JURNALIS BUKTIKAN PERFORMA MAXI YAMAHA DENGAN TOURING BERSAMA

Saat ini skutik MAXI Yamaha digemari banyak kalangan. Berbagai tipe MAXI Yamaha sudah diperkenalkan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen. Line up Tmax 530, Xmax 250, Nmax 155, Aerox 155 VVA dan Lexi 125 merupakan matik premium yang mengangkat kelas berkendara penggunanya.

Beragam fitur modern dan mesin berteknologi tinggi hasil inovasi Yamaha yang dimiliki MAXI Yamaha sukses memikat hati konsumen. Kecintaan terhadap segmen skutik itu juga menyatukan jurnalis Indonesia yang melakukan touring bersama Yamaha melintasi Jakarta – Bandung – Jakarta, 12 dan 13 Oktober 2019. Para jurnalis yang merupakan konsumen MAXI Yamaha itu menggunakan skutik-skutik kebanggaannya dalam touring ini. Berkendara pun terasa berbeda dengan performa mumpuni dan kenyamanannya yang memudahkan riding di titik-titik rute yang dilewati di dua kota besar Jakarta dan Bandung.

Jurnalis Pecinta MAXI Yamaha

Sensasi berkendara saat menggeber matik MAXI Yamaha di jalanan membuat perjalanan kian menyenangkan. Rombongan jurnalis menikmati touring berkesan dan memberikan kebanggaan memacu motor-motor unggulan yang makin populer di era penuh gaya hidup berkendara ini. Salah satu produk yaitu Aerox 155 VVA yang digunakan dalam touring itu memberikan kenyamanan motor berkarakter sporty.

Selain itu, Aerox 155 VVA punya performa motor tinggi didukung Power Weight Ratio (PWR) tertinggi di kelasnya matik 150 cc & 155 cc. Aerox 155 VVA pun disebut sebagai High Performance Sports Scooter 155 cc dan merupakan No.1 Power Weight Ratio category A/T 150 cc & 155 cc. Power Weight Ratio merupakan pengukuran kinerja mesin secara keseluruhan pada kendaraan, dihitung dengan cara membagi tenaga maksimal yang dikeluarkan dengan bobot kendaraan tersebut (kW/kg).

Para jurnalis pecinta skutik MAXI Yamaha pun mendapatkan pengalaman berkendara dengan performa bagus berbekal Power Weight Ratio Aerox 155 VVA. Manfaatnya dirasakan saat mendahului, melewati jalan menanjak, berpengaruh pada top speed dan penggunaan bahan bakar juga lebih efisien. Akselerasi cepat dan kenyamanannya memudahkan ketika bermanuver dan handling motor.

Jurnalis Pecinta MAXI Yamaha (6)

Sebagai bagian dari rangkaian touring ini, iring-iringan jurnalis itu menuntaskan perjalanannya di hari Sabtu untuk bergabung dalam kemeriahan perayaan tahun ke-3 penyelenggaraan MAXI Yamaha Day di Orchid Forest, Cikole Lembang Bandung. Esoknya mereka kembali touring ke Jakarta.

”Yamaha mengajak para jurnalis pecinta MAXI Yamaha dalam touring Jakarta – Bandung agar lebih merasakan keunggulan skutik MAXI Yamaha dalam riding jarak jauh ini. Selain itu ikut merayakan semarak tahun ke-3 MAXI Yamaha Day bersama konsumen MAXI Yamaha dari Jawa Barat di Orchid Forest, Cikole Lembang Bandung,” papar Yordan Satriadi, Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

TOURING LIMA NEGARA OLEH LIMA BIKERS YAMAHA

Touring sepeda motor menempuh jarak jauh tidak hanya sebatas antar wilayah di satu negara saja. Menggeber kendaraan roda dua menembus batas antarnegara pun dilakukan untuk merayakan momen istimewa.

Cara itu digunakan untuk melangsungkan event “Blue Core 5 Year Celebration” melintasi 5 negara di Asia Tenggara yang diusung oleh Yamaha Motor Vietnam (YMVN). Selebrasi level internasional itu diadakan guna merayakan 5 tahun kehadiran teknologi Blue Core yang menjadikan motor lebih Efisien, Bertenaga dan Handal. Model motor Yamaha berteknologi Blue Core sukses dipasarkan dan jadi pilihan utama konsumen.

Management PT YIMM bersama 5 Bikers Yamaha Touring 5 Negara “Blue Core 5 Year Celebration” saat berkunjung ke Yamaha Flagship Shop Jakarta

Touring “Blue Core 5 Year Celebration” menjadi aktivitas akbar yang menyambangi 5 negara yaitu Kamboja, Thailand, Malaysia, Indonesia dan Filipina. Dua pekan lamanya sejak 27 September hingga 9 Oktober 2019 mendatang, touring antarnegara itu dilakukan. Diawali dengan touring rombongan lokal start dari lima titik di Ho Chi Minh, Vietnam.  Bergerak keluar dari Vietnam, 5 orang bikers profesional yang dipilih Yamaha Motor Vietnam menjalani touring di 5 negara tetangga mengendarai motor-motor Yamaha berteknologi Blue Core. Kelima bikers itu adalah Ngo Thiet Dai Nhan, Nguyen Phuc Vien, Pham Viet Anh, Dang Kim Ho, Nguyen Quang Thinh.

Pada 6-7 Oktober 2019 rombongan touring “Blue Core 5 Year Celebration” menyambangi Jakarta. Serangkaian aktivitas dijalani diantaranya gathering bersama komunitas Yamaha Riders Federation Indonesia (YRFI), mengunjungi Yamaha Flagship Shop di Cempaka Putih, Jakarta Pusat dan city touring.

Bertemu member YRFI menjadi kesempatan berharga saling mengenal sesama komunitas pecinta motor Yamaha. Mereka dapat berbagi pengalaman dan menjalin hubungan pertemanan lebih dekat. Kunjungan ke Jakarta pun dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan melihat aktivitas di Yamaha Flagship Shop Jakarta.

5 Bikers Yamaha Touring 5 Negara “Blue Core 5 Year Celebration” saat berkunjung ke Yamaha Flagship Shop Jakarta (3)

Di salah satu pusat lokasi lingkup kerja dan bisnis marketing Yamaha di pusat ibukota, tamu-tamu dari Vietnam itu dapat melihat langsung motor-motor produksi Indonesia dari berbagai segmen matik, sport dan bebek. Varian berteknologi Blue Core dengan mudahnya dijumpai, termasuk kategori MAXI Yamaha yang tengah naik daun di Indonesia bahkan mendunia. Antusiasme konsumen yang datang ke Yamaha Flagship Shop Jakarta juga memperlihatkan kepada para pengunjung Vietnam itu begitu tingginya ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap produk-produk berkualitas Yamaha.

”Kami sangat senang bisa menjalani Blue Core 5 Year Celebration ke 5 negara. Riding dengan motor-motor berteknologi Blue Core irit bahan bakar dan bertenaga. Sekarang kami ada di Indonesia melakukan city touring di Jakarta. Kami sangat senang berada di sini, bisa bertemu komunitas Yamaha Indonesia saling bertukar cerita tentang touring. Dan bisa mengunjungi Yamaha Flagship Shop di Jakarta yang menjual banyak produk Yamaha termasuk produk dengan inovasi Blue Core,” beber salah satu biker yaitu Ngo Thiet Dai Nhan.

Setelah Indonesia, para bikers Yamaha itu akan bertolak ke Filipina yang menjadi negara terakhir dalam rute touring. Dari situ lalu akan kembali ke negara asalnya Vietnam.

JELAJAH GEOPARK CILETUH, WISATA AIR TERJUN CURUG SODONG

Masih berlanjut dengan jelajah wisata di Geopark Ciletuh, kali ini saya akan membahas salah satu spot wisata yang juga memukau masih di kawasan Geopark Ciletuh. Kali ini saya akan mencoba berbagi cerita tentang air terjun yang diberi nama Curug Sodong.

Curug yang berlokasi sekitar tujuh kilometer dari Pantai Palangpang ini adalah salah satu Spot wisata yang wajib dikunjungi ketika anda di Ciletuh. Curug Sodong ini adalah air terjun yang sangat eksotik dan sampai saat ini masih terus dalam proses pemugaran, yang mungkin beberapa bulan ke depan akan semakin lengkap fasilitasnya.

Untuk ke Curug Sodong ini anda bisa berkendara dengan mobil dan motor, akses jalan sudah cukup bagus, dan parkir disana juga sudah sangat luas. Masuk ke dalam lokasi wisata anda cukup membayar Rp. 5,000 / motor.

Sebelum anda masuk area Curug saja anda sudah disuguhi hamparan bukit nan hijau rupawan, dan ketika masuk anda langsung melihat tebing eksotis yang dihiasi air terjun. Lain dari air terjun kebanyakan, bentuk air terjun ini seperti berada di atas Goa, dan genangan airnya masuk ke dalam Goa tersebut.

Untuk bermain air di Curug ini juga mengasikkan, airnya sangat segar dan tidak terlalu dingin. Walau terlihat hijau, kondisi air cukup baik dan tidak berbau. Yang pasti Curug Sodong ini sangat Instagramable, karena seakan akan kita berwisata di air terjun kuno yang belum terjamah manusia.

Keunikan lain dari Curug Sodong ini adalah rangkaian tingkat dari Curug lainnya. Artinya di atas Curug Sodong ada Curug lainnya, tidak tanggung-tanggung ada dua Curug lagi di atasnya, Curug tersebut itu Curug Cikanteh.

Untuk bermain ke Curug Sodong ini sebaiknya anda dari pagi, sehingga setelah bermain ke Curug Sodong anda bisa beristirahat dulu di warung yang berada di lokasi wisata. Sehingga sorenya anda bisa naik ke Curug Cikanteh.

Tentang Curug Cikanteh akan saya ulas pada artikel selanjutnya. Ditunggu saja, karena Curug Cikanteh ini sangat eksotik.

 

 

JELAJAH GEOPARK, MENIKMATI SUNSET DI PANTAI PALANGPANG

Geopark Ciletuh adalah destinasi wisata yang sedang Hits saat ini, hal tersebut karena Ciletuh baru saja di eksplorasi oleh Pemerintahan Daerah setempat dan dipasarkan tahun lalu. Pemugaran Ciletuh bukan saja satu lokasi wisata saja, namun ada banyak wisata di wilayah sana yang membuat kita banyak pilihan.

Akses jalan kesana juga sudah cukup baik, pembuatan jalan baru menuju lokasi membuat Ciletuh lebih cepat dilalui. Jalur yang berliuk-liuk dan naik turun membuat Sensasi Riding dengan sepeda motor sangat nikmat. Anda bisa memacu dengan kecepatan tinggi dan menikung dengan memiringkan badan.

Kondisi dan pemandangan jalur baru menuju Geopark Ciletuh

Selama perjalanan menuju Ciletuh anda akan disuguhi pemandangan garis pantai yang sangat indah, serta dibubuhi oleh ratusan keramba apung dan perahu nelayan yang membuat pemandangan semakin eksotis. Pemandangan perbukitan disepanjang jalan juga sungguh memanjakan mata. Apalagi saya melaluinya dipagi hari, disaat udara bersih berbau pohon dan dinginnya pagi membuat kita semakin syahdu di atas motor.

Setelah lebih dari sejam berkendara, anda akan sampai di Puncak Darma. Puncak Darma adalah dataran tinggi yang berhadapan langsung dengan Pantai. Di Puncak Darma ini anda akan menyaksikan menikmati keindahan tertinggi garis pantai Sukabumi.

Pemandangan garis pantai dari Puncak Darma

Dari Puncak Darma anda harus berkendara lagi sekitar 15 menit untuk sampai ke Pantai Palangpang. Jalan dari Puncak Darma ini ada sekitar satu Kilometer dalam kondisi rusak, anda harus berhati-hati dan pelan-pelan dan menggunakan Engine Break saat menuruni jalan berbatu.

Setelah 15 menit anda sampailah kita ke Pantai Palangpang. Pantai luas yang terhampar pasir putih ini sangat ramai pengunjungnya. Di Pantai inilah plang tulisan Geopark Ciletuh berdiri, anda pasti akan mengabadikan diri anda bersama plang tersebut.

Pemandangan pantai Sukabumi yang dihiasi ratusan keramba apung

Untuk masuk ke dalam Pantai tersebut anda cukup membayar Rp. 5,000 / motor. Kalau anda jalan kaki tidak perlu  membayar, tinggal masuk aja. Di pinggir pantai ini juga tersedia penginapan atau Home Stay.

Di Pantai Palangpang ini adalah Spot untuk menikamati Sunset atau proses terbenamnya Matahari. Selain itu, di Pantai Palangpang ini juga tempat yang cocok untuk berenang, bermain air dan pasir. Aliran ombak Pantai ini pun sangat bersahabat, membuat kita enggan untuk hanya berdiam diri.

Di Geopark Ciletuh ini bukan saja Pantai Palangpang saja yang merupakan destinasi wisata, ada beberapa lagi destinasi wisata yang begitu indah yang juga merupakan bagian dari Obyek wisata Geopark Ciletuh. Jadi tunggu cerita berikutnya di Jelajah Ciletuh.

TIPS BACKPACKER JALAN-JALAN HEMAT DI MALAYSIA, MENUJU PENGINAPAN

Kali ini saya coba Share pengalaman jalan-jalan saya ke negeri Jiran. Namun jangan berharap lebih dari perjalanan ini, karena ini perjalanan hemat dan murah, namun cocok untuk kalian yang baru akan pertama kali menginjakkan kaki di Malaysia.

Yang pertama harus anda lakukan adalah terbang dari Bandara International Soekarno-Hatta menuju ke Kuala Lumpur International Airport (KLIA). Karena perjalanan hemat saya membeli tiket dengan maskapai Air Asia, jika tidak salah tiket Air Asia yang saya tumpangi ini paling murah dibanding maskapai lainnya, maklum Maskapai ini milik orang Malaysia sendiri.

Setelah tiba di KLIA, anda boleh membeli SIM Card atau kartu perdana telekomunikasi untuk mempermudah perjalanan anda. Di KLIA sendiri sudah ada Counter penjualan SIM Card dengan paket 20 GB selama seminggu dengan harga 30 RM atau sekitar 100 ribu Rupiah. Saya langsung membeli dan memilih Provider Hotlink, informasinya adalah Provider nomor satu di negeri Jiran dan sudah 4G. Namun jangan berharap kualitasnya sama seperti di Kota Besar di Indonesia. Karena yang saya rasakan selama memakai Provider tersebut main Mobile Legend saja ping-nya besar/kuning dan Delay atau Fade Time-nya. Tapi untuk ber-sosial media masih bagus koq.

Paket Hotlink aktif seminggu 30 RM

Dari KLIA anda bisa langsung menuju ke Hotel yang anda tuju. Beberapa hotel yang hemat juga tersebar di sekitar Kuala Lumpur, dan harga hotel disini juga mirip dengan di Jakarta. Untuk tranportasi anda bisa menggunakan Tranportasi Online seperti GRAB, ingat GRAB ini berasal dari Malaysia. Karena kebetulan saya menginap Sunway Putra Hotel dan harus menempuh jarak 50 KM, jadi saya menghabiskan sekitar 50-60 RM atau tidak lebih dari 200 ribu Rupiah dengan menggunakan GRAB. Karena saya bertiga sehingga bisa kolekan seorang tidak lebih dari 20 RM.

Penampakan fasilitas Sunway Putra Hotel

Untuk hotel sendiri saya tidak merekomendasikan Sunway Putra Hotel bagi Budget Backpacker, saya menginap disini karena ada Sponsor yang membiayai. Tapi soal fasilitas dan pemandangan Sunway Hotel jangan diragukan lagi, sungguh menawan. Jika anda ingin menginap mungkin sebaiknya langsung saja di daerah sekitar Bukit Bintang, sehingga anda bisa mengurangi biaya Transport jika ingin berwisata di Kuala Lumpur. Karena Bukit Bintang adalah salah satu destinasi wisata di Kuala Lumpur. Di pinggiran Bukit Bintang sendiri tersedia penginapan atau Hotel murah dengan biaya mulai dari 45 – 80 RM.

Pemandangan dari atas Sunway Putra Hotel

Sekian dulu Tips saya yang pertama yaitu menuju penginapan di Negeri Jiran. Simak terus Tips selanjutnya dalam jalan-jalan hemat di Malaysia.

REVIEW PENGGUNAAN FEDERAL OIL RACING JARAK TEMPUH 1500 KM PADA YAMAHA R15

Mungkin semua sudah kenal dengan Federal Oil, produk asli Indonesia ini sudah 30 tahun memproduksi oli untuk segala jenis motor dan Merk motor. Kebanyakan orang berpikir bahwa Federal Oil ini adalah oli Genuine untuk motor Honda, itu salah bro. Federal Oil itu adalah oli untuk semua motor.

Kali ini kita melakukan pengujian oli Federal dengan tipe Full Sinthetic yang disebut Federal Racing. Oli ini cukup murah dikelas Full Sinthetyc, yaitu hanya sekitar Rp. 50.000. Bisa dikategorikan termurah dikelasnya. Namun apakah Oli ini cukup mumpuni untuk motor Sport kelas bawah? Apalagi untuk motor Yamaha, karena isunya oli ini hanya cocok untuk motor Honda.

Angka Kilometer Odo saat pengisian Federal Oil Racing

Federal Oil Racing ini memiliki Grade kekentalan 10w-40 yang sama dengan Grade SAE milik oli Genuine dari Yamaha sendiri. Saat pemasangan oli ini dilakukan pada Kilometer di angka 52.989. Dan telah melakukan perjalanan sejauh 1.490 KM, atau tepat di Kilometer 54.479 pada Odometer. Jika dihitung hari yaitu sekitar 42 hari atau 6 minggu atau 1.5 bulan pemakaian.

Waktu dan jarak tempuh pemakaian ini sangat cocok orang Indonesia kebanyakan yang memang mengganti oli di waktu 1,5 samapi 2 bulan. Dan pemakaian oli ini juga bukan untuk harian saja, namun sudah dipakai Touring dengan waktu tempuh sekitar 4 – 6 jam perjalanan dengan medan naik dan turun. Dan juga pemakaian pada kecepatan tinggi hingga 130 KM/H.

Proses pengisian Federal Oil Racing

Dan saat oli dibuka dan dikeluarkan, volume oli yang tersisa terlihat di atas angka 950 mL, itu belum termasuk oli yang tersisa di dalam mesin atau yang menetes saat proses pengeluaran. Dan volume 950 mL tersebut adalah nilai yang cukup baik untuk sisa oli terpakai. Artinya oli sangat minim atau tidak ada penguapan sama sekali.

Saat pemakaian pun, mesin terasa responsif dan ringan saat melakukan akselerasi. Saat perpindahan gigi pun tidak mengalami slip atau gangguan berat. Intinya dengan oli ini tidak mendapatkan kendala sama sekali dan rasanya sama dengan Genuine Oil yang biasa anda gunakan. Namun ada keuntungannya, dari soal harga oli ini lebih murah, sehingga anda bisa berhemat lebih.

Sekarang saatnya anda mencobanya sendiri dan rasakan kualitas Federal Oil Racing. Jika tidak sesuai dengan ulasan saya ini, anda bisa berkomentar pada kolom komentar dibawah.

CITY TOURING LENGKAPI MIO S ROADSHOW MEDAN BERSAMA ISYANA SARASVATI

Wilayah Sumatera kembali kedatangan acara Mio S Roadshow Concert Featuring Isyana Sarasvati. Jika Palembang jadi kota pertama penyelenggaraannya, roadshow itu terakhir menyambangi Medan.

Di akhir pekan ini Sabtu 17 Februari 2018, konsumen Mio S dan para penggemar Isyana “Isyanation” berkumpul memeriahkan event itu. Tak ketinggalan perwakilan 10 sekolah di Medan yang adu bakat dalam final school competition. Kota Medan makin dibuat heboh karena ada model competition, make up and dress up challenge competition, dan magician show.

Adapun 10 sekolah yang berpartisipasi dalam final school competition adalah SMA Swasta Harapan 3, SMA Swasta Kartika I-1, SMA Negeri 8, SMA Negeri 3, SMK Negeri 1, SMA Negeri 1, SMA Immanuel, SMA Bhayangkari, SMAN 7, SMA Swasta Budi Murni.

Iring-iringan city touring Mio S oleh konsumen dan komunitas juga akan mewarnai jalanan kota Medan. Rutenya start dari Gedung Sentral Yamaha PT Alfa Scorpii menuju lokasi finish di Plaza Medan Fair.

Gedung Sentral PT Yamaha Alfa Scorpii juga menjadi tempat meet and greet Isyana Sarasvati dengan konsumen Mio S dan penggemar Isyana (Isyanation). Malam harinya Isyana akan melantunkan lagu-lagu populernya di atas panggung di Plaza Medan Fair.

”Berbagai aktivitas dengan Mio S yang melibatkan konsumen dan komunitas kerap kami lakukan di Medan. Kali ini semakin istimewa dengan kehadiran Isyana Sarasvati sebagai brand ambassador Mio S. Kami harapkan masyarakat Medan akan menikmati acara di akhir pekan dalam suasana long weekend ini,” ungkap Joni Lie, Chief Promosi Main Dealer PT Alfa Scorpii Medan.

Mio S Roadshow Concert Featuring Isyana Sarasvati digelar sejak November 2017 hingga Februari 2018 ini di 5 kota yakni Palembang, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan.

JELAJAH BANTEN, MENGUNJUNGI MUSEUM KESULTANAN BANTEN

Provinsi Banten adalah salah satu Provinsi yang terdekat dengan Ibukota Jakarta. Provinsi ini memiliki sejarah yang cukup unik, namun sebagian besar orang mungkin tidak tahu tentang sejarah Banten. Wajar, di buku sejarah pun, sejarah Banten lama tidak populer. Maka dari itu teman-teman dari Tangerang R15 Owners menjadikan agenda Touring Wajib untuk mengeksplorasi wilayah Banten.

Ada tiga wilayah yang menjadi target Touring Wajib TROW kali ini, yaitu Banten Lama, Gunung Pulosari dan Wisata Air Panas Cisolong. Perjalanan pertama kita kali ini ke Banten Lama, sebuah daerah yang dahulu kala menjadi pusat atau kota pemerintahan Banten atau tepatnya Kesultanan Banten.

Kali ini kita coba melihat dekat tentang Museum Kesultanan Banten, namun sayangnya karena kedatangan saya hari Sabtu Museum ini tutup. Jadi kita tidak bisa masuk ke dalam, Museum, namun kita masih bisa melihat koleksi Museum yang berada di area luar.

Di halam depan Museum ini langsung bisa kita dapati Meriam Ki Amuk. Sebuah Meriam besar yang melegenda bagi orang Banten. Meriam seberat 7 Ton dan sepanjang 341 cm ini memiliki dua cerita dari tradisi yang berbeda. Meriam ini juga sebagai simbol religi dan keimanan. Dimana ada dua inskripsi yang mengajarkan tentang kebaikan, keselamatan dan ajal.

Di samping meriam ada 12 batu Prasasti, pada batu tersebut terdapat tulisan dalam bentuk huruf China atau Jepang. Saya tidak tahu pasti tulisan dalam bahasa apa itu, namun melihat ada sejarah China pada Banten Lama ini, saya punya keyakinan tulisan pada prasasti tersebut adalah huruf China. Yang disayangkan tidak ada penjelasan tertulis tentang 12 Prasasti tersebut. Mungkin jika ada yang mengerti dan menterjemahkannya bisa hubungi saya.

Setelah dua peninggalan bersejarah tersebut, terdapat beberapa peninggalan sejarah seperti puing atau runtuhan dari sebuah petilasan dan juga ada dua petilasan lain. Yang pertama adalah Batu Tempa, sebuah pijakan yang konon pada jaman Kesultanan Banten digunakan dalam pembacaan pengumuman atau woro-woro. Dan yang kedua adalah Batu Singayasa, rangkaian beberapa batu yang digunakan saat pengambilan sumpah.

Peninggalan sejarah ini sungguh berharga, namun sayangnya kurang perawatan. Beberapa papan informasi sudah tidak bisa dibaca atau rusak. Selain penempatan dan cara penyimpanan benda bersejarah itu harus diperbaiki dan dirapihkan. Bagaimana jika nanti benda-benda pusaka yang merupakan kekayaan bangsa ini menjadi rusak dan hilang tak berbekas. Bagaimana anak cucu kita nanti bisa tahu akan sejarah Banten.

Semoga ada pihak yang melihat kondisi dan peduli peninggalan sejarah tersebut. Peran pemerintah akan pelestarian ini juga harus intensif. Bukan untuk dilestarikan, ini juga menjadi wisata sejarah yang sangat mendidik. Ingat, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya.

YRFI CIREBON JELAJAH, TOURING ZIARAH DAN BUDAYA

Dalam rangka menyambut 5 tahun hari jadinya, YRFI Wilayah Cirebon mengadakan serangkaian kegiatan yang salah satunya adalah kegiatan Touring Ziarah makam Wali Songo hingga menembus titik 0 Km Sape, Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan turing ini kami namai “YRFI WILAYAH CIREBON JELAJAH”.

Selain Ziarah Makam Wali Songo, dalam Touring ini YRFI Cirebon juga bersilahturahmi dengan YRFI Wilayah setempat atau Club/Community setempat. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 13 januari sampai 28 januari 2018.

Dimulai dengan pelepasan yang dilakukan di JG Central Yamaha Jl. Tuparev Cirebon, Team kemudian tujuan pertama adalah ziarah makam Sunan Gunung Jati, berlanjut menuju demak yaitu makam Sunan Kali Jaga. Setelah itu menuju ke makam Sunan Kudus, dan berlanjut ke Gunung Muria yang tidak jauh dari pusat kota Kudus untuk ke makam Sunan Muria. Perjalanan berikutnya menuju Tuban untuk ziarah ke makam Sunan Bonang, dan berlanjut ke Lamongan untuk ke makam Sunan Drajat. Selanjutnya menuju Gresik ke makam Sunan Giri & Syekh Maulana, kemudian menuju Surabaya untuk ke makam Sunan Ampel. Setelah selesai dengan tugas Ziarah Makam Wali Songo, Team Jelajah berlanjut Touring Budaya menuju Bali, kemudian berlanjut ke Nusa Tenggara Barat dan menuju titik akhir di 0 (Nol) Km Sape.

Perjalanan tersebut diperkirakan akan tiba di Sape pada tanggal 18 Januari 2018. Dan kembali ke Cirebon (makam Sunan Gunung Jati) diperkirakan pada tanggal 28 Januari 2018.

Harapan dari perjalanan tersebut adalah, dapat memberikan pelajaran berharga, informasi menarik, bertukar pengalaman dengan sesama YRFI, mengenal budaya daerah lain dan kemudian mampu di bagikan kembali kepada rekan-rekan sesama YRFI Cirebon maupun diluar YRFI Cirebon.

Para Penjelajah dipilih berdasarkan keaktifan dan merupakan Pengurus YRFI Cirebon, yaitu:

  • Hendra VOICE (Vixion Owner Independent Cirebon) – Keanggotaan YRFI Cirebon
  • Tira LENTYC Cirebon (Ladies Cantik Yamaha Club Chapter Cirebon) – Humas YRFI CIREBON

YAMAHA NIKEN, SEBUAH REVOLUSI BERKENDARA

Yamaha telah resmi memperkenalkan Yamaha Niken bulan lalu di EICMA. Salah satu ajang paling prestisius bagi dunia roda dua. Ajang ini bertempat di Kota Milan dengan nama lengkapnya Esposizione Internazionale Ciclo Motociclo e Accessori.

Dengan bangga Yamaha memperkenalkan revolusi teknologi Leaning Multi Wheel (LMW) dalam tipe Sport. Konsep ini memadukan kemampuan Sport Touring dengan kemampuan bermanuver tinggi. Sehingga memberikan kenyamanan untuk merebah saat melintas di pada sudut-sudut lintasan. Hal ini disebabkan oleh dua ban depan dan Shock Upside Down ganda yang memberikan kestabilan dan cengkeraman saat motor di ajak miring.

This slideshow requires JavaScript.

Dengan ban depan ganda juga membuat kontrol depan lebih muda saat berkendara agresif. Serta memberikan kestabilan saat melakukan pengereman yang bertenaga. Selain bermanuver, penggunaan Dual Shock dengan Dual ban depan sangat mengurangi getaran atau guncangan saat melintasi di jalan bergelombang atau tidak rata.

Yamaha Niken ini menggunakan mesin MT-09 dengan kapasitas 847cc dengan silinder berjumlah tiga. Dengan tiga silinder ini otomatis berdesain Crossplane yang memberikan torsi tinggi yang sangat berkarakter, namun tetap lembut saat memulai. Jadi untuk urusan tenaga, Niken tidak perlu diragukan lagi.

This slideshow requires JavaScript.

Buat yang ingin berkendara dengan sensasi yang sangat berbeda dengan kenyamanan tingkat tinggi, cocok sekali untuk meminang Yamaha Niken ini. Untuk harga, Yamaha belum merilis, yang pasti mahal banget, karena motor ini tidak diproduksi di Indonesia. Namun anda sudah bisa memesannya dipertengahan 2018 nanti.

ENGINE 
Engine Type 847cc liquid-cooled, DOHC, inline 3-cylinder; 12 valves
Bore x Stroke 78.0mm x 59.1mm
Compression Ratio 11.5:1
Fuel Delivery Fuel injection with YCC-T
Ignition TCI: Transistor Controlled Ignition
Transmission 6-speed; miltiplate assist and slipper clutch
Final Drive Chain
CHASSIS
Suspension / Front Centilevered Double Telescopic Inverted Suspension
Suspension / Rear Fully Adjustable Monoshock
Brakes / Front Hydraulic disc; ABS
Brakes / Rear 298mm hydraulic disc; ABS
Tires / Front Dual 120/70R15
Tires / Rear 190/55R17
DIMENSION
Track 16.1 in
Maximum Ground Clearance 5.9 in
Colour Granite Gray