RESMI, DUA RIDER INI NAIK KE KELAS MOTOGP 2020

Pertarungan MotoGP 2019 memang belum habis, masih ada satu seri lagi di akhir pekan ini. Dan musim 2020 juga baru akan dimulai delapan maret tahun depan. Namun Test pra musim akan dimulai kurang dari dua minggu lagi atau tepatnya dua hari setelah seri Valencia.

Maka dari itu dua nama telah mencuat ke publik yang melakukan lompatan ke seri MotoGP, dua nama tersebut adalah Brad Binder & Iker Lecuona. Kedua nama ini memang mengejutkan, walau Brad Binder akhir-akhir ini sudah diprediksi bakalan naik kelas. Namun bukan di kelas Pabrikan, hal ini terjadi karena Zarco yang dilepas kontraknya oleh KTM. Kedua Rider ini sama-sama dapat kontrak satu tahun saja, mungkin sebagai percobaan.

34329696_1218812608255438_823224396033294336_n
Brad Binder akan bersama KTM Factory

Lucunya, juara dunia Moto2 tidak ada yang tertarik menariknya naik kelas. Alex Marquez bertahan dikelas Moto2 dengan perpanjangan kontrak satu tahun lagi bersama Marc. VDS.

Brad Binder adalah Rider dari Team Red Bull KTM Moto2 sendiri, jadi wajar jika dirinya diproyeksikan untuk menunggangi RC16. Di Moto2 sendiri, Binder sebagai Runner Up yang harus mengubur mimpi juara dunia di Sepang.

Sedangkan Iker Lecuona sendiri masih Rider dari KTM juga dengan Team American Racing. Di klasemen, Iker merupakan Rider papan tengah. Rider ini dianggap mendapatkan keistimewaan atau akselerasi untuk naik ke MotoGP. Lagi-lagi, faktor pembalap dari motor KTM sendiri menjadi prioritas.

IMG_20191112_215239
Iker Lecuona bersama KTM Tech3 di MotoGP 2020

Iker menggantikan Hafids Syahrin di Team Tech3 yang habis kontrak akhir musim ini. Dan beruntungnya lagi, faktor cedera Miguel Oliviera menguntungkan Iker. Iker akan mendapatkan pengalaman lebih awal, karena akan menggantikan Miguel di seri penutup Valencia akhir pekan ini.

 

ANDI GILANG RESMI TAMPIL DI MOTO2 MUSIM 2020

Andi Gilang akan mewujudkan mimpinya, yang juga merupakan salah satu mimpi Astra Honda Motor, pada 2020 ketika mewakili Indonesia pada persaingan MotoGP World Championship sebagai pebalap penuh kelas Moto2 bersama Idemitsu Honda Team Asia. Langkah besar bersaing di level Grand Prix bagi Andi merupakan puncak dari proyek pembinaan pebalap muda yang dikembangkan Astra Honda Motor, yang dimulai dari Astra Honda Racing School, dan telah membawa Andi bersaing di Asia Talent Cup, Asia Road Racing Championship, dan FIM CEV.

2019_FIMCEV_ALBACETE_MOTO 2_EGC__EGC0911

Lulus dari Astra Honda Racing School, Andi Gilang menjadi pebalap Astra Honda Racing Team kedua yang mencatat prestasi ini, mengikuti Dimas Ekky Pratama yang sudah turun pada musim ini. Proses dan performa Andi musim ini di Moto2 European Championship FIM CEV, begitu juga dengan penampilan impresifnya pada GP San Marino ketika menggantikan Dimas Ekky Pratama yang cedera, merupakan faktor kunci yang mengantarnya ke persaingan Moto2 World Championship.

Akhir pekan ini, Andi Gilang akan turun pada putaran terakhir FIM CEV di Ricardo Tormo Circuit, Valencia. Ini akan menjadi penutup musim yang emosional karena Andi dan rekan satu timnya akan balapan sebagai penghormatan untuk rekan mereka, Afridza Munandar, yang meninggal dunia akhir pekan lalu akibat kecelakaan saat balapan di Sepang International Circuit.

ALEX MARQUEZ JADIKAN 2019 MENJADI MARQUEZ’S YEAR MOTOGP

Alex Marquez menutup seri Sepang dengan Podium dua. Dengan hasil ini membuat adik dari Marc Marquez ini meraih total poin 262 poin, yang sudah tidak terkejar oleh Brad Binder yang baru mengumpulkan 234 poin.

Juara dunia ini menjadikan juara dunia kedua Alex Marquez sejak menjadi juara dunia Moto2 di tahun 2014. Meski menjadi juara dunia Moto2, Alex tidak naik ke kelas MotoGP, hal ini dikarenakan Alex telah memperpanjang kontrak dengan Marc VDS.

ALex Marquez Champions

Alex sendiri pernah diisukan atau dilirik oleh KTM untuk menjadi Ridernya di 2020. Bisa jadi Alex tidak tertarik dengan KTM karena takut karirnya terpendam seperti Rider Top lainnya. Dan Marc VDS sendiri juga mengambil keuntungan besar dari kontrak Alex Marquez. Jika ada yang berani memboyongnya, Marc VDS dapat uang transfer lebih besar. Namun jika tetap bersama Marc VDS, sponsor semakin banyak datang karena status juara dunia dan mengalir darah sang juara dalam diri Alex.

Namun tidak ada yang tidak mungkin, karena Honda sendiri sudah tidak menginginkan Lorenzo lagi. Sangat bisa terjadi, Honda memboyongnya di detik-detik terakhir. Duet Abang Adik adalah daya jual yang tinggi serta sangat menarik untuk disimak.

Marquez Champions

Namun satu hal yang perlu diingat, Alex Marquez menjadikan tahun ini sebagai tahun MotoGP-nya keluarga Marquez. Dimana Marc Marquez sudah lebih dulu menjadi juara dunia, dan saat ini Alex melengkapinya. Hal ini baru terjadi di dunia balap dunia.

DAFTAR 30 RIDERS MOTO2 2020

Berikut daftar 30 Riders Moto2 yang akan berlaga di tahun 2020:

TEAM

BIKE

RIDER

FlexBox HP 40 Kalex Lorenzo Baldassarri
Augusto Fernandez
Speed Up Racing Speed Up Jorge Navarro
Fabio di Giannantonio
Red Bull KTM Ajo Speed Up Tetsuta Nagashima
Jorge Martin
ONEXOX TKKR SAG Team Kalex Remy Gardner
Kasma Daniel*
NTS RW Racing GP NTS Jesko Raffin
Bo Bendsneyder
Italtrans Racing Team Kalex Lorenzo dalla Porta*
Enea Bastianini
EG 0,0 Marc VDS Kalex Alex Marquez
Sam Lowes
Petronas Sprinta Racing Kalex Jake Dixon
Xavi Vierge
American Racing Kalex Joe Roberts
Marcos Ramirez*
Liqui Moly Intact GP Kalex Thomas Luthi
Marcel Schrotter
Angel Nieto Team Speed Up Aron Canet*
Hafizh Syahrin
Federal Oil Gresini Kalex Nicolo Bulega
Edgar Pons
SKY Racing Team VR46 Kalex Luca Marini
Marco Bezzecchi
Idemitsu Honda Team Asia Kalex Andi Farid Izdihar*
Somkiat Chantra
MV Agusta Temporary Forward MV Agusta Simone Corsi
Stefano Manzi

 

 

* Moto2 Rookie

GERRY SALIM BEBERKAN TARGET DAN AMBISINYA DI TAHUN INI

Gerry Salim menjalani tantangan berat pada paruh pertama musim keduanya di persaingan FIM CEV, beradaptasi di kelas Moto2 European Championship dan rutin finis 12 besar saat berhasil menyelesaikan balapan. Satu-satunya kemundurannya adalah cedera yang diderita ketika terjatuh saat menghindari pebalap lain yang jatuh di depannya. Kini, setelah pulih dari cedera patah tulang selangka, Gerry punya rencana ambisius saat menjalani sisa balapan musim ini, yaitu bisa bersaing dengan para pebalap tercepat di kelasnya, dan menargetkan selalu naik podium.

Bagaimana evaluasimu dari setengah musim FIM CEV 2019?
“Ini merupakan musim perdana saya memacu motor Moto2 dan paruh pertama berjalan baik, tetapi saya pikir saya kurang sering bersaing dengan para pebalap tercepat. Dan ini sesuatu yang ingin kami perbaiki. Saya harus melatih mental dengan keras agar bisa melakukannya pada paruh kedua musim ini.”

2019_FIMCEV_2019_MONTMELO_M2_AMB_ACB-22

Bagaimana proses adaptasimu di kelas Moto2?
“Adaptasi dengan motor Moto2 sangat menantang buat saya. Saya akan terus berusaha yang terbaik agar bisa beradaptasi 100 persen, tetapi saya belum bisa melakukannya secara kontinu.”

Apa saja perbedaan membalap dengan motor Moto3 dan Moto2?
“Di kelas Moto3 tahun lalu sangat sulit untuk beradaptasi karena posisi mesin, sehingga saya tidak bisa merasa nyaman. Namun, ketika menggantikan Ai Ogura di Moto3 Italia, saya bisa mendapatkan posisi yang nyaman dan memacu motor dengan maksimal. Di kelas Moto2, saya mendapatkan feeling yang bagus, tetapi masih belum bisa konsisten.”

Apakah bagian yang paling sulit saat bersaing di Moto2 European Championship?
“Mungkin para pebalap pesaing. Level persaingannya sangat tinggi dan mereka sangat agresif, selalu ingin menyalip di setiap tikungan.”

Apa poin paling positif pada musim ini?
“Saya bisa meraih poin di hampir setiap balapan, tetapi ini bukanlah target saya. Target saya adalah harus bisa bersaing di depan dan meraih podium.”

2019_FIMCEV_2019_MONTMELO_M2_AMB_ACB-112

“Saya ingin meningkatkan kemampuan balap saya, fisik, dan mental saya untuk bersaing demi menjadi juara di kelas Moto2.”

Bagian mana yang ingin kamu tingkatkan pada paruh kedua musim ini?
“Tentu saja saya ingin meningkatkan kemampuan balap saya, fisik, dan juga mental untuk bersaing demi menjadi juara di kelas Moto2.”

Apa yang kamu rasakan ketika menjalani debut Moto3 World Championship di Mugello?
“Saya sangat senang menjalani debut World Championship di Mugello, tetapi saya juga sedikit tegang karena itu adalah kali pertama saya. Tetapi, saya terus menjaga konsentrasi sehingga bisa meraih hasil bagus.”

Bagaimana rasanya membalap di World Championship? Apa yang kamu rasakan dan pelajari?

“Balapan di World Championship sudah pasti sangat sulit, dan saya harus melatih mental saya agar bisa bersaing dengan para pebalap terbaik. Saya belajar banyak dari membalap bersama mereka. Mereka sangat cepat beradaptasi dengan lintasan dan bisa konsisten.”

Apa targetmu pada paruh kedua musim FIM CEV 2019?
“Target saya adalah meraih hasil bagus untuk Astra Honda Racing Team, dan saya harus bisa bersaing lagi dengan para pebalap tercepat.”

Bagaimana proses pemulihan tulang selangkamu? Apakah kamu sudah 100 persen fit?
“Kondisinya sudah membaik. Dua minggu setelah operasi saya mulai berlatih kembali dengan naik sepeda, dan pada minggu ketiga saya sudah mulai berlatih dengan motor.”

Apakah kamu sempat berlibur? Kamu pergi ke mana?
“Saya kembali ke Indonesia, tetapi tidak untuk berlibur. Saya memilih menjalani pemulihan di rumah dan menghabiskan waktu bersama keluarga.”

FEDERAL OIL AJAK SAM LOWES KELILING JAKARTA BARENG KOMUNITAS

Federal Oil memboyong Sam Lowes untuk menyapa Fans-nya di Jakarta. Bersama rekan-rekan komunitas Bikers, Sam Lowes Riding bareng keliling Jakarta.

20190720_085128
Sam Lowes

City Touring pada Sabtu pagi tadi, Lowes Riding ditemani lebih dari 50 Bikers dari berbagai komunitas, Brand dan jenis motor. Lowes Riding ke titik pertama, yaitu sebuah bengkel Federal Oil di daerah Palmerah dan melakukan penggantian oli Federal.

20190720_091712
Sam Lowes saat menyambangi bengkel dan melakukan penggantian oli

Setelah itu rombongan melanjutkan perjalanan ke Monas. Di Monas, Sam Lowes menyapa hangat Bikers dan penggemarnya sekaligus berfoto di Monumen Kebanggan Indonesia tersebut. Di monas ini Lowes juga sempat melakukan aksi Burn Out, sehingga membuat suasana semakin bergairah.

20190720_100546
Sam Lowes saat berfoto setelah melakukan aksi Burn Out.

Dari Monas Lowes dan para Bikers melanjutkan ke titik ketiga, sebuah bengkel Federal Oil di daerah Pasar Minggu. Disini Lowes menyapa para rekanan dan mekanik dari Federal Oil.

20190720_104850
Sam Lowes saat menyapa hangat dan berfoto bersama para

Kemudian Rider Moto2 tersebut kembali ke Motovillage Kemang untuk Meet & Greet bersama Fans, Media dan Bikers. Disini Lowes mengungkapkan beberapa hal baru terkait regulasi dan sistem pada Moto2.

20190720_143431
Sam Lowes melakukan Meet & Greet bersama pembalap Indonesia, Rafid Topan

Di Motovillage sendiri rangkaian acara Lowes Goes To Jakarta sangat meriah dan di banjiri hadiah. Grand Prize utama pada acara ini adalah nonton MotoGP Sepang.

20190720_142702
Sam Lowes memberikan Merchandise kepada Fans

Satu hal yang dapat dipelajari dari Sam Lowes, dirinya begitu ramah dan rendah hati. Penuh keseruan dan sangat bersahabat, dia tidak merasa sepert seorang bintang dari sebuah ajang balap besar.

BEDAH TUNTAS KONSTRUKSI HELM FULL FACE

Helm adalah sebuah kebutuhan yang paling penting dalam berkendara. Helm merupakan pelindung kepala dan merupakan faktor paling vital bagi keselamatan si pengendara. Namun saat ini Helm tidak hanya sebagai alat pelindung, tetapi juga sebagai Fashion dan Lifestyle bagi pengendara.

Banyak orang yang menggelontorkan uang banyak demi mendapatkan Helm yang disukainya. Para pecinta Helm tersebut biasa disebut Helmet Lovers, dan saat ini sudah banyak komunitasnya di seluruh dunia. Para pecinta Helm ini biasa mengoleksi Helm jenis Full Face, dengan motif khusus atau Livery.

Out Shell Front View

Walau corak atau motif menjadi faktor pilihan dalam membeli helm, namun faktor konstruksi utama sebagai pelindung kepala mutlak harus dimiliki helm tersebut. Tapi apakah anda sudah tahu konstruksi seperti apa di Helm Full Face yang sudah standar untuk melindungi kepala anda. Berikut saya coba membongkar konstruksi dari sebuah Helm RSV FF Zero dengan Livery Gresini.

Out Sheel Inner View

Berikut konstruksi Helm RSV Gresini FF Zero:

1. Out SHell

Shell atau cangkang atau kulit luar Helm ini terbuat dari Thermoplast yang memiliki kekuatan sangat tinggi namun tetap ringan bagi kepala anda.

2. Vent

Vent atau sistem alir udara pada Helm ini sudah lengkap. Vent pada RSV FF Zero ada pada bagian dahi, mulut, pipi dan kepala bagian belakang. Sistem Vent pada bagian dahi sudah terintegrasi pada pelindung Styrofoam/EPS (Impact Absorbent) sehingga kepala tetap adem saat berkendara. Vent dibagian mulut juga sudah baik, sehingga pengendara tetap bisa bernafas dengan baik dalam keadaan apapun.

This slideshow requires JavaScript.

3. Liner

Pada bagian Liner ini terdiri dari beberapa bagian atau struktur yang berfungsi sebagi bantalan pelindung untuk melembutkan benturan yang diterima. Liner ini juga membuat kita merasa nyaman saat memakai Helm tersebut. Liner pada RSV FF Zero ini terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

  • Comfort Liner
  • Chin Liner
  • Cheek Liner
  • Ear Liner
  • Breath Liner

4. Impact Absorbent 

Bagian ini merupakan peredam benturan utama dari Shell luar menuju kepala. Bahan dari Liner ini biasanya sejenis Styrofoam atau  Expanded Polystyrene (EPS). Bahan ini sangat baik menyerap benturan dan tidak menimbulkan efek keras pada kepala.

This slideshow requires JavaScript.

5. Chinstrap

Chinstrap adalah tali pengikat Helm pada dagu, supaya Helm tidak lepas terhempas karena angin atau pun saat benturan. Chinstrap sendiri disesuaikan dengan kebutuhan, baik kebutuhan harian yang praktis maupun kebutuhan untuk kecepatan tinggi. Kekuatan Chinstrap sendiri ada pada beberapa bagian, yaitu pada pangkal pengikat (Rivet), tali pengikat (Strap) dan sistem pengunci (Strap Lock).

6. Strap Lock

Strap Lock sendiri terbagi pada beberapa sistem, yaitu:

  • Double-D Ring. Tipe ini seperti yang ada pada RSV FF Zero, sistem pengunci seperti ini sangat cocok untuk pengguna Helm dengan kecepatan tinggi.
  • Microlock. Tipe ini biasanya untuk Helm harian kelas menengah ke atas. Selain praktis dan Quick Release, tipe ini bisa secara langsung mengatur kencang atau tidaknya tali pengikat.
  • Buckle. Tipe pengunci ini adalah sistem pengunci tali helm untuk kelas Entry Level namun sudah sesuai standar keamanan Helm harian. Tipe ini juga Quick Release dengan sekali menekan tuas pengikat untuk melepaskan kunci pengikat.
Chinstrap On Out Shell Position

7. Visor

Visor adalah kaca Helm atau pengaman muka tembus pandang dari angin dan benda yang berterbangan lainnya. Visor sendiri ada beberapa jenis sesuai kebutuhan helm tersebut. Jenis Visor tersebut adalah;

  • Visor umum (Cembung)
  • Visor datar (Flat)
  • Visor anti embun (Anti Fog)
  • Plastik lapisan pelindung (Tear-Off)
  • Panel pemasang Plastik pelapis (Tear-Off Post)
Clear Visor

Jenis warna Visor sendiri ada beberapa macam, yaitu:

  • Dark Visor
  • Clear Visor
  • Smoke Visor
  • Rainbow Visor
  • Mirrored Visor
  • Gold Visor
  • Titanium Visor
  • Iridium Visor
  • Tinted Visor

8. Ratchet Side Pivot

Bagian ini adalah pegangan kaca Helm atau Visor. Dimana Ratchet ini berfungsi untuk memegang Visor dari kedua sisi Helm dan dapat mengatur tinggi rendahnya Visor itu terbuaka. Jenis Ratchet sendiri ada dua macam, yaitu Fast Removing dan Bolt Knob.

Ratchet Side Pivot, Fast Removing Model

Dari hasil bedah helm RSV FF Zero ini dapat disimpulkan bahwa Helm ini sangat proporsiaonal dan sudah sesuai Standar keamanan Helm. Konstruksi dari Helm RSV FF Zero ini sudah lengkap dan setiap kebutuhan pelindung ada pada struktur konstruksi. Walau Helm ini cuma seharga di sekitar angka satu juta Rupiah, namun Helm ini sudah masuk dalam Helm untuk berkendara dengan kecepatan tinggi atau bisa dipakai balap. Helm ini juga sangat mudah dibongkar pasang, sehingga mudah untuk melakukan perawatan atau pembersihan. Tidak percaya? Silahkan bongkar Helm RSV anda atau bongkar Helm lain dan bandingkan konstruksinya.

FEDERASI BALAP ITALIA RESMI TARIK IJIN BALAP ROMANO FENATI

Semakin malang saja nasib Romano Fenati, setelah kedua Team-nya membuang dirinya, Rider 22 tahun ini kembali mendapatkan hukuman.  Hukuman kali ini datang dari Federazione Motociclistica Italiana atau Federasi Sepeda Motor Itali, yaitu dengan menarik Surat Ijin Balap Romano Fenati dan menangguhkan Rider tersebut dari semua ajang kegiatan olahraga.

Berita acara penarikan Race Lisence Romano Fenati

Fenati yang dihukum karena dengan sengaja menarik tuas rem Stefano Manzi disaat Race di Misano juga diminta kedatangannya di hadapan sidang disiplin FMI pada jumat nanti, 14 September 2018. Saat ini dipastikan bahwa Fenati sudah tidak boleh melakukan kegiatan balap sampai ada keputusan dari hasil sidang disiplin FMI. Apakah ada pertimbangan yang dapat meringankan Fenati dari hasil sidang nanti.

Fenati sendiri sudah menyatakan untuk kembali fokus ke studi-nya, dirinya akan menyelesaikan sekolahnya dulu terkait dirinya tidak bisa mengikuti segala ajang balap lagi. Fenati juga masih berharap bisa melanjutkan hobby-nya kembali dalam beberapa tahun di depan.

Lihat surat resmi penarikan Race Lisence Romano Fenati

EFEK AKSI BRUTAL KEMARIN, ROMANO FENATI DI BUANG OLEH DUA TEAM-NYA

Sungguh malang nasib pembalap Moto2 asal Italia ini, setelah tindakan tidak spotif-nya di seri Misano kemarin, Romano Fenati akhirnya mendapatkan hukuman dari Team-nya. Marinelli Snipers, selaku Team Fenati saat ini menghukumnya dengan mengakhiri kontraknya mulai saat ini.

Pelanggaran dengan menarik tuas rem Stefano Manzi saat seri Misano dianggap sebagai pelanggaran keras dan sangat membahayakan pembalap lainnya. Hal ini sangat merugikan Team, sehingga Marinelli Snipers menegaskan bahwa Romano Fenati melakukan aksi berbahaya bagi orang lain, merusak citra ajang balap dan Team serta tidak produkti bagi Team. Karena hal itu, kerjasama atau kontrak dengan Fenati harus diakhiri oleh Marinelli Snipers.

Tidak sampai disitu, nasib pembalap 22 tahun ini semakin kacau, masa depan Rider sempat menjadi Runner-up Moto3 tahun lalu ini akan hilang. Team yang akan mengontrak dirinya ditahun 2019, MV Agusta, membatalkan kontrak dengan Fenati. MV Agusta menyebutkan bahwa aksi Fenati sangat membahayakan pembalap lain serta merusak citra, dan permintaan maaf saja tidak bisa menyelesaikan hal ini.

Dengan demikian, maka karir balap Romano Fenati akan berantakan. Rider yang sedang naik daun ini melakukan hal yang ceroboh dan sangat fatal. Podium 3 kelas MotoGP seri Misano kemarin, Cal Crutchlow, mengecam Fenati sangat keras. Bahkan Rider 33 tahun ini menyampaikan bahwa Fenati tidak boleh mengikut ajang balapan lagi.

MV Agusta siap kembali turun di Moto2

DUEL KOTOR, DUA RIDER MOTO2 TERKENA PENALTY

Duel panas terjadi di kasta kedua ajang balap dunia. Di kelas Moto2, duel antara rekan senegara terjadi sengit dan kotor. Duel tersebut dilakoni oleh dua Italiano, Romano Fenati dan Stefano Manzi yang mengakibatkan keduanya mendapatkan Penalty.

Romano Fenati yang melakukan penekanan rem depan kepada Stefano Manzi langsung dikenakan Black Flag oleh Race Direction. Pelanggaran ini cukup fatal dan sangat berbahaya, sehingga Fenati dikenakan Penalty dua seri ke depan. Pelanggaran ini bukan untuk Team, sehingga Marinelli Rivacold Snipers Team boleh menggunakan Rider pengganti.

Ternyata Penalty bukan untuk Fenati saja, sang korban Stefano Manzi juga mendapatkan Penalty. Hal ini diketahui akibat insiden yang dilakukan Manzi kepada Fenati di Turn 4 sebelumnya. Penalty tersebut berupa penurunan enam posisi Grid pada Race berikutnya.

Romano Fenati

Insiden tingkat tinggi ini juga memberikan kekhawatiran cukup tinggi akan dampak balapan kotor yang akan terjadi di masa yang akan datang. Maka dari itu para pemenang di kelas MotoGP diharapkan memberikan tanggapan dan himbauan serius untuk mencegah insiden ini terjadi. Dan salah pengisi Podium MotoGP, Cal Crutchlow langsung mengecam Fenati dan menyetujui tindakan Penalty yang dilakukan Race Director.

Stefano Manzi