WEEKEND MU JADI KEREN BERSAMA MAXI

 Banyak cara untuk menghabiskan akhir pekan yang lebih menyenangkan dan memberikan kesan berbeda. Salah satunya berkunjung ke tempat wisata menikmati keindahan alam yang menyuguhkan pemandangan hijau dan kesejukan udaranya.

Saat ini bahkan untuk menunjang aktivitas tersebut, dibuka area camping di sejumlah kawasan wisata populer. Misalnya saja di Wana Wisata Baturraden, Purwokerto Jawa Tengah dan Coban Rondo, Malang Jawa Timur.

Kemeriahan MAXI Yamaha Day Singkawang

Semakin istimewa lagi saat berada di dua obyek wisata itu sekaligus untuk merayakan seremoni akbar bersama-sama.Seperti yang dilakukan pengguna skutik MAXI Yamaha yang merayakan tahun ke-3 penyelenggaraan MAXI Yamaha Day. Acara ini dipusatkan di Wana Wisata Baturaden dan Coban Rondo, 5-6 Oktober 2019.

Di lokasi acara siap dilaksanakan segudang aktivitas seperti fun games, kompetisi kreatif dan sesi coaching clinic pengetahuan teknis dari Yamaha. Ada pula kesempatan untuk test ride motor-motor unggulan Yamaha, free check motor dan penampilan band lokal turut memeriahkan acara spesial ini.

MAXI Yamaha Day di Pantai Melasti Bali (5)

Keseruan masih berlanjut di malam hari sebagai rangkaian puncak seremoni perayaan tahun ke-3 MAXI Yamaha Day. Hiburan musik tradisional dan tarian daerah yang mencerminkan kebanggaan terhadap wilayah setempat ditampilkan di hadapan peserta. Untuk makin menyemarakkan suasana diadakan barbeque dan api unggun. Lalu di hari Minggu, diteruskan dengan outbond dan jungle fun walk mengelilingi area wisata Baturraden dan penanaman bibit pohon.

Dalam pelaksanaan MAXI Yamaha Day akhir pekan ini di Baturraden juga turut terlibat lady bikers yang tergabung di Yamaha Lexi Community Yogyakarta dan Keluarga Lexi Jogja. Tak ketinggalan semangat yang sama ditunjukkan komunitas Srikandi untuk berpartisipasi di Coban Rondo.

MAXI Yamaha Day Puncak Tinambung Gowa (6)

”Akhir pekan ini event akbar MAXI Yamaha Day akan berlanjut di Baturraden dan Coban Rondo. Para pengguna skutik MAXI Yamaha bakal berkumpul merasakan pengalaman berbeda di camping ground. Acara ini pun akan makin mempererat kebersamaan diantara mereka,” papar Yordan Satriadi, Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

INI DIA MASTER PLAN SIRKUIT JALANAN MOTOGP DI MANDALIKA

Indonesia melalui PT. Pengembangan Pariwisata Indonesia atau dalam bahasa kerennya Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) yang merupakan BUMN yang memiliki lini bisnis membangun dan mengembangkan kawasan pariwisata di Indonesia telah ketuk palu untuk membangun sebuah International Street Circuit di Mandalika Lombok. Sirkuit Jalanan ini juga telah dispakati bersama Dorna akan menjadi Tuan Rumah MotoGP dan World Superbike tahun 2021.

54257784_2058578074262342_3567040678007406592_n

Keseriusan pemerintah ini bukan setengah-setengah, pemerintah langsung menggandeng Vinci Construction dalam pembangunannya. Bahkan pemerintah tidak mau mengundur-undur pembangunannya, Presiden Jokowi meminta langsung pembangunan dilakukan sekarang juga.

Master Plan Pembangunan Street Circuit Mandalika juga sudah mulai di Publish. Melalui ITDC, bentuk sirkuit jalanan pertama itu sudah terlihat bentuknya melalui desain 3D yang bisa dilihat dalam bentuk video.

55529961_2058578654262284_6518925306311475200_n

Street Circuit Mandalika yang menjadi lokasi penyelenggaraan MotoGP, dibangun di dalam sebuah kompleks seluas 105,40 hektar.  Di kompleks ini, selain lintasan yang dibangun mengelilingi kompleks, juga akan dibangun 11 hotel dengan kapasitas sekitar 1,900 kamar, COEX (Convention – Exhibition) Building, Rumah Sakit, dan area perbelanjaan.

Street Circuit Mandalika akan memiliki panjang 4,32 km dengan 19 tikungan. Fasilitas sirkuit akan mencakup antara lain Paddock dengan 40 pintu, Grand Stand dengan kapasitas 50.000 tempat duduk dan 138.000 penonton berdiri, serta Hospitality Suites yang berkapasitas 7.700 penonton. Karena merupakan street circuit, maka fasilitas-fasilitas ini sifatnya temporary ya, hanya dipasang dan dipakai saat Race berlangsung.

Selain dekat dengan pantai berpasir putih, sirkuit dikelilingi oleh Landscape indah daru Mandalika yang hijau berbukit-bukit. Jadi wisatawan MotoGP mendapatkan paket nonton MotoGP dan wisata alam yang begitu mempesona.

JOKOWI TEMUI CEO DORNA PASTIKAN KESIAPAN MOTOGP 2021

Presiden Joko Widodo secara resmi bertemu dengan CEO Dorna di Istana Presiden Bogor dalam rangka kelanjutan proses persiapan MotoGP di Indonesia. Dalam pertemuan ini pihak Dorna langsung di wakili oleh CEO, Mr. Carmelo Ezpeleta yang ingin memastikan kesiapan Indonesia sebagai Tuan Rumah MotoGP & WSBK tahun 2021.

20190312_103738

“Ini tadi Mr. Carmelo hanya ingin mendapatkan keyakinan bahwa kita siap baik dalam organisasi menyiapkan infrastruktur menuju ke sana. Dan saya sampaikan kita siap,” ungkap Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin, 11 Maret 2019.

IMG_20190312_103206

Presiden Jokowi juga menyampaikan, “Rencananya MotoGP Indonesia 2021 tersebut akan menggunakan konsep berupa sirkuit jalanan. Sirkuit tersebut akan dipadukan dengan keindahan alam Mandalika yang akan memastikan MotoGP seri Indonesia berbeda dari yang sudah ada dan patut disaksikan”.

52765748_254684218811733_1809024570606155298_n

“Tadi Mr. Carmelo menyampaikan bahwa ini adalah street circuit yang katanya sangat indah karena mepet dengan pantai,” kata Presiden Jokowi yang dalam pertemuan itu didampingi Menteri Pemuda & Olahraga Imam Nahrawi.

IMG_20190312_103645

Hal ini pun semakin meyakinkan Bangsa ini untuk berbenah diri untuk menjadi Tuan Rumah MotoGP. Tidak hanya infrastruktur, peningkatan sumber daya manusia Indonesia juga harus ditingkatkan .

TIDAK HANYA MOTOGP, DORNA JUGA RESMI UMUMKAN INDONESIA JADI TUAN RUMAH SUPERBIKE 2021

Dorna Group, selaku penyelenggara dan pemegang hak siar dan komersil MotoGP secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia resmi menjadi Tuan Rumah MotoGP tahun 2021. Tidak hanya MotoGP, Indonesia juga menjadi Tuan Rumah kejuaraan dunia Superbike.

Pengumuman ini dilakukan Dorna bersama ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) pengembang dan operator pariwisata terintegrasi terbesar di Indonesia, terkait penandatanganan dua Kontrak Promotor terpisah yaitu untuk Grand Prix Kejuaraan Balap Dunia FIM Road Racing, lebih umum disebut sebagai Kejuaraan Dunia FIM MotoGP dan Kejuaraan Dunia MOTUL FIM Superbike.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Mr. Carmelo Ezpeleta, CEO DORNA dan Mr. Abdulbar M. Mansoer, CEO ITDC di kantor DORNA di Madrid, Spanyol pada tanggal 28 Januari 2019, di depan tim Manajemen Senior oleh kedua belah pihak dan disaksikan oleh Duta Besar Indonesia untuk Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Spanyol, Drs. Hermono M.A.

Perjanjian tersebut menegaskan bahwa Indonesia akan menyambut MotoGP dan kejuaraan Dunia MOTUL FIM Superbike pada tahun 2021 di Pulau Lombok, lebih tepatnya di wilayah Mandalika, yang merupakan kawasan wisata terpadu berskala besar.

Mandalika International Circuit
Mandalika International Circuit

CEO Dorna Group, Carmelo Ezpeleta berkomentar, “Proyek yang sangat unik ini, memiliki sirkuit perkotaan, kelas dunia di negara di mana MotoGP memiliki pengikut yang begitu besar. Indonesia adalah pasar utama bagi kami dengan persentase penggemar motorsport yang tinggal di sini dan atmosfer MotoGP akan semakin kuat begitu sirkuit selesai. Juga, dengan memasukkan Lombok ke kalender WorldSBK menjadikan penawaran ini lebih menarik bagi penggemar lokal yang memiliki dua acara Kelas Dunia di daerah itu sepanjang tahun. ”

CEO ITDC, Bpk. Abdulbar M. Mansoer juga menambahkan, “Kami sangat senang telah bermitra dengan DORNA dan senang bisa membawa acara olahraga motor kelas dunia ke Indonesia dan Mandalika di Lombok bersama-sama.”

Hal ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri untuk Bangsa Indonesia dan menegaskan Indonesia sudah sejajar dengan negara-negara maju dan kaya yang bisa menghelat kejuaraan dunia MotoGP.

MOTOGP AKAN DIHELAT DI MANDALIKA LOMBOK, SEPERTI INI PERSIAPANNYA

MotoGP seri Indonesia akan segera terwujud, sirkuit yang akan resmi dipakai ada di Mandalika, Lombok. Sebuah daerah Kawasan Ekonomi Khusus pariwisata yang dapat menjadi tempat liburan yang representatif dengan keindahan wisata alam yang begitu mempesona.

Pengumuman resminya sirkuit ini akan menjadi tuan rumah gelaran MotoGP 2021 akan diumumkan sabtu ini. Rencananya seri MotoGP Indonesia ini akan berlangsung di bulan Maret atau Oktober.

indonesian-lombok-circuit
Skema sirkuit Mandalika, Lombok

Meski belum resmi diumumkan oleh Dorna, namun pihak Dorna bersama kepala seri balap Carmelo Ezpeleta telah mengunjungi Lombok bulan lalu. Kontrak pengerjaannya pun sudah diberikan kepada Vinci Construction untuk menggarap lahan seluas 131 hektar. Vinci Contruction sendiri juga akan bertindak sebagai investor utama dalam lomba ini, dengan kontribusi perusahaan Prancis diperkirakan di wilayah 900 juta Euro.

Ezpeleta sendiri telah mengisyaratkan tentang mengadakan Street Race di Lombok tahun lalu. “Ada kemungkinan bahwa ada sirkuit perkotaan di MotoGP,” katanya. “Ada proyek yang Solid di kota yang hangat. Secara teori, trek lurus akan berada di perkotaan namun Paddock akan tetap tertutup, terintegrasi dalam sebuah Exhibition Center.

Lebih pastinya kita tunggu rilis resminya oleh pihak Dorna Sabtu nanti.

YAMAHA MOTOGP BERSAMA MONSTER ENERGY SIAP LAUNCHING LIVERY 2019 DI INDONESIA

Secara resmi, melalui akun Instagram-nya, Yamaha MotoGP membocorkan waktu dan tempat perilisan Livery terbarunya. Tempat tersebut adalah di Jakarta, Indonesia. Waktu perilisannya yaitu, 04 Februari 2019 pada pukul 10.45 WIB.

screenshot_20190129-224324

Hal ini menjadi sebuah kebanggaan dan sudah terprediksi, pasalnya Yamaha Indonesia sudah menjadi sponsor besar pada hampir satu dekade terakhir. Hal ini merupakan satu penghormatan besar, dimana Rider Indonesia belum satupun turun dalam level MotoGP.

screenshot_20190129-224350

Peluncuran dengan Tagline #BeastModeOn juga menjadi peluncuran perdana Yamaha MotoGP dengan sponsor utama barunya yaitu Monster Energy. Bersamaan dengan ini, bisa jadi sekaligus perkenalan Brand Monster Energy resmi berjualan di Indonesia.

Tinggal menghitung hari saja untuk menjawab semua teka-teki ini. Namun yanh pasti balutan warna hitam akan lebih keluar pada Livery 2019 nanti.

TEAM YAMAHA RACING INDONESIA SIAP TAMPIL MAKSIMAL DI SERI PAMUNGKAS BALAP ASIA

Seri final atau akhir dari perjalanan event Asia Road Racing Championship 2018 (ARRC) akan dihelat di Chang International Circuit, Buriram, Thailand pada akhir pekan ini (1-2 Desember). Jadi mengulang venue yang sama seperti pada seri awal (2-4 Maret).
Dalam hal ini tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) akan tampil all-out untuk meraih prestasi terbaik dalam babak pamungkas ini. Baik dalam kelas Asia Production 250 (AP250) ataupun dalam Underbone 150 (UB150).

Saat seri perdana ARRC 2018 Thailand, dua pembalap YAMAHA Racing Indonesia (YRI), Richard Taroreh dan Faeroz bertarung di barisan depan. Bahkan Faeroz sempat memimpin jalannya lap. Konteks ini yang akan menjadi pondasi awal dalam menemukan set-up terbaik untuk pacuan Yamaha YZF-R25. Target tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) dalam ARRC 2018 Thailand nanti ialah meningkatkan posisi dalam klasemen akhir Faeroz dan Richard Taroreh ada di posisi ke-12 dan ke-14.

Richard Taroreh, Tim YAMAHA Racing Indonesia (AP250)

“Pastinya saya akan mengevaluasi kembali dari hasil seri pertama Thailand, serta melihat hasil seri ke-5 Indonesia menjadi modal untuk dapat bertarung di barisan depan. Pastinya final seri ini, saya siap tampil all-out untuk dapat memperbaiki peringkat,” ucap Richard Taroreh.

Sayangnya Faeroz tidak bisa tampil pada final seri ini, sehingga tidak dapat memperbaiki klasemen poinnya. Faeroz tidak tampil karena terjadi insiden saat melakukan latihan di Sirkuit Internasiona Sentul, Bogor (14 November). Dengan keputusan ini Richard akan berduet dengan Galang Hendra.

Galang Hendra Pratama, Tim YAMAHA Racing Indonesia (AP250)

“Saya akan balap sebagai pengganti Faeroz. Pastinya saya akan memaksimalkan potensi yang ada dari pengalaman yang saya dapatkan,” ujar Galang Hendra.

Termasuk pula upaya serius untuk memperbaiki klasemen kategori tim AP250 yang notabene berada di urutan ke-6 dari total 23 tim yang ambil bagian. Justru yang tidak kalah menarik dicermati, petarung tim satelit YAMAHA TJM, Rafid Topan yang sukses meraih podium runner-up di race 2 ARRC 2018 Thailand dan finish ke-5 di race pertama.
Rafid Topan yang sekarang ini ada di posisi ke-5 dalam klasemen sementara AP250 menjadi kandidat untuk memperebutkan posisi runner-up atau ke-2 dalam klasemen akhir. Mengingat masih ada 50 nilai yang diperebutkan dalam dua race yang tersaji.

Termasuk juga rekan se-tim Rafid Topan, yaitu Anggi Setiawan yang menjadi ancaman serius dalam beberapa seri ARRC 2018. Pembalap asal Palu, Sulteng ini ada di posisi ke-9 dalam klasemen sementara AP250. Mereka semua akan berjuang ekstra untuk mempersembahkan prestasi terbaik di sesi final ini.

Pada bagian lain, di kelas Underbone 150 (UB150), pembalap tim YAMAHA Racing Indonesia (YRI), Wahyu Aji Trilaksana siap tampil percaya diri. Catatan prestasi pembalap asal Banyumas ini ialah meraih podium ke-3 saat putaran pertama ARRC 2018 di lintasan yang sama. Wahyu Aji yang membesut Yamaha MX King 150 masih berpotensi besar untuk meningkatkan posisi ke-5 yang dipegangnya dalam klasemen sementara UB150.

Wahyu Aji Trilaksana, Tim YAMAHA Racing Indonesia (UB150)

“Hasil seri sebelumnya menjadi catatan untuk saya dan tim. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memperbaiki klasemen poin. Set-up terbaik di seri pertama Thailand, akan menjadi acuan untuk final seri ini,” ucap Wahyu Aji.

Disamping itu pula, pelaga tim satelit YAMAHA SND Racing, Syahrul Amin dan Gupita Kresna tidak sabar untuk menanti pertarungan di ARRC 2018 Thailand. Terlebih Syahrul Amin sukses merenggut podium runner-up di race ke-2 seri pertama ARRC 2018 Thailand. Dan juga formasi tim ini akan diperkuat oleh Wawan Wello sebagai pembalap wild-card.

Jupiter MX King Tim Satelit YAMAHA SND

Sekarang ini Syahrul Amin dan rekan se-timnya, Gupita Kresna berda di deretan ke-10 dan ke-7 dalam klasemen sementara UB150. Semoga para pembalap Indonesia dapat mewujudkan Merah Putih Semakin Di Depan dalam pagelaran babak pamungkas ARRC 2018 Thailand.

SENTUL HILANG DARI KALENDER ARRC 2019 DAN DIGANTIKAN KOREA

Kalender balap ARRC tahun 2019 resmi di rilis oleh FIM Asia, dan dari tujuh seri yang ditampilkan tidak ada seri Sentul. Justru tuan rumah baru diperkenalkan, Korea resmi menjadi salah satu tuan rumah di tahun 2019.

Dengan ini Korea menggantikan Sentul sebagai tuan rumah 2019. Apakah ini menunjukkan Sentul tidak masuk standar untuk menghelat ajang balap nomor satu Asia? Atau Sentul sengaja absen dan berbenah diri untuk menjadi tuan rumah MotoGP 2020?

Plan Calendar

Semua masih menjadi misteri, karena sampai saat ini belum ada pernyataan pasti dari semua pihak terkait absennya Sentul menjadi tuan rumah ARRC tahun depan. Dan juga semoga Sentul cuma absen satu tahun aja.

RIBUAN PENDUKUNG YAMAHA INDONESIA ANTUSIAS DUKUNG RIDER YAMAHA DI ARRC SERI SENTUL

Seri ke-5 gelaran Asia Road Racing Championship 2018 (ARRC 2018), tepatnya pada race ke-2 yang berlangsung di Sirkuit Sentul, Bogor, Minggu (14 Oktober) dipadati para pendukung Yamaha. Ribuan penonton dengan atribut Yamaha memadati tribun utama lintasan Sentul yang notabene memiliki Panjang 3,965 km.

Mereka sangat antusias atau begitu bersemangat mendukung tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) dan tim satelit Yamaha yang berkompetisi di kelas Underbone 150 (UB150) dan Asia Production 250 (AP250). Sejak para pembalap keluar paddock, kemudian masuk waiting zone, menuju starting-grid, warm-up dan melakukan race, mereka terus bersorak-sorai memberikan dukungan.

“Kita berterimakasih karena diberikan kesempatan nonton balapan Asia ini, juga dapat lebih mengenal tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), Saya terkesan bahwa para pembalap Yamaha dengan usia yang masih muda dapat bertarung di balap internasional. Tentu saja, ini apresiasi kami sebagai pencinta dunia balap. Bahkan yang lebih terharu, mereka datang ke tribun untuk menyapa kami langsung,” ucap Kuntoro dari komunitas Yamaha Scorpio Owner Factory.

Sehubungan kompetisi ARRC 2018 Sentul dalam kategori Underbone 150 (UB150), Wahyu Aji Trilaksana harus start dari grid ke-17. Pertarungan memang begitu ketat dan harus finish ke-14. Sebelumnya juga sudah merasa percaya diri dengan best-time dalam sesi warm-up sebelum race ke-2 digelar. Namun itulah sebuah pertandingan yang tidak dapat diprediksi kondisi di lapangan dan hasil yang diraih. Segala sesuatu bisa terjadi. Terpenting, ada upaya keras untuk terus berprestasi lebih baik.

“Terima kasih untuk semua sponsor dan fans yang sudah datang untuk mendukung kami. Hasil pada race kali ini tidak baik, tapi saya dan tim tetap berusaha untuk lakukan yang terbaik. Sebetulnya pada sesi warm up, saya sudah cukup yakin dengan torehan waktunya, inilah balap tidak tahu apa yg akan terjadi. Masalah pada motor masih dalam analisa tim. Saya akan berusaha untuk lakukan yang terbaik pada final nanti,” ucap Wahyu Aji yang berada di posisi ke-5 dalam klasemen sementara UB150 hingga putaran ARRC 2018 sentul.

This slideshow requires JavaScript.

Disamping itu, debut perdana racer usia 13 tahun, Wahyu Nugroho cukup meyakinkan dengan merebut urutan ke-9 dalam race 2 UB150.

“Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikan perlombaan dengan baik. Ada peningkatan posisi dibandingkan dengan race pertama, race ke-2 saya bisa finish di posisi 10 besar tepatnya di posisi ke-9. Saya mengucapkan terima kasih untuk Yamaha Racing Indonesia yang sudah memberikan kesempatan dan pengalaman kepada saya hingga dapat bermain di ARRC. Saya perlu banyak belajar lagi, bagaimana caranya untuk mengatur strategi saat dalam gempuran. Semoga saya diberi kesempatan kembali dan saya bisa lebih baik lagi,” timpal Wahyu Nugroho yang berasal dari Boyolali, Jawa Tengah.

Disamping itu dua pelaga tim Yamaha SND, Gupita Kresna yang meraih podium ke-3 pada race pertama tidak dapat menyelesaikan perlombaan di race ke-2 ini. Gupita yang sedang mempunyai semangat tinggi, crash di tikungan pertama selepas start. Sedangkan Syahrul Amin yang berada di posisi barisan depan mempunyai peluang menjelang lap terakhir, sayangnya slide di tikungan ke-6 dan harus finish diposisi ke-11.

Pada bagian lain, di kelas Asia Production 250 (AP250), duet tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), M Faerozi dan Richard Taroreh berjuang keras untuk meningkatkan prestasi. Namun faktanya justru kurang beruntung. M Faerozi yang sebelumnya finish ke-6 (race 1) harus puas finish ke-11.

This slideshow requires JavaScript.

“Hasil pada race ke-2, saya kurang puas karena hasilnya menurun dibandingkan race pertama. Sebelumnya persaingan cukup ketat sampai pertengahan lap. Alhasil, saya hanya bisa finish diposisi 11. Setelah saya pulang dari VR46 Master Camp di Italia, saya cukup bermain enjoy dan tenang. Pengalaman race 2 ini menjadi modal karir balap saya kedepannya. Semoga di final Thailand nanti, saya bisa meraih hasil yang lebih baik,” tutur M Faerozi, akrab disapa Faeroz yang berasal dari Lumajang, Jawa Timur dan masih berusia 15 tahun.

Sedangkan Richard Taroreh harus masuk ke paddock karena mengalami problem teknis. Perfoma motor tidak dapat optimal, padahal sebelumnya sudah bersaing di barisan depan.

“Saya senang pada hasil race 2. Awal lap sampai lap ke-7, saya fight dengan rombongan depan di posisi ke-6. Pada lap ke-8, saya merasakan feeling yang berbeda pada motor dan lebih baik masuk ke pit untuk tidak melanjutkan race ke-2 ini. Saya berharap seri final nanti bisa memberikan hasil yang terbaik,” tukas Richard Taroreh yang finish ke-10 saat race pertama.

Disamping itu dua racer tim satelit Yamaha TJM, Rafid Topan yang berpeluang meraih podium. Topan yang start dari grid ke-12 berhasil finish ke-4, sedangkan Anggi Setiawan yang start dari posisi ke-9 harus puas finish ke-7. Final ARRC akan dihelat di Sirkuit Buriram, Thailand (1-2 Desember) nanti.

PEMBALAP YAMAHA CATATKAN BEST TIME DI FREE PRACTICE ARRC SENTUL 2018

Dua pembalap Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang berkompetisi di kelas Asia Production 250 (AP250), Richard Taroreh dan Faeroz terus mencari set-up terbaik dalam sesi latihan bebas 1 (FP1) hingga latihan bebas 3 (FP3) dalam rangkaian seri ke-5 Asia Road Racing Championship 2018 di Sirkuit Sentul, Bogor, Jumat (12 Oktober).
Berbagai langkah pengujian dilakukan untuk mengumpulkan data terbaik hingga kemudian dikomparasi dan dievaluasi untuk memperoleh hasil maksimal. Terbukti Faeroz dapat mengukir waktu tercepat di babak FP2 dengan catatan waktu 1 menit 42,571 detik. Termasuk YZF-R25nya menorehkan top speed tertinggi di angka 139,162 km/jam.

“Latihan hari ini, saat FP1 saya dan tim mencari set-up body terlebih dahulu. Catatan waktu sudah baik saat menemukan set-up di FP2, besok pastinya akan kami pakai settingan ini. Di FP3 saya mencoba set-up lain hingga ada pilihan untuk persiapan kualifikasi,” terang Faeroz, racer asal Lumajang, Jatim berumur 15 tahun yang belum lama ini mengikuti pelatihan di sekolah balapnya Valentino Rossi, Yamaha VR46 Master Camp 6 di Italia.
Sedangkan Richard Taroreh terus mempertajam best-timenya. Hal demikian dikarenakan peningkatan perfoma motor dalam setiap sesi. Di FP3, Richard Taroreh mengukir waktu 1 menit 44,857 detik, sebelumnya di FP2 dengan waktu 1 menit 45,285 detik.

M Faerozi (Yamaha Racing Indonesia), AP250

 

“Hasil hari ini terus ada perbaikan pada bagian suspensi. Di FP1 dan FP2 saya belum menemukan settingan suspensi belakang yang pas, kendalanya saat keluar cornering bagian roda belakang terasa ngayun. Di FP3 saya sudah nyaman dan cepat untuk mendapatkan time 1 menit 44 detik. Sayangnya tidak bisa terlalu push karena ban sudah mulai habis. Sesi kualifikasi Sabtu, saya percaya bisa raih grid yang terbaik,” tukas Richard Taroreh yang ada di urutan ke-13 pada FP3 AP250.

Sehubungan hasil FP3, posisi terdepan diraih petarung tim satelit Yamaha TJM, Rafid Topan dengan ukiran waktu 1 menit 42,990 detik. Rekan setimnya, Anggi Setiawan di deretan ke-5 dengan catatan 1 menit 43,973 detik.
Pada bagian lain, pada kategori Underbone 150 (UB150), dua pelaga Yamaha Racing Indonesia (YRI), Wahyu Aji Trilaksana dan Wahyu Nugroho akan berupaya keras untuk meraih podium pada race pertama yang akan dihelat pada Sabtu (13 Oktober).

“Untuk hasil hari ini, saya cukup puas saat di FP2 bisa di posisi ke-2 dan raih time di 1 menit 49.839 detik. Namun saat kualifikasi, saya melakukan kesalahan, tidak menemukan hasil yang baik. Terima kasih untuk tim sudah mempersiapkan untuk hari ini. Saat race Sabtu, saya berusaha raih hasil yang baik,” tutur Wahyu Aji yang ada di urutan ke-18 dan saat ini ada di urutan ke-4 dalam klasemen sementara UB150.

Wahyu Aji Trilaksana (Yamaha Racing Indonesia), UB150

 

Secara umum, memang gap waktu kualifikasi sangat tipis. Pertarungan di race perdana dipastikan akan sangat ketat. Disamping itu, potensi belia Wahyu Nugroho yang sempat berada di posisi ke-10 (FP2), pada akhirnya ada di grid 17.
“Debut pertama ini, saya cukup puas dari hasil FP1 dan FP2 bisa berada di posisi 10 besar. Saat kualifikasi, saya belum bisa mengatur strategi untuk raih time yang bagus. Race Sabtu, saya akan fokus untuk bisa fight di rombongan depan,” timpal Wahyu Nugroho yang masih berusia 13 tahun dan bertarung dengan status wild-card.
Tidak ketinggalan dua petarung tim satelit Yamaha Yamalube SND Factory yang juga bersaing di UB150, Gupita Kresna dan Syahrul Amin masing-masing di urutan ke-5 dan ke-11 hasil kualifikasi UB150. Pastinya keempat pembalap Yamaha Indonesia tersebut akan berusaha keras meraih podium karena memang memiliki motivasi kuat saat tampil di kandang sendiri.