CEDERA TANGAN, ANDI GILANG GAGAL TAMPIL DI SUZUKA 8-HOURS

Akhir pekan ini berakhir lebih awal bagi Andi Gilang yang ikut balapan Suzuka 8 Hours edisi ke-42, yang merupakan putaran terakhir dari Endurance World Championship. Pebalap berbakat Indonesia tersebut menderita cedera tangan yang didapat saat sesi kualifikasi pada Jumat, dan membuatnya tidak bisa turun pada balapan Minggu (28/7/2019). Bagi pebalap Astra Honda tersebut, ini merupakan kali kedua dia ikut balapan ketahanan di Suzuka dan kali ini bergabung dengan Honda Asia-Dream Racing with SHOWA bersama Zaqhwan Zaidi (Malaysia) dan Nagoe Teppei (Jepang).

IMG_1097

Honda-Asia Dream Racing with SHOWA tampil kuat di Suzuka International Circuit. Memulai balapan dari posisi start ke-19, Zaqhwan Zaidi tampil cemerlang pada 30 menit pertama balapan dan langsung naik ke posisi ke-15. Pebalap Malaysia ini bersama Nagoe Teppei berusaha keras untuk memperbaiki posisi dan akhirnya finis di posisi ke-11.

Selanjutnya, Andi Gilang akan menjalani putaran kelima Asia Road Racing Championship di Zhuhai International Circuit (China) pada 9-11 Agustus. Pebalap muda Indonesia tersebut kini berada di posisi ketiga klasemen sementara kelas SuperSport 600cc.

RIDER YAMAHA RACING INDONESIA RAIH POLE POSITION DI SUZUKA 4 HOURS

Suzuka, Jepang – M Faerozi, akrab dipanggil  Faeroz menyempurnakan perjuangannya dengan meraih pole-position atau posisi terdepan dalam sesi kualifikasi gelaran Suzuka 4 Hours yang diikuti 50 tim. Pembalap binaan Yamaha Racing Indonesia ini mencatat best-time 2 menit 15,917 detik. Berjarak signifikan 1,5 detik dengan posisi ke-2nya.

Sebelumnya Faeroz yang mengusung tim Yamaha Indonesia & Ito Racing menjadi yang tercepat dalam dua kali sesi latihan bebas (Free Practice). Catatan penting, bahwa ini penampilan pertama Faeroz di Suzuka 4 Hours dengan pacuan Yamaha YZF R6. Adapun pendampingnya ialah rider Jepang, Maiku Watanuki.

19 8h thu1 148 - Copy

“Ini kali pertama saya mengikuti kejuaraan balap 600 cc dan mengendarai YZF-R6 di Suzuka 4 Hours. Saya sangat enjoy untuk belajar skill balap, tentang racing-line, tentang motor dan semuanya untuk lebih baik kedepan. Alhamdulillah, saya di kualifikasi dapat meraih pole position. Untuk besok, saya belum tahu kondisi cuaca namun saya akan mempersiapkan fisik saya karena ini balap ketahanan. Saya akan start pertama dengan  Le Mans Style dan saya bersama team-mate saya, Maiku Watanuki akan berjuang untuk menjadi juara,“ terang Faeroz yang pernah menjalani program VR46 Master Camp di Italia.

Turut hadir mendampingi dan mensupport Faeroz ialah Minoru Morimoto selaku Presiden Direktur PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Hasil ini membuat kebahagiaan tersendiri dan berharap hasil terbaik dapat diraih Faeroz pada penampilan perdananya.

“Saya sangat bangga dengan Faeroz karena berada di posisi teratas diantara 100 pembalap yang bergabung di Suzuka 4 Hours. Feroz menjalani latihan singkat dengan YZF-R6 di Suzuka namun dapat mencapai perfoma terbaik. Saya berharap ia dapat berparung optimal di Suzuka 4 Hours untuk meraih podium. Yamaha Semakin Di Depan, GassPoll !,“ ujar Minoru Morimoto.

Adapun jadual race Suzuka 4 Hours pada Sabtu (27 Juli) ialah sesi starting procedure selama setengah jam, dimulai pukul 8.30 hingga  8.00 waktu Jepang. Selanjutnya race dimulai pukul 9 hingga 13.00.

AHRT KIRIM TIGA PEMBALAPNYA HADAPI BALAP KETAHANAN DI JEPANG

Suzuka International Circuit yang legendaris akan menjadi tuan rumah balapan Suzuka 8 Hours yang ke-42 pada akhir pekan ini, yang juga akan menampilkan para pebalap Astra Honda Racing Team untuk mewakili Indonesia. Andi Gilang akan ikut balapan Suzuka 8 Hours pada Minggu, bersama Honda Asia-Dream Racing with SHOWA yang juga diwakili Zaqhwan Zaidi (Malaysia) dan Nagoe Teppei (Jepang). Sebelumnya, pada Sabtu, Irfan Ardiansyah dan Lucky Hendriansya akan membela Indonesia dan Astra Honda Racing Team di balapan Suzuka 4 Hours.

IMG_3512

Persaingan akan berlangsung di Suzuka pada Sabtu untuk balapan 4 jam, dengan Astra Honda diwakili Irfan Ardiansyah yang menjadi juara pada Suzuka 4 Hours 2016 dan Lucky Hendriansya. Irfan dan Lucky saat ini bersaing di Asia Road Racing Championship dan masing-masing berada di posisi kedua dan ketujuh klasemen Asia Production 250cc.

IMG_9717

Balapan utama akhir pekan nanti akan tersaji pada Minggu yaitu Suzuka 8 Hours yang ikonik. Astra Honda dan Indonesia akan diwakili Andi Gilang, yang memperkuat Honda Asia-Dream Racing with SHOWA bersama Zaqhwan Zaidi (Malaysia) dan Nagoe Teppei (Jepang). Andi merupakan salah satu pebalap pada persaingan ARRC, dan kini berada di posisi ketiga klasemen SuperSports 600cc. Bulan lalu, dia mendapatkan wild card dan ikut bersaing di FIM CEV putaran Barcelona, Spanyol, dengan hasil finis di posisi ke-12 dan kelima pada dua balapan yang digelar.

IMG_9766

Suzuka 4 Hours akan digelar Sabtu (27/7/2019) pada pukul 07.00 – 11.00 WIB, sementara Suzuka 8 Hours berlangsung Minggu (28/7/2019) pukul 09.30 – 17.30 WIB.

JELANG ARRC SUZUKA JEPANG, RIDER INDONESIA SIAP JAGA KONSISTENSI RAIH POIN

Start dari posisi ke-4, M Faerozi yang mengusung tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) harus puas finish ke-9 pada race perdana (1) balap Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 kelas Asia Production 250 (AP250) di Sirkuit Suzuka, Jepang, Sabtu (29 Juni).

Sehubungan jalannya balapan, pada awalnya, pembalap asal Lumajang tersebut dapat berada di barisan depan. Faeroz, sapaan akrabnya ingin kembali meraih podium seperti seri ke-3 ARRC 2019 Thailand. Namun dalam perjalanan race pada rombongan pertama cukup ketat sehingga kehilangan momen untuk mengejar.

19arrc r4 sat2 2821

Sedangkan rekan satu timnya, Anggi Setiawan memang berada di barisan rombongan ke-2. Anggi sudah berusaha untuk mencari set-up terbaik sesuai dengan evaluasi yang dilakukan dengan mekanik. Petarung asal Palu, Sulawesi Tengah ini berada di grid start ke-17 dan pada akhirnya finish ke-16.
Namun Faeroz dan Anggi Setiawan siap berusaha lebih baik lagi di race ke-2 AP250 yang akan berlangsung Minggu (30 Juni). Mereka akan all-out untuk memperoleh poin maksimal agar posisi dalam klasemen sementara terdongkrak menjadi lebih baik.

“Saat kualifikasi, saya puas memperoleh di grid ke-4. Saya mencoba set-up terbaru pada suspensi dan hasilnya lebih baik. Saat race, saya memulai start dengan baik namun di corner 1, saya tertutup pembalap lain. Ada sedikit kendala pada motor saya, tetapi itu tidak menjadi masalah serius. Saya finish ke-9 dan saya akan berusaha lebih baik di race ke-2 untuk memperbaiki poin dalam klasemen,” ujar Faeroz yang saat ini ada di posisi ke-8 dalam klasemen sementara AP250.
“Dari hasil kualifikasi, kita set-up mesin dan suspensi hasilnya cukup baik. Namun saat race, untuk dapat maju kedepan, memang sangat sulit. Saya kehilangan momen dari rombongan depan. Namun untuk set-up akan kita tingkatkan menjadi lebih baik jelang persiapan di race ke-2,” timpal Anggi Setiawan yang berada di urutan ke-15 dalam standing point AP250.

19arrc r4 sat2 2016

Sedangkan dua rookie atau pendatang baru tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang berkompetisi di kelas Underbone 150 cc (UB150), Wahyu Nugroho dan Aldi Satya Mahendra tidak dapat memberikan hasil maksimal.
Wahyu Nugroho yang sukses meraih podium saat ARRC 2019 Thailand mengalami kendala pada kinerja pengereman, sedangkan Aldi Satya Mahendra terjatuh di lap-lap akhir saat bersaing di barisan depan. Tidak kata menyerah. Mereka akan berupaya maksimal lebih baik di race ke-2 UB150.

Adapun, hasil dari race 1, masing-masing berada di urutan ke-11 dan ke-19 dalam klasemen sementara UB150.
“Pertama, saya senang dimana dalam Superpole dapat start di posisi ke-3. Dalam race sempat di depan. Dua lap setelah start saat memasuki lap ke-3, ada kendala teknis pada bagian rem depan hingga saya melorot ke belakang. Saya tetap mencoba untuk mencapai finish. Dan akhirnya saya dapat finish ke-16. Race ke-2 saya berharap lebih baik dan tidak ada kendala agar supaya kerja keras tim terbayar,” tutur Wahyu Nugroho yang berasal dari Boyolali, Jawa Tengah dan berumur 16 tahun.
“Saat Superpole, Aldi keluar langsung push dan mendapat time 2 menit 41,3 detik dan berhasil start di di grid posisi ke-5. Tetapi saat Superpole tadi motor kurang maksimal dalam pemilihan gir dan masuk persiapan race 1 coba kami terapkan hasil inputan tersebut. Saat race, lepas start, Aldi dapat berdua dengan Wahyu berada di barisan depan. Aldi berusaha untuk tetap berada di top group. Masuk lap akhir, Aldi mencoba untuk push dan pada chicane tikungan ke-12 Aldi terjatuh bersenggolan dengan pembalap lain. Untuk race ke-2 nanti, Aldi akan tetap semangat dan harus optimis untuk meraih hasil yang lebih baik,” tukas Aldi Satya Mahendra yang masih berusia 13 tahun.

19arrc r4 sat2 2025

Ayo dukung terus tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang berjuang di ARRC 2019 Suzuka. Semoga mereka dapat mengharumkan nama Indonesia di pentas balap internasional. Serta dapat meriah podium tertinggi untuk Merah Putih Semakin Di depan. Yamaha Gasspoll!

FAEROZ SIAP BAWA NAMA INDONESIA DI SUZUKA 4 HOURS

Sentul, Bogor – Pembalap muda binaan Yamaha Racing Indonesia (YRI) Muhammad Faerozi Toreqotullah atau yang lebih akrab disapa Faeroz, siap tampil dalam ajang balap ketahanan paling bergengsi yaitu Suzuka 4hours Endurance Road Racing (ST600) pada 27 Juli mendatang. Hal tersebut disampaikan dalam press conference yang diadakan di Press Room, Sentul Internasioanl Circuit (SIC) pada Minggu (23/6), yang juga bertepatan dengan berlangsungnya seri perdana Yamaha Sunday Race 2019.

Dalam balap ketahanan yang digelar setiap tahun tersebut, Faeroz akan memacu motor YZF-R6 diatas trek Suzuka yang memiliki lintasan sepanjang 5.821 km selama 4 jam non-stop, bergantian dengan rekan setimnya yang merupakan pembalap asal Jepang, Maiku Watanuki dari Ito-Racing Jepang.

Poto 6

Tampilnya Faeroz di Suzuka 4hours Endurance Road Racing (ST600) tidak hanya mempertegas eksistensi para rider muda Indonesia di pentas kompetisi balap dunia, tetapi turut menjadi success story dari program pembibitan dan pembinaan yang selama ini telah dilakukan oleh Yamaha Indonesia dalam mengembangkan karir pembalap muda potensial secara lebih terstruktur dan realistis.

Sebagai tambahan informasi, di tahun 2014 para pembalap Yamaha Racing Indonesia yang terbagi kedalam dua tim, pernah mengukir prestasi dengan menjuarai balap Suzuka 4hours Endurance Road Racing (ST600). Tidak tanggung-tanggung, kedua tim tersebut berhasil menyabet gelar juara dimana YRI A sebagai juara 1 dan YRI B sebagai juara 2.

“Saat ini kami sangat senang dapat mengirimkan rider muda bertalenta, Faerozi ke Suzuka 4 Hours Endurance Race di tahun 2019, yang akan membalap bersama Maiku Wakatumi dari Ito-Racing di Jepang. Kami yakin Faerozi akan mendapatkan pengalaman membalap di level internasional yang luar biasa serta belajar bagaimana mengikuti Endurance Race dan mengendarai motor besar sekelas YZF-R6,” jelas Minoru Morimoto, President Director & CEO PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Menjelang keikutsertaan Faeroz di Suzuka 4hours, Yamaha Indonesia telah melakukan serangkaian persiapan agar rider binaanya dapat tampil dengan optimal. Faeroz dijadwalkan tiba di Suzuka, Jepang, pada tanggal 10 Juli dan akan mengikuti Regular Championship selama dua hari (13-14 Juli) guna mempertajam pemahamannya atas karakter motor YZF-R6.

Setelah itu, pembalap asal Jawa timur ini akan menjalani Special Sport Riding (15-16 Juli) untuk mendapatkan lisensi membalap di ajang Suzuka 4hours Endurance Road Racing (ST600), dan dilanjutkan dengan Official Test atau simulasi membalap (20 Juli) sebelum akhirnya melaksanakan Free Practice & QTT di tanggal 25 Juli serta Race di tanggal 27 Juli.

“Ini merupakan pertama kalinya saya mengikuti Endurance Race Suzuka 4 Hours di Jepang. Kesempatan ini tentunya akan saya manfaatkan untuk meningkatkan skill balap serta mental dalam menghadapi kompetisi balap di level dunia. Saya juga meminta dukungan serta doa dari masyarakat Indonesia agar saya dapat meraih gelar juara di kompetisi ini seperti yang sebelumnya pernah dilakukan oleh para rider pendahulu saya di tahun 2014. Untuk Merah Putih Semakin Di Depan, Yamaha Gasspoll,” terang Faeroz dengan penuh semangat.

Poto 5

Faeroz merupakan pembalap asal Lumajang, Jawa Timur, berusia 16 tahun yang pernah mengikuti program VR 46 Academy, Mastercamp batch ke-6 di Tavullia, Italia. Pada tahun 2016 dan 2017, Faeroz sempat berlaga di kejuaraan Motoprix dan tampil memukau dengan mendominasi perolehan podium, baik di kelas Moped 110cc, 125cc dan 150cc.

Di tahun 2018, Faeroz mengawali debut balap Internasional untuk pertama kalinya dengan mengikuti kejuaraan di tingkat regional yaitu Asia Road Racing Championship (ARRC) selama satu musim penuh di kelas Asia Production 250 (AP 250) dengan motor YZF-R25 buatan dalam negeri.

Tahun ini tim YRI kembali menurunkan Faeroz yang diduetkan bersama Anggi Setiawan untuk mengikuti kejuaraan ARRC 2019. Faeroz sendiri pada seri balapan terakhirnya di Sirkuit Buriram, Thailand berhasil meraih podium ke-3 yang sekaligus menjadi podium pertamanya sepanjang musim ini. Saat ini, Faeroz berada di posisi ke-8 urutan klasemen sementara dengan perolehan 56 poin dari total 3 seri yang sudah dijalani.

YAMAHA JUARA SUZUKA 8 HOURS EMPAT KALI BERTURUT-TURUT

Balap seri ketahanan paling wahid telah menentukan jawaranya. Bertempat di sirkuit Suzuka Jepang, kejuaraan Endurance Race selama delapan jam ini telah dikuasai oleh Yamaha pada tahun ini. Dan kemenangan ini adalah kemenangan keempat Yamaha secara berturut-turut.

Team Yamaha Factory Racing tahun ini di tunggangi oleh tiga Rider yaitu: Michael van der Mark, Katsuyuki Nakasuga dan Alex Lowes. Team ini berhasil menyelesaikan Endurance dengan selisih Gap 30.974 detik dari Rival terdekatnya. Hasil ini membuat rekor Yamaha tidak terkalahkan sejak tahun 2015.

Kejuaraan ini tidak hanya sekedar membutuhkan stamina melimpah, namun kerjasama Team yang sangat kuat. Dimana pada balap ini pengisian bahan bakar dan penggantian ban dilakukan ditengah jalannya balapan, layaknya balap Formula 1.

TOP 10 SUZUKA 8 HOURS CLASSIFIED
Pos. No. Driver Team Gap
1 21 Michael van der Mark Yamaha Factory Racing
Katsuyuki Nakasuga
Alex Lowes
2 33 Takaaki Nakagami Red Bull Honda 30.974s
Takumi Takahashi
PJ Jacobsen
3 11 Jonathan Rea Kawasaki Team Green 1 lap
Leon Haslam
Kazuma Watanabe
4 95 Kazuki Watanabe S-Pulse Dream Honda 3 lap
Tommy Bridewell
Hideyuki Ogata
5 5 Josh Hook F.C.C. TSR Honda 3 lap
Freddy Foray
Alan Techer
6 94 David Checa GMT94 Yamaha 3 lap
Niccolo Canepa
Mike Di Meglio
7 22 Muhammad Zaghwan Zaidi Honda Asia Dream 4 lap
Troy Herfoss
Andi Farid Izdihar
8 19 Ryuichi Kiyonari Moriwaki Honda 4 lap
Yuki Takahashi
Ratthapark Wilairot
9 111 Erwan Nigon Honda Endurance Racing 5 lap
Sebastien Gimbert
Yonny Hernandez
10 12 Takuya Tsuda Yoshimura Suzuki 5 lap
Sylvain Guintoli
Bradley Ray

ASTRA HONDA RACING TEAM KUASAI PODIUM AP250 SERI JEPANG

Astra Honda Racing Team menutup pertengahan musim Asia Road Racing Championship dengan luar biasa. Rheza Danica mendominasi balapan putaran ketiga di Suzuka dan memimpin klasemen kelas Asia Production 250cc. Mario Suryo Aji, yang finis di urutan kedua pada balapan ke-2 (Minggu, 3/6/2018), kini berada di urutan kedua klasemen. Sementara itu, Awhin Sanjaya berada di posisi 10 besar. Di kelas SuperSports 600cc, Andi Gilang semakin dekat dengan podium setelah finis di urutan ke-6 pada balapan kedua di Suzuka.

Rheza kembali mendominasi balapan kedua di Suzuka dan meraih kemenangan keempat beruntunnya pada musim ini. Dia langsung membuka jarak hingga 1,6 detik pada lap pertama dan tak pernah terkejar lagi. Sementara itu, Mario berada di grup di belakangnya. Rookie milik AHRT tersebut akhirnya finis di urutan kedua, sementara Awhin menyusul dengan finis di urutan ke-8. Dari enam balapan (tiga putaran) yang sudah digelar musim ini, Rheza dan Mario telah lima kali naik podium bersama-sama.

Hingga pertengahan musim ini, Rheza memimpin klasemen AP250 dengan 123 poin, sementara Mario di posisi kedua dengan 102 poin. Awhin berada di posisi keenam dengan koleksi 52 poin.

Di kelas SuperSports 600cc, Andi Gilang bertahan di posisi 10 besar saat balapan dimulai. Namun, red flag menghambatnya. Balapan diulang dengan 10 lap tersisa. Gilang meningkatkan kecepatan demi bisa bergabung di grup depan saat dua lap terakhir, dan akhirnya finis di urutan ke-6. Andi Gilang meninggalkan Suzuka dengan berada di peringkat ke-7 klasemen berkat raihan 36 poin.

Asia Road Racing Championship memasuki masa jeda hingga 4-5 Agustus 2018, saat putaran keempat akan digelar di Madras, India.

 

INDONESIA KUASAI AJANG BALAP ASIA KELAS 250CC DI JEPANG

Rider Indonesia semakin berbicara kencang di tingkat Asia. Dengan menurunkan sembilan pembalap dikelas AP 250cc, pembalap Indonesia menguasai Finish terdepan.

Di seri Suzuka kali ini, Gerry Salim dari Astra Honda Racing Team menjadi juara pertama baik di Race pertama maupun kedua. Sebuah pencapaian yang konsisten, dikarenajan Gerry hanya sekali turun ke posisi kedua dari tiga seri yang sudah ia jalani.

Pembalap Indonesia lainnya dari Team Yamaha juga memberikan kejutan. Sempat tercecer di Race pertama, Galang Hendra bisa Finish keempat saat melakoni Race kedua. Finish keempat ini terasa spesial, dikarenakan Galang Start dari Grid ke-24.

Dengan hasil tersebut Gerry Salim semakim kokoh di puncak klasemen Sport 250cc. Jika pencapaian para Riders Indonesia bisa konsisten terus seperti ini, bukan tidak mungkin kelak nanti mereka bisa bertanding di ajang balap yang lebih prestisius. Jangan cepat puas dan terus semangat untuk tetap menjadi yang terbaik.

PEMBALAP INDONESIA KUMANDANGKAN INDONESIA RAYA DI NEGERI SAKURA

Melengkapi prestasinya di sesi latihan bebas atau Free Practice (FP) dan babak Superpole, pada akhirnya pebalap kebanggaan Indonesia. Wahyu Aji Trilaksana dapat merebut podium tertinggi race 1 kategori Underbone 150 cc (UB150) dalam rangkaian seri ke-3 Asia Road Racing Championship 2017 (ARRC 2017) di Sirkuit Suzuka, Jepang (3 Juni).

Racer asal Banyumas, Jawa Tengah yang mengibarkan bendera tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) ini membuktikan ketangguhan motor Yamaha MX King 150 dengan merebut podium juara UB150. Yamaha MX King 150 terbukti unggul dalam momen masuk dan keluar tikungan ataupun dalam mencapai kecepatan puncak (top-speed).

“Terimakasih untuk doa dan dukungan dari rakyat Indonesia hingga saya bisa merebut podium terbaik. Target saya sebetulnya ingin langsung di depan sejak lap awal, namun kondisi angin begitu kencang. Pada akhirnya, buat strategi di lap akhir saja, “ujar Wahyu Aji Trilaksana yang saat ini ada di posisi ke-2 klasemen sementara UB150.

Urutan ke-2 dan ke-3nya race perdana UB150 masing-masing direnggut duet tim asal Malaysia, UMA Racing Yamaha Maju Motor, Md Akid Aziz dan  Md. Haziq Fairues. Tidak kalah menarik, mencermati perjuangan Anggi Setiawan yang finish di posisi ke-4. Petarung asal Palu, Sulawesi Tengah yang membela tim Yamaha Yamalube KYT TJM Racetech ini start dari posisi ke-8 namun dapat terus merangsek maju ke barisan tengah dan di dua lap terakhir dapat menyelesaikan lomba di urutan ke-4.

Pencapaian yang patut diapresiasi. Perlu dipahami, Anggi Setiawan yang berusia 19 tahun dan belum lama ini mengikuti pelatihan balap di Italia, yaitu Yamaha VR46 The Master Camp3 adalah pertama kalinya tarung di trek Suzuka, Jepang. Ini tahun pertama Anggi Setiawan bertarung di level internasional namun dapat menunjukkan kemajuan dan prestasi spesial.