PRESIDEN JOKOWI RESMIKAN PABRIK ESEMKA DI BOYOLALI

Polemik mobil Esemka berakhir sudah, mobil yang dianggap siluman dan hanya sebagai alat kampanye politik ini benar-benar resmi produksi dan dipasarkan. Jumat siang kemarin, Presiden Jokowi meresmikan pabrik Esemka di Jl. Raya Demangan KM 3.5 Sambi, Boyolali, sekaligus memperkenalkan dua produk karya Esemka.

IMG_20190907_162753

Kedua tipe Esemka tersebut adalah Esemka Bima 1.2 dan Bima 1.3. Yang merupakan jenis kendaraan niaga ringan atau biasa dikenal mobil Pick Up (Losbak). Kedua kendaraan ini mirip, hanya berbeda pada dimensi bak dan kapasitas mesin yang berbeda 100 cc.

IMG_20190907_162747

Prediksi kami cukup tepat terkait peresmian Esemka ini, yang kami prediksi akan diresmikan pada periode kedua Jokowi terpilih. Hal ini juga menjadi langkah awal Revolusi Industri di Indonesia.

IMG_20190907_162826

Presiden Jokowi juga punya harapan dan visi ke depan yang lebih jauh terhadap industri otomotif produk negeri sendiri. Jokowi juga keyakinannya terkait Esemka, “Kualitas menurut saya cukup baik. Tapi kalau ada kurang dikit, ya ini produksi pertama. Tapi sudah bagus untuk produksi pertama, baik secara desain,” tuturnya.

IMG_20190907_162717

Harga tipe Bima ini diperkirakan dibanderol sekitar Rp. 110 Juta. Dengan harga tersebut, Esemka Bima diyakini akan laku dipasar Nasional. Sekaligus menjadi pilihan utama untuk kendaraan niaga ringan.

IMG_20190907_162813

Tipe selanjutnya Esemka Garuda akan diperkenalkan beberapa waktu ke depan. Jenis mobil SUV ini juga diyakinin akan menguasai pasar Nasional. Tapi maju atau tidaknya Esemka ini tergantung kepedulian kita terhadap produk buatan bangsa sendiri ini.

IMG_20190907_162446

DAFTAR DELAPAN TIPE MOBIL ESEMKA YANG TELAH LULUS UJI

Secara mengejutkan delapan tipe mobil ESEMKA dikabarkan sudah menjalani Uji Tipe dan dinyatakan lulus. Kabar tersebut didapatkan dari pernyataan Kepala Balai Sertifikasi Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor Kemenhub, Caroline Noorida Aryani, “Setelah lulus Uji Tipe di Kementerian Perhubungan, mobil Esemka akan mendapat SUT (Sertifikat Uji Tipe)”.

IMG_20190410_155730

Caroline Noorida Aryani mengatakan, mobil ESEMKA yang terakhir diuji tipe ialah tiga unit mobil barang dan penumpang. Dan menjelaskan bahwa pada bulan Februari dan Maret 2019 kemarin telah menyelesaikan lima tipe lainnya mobil ESEMKA.

IMG_20190410_155449

Jadi total jumlah mobil ESEMKA yang telah lulus uji ada delapan unit dengan tipe mobil barang dan mobil penumpang. Berikut daftar delapan tipe mobil ESEMKA;

1. Bima 1.3 (4×2) M/T

2. Bima 1.8D (4×2) M/T

3. Niaga 1.0 (4×2) M/T

4. Digdaya 2.0 (4×2) M/T

5. Borneo 2.7D (4×2) M/T

6. Bima 1.0 (4×2) MT mobil barang

7. Bima 1.3L (4×2) MT mobil barang

8. Garuda I 2.0 (4×4) MT mobil penumpang

FB_IMG_1554889659446
Esemka Digdaya, tertangkap kamera sedang di jalan umum

Dari delapan tipe tersebut ada yang berbahan bakar bensin dan solar. Salah satu tipe juga sempat tertangkap kamera dijalan. Belum diketahui pasti, apakah sedang pengujian jalanan atau ada tujuan tertentu. Kesimpulannya, mobil ini sebentar lagi akan diproduksi masal, dan cita-cita memiliki mobil Nasional akan segera terwujud. Betapa bangganya kita akan setara dengan negara maju lainnya memiliki mobil Nasional.

ESEMKA DI ANTARA SIASAT POLITIK & PERLAWANAN TERHADAP YAKUZA OTOMOTIF

Polemik mobil Nasional sudah lama terjadi, mungkin sekitar 20 tahun lalu hingga Esemka saat ini. Beberapa orang beranggapan ini merupakan siasat politik Jokowi untuk menarik simpati rakyat. Wajar saja, karena mobil ini mencuat ke permukaan menjelang Pilpres.

Disisi lain ada yang beranggapan bahwa Jokowi terus mendorong mobil ini lahir ke permukaan dengan terus melakukan pengembangan hingga memiliki kualitas dan kelayakan yang sama dengan mobil-mobil Jepang maupun Eropa saat ini. Bahkan terakhir beredar gambar tentang Esemka Garuda yang akan menjalani pengujian.

Kemunculan mobil Esemka Garuda ini pun diterpa badai kemiripannya dengan Brand Foday dengan tipe Landfort. Hal ini membuat Esemka dianggap hanya mengganti emblem Brand semata dan tidak ada teknologi campur tangan lokal dalam pengerjaannya kecuali perakitan.

esemka garuda 1
Esemka Garuda 1 yang disinyalir akan melakukan pengujian

Bahkan jika kita melihat Wikipedia, Fudi selaku prinipal dari Foday tertulis membawahi Esemka juga. Sebenarnya kerjasama dengan China untuk mewujudkan mobil Nasional sudah berkembang tiga tahun lalu. Esemka sempat akan membangun pabriknya dengan bekerjasama dengan Geely, salah satu Brand China yang sempat eksis di Indonesia namun tumbang pada akhirnya. Kerjasama tersebut melahirkan sebuah nama PT. Adiperkasa Citra Esemka Hero atau disingkat ACEH. Namun tidak ada kelanjutan pasti tentang Aceh ini, walau sempat naik ke permukaan, namun kemudian hilang begitu saja.

Belakangan ini, muncul kabar bahwa Pabrik Esemka sudah berjalan di Boyolali. Pabrik tersebut dikabarkan sudah membuat dua tipe, yaitu SUV dan Pick Up. Harapan untuk resmi beredar dan menjadi kebanggaan bangsa ini adalah sebuah harapan yang sangat tinggi. Entah kesulitan apa yang dihadapi, namun sepertinya ada sebuah perjuangan untuk memecahkan tembok penghalang.

esemka super cab
Mobil Esemka jenis Pick Up atau Cab terlihat dipabrik Esemka di Boyolali

Jika memang Esemka benar akan hadir, dirinya akan melawan para raksasa otomotif Jepang yang sudah mapan di negeri ini. Bahkan banyak spekulasi menyebutkan bahwa Esemka tidak berkembang karena mendapatkan tekanan dari monopoli otomotif Jepang.

Bagai Yakuza, penguasa otomotif negeri matahari terbit ini bisa mengkerdilkan produsen lain, bahkan produsen dari negara besar seperti Amerika. Lihat dua US, Chevrolet dan Ford yang tumbang di negeri ini. Sebelumnya ada Chery & Geely, duet mobil China ini mati dengan cepat.

Saat ini pun hadir kembali mobil China dengan pemain baru, yaitu Wuling & DFSK. Namun saat ini sepertinya juga sedang terseok-seok menghadapi pasar yang dibuat sendiri oleh para produsen Jepang.

Jika memang Esemka resmi diluncurkan, ada kemungkinan besar juga akan mati dengan cepat. Bayangkan saja, para produsen yang bermain dengan dua Brand saja mati dengan cepat, apalagi Esemka bermain sendiri? Kecuali masyarakat Indonesia fanatis dengan mobil Nasional-nya. Namun jangan berharap banyak dari masyarakat kita, karena sejarah mencatat mereka lebih percaya dengan mobil Jepang.

malaysia car brand
Dua mobil Nasional Malaysia yang mampu bertahan dari tekanan raksasa otomotif

Solusi kedua, Esemka harus mempunyai teman bermain lagi. Layaknya Proton yang memiliki tandem Perodua di Malaysia, mampu bertahan dengan baik sampai saat ini. Jika Esemka bermain dengan tandemnya, ada kemungkinan bisa memiliki segmen tersendiri dan bisa menciptakan pasar bagi sesama mobil Nasional. Tidak hanya itu, proses pengembangan juga bisa saling melengkapi dan berbagi.

Yang pasti kehadiran Esemka jangan dianggap sebagai siasat politik, tapi bantulah mobil ini bisa komersil di negerinya sendiri. Jika benar harus melawan Yakuza otomotif, mari kita lawan dengan membeli mobil kebanggaan kita ini.