FINAL YAMAHA SUNDAY RACE AKAN HADIRKAN PERTARUNGAN SENGIT REBUTKAN JUARA UMUM

Sentul, Bogor – Babak final gelaran balap Yamaha Sunday Race 2019 (YSR 2019) siap diselenggarakan di Sirkuit Sentul, Bogor, akhir pekan ini (23-24 November). Alhasil, selain memperebutkan hadiah untuk seri final ini, juga ada hadiah juara umum bagi yang berpeluang.

Mengacu pada standing point hingga putaran ke-3, maka kelas bergengsi Sport 250 cc Pro dan All New R15 Pro belum dipastikan siapa pemenangnya. Beberapa pembalap masih berpeluang dan berpotensi untuk meraih predikat terbaik.

“Klasemen sementara saya dengan Anggi Setiawan sebanyak (berjarak) 13 poin. Jadi minimal bermain aman di posisi ke-4 jika Anggi podium juara. Namun saya akan tetap all-out untuk menutup seri ini dengan hasil optimal,” jelas Rey Ratukore yang membela tim Yamaha Yamalube Cargloss Racetech RRS IRC Mandiri.

“Poin saya dengan Iksan Lala pada kelas All New R15 Pro memang cukup jauh. Berbeda 15 poin. Namun segala sesuatu bisa terjadi dalam balapan. Terpenting, saya akan berusaha maksimal untuk meraih yang terbaik di seri final ini,” tukas Gupita Kresna yang mengusung tim Yamaha Yamalube Aira Oryza NHK SSS Pirelli Proliner Team dan sukses podium juara saat seri sebelumnya (3).

Bahkan untuk kelas-kelas komunitas terbukti dengan perbedaan pundi nilai yang sama. Misal pada kelas R15 Community A yang poinnya sama antara Albert Julian (R15CI) dan Yudho Purwanto R15ER (R15 Kaskus Riders).

Ataupun R15 Community Pro yang hanya berbeda 1 nilai saja antara Dyaz Anelka Priangga (YROI) dan Fariz Ibrahim (Central ACC PGD DED 75 RMRT YROI Official). Begitupun pada kategori-kategori balap komunitas lainnya.

Kondisi ini yang akan membuat pertarungan dalam Yamaha Sunday Race 2019 Sentul lebih menarik untuk ditonton. Tim dan para pembalap akan melakukan persiapan yang lebih baik hingga perfoma motor dan ridernya kompetitif.

Menyangkut eksistensi komunitas dalam balap Yamaha Sunday Race 2019 Sentul yang sudah masuk tahun ke-5 ini, maka akan diberikan apresiasi penghargaan komunitas terbaik. Adapun yang menjadi unsur penilaian adalah jumlah partisipasi komunitas di masing-masing kelas R15 Comm A, R15 Comm Pro, R25 Comm A dan R25 Comm Pro.

Langkah edukasi juga berlangsung dalam rangkaian final Yamaha Sunday Race 2019 Sentul. Dalam konteks ini berlangsung Visit Paddock tim balap yang melibatkan 4 sekolah (SMK) yang bekerjasama dengan Yamaha. Total akan ada 60 siswa yang melakukan Visit Paddock pada hari Sabtu (23 November). Mereka akan diberikan pengetahuan dan pengalaman sehubungan tim balap yang professional, termasuk mengenal lebih dekat teknologi terbaru motor-motor Yamaha.

Disamping itu, selain balapan juga tersaji berbagai acara spesial lainnya buat penonton yang hadir. Mulai Fun Games, Interactive Games untuk komunitas, Doorprize untuk para pengunjung dan sebagainya. Termasuk test-ride Yamaha Lexy, Freego dan Aerox 155 dan hiburan Local Band dan DJ Performance. Dan jangan lupa untuk mengunjungi booth-booth sponsor pendukung Yamaha Sunday Race 2019 yang siap memberikan berbagai penawaran menarik.

GUPITA KRESNA CATAT REKOR TERBARU SENTUL, NAMUN RACE SPORT 250 TERTUNDA KARENA HUJAN

Seri ke-5 atau babak final dari gelaran Indospeed Race Series (IRS) 2018 di Sirkuit Sentul Internasional yang berlangsung hari Rabu-Kamis ini (12-13 Desember). Dalam hal ini, tersaji dua kelas utama, yaitu Kejurnas Sport 150 cc dan Kejurnas Sport 250 cc yang diikuti oleh tim-tim yang disupport Yamaha Indonesia.

Yang menarik, bahwa di putaran pamungkas ini, rider tim Yamaha Oryza, Gupita Kresna sukses memecahkan rekor Kejurnas Sport 150 cc IRS 2018 Sentul dengan torehan waktu 1 menit 47,608. Perfoma motor YZF-R15 Gupita Kresna terbukti menjadi terbaik saat sesi kualifikasi.

Gupita Kresna Sukses Memecahkan Rekor Best-Time Kejurnas Sport 150 cc IRS 2018 Sentul
Gupita Kresna Sukses Memecahkan Rekor Best-Time Kejurnas Sport 150 cc IRS 2018 Sentul

Rekor sebelumnya diraih oleh Wahyu Aji (Yamaha HDS) yang dicetak pada seri awal IRS 2018 Sentul pada 17 Maret lalu dengan ukiran waktu 1 menit 47,794 detik. Alhasil, konteks menjadi bukti bahwa riset pacuan Yamaha YZF-R15 terus berkembang signifikan. Ukiran waktu semakin tajam dari waktu ke waktu.

Menyangkut jalannya race pertama (1) dari Kejurnas Sport 150 cc yang berlangsung selama 10 lap, kembali para rider Yamaha membuktikan dominasinya. Richard Taroreh (Yamaha 549 Kaboci) sukses meraih podium juara Kejurnas Sport 150 cc dan posisi runner-upnya milik Reynaldi Pradana (Yamaha HDS). Mereka berjarak 0,378 detik.
“Puji Tuhan, saya meraih podium pertama kembali di penghujung seri ini. Pada balapan kali ini, saya benar-benar mengikuti ritme balapan dan mengatur strategi untuk tidak lepas dari rombongan pertama. Jelang lap akhir saya mulai push untuk mendekati Wawan Wello. Sayangnya tikungan terakhir Wello crash dan saya langsung ambil alih posisi pertama sampai finish,” ucap Richard Taroreh.

Richard Taroreh Juara 1 dan Reynaldi Pradana Juara 2, Race Pertama Sport 150 cc
Richard Taroreh Juara 1 dan Reynaldi Pradana Juara 2, Race Pertama Sport 150 cc

 

Mengacu pada hasil ini, maka para pembalap Yamaha secara total meraih 100 persen podium terbaik dan runner-up untuk semua seri IRS 2018 Sentul yang telah dihelat sebanyak 5 putaran. Jadi selalu milik racer Yamaha.

Tentu saja, kemenangan ini menggenapi predikat juara nasional Sport 150 cc yang sudah dipastikan Richard Taroreh sebelum balapan dimulai. Jadi memang pundi nilainya Richard Taroreh dalam klasemen sementara sudah tidak terkejar lagi sebelum putaran ke-5 ini diselenggarakan.

Pada bagian lain, untuk penyelenggaraan sesi kualifikasi dan race pertama (1) kelas Kejurnas Sport 250 cc harus tertunda karena kondisi trek Sentul yang diguyur hujan deras. Sebelumnya sempat dilakukan sesi Free Practice atau latihan bebas.
Pelaga tim Yamaha RRS, Rey Ratukore sudah sangat optimis dapat memperoleh grid depan dalam kualifikasi Kejurnas Sport 250 cc berdasarkan data catatan waktu dalam latihan bebas yang berada di catatan 1 menit 44,185 detik. Rey ada di urutan ke-3 dalam latihan bebas Kejurnas Sport 250 cc.

Rey Ratukore Optimis Raih Hasil Terbaik Di Seri Ini
Rey Ratukore Optimis Raih Hasil Terbaik Di Seri Ini

 

“Saya sangat optimis dapat mengukir waktu terbaik dalam babak kualifikasi berdasarkan set-up motor yang prima dalam latihan bebas. Namun dikarenakan hujan deras mengguyur, maka kualifikasi dan race pertama diundur pada hari kamis atau di ambil dari hasil free practice dan langsung menjalani race 2. Tim masih menunggu info dari penyelenggara,” tutur Rey Ratukore yang saat ini ada di posisi ke-3 dalam klasemen sementara Kejurnas Sport 250 cc dan berpotensi besar untuk meraih deretan ke-2 dalam klasemen akhir.

YAMAHA CUP RACE SEMARANG DIIKUTI 115 STARTER DENGAN TITEL JUARA REGION

Babak final atau pamungkas dari gelaran balap paling bergengsi di tanah air yaitu Yamaha Cup Race 2018 (YCR) berlangsung di Sirkuit permanen Mijen, Semarang, Jawa Tengah. Sesi latihan bebas dan babak kualifikasi dimulai pada hari Sabtu (1 Desember).
Tersaji 9 kelas dengan total peserta 112 starter. Patut dipahami, bahwa untuk kelas-kelas utama dalam Final YCR ini hanya boleh diikuti para finalis dari region masing-masing. Diambil dari posisi 3 besar dari setiap region berdasarkan pengumpulan poin saat seri Yamaha Cup Race 2018 dipentaskan di daerahnya masing-masing. So, memang diambil dari yang terbaik dan dipastikan akan menampilkan pertarungan yang ketat.

Dari hasil kualifikasi catatan waktu terbaik pada kelas YCR1 (Moped 4T 150 cc TU Seeded) oleh Rusman Fadhil (Yamaha Armada Pagora BKMS), YCR2 (Moped 4T 125 cc TU Seeded oleh Dadan Alamsyah (MPRT DMS Titan Racing Team), YCR3 (Moped 4T 150 cc TU Pemula A) dan YCR4 (Moped 4T 125 cc Pemula A) oleh Riky Ibrahim (MPRT DMS Titan Racing Team), YCR5 (Moped 4T 150 cc STD Pemula B) dan YCR6 (Moped 4T 125 cc STD Pemula B) oleh Aldi Satya Mahendra (Yamaha GHP Kaboci). Pastinya mereka akan start di grid posisi terdepan.

Pada sisi lain, terdapat 3 kelas tambahan (supporting-class) di YCR Semarang. Mulai kategori YCR7 (Aerox 155 Cup Community), kemudian YCR8 (Moped 4T 125 cc Lokal) dan YCR9 (Moped 2T STD s/d 116 cc). Untuk kelas khusus komunitas yaitu Aerox 155 Cup Community mendapat respon spesial dengan keikutsertaan sekitar 35-an peserta. Dari jumlah tersebut diambil atau diseleksi menjadi 15 starter terpilih.

Yamaha Aerox 155 Cup Community

“Respon dari teman-teman komunitas sangat tinggi di Yamaha Cup Cup Race 2018 Semarang. Mereka tidak hanya datang dari wilayah Semarang, juga Jawa Tengah pada umumnya, bahkan dari Yogyakarta. Kegiatan komunitas matik memang intensitasnya tinggi di wilayah Jateng-DIY dan ini pengalaman baru bagi mereka,” terang Zaldiansyah Perdana selaku Head Promotions & Brand Activation PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) DDS3 Jawa Tengah-DIY.

Para peserta Aerox 155 Cup Community ini terbukti berasal dari berbagai klub yang ada di wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta (DIY). Diantaranya dari komunitas SGCI Kudus, SSKC Yogyakarta, ARCI Yogyakarta, Xemar, YRA Semarang, XYI Semarang Region, ARCI Purwokerto, ARCI Semarang, New Vixion Lightning Semarang, YACI, YVCI Yogyakarta dan MXRC Yogyakarta.

“Saya sangat senang sekali dengan adanya kelas Aerox 155 Cup Community ini. Kita mendapat pengalaman pertama dan penting. Terlebih ikut balapan di trek permanen,” tukas Aldo dan Irvan, peserta dari komunitas X Rider Semarang.

Aldo dan Irvan, Peserta Dari Komunitas X Rider Semarang
Aldo dan Irvan, Peserta Dari Komunitas X Rider Semarang

Makin spesial, bahwa sebelum terjun latihan di trek dengan matik Yamaha Aerox 155 yang sporty, mereka terlebih dahulu mendapat edukasi. Mulai pengenalan awal dan teknik balap seperti racing-line, titik pengereman dan momen buka-tutup throttle gas dari mentor pembalap nasional yang dihadirkan, yaitu Wilman Hammar. Alhasil, ada pengalaman dan penyerapan ilmu safety riding yang sangat penting diterapkan dan penting disosialisasikan kedepannya.

“Saya senang bisa memberikan pengalaman balap kepada teman-teman Komunitas yang ikut di balapan kelas Aerox 155 cup Comunity. Mereka sangat antusias dengan mengikuti coaching ini dan saya rasa motor Aerox ini meskipun dalam kondisi standart sangat stabil saat merebah di lintasan juga akselerasinya sangat baik,” Ujar Wilman Hammar.
Adapun kesuksesan final Yamaha Cup Race 2018 Semarang ini didukung oleh sponsor Yamalube, Idemitsu, Pirelli, Kayaba, NGK, DID, IRC dan supporting Pertamax Turbo serta Helm NHK.

FINAL YAMAHA CUP RACE SEMARANG, SIAP DI HADIRI 72 FINALIS REGION

Bebak Grand Final atau pamungkas dari gelaran balap paling bergengsi di tanah air, yaitu Yamaha Cup Race 2018 (YCR) akan dihelat di Sirkuit Mijen, Semarang, Jawa Tengah (1-2 Desember). Sebanyak 72 finalis siap ambil bagian dalam balapan yang notabene sebagai penentuan juara umum YCR1 hingga YCR6. Jadi Grand Final Yamaha Cup Race 2018 Semarang nanti akan mempertemukan para juara hingga 3 besar (YCR1-YCR6) dari masing-masing region yang disinggahi YCR 2018 (Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Kalimantan).

Adapun panjang lintasan Mijen yang permanen ialah 1,4 km dengan menu trek lurus sepanjang 220 meter dan 9 tikungan. Begitu menantang dengan lebar lintasan 8 meter.
Untuk hadiah yang tersaji, maka juara umum untuk setiap kelas YCR1 sampai dengan YCR6 masing-masing akan memperebutkan 1 unit Yamaha Jupiter MX King. Tidak hanya itu, Yamaha Indonesia juga memberikan penghargaan untuk tim privateer. Jadi tim privateer terbaik akan diberikan hadiah senilai Rp. 5 juta. Ini ditentukan dari akumulasi atau penjumlahan pada kelas-kelas YCR1 hingga YCR6. Kemudian pula untuk pemenang tim konstruktor akan diberikan hadiah uang senilai Rp. 2 juta. Inipun dari akumulasi poin dari kategori YCR1 hingga YCR6.

Siap Hadir 72 Finalis Region (YCR1-YCR6) di Final Yamaha Cup Race 2018_1

Patut dicatat, bahwa seri ke-7 Yamaha Cup Race 2018 yang rencananya akan dihelat di Polman, Sulawesi Barat diputuskan untuk dibatalkan. Dikarenakan adanya gempa bumi dan tsunami pada Palu, Donggala dan Mamuju. Pihak Yamaha Indonesia ikut berempati sekaligus penghormatan atas bencana yang terjadi.

“Seri penutup Yamaha Cup Race tahun ini, akhirnya akan menentukan para juara umum di kelas masing-masing. Kami bangga dengan prestasi para pembalap Yamaha di ajang one make race ini, yang menjadi bekal mereka melangkah ke kompetisi yang lebih tinggi. Kali ini sosok yang jadi inspirasi Galang Hendra hadir untuk menyemangati para rider lainnya agar terus melangkah maju Semakin di Depan! Galang pun merupakan contoh sukses pembinaan dari Yamaha Cup Race. Ayo terus semangat serta genjot bakat dan prestasi,” ungkap M.Abidin, GM After Sales & Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Siap Hadir 72 Finalis Region (YCR1-YCR6) di Final Yamaha Cup Race 2018

Pada sisi lain, untuk kelas Yamaha Aerox 155 Cup Community (YCR7) yang diikuti rekan-rekan komunitas akan dimentori Wilman Hammar. Wilman akan memberikan edukasi atau pengetahuan dari pengalaman di dunia balapnya. Dimana tahun ini Wilman berhasil menjuarai Kejurnas Motoprix 2018 Region 2 (Jawa) pada kelas Seeded MP1 dan MP2, juga berhasil meraih juara nasional Motoprix 2018 pada kelas MP1.

Wilman akan menularkan ilmunya sehubungan titik pengereman, buka-tutup throttle gas dan racing line. Dan jangan lupa, gelaran Grand Final Yamaha Cup Race 2018 juga menghadirkan kelas-kelas pendukung (Supporting Race). Dalam hal ini, kelas Moped 4 Tak 125 cc Tune-up (Spek MP4) Mix Open (YCR8) dan Moped 2 Tak 116 cc Standart Open (YCR9).

Yamaha Aerox 155 Cup Community (2)

Pastinya kelas-kelas tersebut disesuaikan dengan animo lokal, khususnya Semarang dan area Jawa pada umumnya. Kesuksesan Yamaha Cup Race 2018, didukung oleh sponsor Yamalube, Idemitsu, Pirelli, Kayaba, NGK, DID, IRC dan supporting Pertamax Turbo serta Helm NHK.

FINAL YAMAHA SUNDAY RACE MUNCULKAN SEMBILAN JUARA UMUM

Seri ke-4 atau putaran final Yamaha Sunday Race 2018 yang diramaikan 221 starter dan berlangsung di Sirkuit Sentul Bogor, Jawa Barat (12 Agustus) begitu meriah. Berbagai acara tersaji apik. Begitu memuaskan ribuan bikers yang datang dari berbagai komunitas. Mereka sangat menikmati berbagai acara yang tersaji dan begitu kompak dalam kebersamaan.

“Kita memasuki seri ke-4 atau babak final Yamaha Sunday Race 2018. Yamaha Sunday Race sudah berjalan selama 4 tahun dan saya mengucapkan terimakasih atas peran-serta semua pihak yang terlibat. Pada akhir September, kita akan menyelenggarakan balap ketahanan Endurance Festival di Sirkuit Sentul. Apresiasi Yamaha untuk teman-teman komunitas, termasuk akan berlangsung bersamaan dengan Customer Day,” terang M Abidin, General Manager After Sales & Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (PT. YIMM) yang hadir langsung di sentul.

Wujud kebersamaan berlangsung dalam momen Victory Lap trek Sentul yang diikuti 300 peserta dari 1.034 unit motor yang melakukan registrasi. Mereka melakukan dan menikmati sensasi memutari lintasan balap terbesar di tanah air ini. Tidak hanya itu, teman-teman bikers juga diajak untuk menikmati berbagai permainan (games), panggung musik, freestyle, kontes motor dan lain-lain.

“Tercatat 45 komunitas Yamaha Vixion se-Jabodetabek yang ikut meramaikan final Yamaha Sunday Race 2018 ini. Kita semua menikmati berbagai acara ini,” ujar Widodo, akrab disapa Kang Dodo selaku koordinator komunitas puluhan klub tersebut. Sebagian besar klub yang hadir dibawah naungan Yamaha Riders Federation Indonesia (YRFI).

Makin spesial, Yamaha Sunday Race 2018 Sentul juga menyuguhkan banyak activity-exhibition. Ini kegiatan yang memiliki misi apresiasi konsumen Yamaha. Mulai lomba mewarnai yang mana ambil-bagian 540 orang, lomba karnaval anak (34 orang), lomba masak (10 group), lomba tarik-tambang, juga Aerobic yang diramaikan 103 orang, lomba futsal, lomba karaoke, band competition dan marching band.

Disamping itu, juga ada Fun Riding Competition yang tercatat diikuti 75 orang. Disiapkan trek khusus dengan berbagai tikungan yang variatif. Termasuk adapula test-ride Yamaha Lexi. Bahkan anak-anak SMK juga melakukan test-ride. Sebelumnya pada hari Sabtu (11 Agustus) sebanyak 267 siswa dan 36 guru diberikan edukasi dunia balap dengan mengunjungi paddock tim.

Pada bagian lain, gelaran Yamaha Sunday Race 2018 Sentul juga menjadi babak penentuan dalam menentukan predikat juara umum untuk 9 kelas yang dihadirkan. Sampai dengan seri sebelumnya, belum ada peserta yang memastikan jawara umum kecuali pada kelas Superstock up to 1000cc yang di seri ke-3 sudah diraih oleh Eric Saputra dari Komunitas Cargloss Racetech RRS Team. Jadi peluang masih tetap terbuka. Bahkan ada poin yang sama sebelum race digelar. Itu berlangsung pada R25 Comm B Utama ataupun yang berbeda tipis pada kategori R25 Comm Pro.

Masing-masing jawara umum berhak atas hadiah 1 unit motor. Adapun pemenangnya, mulai kelas Superstock yang notabene juara umumnya diraih Eric Saputra (Cargloss) dan berhak atas Yamaha NMAX 155 Non ABS. Kemudian kategori R25 Pro dengan jawara umum Richard Taroreh (Yamaha 549 Kaboci) menerima hadiah Yamaha MT 25, sedangkan R15 Pro milik Gupita Kresna (Yamaha Oryza) menerima hadiah berupa Yamaha All New vixion.

“Alhamdulillah, ini prestasi yang sangat saya banggakan, yaitu juara umum Sport 150 cc Pro. Tahun pertama tim saya dikontrak Yamaha. Jadi kita sangat bangga,” tutur Gupita Kresna yang disupport mekanik Bima Aditya.

“Pertarungan sangat ketat namun saya terus menjaga ketahanan mesin dan kontrol emosi. Puji Tuhan saya bisa meraih podium juara pada seri final ini sekaligus juga meraih juara umum Sport 250 cc,” timpal Richard Taroreh.

Lanjut kelas R25 Com Pro dengan juara umumnya Andika Derinayu (YROI) dan memboyong Yamaha Aerox 155. Seterusnya R25 Comm A dan R25 Comm B masing-masing juara umumnya direnggut Andri Irawan (YROI) dan Gregy Leona S (COIN) dan mereka membawa pulang hadiah Yamaha MX King dan All New Soul GT.

“Alhamdulillah saya berhasil meraih juara umum di Yamaha Sunday Race pada kelas R25 Comm B. Tim kami merupakan tim baru mengikuti event besar ini. Menurut saya event ini bagus, terutama untuk komunitas yang baru ingin memulai mencoba ke dunia balap sebagai wadah para pecinta motor agar tidak ugal-ugalan di jalan raya. Harapan ke depannya semoga event ini lebih baik lagi. Baik dari segi aturan dan regulasi harus lebih diperhatikan dan diperketat supaya lebih menjunjung tinggi jiwa sportifitas,” ujar Gregy Leona S dari komunitas Cornering Indonesia, yang bermarkas di Bandung.

Tidak hanya sampai disini R15 Comm A dan Comm B masing-masing jawara umumnya direnggut Dyaz Anelka (YROI) dan Imam Fajarie (Ravens15) dengan masing-masing mendapatkan hadiah Yamaha All New X-Rider dan Mio M3.

SERI 4 YAMAHA SUNDAY RACE JADI PENENTU JUARA UMUM DI SETIAP KELAS

Seri ke-4 atau putaran final Yamaha Sunday Race 2018 yang dipersembahkan oleh PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) akan berlangsung di Sirkuit Sentul, Bogor, akhir pekan ini (11-12 Agustus). Alhasil, ajang ini menjadi pertarungan sengit dalam memperebutkan predikat juara umum.

Kategori R25 Comm B dipastikan akan sangat menarik untuk dicermati. Mengingat kelas ini selalu memiliki peserta terbanyak, bahkan sudah berjalan dalam 3 tahun penyelenggaraan Yamaha Sunday Race. Semakin menarik, karena perbedaan poin untuk posisi 5 besar masih membuka peluang juara umum. Mengingat masih ada 25 nilai yang diperebutkan.
Mulai Gregy Leona Safari (Cornering Indonesia), kemudian 4 petarung dari Yamaha R25 Owner Indonesia (YROI) yaitu Tomy Dwar Iskandar, Ahmad Fakhri Rusydi, Roylies Vauzi Permana dan Bernardus Nicola Iriawan. Pundi poin mereka berbeda tipis. Disamping itu, kelas R15 Comm A dan R15 Comm B juga akan menyajikan perseteruan ketat karena perbedaan tipis poin dalam klasemen sementara.

Untuk kelas rider profesional, maka nama Richard Taroreh dan Gupita Kresna menjadi kandidat kuat untuk meraih juara umum kategori Sport 250 cc Pro dan Sport 150 cc Pro. Berdasarkan klasemen sementara, masing-masing memiliki perbedaan 19 dan 20 poin dengan rival di bawahnya. Hanya 25 nilai yang akan diperebutkan dalam 1 race yang tersisa.
Richard Taroreh yang mengusung tim Yamaha 549 Kaboci minimal finish di posisi 9 saja. Dalam hal ini posisi ke-2nya milik Rey Ratukore (Yamaha RRS), sedangkan Gupita Kresna (Yamaha Oryza) jika ingin meraih juara umum Sport 150 cc cukup bermain safety di deretan 10 besar. Pesaing terdekat ialah Reynaldi Pradana (Yamaha HDS).

Klasemen poin sementara: http://www.yamaharacingindonesia.co.id/klasemen/klasemen2018/ysr2018

”Serunya perjalanan Yamaha Sunday Race di tahun keempat ini akhirnya sampai ke seri 4. Antusiasme para peserta terus tinggi dan bergairah, baik balapan maupun kegiatan lainnya. Kecintaan mereka pada motor-motor R Series Yamaha khususnya R25 dan R15 terus menggelora, sehingga kami terus mengadakan Yamaha Sunday Race. Kuatnya ikatan kekeluargaan antar komunitas dan para pembalap profesional yang rajin berpartisipasi, turut mempertajam image R25 dan R15 yang selalu jadi favorit pecinta motor sport. Juga tahun ini sukses membuka kelas terbaru All New R15 Idemitsu Junior Pro. Ini balap kelas pembinaan yang menjadi bagian dari Yamaha Riders Academy (YRA) yang terbukti banyak menghasilkan pembalap prestasi, ”papar M. Abidin, GM After Sales & Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Pada bagian lain, berbagai aktiiftas yang menunjang penyelenggaraan Yamaha Sunday Race 2018 siap dihadirkan. Mulai School Invitation yang konsisten dilakukan dengan mengundang 100 siswa dari area Depok dan Bogor. Mereka akan diberikan edukasi ketika melakukan kunjungan ke paddock tim, termasuk adanya sesi tanya-jawab untuk menambah pengetahuan siswa seputar dunia balap.

Tidak kalah menarik ialah siap hadirnya ribuan bikers Yamaha Vixion se-Jabodetabek. Mereka akan melakukan victory-lap mengelilingi trek Sentul yang notabene memiliki panjang 3,965 km. Rekan-rekan komunitas juga akan diajak untuk mengikuti Fun Riding Competition, games dan berbagai hiburan lainnya.

Termasuk adanya penawaran menarik untuk pembelian spare-part, apparel dan cek motor secara gratis, termasuk pembersihan injektor. Intinya, semua pengunjung yang hadir akan puas dengan beragam acara atraktif yang disuguhkan. Termasuk hadirnya freestyler kebanggaan Indonesia yang berprestasi di kancah Asia, yakni Wawan Tembong. So, jangan lewatkan Yamaha Sunday Race 2018, Minggu ini ya.

BEGINI MAXI ANDA JIKA INGIN MENJADI KING OF MAXI ATAU JUARA UMUM CUSTOMAXI

Putaran Final Customaxi telah berakhir Sabtu kemarin, juara dari kelas Aerox, NMax dan XMax telah ditentukan. Tidak sampai itu saja, Raja dari semua kelas tersebut juga telah di umumkan. King Of Maxi, juara dari semua tipe Maxi tersebut adalah NMax asal Bandung.

Motor Yamaha NMax milik Agus Hadi Purwanto menyabet gelar Best NMax Modification serta menjadi King Of Maxi atau jawara dari semua kelas Customaxi yang dipertandingkan. Lalu apa saja yang membuat NMax ini bisa menjadi juara?

Yamaha NMax ini mengambil konsep High Technology atau menjadi motor NMax yang sangat Futuristik. King Of Maxi ini mengenakan Stripping grafis Matrix dengan warna putih mutiara dan Maroon menjadi warna dasar. Garis-garis Trend Milenium ini mengidentifikasikan konsep motor masa depan.

NMax jawara ini juga menggunakan teknologi yang canggih, disinilah kekuatan yang membuat NMax ini menjadi juara. Lampu-lampu NMax ini dapat dikontrol Software yang diaplikasikan Smart Phone Android. Sehingga nyala dan mati lampu motor tersebut bisa dikontrol sesuai kemauan dan sangat dinamis.

Selain lampu, tempat duduk atau Seat NMax ini bisa di naik turunkan (Buka-pasang) dengan kontrol Android tersebut. Gerakan Seat motor ini selayak Roof Top Panel yang bisa dibuka tutup layaknya Supercar. Benar-benar sebuah inovasi yang sangat jenius dan baru di ajang modifikasi roda dua.

Buat lebih jelasnya anda bisa nonton pada Video terlampir. Dan jika anda ingin menjadi King Of Maxi tahun depan, motor Maxi anda harus lebih canggih dari motor NMax milik Jajaka Bandung ini.

FINAL NASIONAL CUSTOMAXI DI KUASAI MODIFIKATOR ASAL BANDUNG, MAKASSAR DAN SURABAYA

Putaran Final Customaxi resmi dihelat di Jakarta, Sabtu, 24 Februari 2018. Mengambil tempat di Pejaten Village Mall, Final Round ini mempertandingkan juara dari seluruh Kota di Indonesia, lebih tepatnya ada 24 kontestan yang masuk dalam putaran ini.

Pada putaran ini ada 4 kategori yang dipertandingkan, yaitu;

  1. King of Maxi Modification
  2. Best XMax Modification
  3. Best NMax Modification
  4. Best Aerox 155 Modification

Para peserta tersebut akan dinilai berdasarkan syarat dan peraturan Customaxi seperti originalitas ide, kreatifitas, estetika, teknologi, Detailing, kerapihan, original produk, dan lain sebagainya. Dari semua kegilaan modifikasi tersebut, motor harus tetap layak jalan atau masih semuai ketentuan kelayakan untuk dipakai di jalan (Street Legal).

Dari 24 peserta memang sangat sulit sekali menentukan siapa pemenangnya, hal tersebut dikarenakan semua motor yang turun di Final ini sangat luar biasa modifikasinya. Membuat proses penentuan pemenang membutuhkan ketelitian dan waktu yang cukup lama.

Setelah melalui proses evaluasi yang cukup rumit dan lama, akhirnya para juri bisa menemukan kata sepakat untuk menentukan nama-nama dari setiap kategori tersebut.

Customaxi Best Aerox 155 Modification

Untuk kategori Best Aerox 155 Modification dimenangkan oleh Dita Aditya asal Surabaya. Motor Aerox asal Surabaya ini mengambil konsep Sport dengan Livery Yamaha 50th Anniversary.

Customaxi Best NMax & King Of Maxi Modification

Untuk kategori Best NMax Modification dimenangkan oleh Agus Hadi Purwanto asal Bandung. Motor NMax asal Bandung ini mengambil konsep High Technology dengan Livery grafis Matriks Futuristik.

Customaxi Best XMax Modification

Untuk kategori Best XMax Midification dimenangkan oleh Imran Syukri asal Makassar. Motor XMax asal Makassar ini mengambil konsep Sport dengan Livery grafis Winter Test VR46.

Dan untuk kategori King Of Maxi Modification kembali jatuh kepada Agus Hadi Purwanto asal Bandung. Yang memodif motor NMax-nya sangat canggih dan futurustik. NMax asal Bandung ini memiliki sistem yang dapat dikontrol menggunakan Smart Phone Android. Konsep modifikasi teknologi ini pertama kali di ajang modifikasi roda dua, jadi wajar saja jika NMax ini menjadi jawaranya.

Buat yang masih penasaran dengan hasil modifikasi anda dan pengen ikutan kontes modifikasi online terbesar dan pertama di Indonesia, silahkan persiapkan motor anda untuk ikut ajang ini selanjutnya. Dan jika anda ingin mengincar posisi King Of Maxi, pastikan motor anda melebihi King Of Maxi tahun ini.

RIDER YAMAHA DOMINASI PODIUM IRS SERI TERAKHIR

Tiga pembalap Yamaha membuktikan dominasinya dalam podium juara Kejurnas Sport 150 cc. Demikian berlangsung dalam race ke-2 seri ke-6 IRS 2017 di Sirkuit Sentul, Bogor (10 Desember). Bahkan Rafid Topan  (Yamaha Yamalube Syafina KYT IRC Cream-pie) meninggalkan jauh rival-rivalnya hingga sekitar 300 meter atau tepatnya dengan gap atau perbedaan catatan waktu 7,3 detik. 

Topan meninggalkan lawan-lawannya sejak lap awal sampai dengan perjalanan akhir balapan. Pada akhirnya, Topan membuktikan ketangguhan Yamaha YZF-R15 dengan meraih posisi terbaik. “Sejak lap awal saya langsung menekan dan tinggalkan lawan. Perfoma mesin sangat mendukung,“ tutur Rafid Topan yang finish ke-2 saat race awal dibelakang Wahyu Aji (Yamaha Yamalube Aspira Premio FSCM WJ72 EGP HDS Racing Team). 

Makin spesial, podium ke-2 dan ke-3 diborong juga duet racer garputala, Robby Sakera (Yamaha Yamalube Jasti Putra Usaha Jaya NHK FDR 549 Kaboci) dan Febrianus Balank (Yamaha Yamalube Aspira Premio FSCM WJ72 EGP HDS Racing Team). Catatan penting, bahwa ini merupakan podium pertama yang diraih Robby Sakera yang masih berusia 11 tahun. 

Pelaga asal Madura, Jatim ini tergolong baru fokus di balap motor sport. Selama ini lebih banyak konsen di balap bebek kategori pemula B, MP5 dan MP6. Masih dalam kelas Kejurnas Sport 150 cc, Richard Taroreh (Yamaha Yamalube Jasti Putra Usaha Jaya NHK FDR 549 Kaboci) yang dikawal mekanik Achos Lalang memastikan gelar juara nasional Sport 150 cc. 

Richard, sapaan akrabnya sukses mengawinkan dua gelar juara, yaitu saat Yamaha Sunday Race 2017 dan Kejurnas Sport 150 cc (IRS 2017 Sentul). Tentu saja, prestasi ini menjadi bukti dominasi pabrikan Yamaha yang selalu meraih predikat juara nasional Sport 150 cc. Rekor ini belum terpecahkan dalam beberapa tahun belakangan. Disamping itu, Rey Ratukore sukses meraih runner-up nasional Sport 250 cc berdasar klasemen akhir Kejurnas Sport 250 cc. 

Racer tim WR Super Battery Yamaha KYT TJM Racetech yang membesut Yamaha YZF-R25 ini finish ke-3 dalam race 2 yang berlangsung sangat ketat dan tersaji dalam 12 lap. “Puji Tuhan, saya meraih prestasi runner-up Kejurnas Sport 250 cc ini. Terimakasih untuk Yamaha Racing Indonesia, tim saya dan para sponsor yang terlibat,“ bangga Rey Ratukore.

“Selamat kepada tim pemenang dan pembalap yang juara. Pada kelas Sport 150, kami mendominasi standing poin akhir urutan 1 hingga 3. Kita raih juara nasional. Untuk Sport 250, kami ada di posisi runner-up. Kita semua enjoy dan bertarung sampai limit, “tukas Wahyu Rusmayadi, Divisi Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) saat acara selebrasi dan ucapan selamat kepada tim Yamaha yang terlibat di IRS 2017 Sentul. 

YAMAHA CUP RACE FINAL ROUND PADAT DIIKUTI 131 RIDERS DAN 12 RIBU PENONTON

Putaran akhir Yamaha Cup Race 2017 (YCR 2017) di Sirkuit GOR Manahan Solo, Jawa Tengah (26 November) yang notabene diramaikan 131 starter terbukti sukses dipadati penonton. Sekitar 12 ribu pasang-mata memadati sirkuit sepanjang 850 meter yang dipenuhi 11 tikungan yang variatif.  Masyarakat Solo begitu antusias menikmati sajian kompetisi balap dengan berbagai sajian hiburan.
“Yamaha Cup Race 2017 Solo mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat kota budaya Solo. Balapan ini merupakan salah satu langkah kita dalam memberikan edukasi kepada para rider binaan Yamaha Indonesia hingga mereka dapat terus berprestasi. Terimakasih untuk para sponsor yang terlibat mensukseskan acara ini, “ujar M Abidin, General Manager PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang hadir di YCR 2017 Solo.

Bicara pertarungan di kelas paling bergengsi YCR1 atau MP1 (150 cc) berlangsung sangat ketat. Terlebih antara Arianto Tarzan (Yamaha Cicile RRS Powered Race Tech) dan Wildan Gomma (Yamaha Yamalube IRC KYT Syafina) yang jaraknya begitu rapat. Pada akhirnya, dimenangkan Arianto Tarzan yang notabene berasal dari Kaltim.

Perjalanan hajatan YCR 2017 Solo sendiri harus dihentikan untuk 3 kelas terakhir dikarenakan kondisi hujan yang sangat deras. Yaitu YCR 2, YCR 4 dan YCR 6. Setelah ditunggu sampai dengan batas waktu yang mengacu pada regulasi, maka diputuskan bahwa balapan dihentikan karena kondisi trek yang banyak digenangi air. Alhasil, hasil juaranya mengacu pada kualifikasi.

Sehubungan juara umum kategori YCR1 atau MP1 (150 cc) yang berrdasarkan perhitungan poin dalam tiga seri (Kebumen, Kediri dan Solo) direbut Wildan Gomma. “Ini kenangan terindah saya di Jawa karena tahun depan saya akan kembali bertarung di region Sulawesi, “tutur Wildan Gomma. Kemudian untuk jawara umum seeded YCR2 atau MP2 (125 cc) diraih Sulung Giwa (Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin NGK DID Bahtera Racing)

Sedang juara umum pemula A dan Pemula B masing-masing direbut Wawan Wello yang berasal dari tim Privaateer, Bromo Jaya Mix Dinar Cahya NHK FDR RCB1 Kate dan M Robby (Yamaha Yamalube Jasti Putra NHK FDR 549 Kaboci). Mereka semua berhak atas hadiah empat unit motor.

Pada sisi lain, edukasi yang konsisten dilakukan pabrikan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memberikan hasil yang signifikan. Yaitu lahirnya para pebalap muda potensial. Tidak hanya bicara skill atau kemampuan balap yang meningkat, juga mental dan kepribadian. Diantaranya racer Wahyu Nugraha asal Boyolali, Jawa Tengah yang berusia 12 tahun dan sukses meraih podium juara YCR5 atau MP5.

Juga M Robby yang masih berumur 11 tahun ataupun M Faerozi, talenta 15 tahun yang merenggut podium terbaik  MP3 (150 cc). Kedua nama terakhir yang disebut berasal dari Jatim. Bahkan M Faerozi sudah difasiitasi Yamaha di Kejurnas Sport 250 cc (IRS 2017 Sentul). Termasuk M Roby yang sudah diproyeksian timnya di balap IRS 2017 Sentul.

Dengan berakhirnya gelaran Yamaha Cup Race 2017 Solo, maka berakhir sudah kompetisi terbaik persembahan dari YIMM ini. Adapun sponsor yang terlibat dalam mensukseskan YCR 2017 ialah Yamalube, Idemitsu, KYB, NGK, DID & IRC.