ALEX MARQUEZ JADIKAN 2019 MENJADI MARQUEZ’S YEAR MOTOGP

Alex Marquez menutup seri Sepang dengan Podium dua. Dengan hasil ini membuat adik dari Marc Marquez ini meraih total poin 262 poin, yang sudah tidak terkejar oleh Brad Binder yang baru mengumpulkan 234 poin.

Juara dunia ini menjadikan juara dunia kedua Alex Marquez sejak menjadi juara dunia Moto2 di tahun 2014. Meski menjadi juara dunia Moto2, Alex tidak naik ke kelas MotoGP, hal ini dikarenakan Alex telah memperpanjang kontrak dengan Marc VDS.

ALex Marquez Champions

Alex sendiri pernah diisukan atau dilirik oleh KTM untuk menjadi Ridernya di 2020. Bisa jadi Alex tidak tertarik dengan KTM karena takut karirnya terpendam seperti Rider Top lainnya. Dan Marc VDS sendiri juga mengambil keuntungan besar dari kontrak Alex Marquez. Jika ada yang berani memboyongnya, Marc VDS dapat uang transfer lebih besar. Namun jika tetap bersama Marc VDS, sponsor semakin banyak datang karena status juara dunia dan mengalir darah sang juara dalam diri Alex.

Namun tidak ada yang tidak mungkin, karena Honda sendiri sudah tidak menginginkan Lorenzo lagi. Sangat bisa terjadi, Honda memboyongnya di detik-detik terakhir. Duet Abang Adik adalah daya jual yang tinggi serta sangat menarik untuk disimak.

Marquez Champions

Namun satu hal yang perlu diingat, Alex Marquez menjadikan tahun ini sebagai tahun MotoGP-nya keluarga Marquez. Dimana Marc Marquez sudah lebih dulu menjadi juara dunia, dan saat ini Alex melengkapinya. Hal ini baru terjadi di dunia balap dunia.

MARQUEZ CETAK REKOR LEWATI ROSSI & LORENZO

Marquez kembali memecahkan rekor, setelah meraih podium kedua di Sepang, Marquez meraih 395 poin. Hal ini berarti melewati catatan poin Lorenzo dan Rossi. Dimana catatan poin Lorenzo sebesar 383 poin pada musim 2010 dan Rossi 373 pada musim 2008.

MM93 Point 2019

Torehan poin Marquez juga akan semakin bertambah jika dan berpotensi menjadi 420 poin jika memenangi GP Valencia. Hal ini membuat rekor Marquez menjadi sulit dilewati oleh pembalap lain.

Catatan kemenangan Marquez jika dilihat dari rata-rata kemenangan adalah 21.9 poin dari 18 Race yang telah dijalani. Sedangkan Lorenzo adalah 21.3 poin dan Rossi 20.7 poin. Hal ini membuat torehan statistik kemenangan Marquez paling tinggi, dan menjadikan Rider paling dominan selama MotoGP berlangsung.

 

GP OF MALAYSIA 2019 – RACE RESULT

RACE RESULTS

MALAYSIAN GP

POS. RIDER TEAM TIME
1 M. VIÑALES MONSTER ENERGY YAMAHA MOTOGP 40’14.632
2 M. MARQUEZ REPSOL HONDA TEAM 3.059
3 A. DOVIZIOSO DUCATI TEAM 5.611
4 V. ROSSI MONSTER ENERGY YAMAHA MOTOGP 5.965
5 A. RINS TEAM SUZUKI ECSTAR 6.35
6 F. MORBIDELLI PETRONAS YAMAHA SRT 9.993
7 F. QUARTARARO PETRONAS YAMAHA SRT 12.864
8 J. MILLER PRAMAC RACING 17.252
9 D. PETRUCCI DUCATI TEAM 19.773
10 J. MIR TEAM SUZUKI ECSTAR 22.854
11 P. ESPARGARÒ RED BULL KTM FACTORY RACING 24.821
12 F. BAGNAIA PRAMAC RACING 30.251
13 A. ESPARGARÒ APRILIA RACING TEAM GRESINI 30.447
14 J. LORENZO REPSOL HONDA TEAM 34.215
15 M. KALLIO RED BULL KTM FACTORY RACING 34.461
16 H. SYAHRIN RED BULL KTM TECH3 44.319
17 K. ABRAHAM REALE AVINTIA RACING 47.343
18 J. ZARCO LCR HONDA IDEMITSU N.C. (4 laps)
19 C. CRUTCHLOW LCR HONDA CASTROL N.C. (6 laps)
20 A. IANNONE APRILIA RACING TEAM GRESINI N.C. (9 laps)

GP OF MALAYSIA 2019 – QUALIFYING RESULT

QUALIFYING RESULTS

MALAYSIAN GP

POS. RIDER TEAM TIME
FRONT ROW
1 F. QUARTARARO PETRONAS YAMAHA SRT 1’58.303
2 M. VIÑALES MONSTER ENERGY YAMAHA MOTOGP 1’58.406
3 F. MORBIDELLI PETRONAS YAMAHA SRT 1’58.432
SECOND ROW
4 J. MILLER PRAMAC RACING 1’58.75
5 C. CRUTCHLOW LCR HONDA CASTROL 1’58.951
6 V. ROSSI MONSTER ENERGY YAMAHA MOTOGP 1’59.000
THIRD ROW
7 A. RINS TEAM SUZUKI ECSTAR 1’59.090
8 D. PETRUCCI DUCATI TEAM 1’59.097
9 J. ZARCO LCR HONDA IDEMITSU 1’59.139
FOURTH ROW
10 A. DOVIZIOSO DUCATI TEAM 1’59.173
11 M. MARQUEZ REPSOL HONDA TEAM 1’59.178
12 F. BAGNAIA PRAMAC RACING 1’59.640
FIFTH ROW
13 J. MIR TEAM SUZUKI ECSTAR 1’59.437
14 A. ESPARGARÒ APRILIA RACING TEAM GRESINI 1’59.435
15 P. ESPARGARÒ RED BULL KTM FACTORY RACING 1’59.812
SIXTH ROW
16 K. ABRAHAM REALE AVINTIA RACING 2’00.072
17 A. IANNONE APRILIA RACING TEAM GRESINI 2’00.205
18 J. LORENZO REPSOL HONDA TEAM 2’00.478
SEVENTH ROW
19 M. KALLIO RED BULL KTM FACTORY RACING 2’00.644
20 H. SYAHRIN RED BULL KTM TECH3 2’01.045

RIDER INDONESIA SIAP INCAR JUARA DI PUTARAN AKHIR ASIA TALENT CUP

Setelah persaingan menegangkan selama delapan bulan, gelar Asia Talent Cup akan ditentukan akhir pekan ini di Sepang International Circuit, tempat berlangsungnya putaran terakhir yang selalu menarik. Astra Honda Racing Team menghadapi putaran terakhir ini dengan bekal dua kemenangan dan delapan podium, serta Afridza Munandar yang masih berpeluang dalam perebutan gelar juara, sementara Herjun Firdaus merupakan salah satu kandidat Rookie of the Year atau pendatang baru terbaik.

Afridza (20 tahun) saat ini berada di posisi ketiga klasemen dengan 142 poin, 27 angka tertinggal dari sang pemuncak, dengan hanya dua balapan tersisa di Sepang International Circuit. Pebalap Indonesia ini punya memori yang bagus saat balapan di Malaysia. Dia mencatat kemenangan keduanya musim ini, saat berhasil naik podium pada dua balapan yang digelar pada putaran ketiga di Sepang.

19DSC06238

Adenanta Putra berada di posisi keenam klasemen dengan 107 poin. Dia juga sudah merasakan naik di atas podium Sepang, setelah finis di posisi kedua pada balapan kedua putaran ketiga, Juni lalu. Sementara itu, Herjun Firdaus akan turun di Malaysia untuk mengejar gelar Rookie of the Year, dengan hanya tertinggal sembilan poin dari sang pesaing untuk kategori ini. Abdul Mutaqim dan Hildhan Kusuma, yang kini berada di peringkat ke-13 dan ke-15 klasemen, akan menutup musim perdana mereka musim ini di Malaysia.

Balapan di Malaysia akan berlangsung pada Sabtu (2/11/2019) pukul 15.30 WIB dan Minggu (3/11/2019) pukul 09.30 WIB.

BERIKUT DAFTAR PEMENANG YAMALUBE NONTON MOTOGP MALAYSIA

Program Yamalube Goes to MotoGP berhasil menggaet banyak peminat yang mengikutinya. Kualitas produk oli Yamalube dan kesempatan nonton gratis MotoGP seri Jepang atau Malaysia, mendorong konsumen berpartisipasi agar mendapatkan pengalaman berbeda.

Awal September lalu telah diumumkan 19 orang pemenang nonton MotoGP Jepang dan mereka sudah nonton langsung di sirkuit Twin Ring Motegi, 20 Oktober 2019 lalu. Bulan Oktober ini Yamaha pun mempublikasikan nama 28 orang pemenang beruntung menyaksikan secara langsung MotoGP Malaysia, 3 November 2019 nanti. Penentuan pemenang dilakukan melalui cara pengundian di Yamaha Flagship Shop, Jakarta. Nama 28 orang pemenang nonton MotoGP Malaysia program Yamalube Goes to MotoGP dapat dilihat di link berikut : https://www.yamaha-motor.co.id/archive/press-release/2019/10/yang-ditunggu-tunggu-nonton-gratis-motogp-malaysia/

Pemenang Program Yamalube Goes to MotoGP (Nonton MotoGP Malaysia)

Menjadi bagian dari penonton di sirkuit Twin Ring Motegi, Jepang atau Sepang, Malaysia memberikan pengalaman baru karena dilakukan bersama Yamaha. Bersama-sama mendukung rider kelas dunia Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales, adalah sebuah kebanggaan yang dapat diekspresikan langsung di sirkuit.

”Kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat dalam program Yamalube Goes to MotoGP. Program ini merupakan bentuk apresiasi terhadap konsumen yang telah menggunakan produk Yamalube. Selamat kepada para pemenang yang akan menyaksikan langsung MotoGP di Malaysia. Nantikan keseruannya, nikmati perjalanan ke Malaysia dan nonton MotoGP bersama Yamaha,” ucap Yordan Satriadi, Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Program Yamalube Goes to MotoGP digelar Agustus hingga September 2019 dimana masyarakat bisa mengikutinya dengan cara melakukan pembelian oli Yamalube. Tipe oli Yamalube adalah oli mesin (Silver – Sport – Gold – Matic – Power Matic – Super Matic – Super Sport dan RS4GP).

Yamalube sendiri merupakan produk yang sudah dikenal luas masyarakat dan merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung kinerja mesin sepeda motor. Terdiri dari produk yang lengkap dari oli sampai perawatan. Untuk perawatan diantaranya Brake Fluid, Carbon Cleaner, Chain Lube, Gear Motor Oil, Front Fork Oil G-10, Yamacoolant, Yamalube Multipurpose, Yamabond. Yamalube memiliki 19 jenis produk. Dengan teknologi XPEED, Yamalube memberikan kesempurnaan pada performa yang melindungi mesin dari keausan, kualitas formula yang ramah lingkungan serta kekentalan optimal agar penggunaan bahan bakar efisien dan memberikan perlindungan mesin yang baik dalam jangka waktu lama.

MELAMPAUI EKSPEKTASI, FABIO QUARTARARO JADI ROOKIE OF THE YEAR

Sebuah pencapaian yang sangat mengesankan, jauh melampaui harapan di awal musim, Fabio Quartararo jadi Iblis yang menakutkan sepanjang musim ini. Tidak perlu menunggu seri terakhir, pencapaian Fabio sudah tidak bisa dikejar para pendatang baru MotoGP.

Podium Rookie 2019
Fabio Quartararo, 2019 MotoGP Rookie Of The YEar

Pencapaian Fabio tidak tanggung-tanggung, belum genap semusim. Berikut pencapaian Fabio hingga di Motegi kemarin:

  1. Podium 6 kali (4 kali Runner Up & 2 kali posisi tiga)
  2. Pole Position 4 kali
  3. Fastest Lap 2 kali

Dengan pengemasan tersebut, Fabio berhasil mengumpulkan 163 poin dan menduduki posisi ke-6 di tabel klasemen. Dan sangat mungkin sekali bisa naik ke posisi tiga di klasemen akhir, karena masih ada 75 poin lagi yang diperebutkan.

Fq20 Rookie
Baru pertama kali menginjak kelas MotoGP, Petronas SRT menjadi Team Independent terbaik musim 2019

Menjadi 2019 MotoGP Rookie Of The Year adalah hal yang sangat membanggakan bagi Fabio dan Team. Pasalnya, Fabio dan Petronas SRT sama-sama baru pertama kali main di kelas MotoGP. Dan sangat terbuka sekali untuk menjadi Team Independent terbaik musim ini.

BELI OLI YAMALUBE, RAIH KESEMPATAN NONTON MOTOGP DI JEPANG & MALAYSIA

Yamaha terus memberikan apresiasi kepada konsumen loyalnya dengan membuat berbagai program berhadiah menarik. Seperti tahun ini Yamalube Goes to MotoGP akan hadir di MotoGP Jepang dan Malaysia. Ini merupakan kesempatan emas untuk pecinta MotoGP.

              Untuk nonton gratis MotoGP caranya mudah dengan melakukan pembelian oli Yamalube pada periode bulan Agustus hingga September 2019. Tipe oli Yamalube adalah oli mesin (Silver – Sport – Gold – Matic – Power Matic – Super Matic – Super Sport dan RS4GP). Lalu mengisi data diri serta upload invoice / tanda bukti pembelian pada link berikut ini : www.yamalube-promo.com

Yamalube Goes to MotoGP (2)

              Yamaha membuka peluang seluas-luasnya buat masyarakat karena pendaftaran bisa dilakukan lebih dari satu kali dengan menunjukkan bukti pembelian Yamalube. Adapun yang bisa mengikutinya adalah Warga Negara Indonesia (WNI) dan memiliki tanda pengenal (KTP/SIM).

Selanjutnya pemenang akan dipilih melalui pengundian dua periode. Jika belum beruntung di periode 1, diikutsertakan kembali di periode 2. Pengundian periode 1 digelar tanggal 9 September 2019 untuk hadiah nonton langsung MotoGP Jepang sedangkan periode 2 tanggal 10 Oktober 2019 yang menentukan pemenang nonton langsung MotoGP Malaysia. Nama-nama pemenang akan diumumkan di website dan media sosial resmi Yamaha.

Yamalube Goes to MotoGP (3)

              ”Program Yamalube Goes to MotoGP ini tentunya menjadi kesempatan bagus buat mewujudkan keinginan nonton MotoGP langsung di sirkuit Twin Ring Motegi Jepang (Oktober) atau Sepang Malaysia (November). Tunggu apa lagi, segera beli oli Yamalube dan nikmati keseruannya nonton langsung MotoGP dan jalan-jalan di Jepang atau Malaysia !” papar Yordan Satriadi, Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

              Informasi lebih lanjut bisa diakses di www.yamaha-motor.co.id dan media sosial Yamaha Motor Indonesia, @yamahaindonesia.

RACE 2 ARRC SEPANG, HASIL POSITIF BERHASIL DI RAIH PEMBALAP YAMAHA INDONESIA

Pembalap muda potensial Faerozi, membuktikan konsistensinya dalam race ke-2 kelas Asia Production 250 (AP250) event Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 di Sirkuit Internasional, Sepang, Malaysia Minggu (10 Maret). Pembalap tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang membawa motor Yamaha YZF-R25 ini berhasil finish ke-5 di tengah persaingan yang sangat ketat.

Faerozi - AP250, Action

“Saya mengawali start dengan baik. Tikungan pertama adalah kuncian untuk dapat berada di barisan depan. Sayangnya saat masuk tikungan ke-2, ada rider yang mengalami crash di depan saya hingga saya harus melakukan hard-braking dan disalip beberapa rider. Saya terus memaksimalkan bersaing di group ke-2. Saya berharap dapat finish ke-4, tetapi saat di tikungan terakhir tidak dapat momen yang tepat. Alhamdulillah, dapat finish ke-5,” tutur Faerozi.
Mengacu hasil dari dua race yang digelar, maka Faeroz ada di posisi ke-6 dalam klasemen sementara AP250. Itu hasil finish ke-5 dalam dua race yang diikuti. Hal demikian menjadi sangat penting sehubungan pengumpulan poin untuk seri-seri ARRC 2019 selanjutnya.

Anggi Setiawan - AP250 Action

Disamping itu, rekan Faerozi di YRI yaitu Anggi Setiawan berhasil meningkatkan hasilnya hingga finish ke-9. Sebelumnya di race 1 berada di posisi ke-13. “Saya sudah start cukup baik tetapi masuk di tikungan ke-2, ada 2 rider yang terjatuh dan saya melakukan pengereman untuk menghindari crash hingga terpisah dari rombongan depan. Tapi saya bersyukur saya bisa memperbaiki hasilnya masuk ke-9 besar. Hasil seri 1 ini, saya banyak belajar untuk dapat bagaimana caranya untuk set-up pada suspensi. Semoga seri selanjutnya bisa lebih baik,” tukas Anggi Setiawan yang berasal dari Palu, Sulawesi Tengah yang berada di posisi klasemen ke-10.

Seri ke-2 untuk kategori AP250 akan digelar kembali pada tanggal 25 hingga 28 April di sirkuit The Bend Motorsport Park, Australia.

Pada bagian lain di kelas Underbone 150 (UB150), dua potensi muda tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), Aldi Satya Mahendra dan Wahyu Nugroho belum berhasil. Keberuntungan belum berpihak. Sebetulnya mereka sudah berada di barisan depan. Itu sejak lap awal hingga lap-lap akhir.

Sayangnya, mereka terhalang oleh pembalap yang jatuh di depannya hingga tidak dapat menghindar dan ikut terjatuh juga. Superkid Aldi Satya yang berusia 13 tahun crash pada lap ke-5 dan tidak dapat melanjutkan balapan. Padahal sedang berada di urutan ke-5.

Action - Wahyu Nugroho, Kelas UB150

Sedangkan Wahyu Nugroho yang notabene berumur 16 tahun terjatuh di tikungan terakhir juga pada lap akhir. Padahal Wahyu yang start dari grid ke-8, mulai lap awal sudah bergabung dalam rombongan depan dan berada di deretan ke-3 sebelum terjatuh.
Kejadian yang dialami Wahyu sama seperti yang di alami dengan Aldi Satya. Ada rider Malaysia yang slide dan terjatuh di depannya dan ia tidak dapat menghindari karena memang dalam kecepatan yang relatif tinggi. Tapi Wahyu dapat kembali bangkit dan finish ke-19. Kondisi ke-2 rider YRI UB150 dalam kondisi ok tidak ada cedera yang serius.

Kondisi ini menjadi bahan evaluasi, sebagai pelajaran serius kedepan bagi Aldi Satya dan Wahyu Nugroho yang merupakan rookie atau pendatang baru ARRC 2019. Mereka harus lebih berhati-hati dan fokus mengontrol lawan. Terutama pada lap-lap akhir.

Aldi Satya Mahendra - UB150 Action

“Seri awal ini menjadi pelajaran bagi saya dalam membaca situasi persaingan yang sangat ketat di kelas ini. 2 race saya mempunyai peluang cukup baik untuk dapat podium. Namun saya belum beruntung. Tapi saya senang sudah bisa fight di rombongan depan dan sempat memimpin dalam 2 race tersebut,” tutur Aldi Satya yang juga adik kandung dari racer WorldSSP300, Galang Hendra Pratama.

“Race ke-2 saya sudah start cukup baik dan fight di rombongan depan. Namun saya tidak beruntung ada rider yang crash di depan saya pada lap akhir di tikungan terakhir. Saya tidak dapat menghindar karena dalam speed yang cukup tinggi. Kedepan, saya akan lebih fokus lagi. Terutama persaingan pada lap-lap akhir yang sangat ketat,” tukas Wahyu Nugroho yang berasal dari Boyolali, Jawa Tengah.

Adapun seri ke-2 untuk kategori UB150 akan digelar kembali pada tanggal 31 Mei hingga 2 Juni di sirkuit Buriram, Thailand. Semangat untuk seri berikutnya, untuk Merah Putih Semakin Di Depan, Yamaha Gasspoll!

RACE 1 ARRC 2019 SEPANG, RIDER INDONESIA DOMINASI PERTARUNGAN GARIS DEPAN

Pertarungan race 1 kelas Asia Production 250 (AP250) gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Sabtu (9 Maret) yang diikuti oleh 22 starter begitu menegangkan. Duet pembalap tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang membesut Yamaha YZF-R25 menunjukan perkembangan yang positif.

Faerozi sukses menembus posisi 5 besar. Bocah Lumajang Jawa Timur usia 17 tahun ini terus fokus sejak lap awal hingga dapat masuk di deretan 5 besar. Sementara dari hasil kualifikasi, Faeroz berada di posisi ke-8.

Faerozi, Kelas AP250
Faerozi, Finish kelima Kelas AP250

“Pada awal start, saya langsung melaju kedepan. Saya masuk di tikungan pertama (R1) dalam racing line yang tepat sambil menjaga RPM mesin hingga dalam momen keluar bisa optimal. Sayangnya di last corner pada lap awal, ada rider yang melaju cepat namun melakukan pengereman mendadak hingga akhirnya posisi saya terkunci. Ini yang membuat 4 rider di depan memiliki jarak. Tetapi, saya terus fokus dan alhamdulillah dapat finish ke-5. Race pertama ini sebagai gambaran untuk persiapan race ke-2, semoga bisa meraih hasil yang lebih baik,” ujar Faeroz.

Kemudian rekan satu tim Faerozi, Anggi Setiawan start dari grid posisi ke-15. Awal start cukup bagus masuk ke barisan tengah. Namun pada tikungan ke-2 saat lap awal, Anggi terhalang oleh dua pembalap yang terjatuh sehingga racing linenya harus melebar dan harus membuka throttle dari awal dan akhirnya berjarak dengan barisan depan. Petarung asal Palu, Sulawesi Tengah ini mampu finish ke-13.

Action - Anggi Setiawan, Kelas AP250
Anggi Setiawan, Finish ke-13 Kelas AP250

“Pada lap awal selepas start, saya sudah baik namun di tikungan ke-2 ada 2 rider yang terjatuh dan saya terbawa untuk keluar dari line. Ini yang membuat posisi saya melorot ke belakang dan lepas dari rombongan depan. Namun saya rasakan motor sudah lebih baik dan hasil race pertama ini akan menjadi gambaran buat race ke-2 besok untuk bisa lebih baik,” tukas Anggi Setiawan.

Pada bagian lain di kategori Underbone 150 (UB150), pembalap belia usia 13 tahun, Aldi Satya Mahendra membuktikan potensinya. Superkid asal Yogyakarta yang mengusung tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) ini terbukti dapat bertarung di barisan depan dan di sesi superpole bisa meraih di posisi ke-3. Aldi satya yang juga adik kandung dari pembalap WorldSSP300 Galang Hendra Pratama sempat berada di posisi ke-2, bahkan sempat pula memimpin jalannya race.

Aldi Satya, Kelas UB150
Aldi Satya, Finish ke-7 Kelas UB150

Namun jelang finish, Aldi Satya dalam posisi terjepit diantara beberapa pembalap Malaysia dan Filipina, ditambah juga terhalang oleh rider Malaysia yang terjatuh di tikungan terakhir sehingga harus melakukan pengereman. Pada akhirnya, Aldi Satya yang membesut Yamaha MX King finish ke-7. Ini adalah pencapaian yang luar biasa dan patut diapresiasi karena ARRC 2019 adalah tahun pertama Aldi Satya berkompetisi di level Internasional.

“Saya melakukan start cukup bagus karena dapat langsung berada di depan. Dalam balapan ini, saya belajar membaca situasi untuk tetap rileks. Mulai dari lap awal sampai akhir, saya dapat berada di rombongan pertama. Tetapi, sayangnya sebelum cornering akhir, keluar dari turn 14 di trek lurus, saya terus dipepet ke arah luar dan kehilangan momen untuk masuk lebih awal di last corner. Juga di depan ada yang mengalami crash dan saya sempat berhenti. Tetapi, Alhamdulillah masih bisa finish di urutan ke-7. Ini pelajaran bagi saya untuk kedepannya dan saya akan coba kembali di race ke-2,” terang Aldi Satya.

Sedangkan rekan satu tim Aldi Satya di YRI, yaitu Wahyu Nugroho mengalami kendala pada motornya saat mau keluar pit-out sehingga harus start dari posisi belakang. Padahal hasil superpole Wahyu bisa berada di posisi ke-8. Pada lap awal, Wahyu Nugroho dapat merangsek di posisi 10 besar. Hasil akhir, Wahyu Nugroho yang berusia 16 tahun finish ke-13.

Action - Wahyu Nugroho, Kelas UB150
Wahyu Nugroho, Finish ke-13 Kelas UB150

“Saya tetap bersyukur masih bisa mengikuti race, saat mau balapan. Motor saya ada kendala pada bagian damper chain. Pada akhirnya saya start di posisi paling terakhir. Padahal hasil superpole saya cukup baik berada di posisi ke-8. Saya tetap senang dengan hasil akhir ini, saya bisa laju ke depan dari posisi ke-35 sampai finish menjadi posisi ke-13. Race 2 akan saya coba lebih baik lagi,” terang Wahyu Nugroho.
Race 2 akan dilaksanakan pada hari Minggu (10 Maret), kelas UB150 akan berlangsung pada pukul 13:10 waktu Sepang, Malaysia dan AP250 pada pukul 13:55.