DAFTAR MOTOR DARI ENAM PABRIKAN YANG AKAN BERTARUNG DI MOTOGP 2019

MotoGP 2019 akan segera dimulai, ada 11 Team dari enam pabrikan motor dunia yang akan meramaikan. Enam manufaktur ini sudah pasti ternama dan memiliki sejarah dan teknologi yang kuat. Berikut daftar motor yang akan tampil di MotoGP musim 2019;

IMG-20190408-WA0035

1. Honda RC213V 2019
Engine: Liquid-cooled, four-stroke, DOHC 4 valve, V-4
Frame: Aluminum twin-tube

FB_IMG_1549267901071

2. Yamaha YZR-M1 2019
Engine: 1000cc Liquid cooled inline four-cylinder with crossplane crankshaft
Frame: Aluminium twin tube Delta Box with multi adjustable steering geometry

MGP19-Team-Launch-Desmosideci-GP-02-Gallery-1920x1080

3. Desmosedici GP19
Engine: Liquid-cooled, 90° V4, four-stroke, evo desmodromic DOHC, four valves per cylinder
Frame: Aluminium alloy evo twin-spar

Suzuki GSX-RR 2019 Light-004

4. Suzuki GSX-RR 1000
Engine: 1000 cc inline four-cylinder with 4 valves per cylinder, water cooled, 4 stroke DOHC
Frame: Twin spar Aluminium frame

Aprilia_RS-GP_2019_6

5. Aprilia RS-GP 2019
Engine: Liquid-cooled, four-stroke, DOHC 4 pneumatic valves, V4
Frame: Aluminium twin-tube frame

2019-ktm-rc16

6. KTM RC16
Engine: 1000 cc – Type 4-cylinder, V configuration
Frame: Main frame Steel tubular trellis

Khusus Ducati, masih ada Team menggunakan GP16, GP17 & GP18. Sedangkan dari ke enam pabrikan hanya satu pabrikan yang tidak menggunakan Aluminium Twin Spar (Delta Box), yaitu KTM. KTM sendiri berprinsip tidak mau merubah Frame-nya denga  alasan tidak mau menghilangkan identitasnya hanya untuk mencari podium.

Kita lihat saja musim ini, motor mana yang paling kompetitif.

Dan motor mana yang paling anda sukai?

 

BEGINILAH SPESIFIKASI MOTOR SEHARGA 7 MILIAR RUPIAH, RC213V-S

Setelah kemarin melihat lebih dekat motor seharga 7 miliar ini, mungkin masih banyak yang penasaran spesifikasi Replika MotoGP ini. Penasaran dengan kepantasan harga jual terhadap Parts, Material serta Technology yang digunakan pada RC213V-S tersebut.

Body Work

Sebelum menelaah lebih jauh tentang spesifikasi motor Honda ini, mungkin kita refresh sejenak tentang makna dari tipe RC213V.

RC adalah Prefix milik Honda yang menandakan motor balap atau Racing dengan tipe mesin 4-tak atau 4-Stroke.

213 adalah hasil karya/kerja ketiga pada abad ke 21.

V adalah jenis mesin dengan konfigurasi silinder berbentuk V .

Head Lamp

Berikut spesifikasi lengkap Honda RC213V-S yang dihimpun dari berbagai sumber:

Models RC213V-S RC213V-S With Kit
ENGINE
Engine type 90° V-4, DOHC, 4 Stroke, 4-Valve 90° V-4, DOHC, 4 Stroke, 4-Valve
Displacement 1000 CC 1000 CC
Bore x Stroke 81 x 48.5 mm 81 x 48.5 mm
Power Max 117 kW / 159 HP @ 11,000 RPM 158 kW / 215 HP @ 13,000 RPM
Torque Max 102 Nm / 10.4 Kgf-m / 75.2 ft.lb @ 10,500 RPM 118 Nm / 12.1 Kgf-m / 87.0 ft.lb @ 10,500 RPM
Compression ratio 13.0 : 1 13.0 : 1
Starter/battery Electric Electric
Transmission 6-Speed, Constant Mesh 6-Speed, Constant Mesh
Fuels system PGM-FI PGM-FI
Lubrication Wet Lubrication Wet Lubrication
Primary drive 1.933:1 1.933:1
Final drive 2.471 2.353 – 2.933
Cooling Liquid Cooled Liquid Cooled
Clutch Dry, Multi-plate, Coil Spring Dry, Multi-plate, Coil Spring
Ignition Battery Ignition, Full Transistor Battery Ignition, Full Transistor
CHASSIS
Frame Alumunium Twin Spar Alumunium Twin Spar
Subframe Alumunium Alloy Alumunium Alloy
Handlebar Race Oriented Mounted Wing Mirrors Race Oriented
Front suspension Öhlins TTX25 Gas-Charged Inverted Fork Öhlins TTX25 Gas-Charged Inverted Fork
Rear suspension Öhlins TTX36 Rear Shock With a Special Remote Preload Adjuster Öhlins TTX36 Rear Shock With a Special Remote Preload Adjuster
Front brake Brembo Pair of Radial-Mount Four-Piston Brembo Pair of Radial-Mount Four-Piston
Pair of 320 mm disk Pair of 320 mm disk
Carbon Disk Carbon Disk
With ABS With ABS
Rear brake Brembo Single-Piston Floating Caliper Brembo Single-Piston Floating Caliper
230 mm Disk 230 mm Disk
Steel Disk Carbon Disk
With ABS With ABS
Wheels front/rear Magnesium Alloy 17 inch Magnesium Alloy 17 inch
Tires front/rear Bridgestone Battlax RS10 120/70 – 190/55 Bridgestone Battlax RS10 120/70 – 190/55
Exhaust Twin Exhaust With One Underseat & One Stubby Side Pipe Twin Exhaust With One Underseat & One Stubby Side Pipe
Trail 105 mm 105 mm
Wheel base 1465 mm 1465 mm
Ground clearance 120 mm 120 mm
Seat height 830 mm 830 mm
Tank capacity 16.3 L 16.3 L
Dry weight 170 Kg 160 Kg
FEATURES
Odometer Digital Instrument Panel Digital Instrument Panel
Digital Revs Counter Digital Revs Counter
Rider Controlled Engine Mode Rider Controlled Engine Mode
Traction Setting Traction Setting
Hand Levers Flick Up GP-Style Flick Up GP-Style
Foot Levers Tilt Foot Rest & Lever With Adjustable Position Tilt Foot Rest & Lever With Adjustable Position
Seat Unit Single Seat Single Seat
Body Work Carbon Fibre With Reinforce Plastic With MotGP Cloth Carbon Fibre With Reinforce Plastic With MotoGP Cloth
Throttle Throttle By Wire Throttle By Wire
STREET LEGAL FEATURES
Lampu Depan dan Belakang serta Lampu Sen
Undertail Dengan Penyangga Plat Nomor Registrasi
Tombol Starter dan Klakson
Tombol Mode
Rear Hugger
Spion

Mod3

MELIHAT HONDA RC213V LEBIH DEKAT

Body Work

Jika anda pecinta motor atau pecinta dunia balap MotoGP, pasti sudah tidak asing mendengar Honda RC213V. Jika anda tidak tahu tentang motor ini, anda kelewatan atau kurang gaul. Ini adalah motor nomor wahid dari Honda. Yup… Betul… Motor inilah yang dipakai untuk menjadi kendaraan Marc Marquez dan Dani Pedrosa mengarungi balap motor nomor wahid sedunia itu.

Head Lamp

Motor yang dibanderol USD 184.000 dijual di Amerika atau konon katanya akan dijual di Indonesia sekitar 7 Miliar Rupiah. Wow… Sebuah harga yang Fantastis untuk sebuah motor. Demi memuaskan para pecinta MotoGP khususnya pecinta Honda, pabrikan Jepang ini rela menjual lepas Technology hulunya dalam sebuah mahakarya bernama RC213V-S atau versi jalanannya (Street Legal). Motor ini bukan sebuah SuperBike berbaju MotoGP, tapi sebuah paket MotoGP total yang nyata yang bisa anda miliki.

Steering

Motor dibuat di Bengkel Eksklusive yang berada di pabrik Kumamoto. Dengan mesin berkubikasi 1000 sentimeter kubik dengan 90 derajat V-4 dan dengan 360 Crank & Gear Driven Cams. Yang menghasilkan 159 HP pada 11.000 RPM keadaan standard dan jika dengan Racing Kit bisa sampai 220 HP pada 13.000 RPM.

Throttle

Motor inipun dilengkapi Parts Racing yang High End Class seperti Ohlins pada suspensi, Brembo pada rem, Marchesini pada Velg dan lain-lain. Dengan Alumunium alloy pada Frame dan Swing Arm yang sangat ringan, di dandani dengan Karbon Fiber pada Body-nya. Hal ini yang menjamin motor ini sangat nikmat untuk dikendarai. Benar-benar sebuah Replika Sejati dari MotoGP. Untuk lebih jauhnya bisa lihat sendiri bagaimana kehebatan motor ini dari dekat. Sekedar informasi, motor ini dipamerkan waktu di GIIAS, dan mungkin hampir semua orang tidak menyadari betapa mahalnya motor ini. Tidak menutup kemungkinan bahwa RC213V-S ini yang menjadi kendaraan motor termahal di pameran tersebut.

Undertail

Fuel Tank

Flick Up

Slipper Clutch

Head Lights

Onlins InvertedFront Wheel

Exhaust n HuggerDisc n Tire

Rear ShockRear Ohlins

Magnesium Alloy

Gear LeverBrake Lever

Front Brake HoseDouble Brake Hose

 

 

 

INILAH BEBERAPA PERBEDAAN KTM DUKE 200 & RC 200

Motor eropa saat ini memang menyihir pecinta otomotif Indonesia. KTM saat ini menjadi Trending Topic di media sosial dan media online dunia otomotif Indonesia. Apalagi saat KTM mengeluarkan type 200 CC-nya baik varian Duke atau RC langsung banyak diminati dan dibeli oleh masyarakat Indonesia.

Dengan harga yang relatif jauh berbeda dengan varian 250 CC-nya membuat motor ini menjadi pilihan utama buat para peminat motor sport ber-CC kecil. Apa saja perbedaan KTM Duke 200 dan RC 200 dari type saudara tuanya? Berikut ini daftar perbedaan utama dari motor tersebut yang bukan dilihat dari ukuran mesinnya.

Cover Edge
Pada Duke dan RC 200 ada penambahan Cover pada ujung pipa Shock Absorber, hal ini tidak ada pada Duke atau RC 250
Cover Shaft
Pada type 200 CC ini juga menggunakan Cover Shaft Monoshock, sedangkan type 250 CC tidak
Fan
Pada type 200 CC keluaran 2016 ini ukuran Fan sudah di upgrade lebih besar dari keluaran tahun sebelumnya. Ukuran Fan ini yang menjadi penjamin mesin tidak akan Over Heat
Fitting
Pada type 200 CC juga sudah menggunakan tipe selang rem dengan Assembly Brake Hose. Dengan penggunaan Adapted Fitting Connection yang membuat selang rem langsung seirama dengan gerakan Fork, sehingga selang rem tidak bergesekan atau menjadi penghambat kontrol manuver. Dan yang pasti type ini seperti motor sport ber-CC besar, dan pada type 250 CC tidak menggunakan type Hose ini
Front Brake
Sayangnya tipe 200 CC tidak menggunakan ABS Brake System, kalah dengan type 250 CC. Wajar jika type 200 CC tidak menggunakan ABS, dari harga saja sudah bisa ditebak alias Down Grade. Tapi tidak perlu kuatir, tempat untuk memasang Ring dan Sensor-nya tidak dihilangkan alias sudah tersedia. Jika konsumen ini pasang ABS tinggal langsung PNP.

Rear Brake

Tire
Yang ini juga menjadi bagian Cost Reduction dari type 250 CC. Ukuran ban dan Velg yang digunakan memang masih sama dengan si kakak. Hanya saja untuk merk dan type ban kalah kelas dengan si saudara tua. Untuk si kakak menggunakan Premium Tire sedangkan di 200 cc ini menggunakan tipe dan merk ban standar, tapi tetap mumpuni koq

Itulah beberapa perbedaan KTM Duke 200 dan RC 200 yang saya amati dan saya bandingkan langsung. Jika masih ada perbedaan silahkan di share supaya bisa kita jadi wawasan bersama dan membantu para konsumen untuk memutuskan pilihan. Tidak seperti membeli kucing dalam karung. Dan harus selalu di ingat, “The War Is Begin”, yang membuat harga semakin kompetitif dan yang pasti menguntungkan konsumen.

LORENZO KENAL BAIK MUGELLO

Mugello Circuit

Mugello, GP D’Italia ini memang selalu fenomenal setiap tahunnya. Ada prestise tersendiri bagi pemenang seri ini. Khususnya bagi para seteru Valentino Rossi, kemenangan di Mugello sangat membanggakan karena bisa menang di sirkuit yang di anggap sebagai rumah VR46. Hal tersebut bisa dilihat dari menguningnya tribun penonton yang disebabkan oleh para fanatik VR46. Namun Race kali ini lagi-lagi menjadi nasib sial bagi VR46. Sempat di prediksi akan naik podium setelah puasa selama tujuh tahun, namun semua itu batal karena Engine Blown yang memaksa VR46 harus menepi.

Rossi engine Blown

Balapan sempat menjadi lesu karena VR46 keluar lintasan, namun menjadi menarik ketika Marq Marquez memperlihatkan skill beraninya. Dengan memamerkan gaya balap Rear Wheel Slide saat keluar masuk tikungan ditambah saat membalas over taking Lorenzo di dua tikungan terakhir dengan memaksa masuk dan dengan lead braking yang sangat berani membuat JL99 mengendurkan gasnya untuk mencari celah yang lebih baik dan bisa menyalib MM93. Hal tersebut terbukti manjur dengan menjadi JL99 finish paling depan. Hanya berbeda 0.019 detik lebih cepat dari MM93 atau sekitar 1660 mm didepan MM93.

Lorenzo Gap IC

Hal tersebut langsung menjadi perbincangan banyak orang di dunia, kenapa JL99 tiba-tiba bisa menyodok dari belakang, dan bagaimana mampu M1 tiba-tiba punya akselerasi seperti itu melihat MM93 bisa mendekati JL99 di lap-lap terakhir. Jawabannya adalah MM93 melakukan kesalahan pada saat tikungan terakhir. Lihat dari Top Speed Record YZR-M1 JL99 hanya menembus 336 km/h sedangkan RC-213V MM93 bisa menembus 346 km/h. Sepintas RC-213V lebih superior 10 km/h dari YZR-M1, namun penilaiannya bukan disitu.
image

Pemilihan akselerasi ataupun Top speed sesuai karakter pembalapnya, dan JL99 memilih akselerasi menjadi prioritas untuk sirkuit mugello. Terlihat saat Battle di trek panjang di depan garis finish JL99 selalu menjauh dari MM93 atau VR46 saat lap awal. Disini dapat kita lihat JL99 memang memilih settingan akselerasi lebih utama khususnya untuk jarak 570 meter atau setengah dari total panjang trek lurus tersebut yang mempunyai panjang 1141 meter (Karena garis finish berada di tengah). Dan kesalahan penting dilakukan oleh MM99 saat habis meng-over-take JL99 dengan kasar membuatnya kurang fokus saat mengatur perpindahan gigi. Sedangkan JL99 mendapatkan keuntungan, saat itu JL99 terlihat langsung menurunkan kecepatan termasuk menurunkan gigi dan mulai mengatur tempo dan nafas motor dengan mengikuti MM93 dengan baik. Saat memasuki tikungan terakhir terlihat kedua pembalap tersebut menurunkan percepatan dan melakukan lean corner dengan baik, namun saat memasuki garis finish tidak terlihat MM93 menaikan gigi motornya atau mungkin sudah dilakukan saat cornering. MM93 hanya terlihat mengambil line kanan yang menempel dengan barier, line tersebut merupakan line kesukaan setiap pembalap dikarenakan tiupan angin lebih rendah dari sisi lainnya, hal tersebut seakan membuka jalan untuk JL99. Sebaliknya bisa dilihat dari video berikut JL99 melakukan gear shifting saat mendekati garis finish yang membuat akselerasi M1 keluar dan melewati MM93. Hal ini membuktikan bahwa Lorenzo kenal baik dengan sirkuit Mugello.

Mugello Result