sudah pasti banyak yang memprediksi Sky Racing VR46 akan naik kelas. Lalu kenapa bisa disebut bertujuan untuk “Rotasi dan Pengembangan”?

Dikatakan untuk Rotasi, dengan adanya SRVR46 maka Yamaha dapat banyak opsi untuk melakukan Rotasi Rider. Ke depannya, Rossi terlalu tua untuk Team Pabrikan namun Yamaha sayang untuk melepas Rossi. Maka Rossi ditempatkan di SRVR46 untuk mengembangkan Teamnya sendiri dan Yamaha tidak kehilangan aset besarnya.

IMG_20191010_035819
Valentino Rossi kedepannya akan membela Team-nya sendiri

Rotasi ini juga bisa dilakukan kepada seluruh Rider Yamaha yang masih adaptasi atau lambat berkembang. Sehingga Yamaha bisa mengurung para Rider nomor satu menjadi miliknya. Apalagi saat ini Yamaha Factory Racing sedang kepincut abis dengan performa Fabio Quartararo.

Keuntungannya sudah pasti untuk melawan Marquez saat ini dan juga untuk menguasai Thropy MotoGP. Pasalnya mayoritas Rider lebih memilih Yamaha dibanding pabrikan lain.

Sedangkan untuk Pengembangan banyak yang bisa dilakukan. Seperti pengembangan pembalap sendiri seperti yang tertulis diatas. Dan yang terutama adalah pengembangan mesin.

Dengan semakin banyak Team dan mekanik yang bekerja, maka masalah-masalah akan ditemukan solusi tepatnya. Juga ide-ide baru untuk menghasilkan tenaga yang melimpah juga akan semakin banyak. Itu pun jika setiap Team dengan legowo memberikannya dan tidak ada yang ditutupi.

IMG_20191010_034106
Jonas Folger atau Morbidelli kemungkinan besar akan menemani Rossi di Sky Racing VR46 Team

Faktor Valentino Rossi sendiri juga yang telah mengembangkan motor Honda, Yamaha & Ducati akan tetap terus mengembangkan motor Yamaha. Kita tahu sendiri bahwa YZR-M1 bisa seperti saat ini berkat pengembangan bersama Rossi.

Jadi dengan Rossi tetap berada di Yamaha maka YZR-M1 akan terus berkembang dan semakin superior. Alhasil Yamaha ke depannya akan kembali menguasai MotoGP.

 

PARADE FOTO HELM VALENTINO ROSSI SPESIAL MUGELLO 2019

Sudah jadi tradisi jika Valentino Rossi selalu mengenakan motif helm baru di setiap MotoGP seri Italia. Manginjak sirkuit Mugello tahun, Rossi tampil spesial dengan AGV Pista GP R dengan Official Mugello 2019.

This slideshow requires JavaScript.

Motif yang dibuat langsung oleh Aldo Drudi, Designer corak helm ternama dunia, Helm Mugello 2019 mengusung konsep Tricolore. Tricolore yang berarti tiga warna ini, mengusung tiga warna bendera Italia, Hijau Putih Merah.

Design Tricolore ini dibuat Hand Made oleh Aldo Drudi dengan menggunakan kuas dengan Cat Minyak layaknya sebuah lukisan. Logo Soleluna dan nomor Start Rossi pun ditulis dengan tangan. Hanya pada logo AGV dan Sponsor lainnya yang dicetak Water Print.

This slideshow requires JavaScript.

Pada motif tersebut juga terlampir nomor 58 yaitu nomor Start Simoncelli. Sahabat sekaligus rivalnya yang telah meninggalkan dunia ini.

Motif Hand Made ini bukan yang pertama, tahun lalu Drudi juga membuat Hand Made di Mugello 2018. Dari motif ini juga menunjukkan Nasionalisme dan kebanggaan Rossi kepada Negaranya.

GP ARGENTINA 2019 – RACE RESULT

RACE RESULTS

ARGENTINA GP

POS. RIDER TEAM TIME
1 M. MARQUEZ REPSOL HONDA TEAM 41’43.688
2 V. ROSSI MONSTER ENERGY YAMAHA MOTOGP 9.816
3 A. DOVIZIOSO MISSION WINNOW DUCATI 10.53
4 J. MILLER PRAMAC RACING 12.14
5 A. RINS TEAM SUZUKI ECSTAR 12.563
6 D. PETRUCCI MISSION WINNOW DUCATI 13.75
7 T. NAKAGAMI LCR HONDA IDEMITSU 18.16
8 F. QUARTARARO PETRONAS YAMAHA SRT 20.403
9 A. ESPARGARÒ APRILIA RACING TEAM GRESINI 25.292
10 P. ESPARGARÒ RED BULL KTM FACTORY RACING 25.679
11 M. OLIVEIRA RED BULL KTM TECH3 25.855
12 J. LORENZO REPSOL HONDA TEAM 27.497
13 C. CRUTCHLOW LCR HONDA CASTROL 31.398
14 F. BAGNAIA PRAMAC RACING 32.893
15 J. ZARCO RED BULL KTM FACTORY RACING 33.372
16 H. SYAHRIN RED BULL KTM TECH3 35.545
17 A. IANNONE APRILIA RACING TEAM GRESINI 38.238
18 M. VIÑALES MONSTER ENERGY YAMAHA MOTOGP N.C. (1 laps)
19 F. MORBIDELLI PETRONAS YAMAHA SRT N.C. (1 laps)
20 J. MIR TEAM SUZUKI ECSTAR N.C. (4 laps)
21 T. RABAT REALE AVINTIA RACING N.C. (10 laps)
22 K. ABRAHAM REALE AVINTIA RACING N.C. (11 laps)

ROSSI & VINALES LUNCURKAN YAMAHA MT-15 & NEW MX-KING

Jakarta – Komitmen untuk selalu menghadirkan sesuatu yang baru kembali ditunjukan oleh Yamaha Indonesia melalui peluncuran produk anyar yaitu MT-15 dan New MX-King kepada publik, bersamaan dengan launching Monster Energy Yamaha MotoGP Team untuk musim balap 2019 di Grand Ballroom, Four Season Hotel, Jakarta pada Senin (4/2). Kemunculan dua motor bergenre sport tersebut, diyakini akan semakin meramaikan pasar sepeda motor nasional, khususnya, di kelas sport naked dan bebek berkapasitas mesin 150-155cc.

Mengawali debut perdananya di Indonesia, MT-15 dan New MX-King diperkenalkan secara langsung oleh pembalap terbaik MotoGP dari Yamaha yaitu Valentino Rossi dan Maverick Vinales, sesaat setelah mereka selesai mengikuti seremoni peluncuran Monster Energy Yamaha MotoGP Team yang menampilkan livery warna baru pada motor YZR-M1.

TN308211.JPG

 

Para pembalap kelas dunia itu sempat membuat kejutan ketika tampil ke atas panggung dengan mengendarai kedua motor baru tersebut, dimana Valentino Rossi menaiki MT-15 dan Maverick Vinales menaiki New MX-King yang kemudi an langsung disambut dengan penuh antusias oleh para awak media yang ingin mengabadikan momen bersejarah tersebut. Pada kesempatan yang sama, pembalap Yamaha Rider Indonesia (YRI) yaitu Galang Hendra Pratama, M. Faerozi, Aldi Satya Mahendra dan Wahyu Nugroho juga ikut memperkenalkan kedua motor tersebut dengan menampilkan seluruh line up warna yang tersedia.

MT-15 dan New MX-King menyapa konsumen dengan beragam perubahan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan berkendara masa kini, guna menunjang gaya hidup serta aktivitas sehari-hari. Tampilannya pun dibuat lebih menarik dan menyatu dengan karakter sang pengguna sehingga dapat menciptakan rasa berkendara yang lebih menyenangkan.

Kelahiran MT-15 yang semakin melengkapi keluarga MT-series, tidak terlepas dari upaya Yamaha untuk senantiasa menjawab kebutuhan konsumen melalui motor yang dapat merepresentasikan identitas dari sang pengguna. Hal tersebut direalisasikan melalui desain motor yang sangar namun tetap stylish, penyematan fitur-fitur terbaru, serta pengoptimalisasian peforma mesin. Itulah mengapa, motor ini sangat cocok digunakan oleh para milenial yang senang tampil ekspresif, berani, dan penuh gaya.

TN308323.JPG

“MT-15 memiliki tampilan sporty dan agresif terutama pada bagian lampu depan yang sudah menggunakan teknologi LED Projector dengan desain MT-family yang begitu kuat. Posisi berkendaranya juga nyaman untuk melakukan berbagai manuver berkat kehadiran suspensi Up Side Down,” jelas Valentino Rossi.

Sedangkan untuk New MX-King, Yamaha mencoba memperkuat kesan sporty yang sebelumnya memang telah melekat pada motor bebek berkapasitas mesin 150cc tersebut dengan melakukan sentuhan perubahan di bagian wajah yang kini telah mengadopsi lampu LED dengan desain yang lebih tajam.

Selain itu, Yamaha juga menanamkan beberapa fitur baru pada New MX-King seperti speedometer full digital yang bersifat infomatif, hazard lamp yang berfungsi untuk memberitahu ketika dalam kondisi darurat, hingga penggunaan ban dengan tapak lebih lebar dari generasi sebelumnya guna memberikan rasa berkendara yang semakin stabil.
“MX-King kini terlihat lebih racy, bobotnya yang ringan membuat motor ini sangat lincah dan mudah untuk dikendalikan. Menurut saya MX-King merupakan motor bebek dengan karakter sport sejati,” terang Maverick Vinales.

MX-King generasi terkini juga tampil dengan warna anyar yakni Metallic Blue,Matte Red serta Metallic Orange yang seluruhnya tidak hanya mampu merefleksikan aura racy sejati tetapi turut merepresentasikan gaya hidup masa kini.

ROSSI DAN VINALES RESMI LUNCURKAN YAMAHA MT-15

Prediksi mengenai Spyshot Yamaha Xabre atau M-Slaz terbaru terjawab sudah. Tanpa ada isu kuat, Yamaha Thailand dengan bangga menjadi World Premier perkenalan model terbaru dari Yamaha MT-Series. Rossi dan Vinales menjadi duta peresmian Yamaha MT-15 ini, dua hari sebelum MotoGP seri Thailand digelar.

Dengan dikeluarkannya Yamaha MT-15 ini menjadikan Global series dari MT menyamai R-Series, keduanya memiliki Entry Level Series dikelas 150 cc. Hal ini sekaligus mengganti keberadaan model Yamaha M-Slaz di Thailand. Perubahan nama model tersebut juga akan dilakukan juga di Indonesia, Yamaha Xabre juga akan diganti seiring peluncuran Yamaha MT-15 di Indonesia. Peluncuran ini disinyalir akan dilaksanakan di IMOS nanti.

This slideshow requires JavaScript.

Perubahan nama model ini juga bukan tanpa alasan, Yamaha kali ini memang benar-benar membawa genetis dari MT-Series tersebut. Lihat pada bagian muka MT-15 kali ini, benar benar layaknya seri MT-09, memiliki dual Head Lamp dan condong ke depan. Pada bagian Body juga membawa Body Shroud yang melintasi bagian mesin dan radiator, serta membalut sebagian Delta Box. Gaya ini memang layaknya motor petarung besar.

This slideshow requires JavaScript.

Selebihnya, Yamaha MT-15 ini mengadopsi teknologi All New Yamaha YZF-R15. Yamaha MT-15 ini akan hadir dengan empat warna, yaitu: Blue, Black, Night Fluo dan Ice Fluo. Yamaha MT-15 ini baru akan dipasarkan tahun 2019 nanti. Jika anda ingin membeli motor ini, disiapin deh dari sekarang duitnya, karena sepertinya harga motor ini di atas All New Yamaha R15.

TERBAIK DI FLAT TRACK, FAEROZI DAPAT PESAN KHUSUS DARI VALENTINO ROSSI

Setelah menjalani hari ke-4 yang lebih banyak aktifitas Fisio Gym bersama rider Moto3 Andrea Migno dan pelatih fisik Carlo Casabianca, para peserta Yamaha VR46 Master Camp mendapat tamu isitimewa di hari ke-5, Senin (18 September).

Wow… Valentino Rossi hadir menemui mereka dan pastinya sebuah kesempataan yang langka terjadi dan kebanggaan tersendiri. Momen spesial ini berlangsung setelah sesi makan siang. Impian sejak kecil untuk bertemu dengan juara dunia 9 kali tersebut dapat terwujud.

Sekali lagi, ini kesempatan spesial. Vale menyalami dan memotivasi mereka serta dilakukan juga sesi foto bersama. So, kehadiran Rossi ini menumbuhkan semangat bagi pembalap binaan Yamaha Racing Indonesia, Faeroz yang menjadi bagian dari Yamaha VR46 Master Camp yang sudah memasuki edisi ke-6.

The Doctor hadir di Sirkuit VR46 Motor Ranch untuk menyapa, berdiskusi dan menyemangati Faeroz, juga Muhammad Aiman Bin Tahiruddin (Malaysia/16 tahun), kemudian Nazirul Izzat Bin Muhammad Bahauddin (Malaysia/18 tahun) dan Shota Yokohama (Jepang/16 tahun). Rossi berharap mereka dapat menerapkan dan semakin terdorong meraih prestasi lebih baik setelah menjalani pelatihan di Yamaha VR46 Master Camp 6.

“Saya senang sekali saya bisa bertemu dengan para pembalap dari Yamaha VR46 Master Camp! Program ini menyenangkan dan membuat mereka lebih menikmati dalam mengendarai motor, tetapi memang jadwalnya sangat padat. Terutama tiga hari pertama yang sudah berlalu sangat cepat dimana mereka bertemu orang-orang baru-staf dan pembalap VR46 Academy dan mengalami banyak pengalaman pada trek yang berbeda, motor dan jenis balapan. Minggu ini adalah kesempatan bagi mereka untuk belajar dan mencoba banyak hal baru dan itu seharusnya memberi mereka ide tentang pekerjaan dan dedikasi yang diperlukan untuk menjadi profesional seperti pengendara VR46 Academy. Saya tahu bahwa para siswa telah bekerja keras dan saya pikir mereka sangat menikmatinya. Saya hanya mendengar hal-hal positif dari staf pelatihan, jadi saya sangat senang dengan hasil edisi Master Camp ini. Sayangnya, para peserta sudah selesai sekarang dimana mereka telah menyelesaikan hari ke 5, hari terakhir mereka bersama kami. Tentu saja, mereka sedih untuk pergi dari sini, tetapi saya yakin mereka akan menikmatinya dan akan memiliki banyak kisah untuk diceritakan. Saya pikir orang-orang telah belajar banyak dan siap untuk mencoba meningkatkan pelatihan mereka dan balapan di negaranya,” terang Valentino Rossi.

Setelah itu, keempat pembalap Yamaha VR46 Master Camp 6 kembali menjalani latihan flat track bersama dengan petarung moto3, Niccolo Antonelli. Faeroz selalu terdepan dalam 3 sesi yang dijalani dan merebut posisi terbaik.
Hari ke-5 bersama VR46 ini diakhiri dengan seremoni kelulusan dalam program Yamaha VR46 Master Camp. Acara berlangsung di markasnya VR46 dan berakhir dengan kunjungan ke kantornya Valentino Rossi. Faeroz merasa sangat bangga dapat bertemu dengan Valentini Rossi dan begitu mengapresiasi atas apa yang telah dijalani dalam Yamaha VR46 Master Camp 6. Banyak hal yang diperoleh, bukan soal peningkatan teknik balap saja, juga sehubungan mental dan pengendalian diri.

“Kami bertemu dengan Valentino di Motor Ranch, ini pengalaman hebat karena ia adalah idola saya dan saya sangat menghargai dimana ia meluangkan waktu untuk bertemu langsung dengan kami! Ini diikuti dengan sesi flat-track lainnya dan tiga balapan. Saya menikmati balapan pertama, kedua, dan ketiga dan melakukannya lebih baik. Saya mendapat poin sempurna, selalu di posisi pertama, mencetak 25 poin. Saya mendapatkan banyak pengalaman dan kepercayaan diri. The Master Camp bukan hanya tentang balapan tetapi juga tentang aspek mendasar lainnya seperti pengendalian diri, pola pikir, emosi. Saya harus lebih banyak dalam hal mengendalikan diri. Di akhir program, kami pergi ke markas VR46. Bangunan, fasilitas, dan interior benar-benar mengesankan, saya menyukainya! Saya juga melihat kantor Valentino. Saya melihat bagaimana semuanya diatur dan terkendali. Lima hari ini sangat padat dan saya bangga bahwa saya telah menyelesaikan program dengan baik. Ada banyak pembelajaran yang masih harus dilakukan pada setiap aspek dari apa yang kami lakukan di sini, tetapi apa yang saya pelajari sejauh ini akan membantu saya melatih lebih baik dalam balapan. Terima kasih Yamaha, karena memungkinkan dan membawa saya ke sini! Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua orang, kepada pembalap VR46 Academy atas dukungan mereka, kepada Marco Belli, pelatih kami di trek dan kepada pihak Master Camp dan staf VR46. Saya akan melangkah maju dan terus memikirkan program Master Camp ke-6 ini setiap hari sehingga saya akan terus mengembangkan diri dan dapat berbagi pengalaman dengan pengendara lain di Indonesia,” tutur Faeroz yang berusia 15 tahun dan saat ini konsen di balap AP250 gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) 2018.

INI ALASAN ROSSI TOLAK JABAT TANGAN MARQUEZ

Press Conference seri Misano, San Marino memberikan cerita baru dari duo rivalitas mega bintang MotoGP. Marquez yang menawarkan jabatan tangan kepada Rossi mendapatkan penolakan. Hal ini langsung membuat pemimpin klasemen saat ini kehilangan muka dan membuat ekspressi wajahnya berubah.

Seperti kita ketahui, bahwa pertikaian dua pembalap besar ini telah berlangsung saat Sepang Clash 2015, dan sempat dianggap mencair pada tahun berikutnya sebelum Marquez kembali menjatuhkan Rossi dengan menghantam ban depan The Doctor pada Wet Race Argentina. Sampai saat ini, perang dingin dua aktor MotoGP tersebut terus berlangsung, dan sampai saat ini juga The Doctor belum bersalaman dengan Marquez.

Saat konferensi pers pembukaan seri Misano, salah seorang wartawan menanyakan persoalan mereka berdua. Marquez pun menjawab, bahwa mereka baik-baik saja dan tidak ada masalah, sambil Marquez mengulurkan tangan untuk bersalaman dengan Rossi. Melihat itu Rossi diam saja dan tetap melipat tangannya sambil menggelengkan kepala. Marquez pun dengan ekspresi malunya berkomentar, bahwa ini yang kedua kalinya dia ditolak bersalaman Rossi.

Menanggapi komentar Marquez, Rossi berujar bahwa kami tidak ada masalah, jadi tidak perlu bersalaman. Rossi, “We don’t need to shake the hands. We’re Okay. We don’t have any problem”.

Yakin tidak ada masalah apa-apa dengan mereka? Apakah kejadian ini akan menjadi drama tersendiri di Misano?

 

VALENTINO ROSSI UNGKAPKAN KEBANGGAANNYA KEPADA GALANG ATAS PODIUM JUARA DI BRNO, CEKO

Euforia kemenangan Garuda Muda Indonesia, Galang Hendra Pratama yang menjuarai balap level dunia, WorldSSP300 di Sirkuit Brno, Ceko (10 Juni) terbukti menjadi trending topic. Hangat dibicarakan di media sosial dan berbagai ruang komunikasi. Ini sejarah pertama. Lagu Indonesia Raya berkumandang di pentas balap internasional.
Bahkan juara dunia sembilan kali, Valentino Rossi ikut memberikan respon. Pembalap MotoGP tim Movistar Yamaha tersebut ikut bangga atas prestasi muridnya, Galang Hendra yang memang pernah menjalani latihan teknik balap dan fisik dalam program Yamaha VR46 Master Camp. Tepatnya pada bulan Juli dan September 2016.

Saat itu, Galang Hendra yang berusia 17 tahun (2016) dilatih balap flat-track di treknya Rossi, Motor Ranch VR46 dengan pacuan SE Yamaha YZ250F dan juga di Sirkuit Misano, Italia dengan Yamaha YZF-R3 yang notabene adalah produk global yang dibuat di Indonesia.

Dalam hal ini, Galang Hendra yang merupakan binaan Yamaha Indonesia melakukan latihan bersama dengan Rossi dan pembalap-pembalap VR46 Riders Academy yang konsen di balap Moto2 dan Moto3. Kondisi pelatihan ini yang terbukti membuat skill balap Galang Hendra semakin terasah dan termotivasi untuk berprestasi lebih baik.

“Saya sangat bahagia dengan kemenangan Galang hendra di Brno. Saya sangat senang bertemu dengan Galang saat di Yamaha VR46 Master Camp. Kami berlatih bersama di Motor Ranch VR46 dan di Misano. Saya ingat pada hari itu banyak orang datang kepada saya dan mengatakan bahwa Galang sangat cepat dan dia tunjukkan dalam balapan terakhir. Saya tahu bahwa di Brno dia mendominasi balapan dari awal hingga putaran terakhir dan ini adalah sesuatu yang menjadi bukti bahwa ia cepat dan berbakat,” terang Valentino Rossi.

Adapun seri lanjutan WorldSSP300 akan berlangsung di Misano, Italia pada 6-8 Juli nanti. Dukung terus Galang Hendra Pratama untuk mewujudkan “Merah Putih Semakin Di Depan”.

ROSSI TIDAK HANYA CETAK POLE, DIA JUGA PECAHKAN REKOR TERBARU DI MUGELLO

Hari yang luar biasa dilakukan Valentino Rossi sabtu kemarin. Dengan dukungan Fans fanatik-nya, The Doctor menunjukkan Skill terbaiknya dengan mencatatkan waktu terbaik dan menjadi Fastest Lap di sirkuit kesayangannya. Rossi mencatatkan waktu 1’46.208 yang sangat identik dengan nomor Start-nya.

The Doctor mencatatkan Ploe ke-65 dari total catatan Pole Position yang pernah dibuatnya. Dan ini Pole pertamanya lagi sejak Pole yang dibuatnya di Jepang tahun 2016 silam. Dan dia membuatnya tujuh menit terakhir sebelum waktu Q2 selesai.

Rossi pun berkomentar bahwa Pole yang dibuatnya berkat dukungan para suporter tercintanya. Berikut kutipan komentar Rossi sesaat setelah kualifikasi selesai, “Ini memberikan emosi yang luar biasa, terutama menghadapi antusias penonton pada putaran setelah Pole didapat, itu sungguh fantastis. Ini luar biasa, dan juga kejutan. Tahun ini di kualifikasi saya selalu menderita, tetapi hari ini hasilnya bagus dan saya pikir itu akan cukup untuk berada di baris depan, tetapi pada akhirnya itu adalah posisi Pole. Sudah lama sejak saya berada di Pole, jadi itu penting dan itu perasaan yang hebat. Saya pikir besok akan lebih sulit, tetapi pasti saya menikmati momen ini”.