MAXI YAMAHA DAY JELAJAH PONTIANAK SIAP ANGKAT WISATA DAN KEPEDULIAN KEPADA MASYARAKAT

Setelah Jawa dan Sumatera, event MAXI Yamaha Day bertandang ke Kalimantan. Untuk pertama kalinya akan diadakan di Singkawang Pontianak, Kalimantan Barat.

Gebyar perhelatan akbar di Singkawang ini merupakan hasil kerjasama PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing dengan main dealer PT Aneka Makmur Sejahtera. Kali ini digelar dua hari, Sabtu – Minggu (13 – 14 Juli 2019) dipusatkan di area Dayang Resort Hotel. MAXI Yamaha Day kali ini mengawali penjelajahannya dari Sentral Yamaha ke tiga rute berbeda dengan ikon khas masing-masing. Kegiatan itu diwujudkan dalam perjalanan touring ratusan orang konsumen loyal.

Rombongan pertama bergerak ke obyek wisata pantai Tanjung Bajau. Lalu rombongan kedua menuju Klenteng dan Masjid Raya. Adapun rombongan ketiga menyambangi keraton Amantubillah Mempawah. Tiga rombongan itu akan mengakhiri touring di Dayang Resort Hotel.

Usai touring, partisipan akan mengikuti outbound dan games seru berhadiah di lokasi pusat acara. Selain itu buat pecinta modifikasi bisa ambil bagian menunjukkan koleksi skutik MAXI Yamaha terbaiknya. Disiapkan juga 180° photobooth dengan hadiah-hadiah menarik.

MAXI Yamaha Day Palembang 2019 (5)

Aktivitas berlanjut hingga malam hari, disediakan hiburan band lokal dan dipandu MC (Master of Ceremony). Sekaligus awarding buat pemenang setiap games yang dibuat yaitu outbound, modifikasi, photobooth dan tim supporter terbaik. Kebersamaan antar peserta pun makin disatukan dengan api unggun sambil menyanyikan lagu diiringi band.

Tidak hanya sisi fun saja, agenda event ini juga untuk berbagi kepada sesama. Di hari Minggu pagi, Yamaha dan perwakilan peserta melakukan aktivitas CSR (Corporate Social Responsibility) memberikan bantuan untuk kebersihan dan pendidikan ke sekolah-sekolah yang ada di kota Singkawang.

”MAXI Yamaha Day akhirnya sampai ke area Kalimantan akhir pekan ini. Ada banyak kegiatan yang dilakukan sebagai bagian dari event ini. Kali ini cukup berbeda karena menghadirkan kegiatan CSR ke sekolah-sekolah. Semoga acara ini dapat menginspirasi dan memberikan sentuhan positif bagi semua yang terlibat di dalamnya,” ungkap Yordan Satriadi, Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

YAMAHA CUP RACE SERI SINGKAWANG HADIRKAN GAIRAH BALAP KOMUNITAS LOKAL HINGGA 171 STARTER

Pagelaran balap bergengsi bertajuk Yamaha Cup Race 2018 berakhir di Sirkuit Pasir Panjang, Singkawang, Kalimantan Barat (Kalbar), akhir pekan kemarin (21-22 April). Tercatat 171 starter yang ambil bagian dalam 12 kelas yang tersaji. Selain kelas-kelas utama, mulai YCR1 hingga YCR7 atau MP1 hingga MP7, juga disajikan kategori untuk teman-teman komunitas.

Dalam konteks ini, tidak hanya kelas Aerox 155 Cup Community yang memang dihadirkan untuk semua seri Yamaha Cup Race 2018. Juga di Yamaha Cup Race 2018 Singkawang Kalbar, ada kategori Sport 250 cc Community dan Sport 2 Tak s/d 135 cc Open yang notabene didominasi pengguna Yamaha YZF-R25 dan Yamaha RX King.

Faktanya kelas-kelas tersebut mendapat respon komunitas di wilayah Singkawang, Pontianak ataupun Kalbar pada umumnya. Diantaranya, hadir para pembalap dari komunitas YROI, YNCI, YAWB, XWBL, R15 West, Byonic dan MTWB.
“Animo komunitas disini sangat tinggi. Mereka senang dengan sajian balapan Aerox 155 ataupun R25 dan Sport 2 Tak 135 cc. Kita berupaya mengapresiasi komunitas di berbagai daerah. Konsep edukasi yang kita hadirkan di Yamaha Sunday Race 2018 Sentul menjadi acuan untuk YCR 2018,“ terang M Abidin, General Manager After Sales & Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang hadir langsung di YCR 2018 Singkawang.
Patut dicatat, untuk balap Aerox 155 Cup Community ambil bagian 15 starter. Ini memang dibatasi dan melalui proses seleksi. Ada langkah edukasi dan coaching-clinic yang melibatkan pembalap nasional, Rey Ratukore. Kemudian untuk Sport R25 Community dan Sport 2 Tak 135 cc masing-masing hadir 10 dan 24 racer. Belum termasuk bebek 2 tak Open yang juga diikuti teman-teman komunitas.

“Jadi selain kompetisi Aerox 155, maka untuk supporting class yang juga melibatkan komunitas, ini ditentukan oleh pihak main-dealer karena memang setiap daerah punya karakter sehubungan kelas apa yang paling ramai. Seperti R25 disini sudah ada dalam balap skala kejurda,“ tambah M Abidin.

“Saya kira, balapan komunitas ini sangat penting. Kita mendapat banyak pengetahuan. Tidak hanya memperoleh sensasi balap di trek permanen, termasuk pengadaan kelas ini menjadi solusi untuk mengurangi balapan liar,“ timpal Andre Pradipta dari komuntas King Reetel yang meraih podium ke-3 Aerox 155 Cup Community.

Lebih lanjut, untuk pembalap profesional, yaitu kelas seeded YCR1 (150 cc) dan YCR2 (125 cc) berbagi gelar antara dua pembalap papan atas nasional asal region Kalimantan, Arianto Tarzan (Yamaha STSJ) dan Alpian (Yamaha Aditama). Mereka masing-masing meraih podium juara YCR1 (150 cc) dan YCR2 (125 cc). Pertarungan keduanya menjadi magnet bagi ribuan penonton yang hadir di trek permanen yang memiliki panjang 1,4 km.

Kesuksesan Yamaha Cup Race 2018, didukung oleh sponsor Yamalube, Idemitsu, Pirelli, Kayaba, NGK, DID, IRC dan supporting Helm NHK.

RIDERS NASIONAL YAMAHA BERBAGI ILMU KEPADA KOMUNITAS DI YAMAHA CUP RACE SINGKAWANG

Komunitas mendapatkan pelajaran berharga baik teori maupun praktek lewat coaching clinic bersama rider kawakan Rey Ratukore. Edukasi ini diberikan sebagai bagian dari partisipasi mereka di kelas Aerox 155 Cup Community di ajang Yamaha Cup Race (YCR) seri 2 yang digelar di sirkuit Taman Pasir Panjang, Singkawang Pontianak.
Sabtu 21 April 2018, sebanyak 16 orang peserta dari komunitas berkumpul di sirkuit untuk menggali ilmu dari Rey Ratukore. Pembalap berpengalaman itu memberikan arahan mengenai peraturan balap, arti warna bendera di sirkuit, racing line, titik pengereman.
Komunitas sangat senang bisa ambil bagian menjajal Aerox 155 di balapan resmi Yamaha. “Kami mengakomodir keinginan teman-teman komunitas untuk join race kali ini. Aerox 155 terbukti keunggulan mesinnya di harian maupun balap. Peserta dari komunitas dapat menikmati performanya di sirkuit permanen. Rekan-rekan yang join race ini pun bisa membagikan pengalamannya kepada teman-teman mereka,” beber Fendi, Service Manager dan Motorsport Main Dealer Yamaha, PT Aneka Makmur Sejahtera

.

Rey Ratukore pun menuangkan pengalamannya kepada komunitas.
“Untuk rekan-rekan komunitas, balapan dengan Aerox 155 ini dibawa fun berkendara saja dan safety. Perhatikan titik pengereman sebelum berbelok dan utamakan rem depan karena lebih stabil. Manfaatkan lebar sirkuit supaya bisa rolling speed menyesuaikan karakter motor. Untuk racing line bisa mengikuti saya terlebih dahulu saat di sirkuit,” papar Rey Ratukore.
Komunitas seksama memperhatikan arahan Rey baik saat teori maupun praktek di sirkuit menggeber Aerox 155. Ada yang sudah terbiasa latihan di trek ini dan ada yang baru pertama kali mencoba.
Uray Muksin, Wakil Ketua Yamaha Aerox West Borneo, menyebutkan dia mendapatkan ilmu berharga dari keikutsertaannya. “Terutama cara belok yang benar. Beberapa tahun lalu saya sempat ikut balap resmi road race tapi asal kencang saja motornya. Sekarang ikut event Yamaha jadi lebih paham cara balap yang safety, dan bisa menyalurkan hobi balap. Saya sendiri punya Aerox 155 R version, memang cocok dengan motor ini,” papar Uray.

Mulai Yamaha Cup Race tahun 2018 ini dibuka kelas baru Aerox 155 Cup Community untuk komunitas. Antusias komunitas sangat besar mengikutinya. Yamaha menyediakan motor Aerox 155 dan teknisi khusus buat kelas ini.
Kesuksesan Yamaha Cup Race 2018, didukung oleh sponsor Yamalube, Idemitsu, Pirelli, Kayaba, NGK, DID, IRC dan supporting Helm NHK.

BLOK MESIN YAMAHA NMAX PECAH SAAT BERKENDARA

Info terbaru ditemukan masalah di Yamaha NMax. Masalahnya sungguh hebat, blok mesin terpecah dua. Kasus ini dialami konsumen NMax di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.
Hengki Djap, sang pemilik motor langsung mempostingnya ke Facebook Group Yamaha NMax Indonesia. Tiga buah foto di Upload dengan jelas menunjukkan bagaimana kondisi blok mesin yang pecah tersebut.

Disini sang pemilik juga menjelaskan bahwa NMax tersebut dengan pemakaian harian yang wajar. Hengky Djap juga menuliskan kronologis saat terjadi pecah, Dia menyebutkan mesin tersebut pecah begitu saja saat sedang berjalan. Tangan piston juga ikut patah dan bagian mesin lainnya hancur.
Dia juga menyebutkan bahwa motor tidak pernah di geber di atas 100 Km/ H. Motor juga baru menempuh jarak sekitar 14.000 Km, dan biasa digunakan oleh orang tuanya. Hengki Djap juga menyebutkan bahwa NMax miliknya tersebut sedang di periksa di bengkel resmi Yamaha dan sedang dalam pengajuan Claim ke pihak Yamaha.

Sebuah produksi masal yang jumlahnya jutaan sudah pasti ada Rejectnya, walau di Perusahaan Manufaktur terhebat didunia itu pasti tetap ditemukan. Memang ketika masalah tersebut sampai ditangan konsumen persentase masalahnya jadi 100% atau 1 masalah dari 1 unit NMax. Yang pasti kita harus bijak dan tenang dalam menghadapinya, Claim ke pihak produsen harus dijalani dengan baik. Sikap dan peran dari Produsen harus cepat dan sigap menerima dan melakukan tindakan. Tujuannya supaya menghasilkan solusi yang baik dan tepat serta tidak mengecewakan pelanggan. Dan pelanggan harus bisa menerima hadil investigasi sang produsen.