PEMBALAP AHRT FINISH 10 BESAR DI JEREZ, SPANYOL

Pertarungan sengit dihadapi para pebalap Astra Honda Racing Team di Jerez – Angel Nieto Circuit pada balapan hari ini, Minggu (29/9/2019). Ketiganya berhasil finis 10 besar di kelas masing-masing. Di kelas FIM Moto3 Junior World Championship, Mario Suryo Aji, yang start dari posisi ketiga dan terjatuh pada balapan pertama, akhirnya berhasil finis di urutan ke-9 pada balapan kedua. Di kelas Moto2 European Championship, Andi Gilang finis di urutan ke-8, satu tempat di depan rekan satu timnya, Gerry Salim, yang meraih hasil finis terbaiknya musim ini.

2019_FIMCEV_JEREZ_M3_GRID_JRB3041

Mario Suryo Aji memulai dua balapan Moto3 hari ini dari baris terdepan setelah mencatat hasil luar biasa pada sesi kualifikasi sehari sebelumya. Namun, balapan pertamanya berakhir lebih cepat karena pada lap kelima dia terjatuh ketika berada di posisi keempat. Pada balapan kedua, Mario harus bersaing dengan banyak pebalap tercepat di grup depan, bersaing di posisi keempat, sebelum akhirnya tergeser di belakang grup pada lap-lap terakhir. Finis di posisi ke-9, Mario mendapatkan tambahan poin penting yang membawanya naik ke posisi ke-16 klasemen FIM Moto3 Junior World Championship dengan 26 poin.

Di kelas Moto2 European Championship, Andi Gilang dan Gerry Salim juga mencatat hasil finis top 10. Gerry memulai balapan dari posisi start ke-13, tiga posisi di depan Andi yang berada di posisi ke-16. Kedunya terdorong ke belakang saat persaingan sengit pada awal balapan. Tak ada pebalap yang mau menyerah dan keduanya mulai bisa memperbaiki posisi sepanjang sisa balapan, hingga Andi berhasil finis di posisi kedelapan, sementara Gerry finis ke-9 yang merupakan hasil terbaiknya musim ini. Dengan hasil ini, kedua pebalap saat ini sama-sama mengoleksi 23 poin, dengan Andi berada di posisi ke-16, sementara Gerry ke-17.

2019_FIMCEV_JEREZ_M3_JRB3077

Putaran FIM CEV berikutnya akan berlangsung di Albacete pada 13 Oktober. Kelas FIM Moto3 Junior World Championship akan menggelar satu balapan, sementara kelas Moto2 European Championship menggelar dua balapan.

ASTRA HONDA RACING TEAM SIAP TAMPIL DI FIM CEV JEREZ

Dua setengah bulan sejak balapan terakhir di MotorLand Aragon, Astra Honda Racing Team kembali beraksi akhir pekan ini di Jerez, yang akan menjadi tempat berlangsungnya putaran keenam FIM CEV musim ini. Gerry Salim berangkat ke Spanyol dalam kondisi terbaik setelah akhir pekan kemarin bersaing di Moto2 World Championship. Gerry dan rekan satu timnya, Mario Suryo Aji, optimistis dengan peluang pada tiga putaran terakhir dan siap berusaha keras untuk meraih hasil positif bagi Indonesia.

02_19_VALENCIA_M2_JRB2374

Gerry Salim berangkat ke Jerez hanya beberapa hari setelah finis di urutan ke-29 pada Moto2 Grand Prix Aragon. Pelajaran berharga dari pengalaman berada di paddock MotoGP akan membuat Gerry lebih siap menjalani persaingan berikutnya di FIM CEV, setelah absen pada balapan terakhir karena cedera yang didapat saat kualifikasi di MotorLand Aragon. Pebalap Astra Honda ini sudah pulih sepenuhnya untuk menjalani balapan di Jerez dan kini mengincar hasil bagus lagi di Moto2 European Championship. Gerry saat ini berada di urutan ke-17 klasemen sementara dengan 16 poin.

2019_FIMCEV_MOTORLAND_M3_RACE_JRB1084

Sementara itu, Mario Suryo Aji menantikan bisa beraksi lagi pada bagian akhir kompetisi setelah mencatat hasil terbaik pada putaran terakhir sebelum jeda musim panas, di MotorLand Aragon, ketika dia finis top 10. Dengan tiga putaran tersisa di kelas Moto3 Junior World Championship, pebalap muda Indonesia ini berada di peringkat ke-16 klasemen sementara, dengan 19 poin.

Pada putaran keenam FIM CEV akan digelar satu balapan Moto2 European Championship pada Minggu (29/9/2019) pukul 18.00 WIB. Pada hari yang sama digelar dua balapan Moto3 Junior World Championship, pukul 16.00 dan 19.00 WIB.

GERRY SALIM TAMPIL KEDUA KALI DI ARAGON SPANYOL

Gerry Salim menjalani musim yang tak akan terlupakan. Pebalap muda Indonesia ini akan melangkah lebih jauh di paddock MotoGP. Setelah mencatat debut Moto3 World Championship pada Grand Prix Italia, Juni lalu, lulusan Astra Honda Racing School ini punya kesempatan untuk bersaing pada GP Aragon, yang juga akan menjadi debutnya di kelas Moto2 World Championship.

Kesempatan yang didapat Gerry ini sekaligus menyatakan sukses Astra Honda dan filosofinya untuk membantu pebalap Indonesia mewujudkan mimpi mereka dan mewakili negara di persaingan MotoGP. Hal ini sudah terwujud lewat Dimas Ekky Pratama, Gerry Salim, dan Andi Gilang.

05_MOTORLAND_FIMCEV_M3_ACB_AMB-641

Awal bersama Astra Honda
Gerry bergabung dengan Astra Honda Racing School pada 2010 dan semakin serius berlatih sebagai pebalap, yang mengantarnya bersaing di Honda Dream Cup dan Kejuaraan Nasional di Indonesia pada 2011 hingga 2013. Kemajuannya berlanjut pada 2014 ketika ikut All Japan Championship.

Selama tiga musim berikutnya (2015-2017), Gerry mewakili Astra Honda Racing Team di Asia Talent Cup, dan menjadi salah satu pebalap terbaik. Selama membalap di ATC, dia mencatat satu kemenangan dan lima kali naik podium, serta bersaing memperebutkan gelar juara hingga putaran terakhir pada musim kedua (2016).

Ketika masih bersaing di ATC, pebalap muda Indonesia ini juga memulai perjalanannya di Asia Road Racing Championship, menjalani debut pada 2016 di kelas SuperSports 600cc dan meraih dua kemenangan di Sirkuit Sentul, Indonesia. Tahun berikutnya, dia menjadi juara kelas Asia Production 250cc setelah menjalani musim yang luar biasa dengan memenangi tujuh dari 12 balapan.

2019_FIMCEV_MONTMELO_M2_RACE_JRB2314

Pindah ke Eropa
Pada 2018, Gerry pindah ke Eropa dan bersaing di FIM CEV. Setelah pengalaman pertama di kelas Moto3 Junior World Championship, tahun berikutnya Gerry naik kelas ke Moto2 European Championship. Gerry mencatat hasil bagus pada musim di mana dia dalam proses belajar dan adaptasi. Dia sudah tiga kali finis top 12 dari empat balapan yang dia jalani. Gerry saat ini berada di posisi ke-17 klasemen sementara.

Dengan hasil yang dicapai serta kerja kerasnya dan Astra Honda, Gerry Salim bisa mencatat debut di Moto3 World Championship pada 2019, finis di posisi ke-16 pada GP Italia. Kini, dia akan mencatat debut lainnya yaitu di kelas Moto2 World Championship di MotorLand Aragon, sirkuit yang dia kenal dengan cukup baik berkat dua musim balapan di FIM CEV.

 

GERRY SALIM BEBERKAN TARGET DAN AMBISINYA DI TAHUN INI

Gerry Salim menjalani tantangan berat pada paruh pertama musim keduanya di persaingan FIM CEV, beradaptasi di kelas Moto2 European Championship dan rutin finis 12 besar saat berhasil menyelesaikan balapan. Satu-satunya kemundurannya adalah cedera yang diderita ketika terjatuh saat menghindari pebalap lain yang jatuh di depannya. Kini, setelah pulih dari cedera patah tulang selangka, Gerry punya rencana ambisius saat menjalani sisa balapan musim ini, yaitu bisa bersaing dengan para pebalap tercepat di kelasnya, dan menargetkan selalu naik podium.

Bagaimana evaluasimu dari setengah musim FIM CEV 2019?
“Ini merupakan musim perdana saya memacu motor Moto2 dan paruh pertama berjalan baik, tetapi saya pikir saya kurang sering bersaing dengan para pebalap tercepat. Dan ini sesuatu yang ingin kami perbaiki. Saya harus melatih mental dengan keras agar bisa melakukannya pada paruh kedua musim ini.”

2019_FIMCEV_2019_MONTMELO_M2_AMB_ACB-22

Bagaimana proses adaptasimu di kelas Moto2?
“Adaptasi dengan motor Moto2 sangat menantang buat saya. Saya akan terus berusaha yang terbaik agar bisa beradaptasi 100 persen, tetapi saya belum bisa melakukannya secara kontinu.”

Apa saja perbedaan membalap dengan motor Moto3 dan Moto2?
“Di kelas Moto3 tahun lalu sangat sulit untuk beradaptasi karena posisi mesin, sehingga saya tidak bisa merasa nyaman. Namun, ketika menggantikan Ai Ogura di Moto3 Italia, saya bisa mendapatkan posisi yang nyaman dan memacu motor dengan maksimal. Di kelas Moto2, saya mendapatkan feeling yang bagus, tetapi masih belum bisa konsisten.”

Apakah bagian yang paling sulit saat bersaing di Moto2 European Championship?
“Mungkin para pebalap pesaing. Level persaingannya sangat tinggi dan mereka sangat agresif, selalu ingin menyalip di setiap tikungan.”

Apa poin paling positif pada musim ini?
“Saya bisa meraih poin di hampir setiap balapan, tetapi ini bukanlah target saya. Target saya adalah harus bisa bersaing di depan dan meraih podium.”

2019_FIMCEV_2019_MONTMELO_M2_AMB_ACB-112

“Saya ingin meningkatkan kemampuan balap saya, fisik, dan mental saya untuk bersaing demi menjadi juara di kelas Moto2.”

Bagian mana yang ingin kamu tingkatkan pada paruh kedua musim ini?
“Tentu saja saya ingin meningkatkan kemampuan balap saya, fisik, dan juga mental untuk bersaing demi menjadi juara di kelas Moto2.”

Apa yang kamu rasakan ketika menjalani debut Moto3 World Championship di Mugello?
“Saya sangat senang menjalani debut World Championship di Mugello, tetapi saya juga sedikit tegang karena itu adalah kali pertama saya. Tetapi, saya terus menjaga konsentrasi sehingga bisa meraih hasil bagus.”

Bagaimana rasanya membalap di World Championship? Apa yang kamu rasakan dan pelajari?

“Balapan di World Championship sudah pasti sangat sulit, dan saya harus melatih mental saya agar bisa bersaing dengan para pebalap terbaik. Saya belajar banyak dari membalap bersama mereka. Mereka sangat cepat beradaptasi dengan lintasan dan bisa konsisten.”

Apa targetmu pada paruh kedua musim FIM CEV 2019?
“Target saya adalah meraih hasil bagus untuk Astra Honda Racing Team, dan saya harus bisa bersaing lagi dengan para pebalap tercepat.”

Bagaimana proses pemulihan tulang selangkamu? Apakah kamu sudah 100 persen fit?
“Kondisinya sudah membaik. Dua minggu setelah operasi saya mulai berlatih kembali dengan naik sepeda, dan pada minggu ketiga saya sudah mulai berlatih dengan motor.”

Apakah kamu sempat berlibur? Kamu pergi ke mana?
“Saya kembali ke Indonesia, tetapi tidak untuk berlibur. Saya memilih menjalani pemulihan di rumah dan menghabiskan waktu bersama keluarga.”

FIM PUTUSKAN WINGLET BAN DUCATI DIANGGAP LEGAL

Hasil evaluasi Federasi Motor Balap Internasional (FIM) secara resmi mengumumkan bahwa Aero Part yang digunakan pada Swing Arm dinyatakan Legal atau tidak menyalahi aturan. Dan perangkat tersebut dinyatakan tidak dapat diprotes pada balapan berikutnya.

20190312_000222

Hasil ini diputuskan berdasarkan Pengadilan Banding FIM yang telah dilakukan sidang dengar pendapat di Mies, Swiss (Jumat, 22 Maret) 2019. Hasil sidang ini diputuskan tanggal 26 Maret 2019 dan telah mengkonfirmasi langsung kepada empat pihak penggugat. FIM juga memberikan waktu lima hari kepada Honda, Suzuki, Aprillia dan KTM untuk melakukan bandin melalui Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS).

Keputusan FIM juga menyatakan bahwa hasil balap GP Qatar Valid dan Final (Tidak berubah).

GERRY SALIM DAN DIMAS EKKY SIAP TURUN DI SIRKUIT CATALUNYA BARCELONA

Astra Honda Racing Team kembali beraksi akhir pekan ini di Barcelona-Catalunya Circuit pada putaran keempat FIM CEV musim 2018. Lintasan di Spanyol, yang baru diaspal ulang dan desain tikungan 13-nya diubah seperti pada 2016 ini, merupakan tempat spesial bagi Dimas Ekky. Di sanalah, dia kali pertama dan satu-satunya mendapatkan podium pada Moto2 musim lalu. Gerry Salim akan kembali berburu pengalaman membalap di Eropa dan terus berusaha meraih hasil lebih baik di persaingan Moto3 Junior World Championship.

Gerry Salim mencatat perkembangan yang bagus selama musim 2018, serta terus beradaptasi dengan persaingan di Junior World Championship dan balapan di Eropa. Gerry berharap bisa mempelajari Barcelona-Catalunya Circuit dengan cepat demi bisa meningkatkan performa baik saat kualifikasi maupun balapan. Targetnya adalah lebih dekat dengan posisi untuk mendapatkan poin.

Bagi Dimas Ekky, ini akan menjadi akhir pekan yang spesial. Dia menyebut lintasan ini sebagai kandangnya pada persaingan FIM CEV. Tahun lalu, dia meraih podium pertamanya di sirkuit ini, sekaligus mencatat sejarah sebagai pebalap Indonesia pertama yang bisa meraih prestasi tersebut. Dimas akan berusaha mengulang prestasi itu dan sekali lagi membanggakan negaranya. Dimas akan memanfaatkan referensi yang dia dapatkan saat menjalani tes pada Senin (28/5/2018).

Kedua kelas ini akan menggelar dua balapan pada Minggu (10/6/2018). Moto3 Junior World Championship akan berlangsung pada pukul 11.00 dan 14.00 waktu setempat (16.00 dan 19.00 WIB), sementara Moto2 European Championship digelar pada pukul 12.00 dan 15.00 waktu setempat (17.00 dan 20.00 WIB). Balapan-balapan ini bisa dilihat secara langsung melalui channel YouTube FIM CEV.

INFOGRAFIS ASTRA HONDA RACING TEAM DI AJANG FIM CEV

Minggu lalu ini menandai berakhirnya musim balap FIM CEV di Valencia, dan Astra Honda Racing Team menutup tahun ketiganya di ajang internasional. Selain hasil mereka, tim dari Indonesia ini telah berhasil mencapai dan melampaui 50 balapan dalam kompetisi ini selama akhir pekan terakhir ini – dengan total 52 kali balapan. Prestasi menonjol di periode ini adalah meraih podium bersejarah yang dicetak musim ini oleh Dimas Ekky.

Dimas adalah pebalap pertama AHRT yang melaju di FIM CEV pada tahun 2015, dan sudah melalui 29 kali balapan di Kejuaraan Moto2 Eropa. Meraih satu-satunya podium di sirkuit Barcelona-Catalunya. Selain itu, pebalap AHRT ini telah menunjukkan kemajuan besar selama masa ini: Pada tahun pertamanya Dimas meraih 29 poin, kemudian 66 pada 2016 dan 102 di musim ini.

Andi Gilang memulai debutnya musim lalu di Moto3 Junior World Championship, dan tampil di 23 balapan. Tahun pertama masih beradaptasi dan hanya mencetak 2 poin, pada 2017 Andi telah menunjukkan kemajuan besar mencapai 29 poin, dengan hasil terbaik sebagai finisher kelima.

Di lebih dari 50 balapan ini, para pebalap sudah balapan menempuh lebih dari 9.000 km dan 2.000 lap, terbagi menjadi delapan sirkuit dan tiga negara yang berbeda, sekaligus mengejar impian mereka untuk mencapai Kejuaraan Dunia MotoGP di masa depan.

PEMBALAP INDONESIA AKHIR MUSIM MOTO2 2017 FIM CEV DI POSISI ENAM

Dimas Ekky finis ketujuh di balapan terakhir musim ini di Valencia, meski sambil menahan sakit di jari tangannya yang terluka dari kecelakaan kemarin. Sedangkan Andi Gilang terjatuh di dua balapan Moto3.

Para pebalap Astra Honda Racing Team mengalami kejadian beragam pada Minggu terakhir musim FIM CEV 2017. Sirkuit Ricardo Tormo dalam kondisi sempurna, Dimas Ekky finis urutan ketujuh di Moto2, setelah dinyatakan fit oleh para dokter di pagi hari sebelum sesi pemanasan. Dimas mengalami kecelakaan kemarin dan kehilangan kuku tangan kirinya, dan keikutsertaannya hari ini sempat diragukan. Andi Gilang mengakhiri musim tanpa melewati garis finis, tersingkir di dua race kejuaraan Junior World Championship.

FIM M2

 

Dimas Ekky memulai balapan dengan motivasi besar mendapatkan posisi yang lebih baik, bergerak naik dua tingkat di lap pembuka. Dimas menempati posisi kedelapan di sebagian besar balapan. Setelah bertempur dengan dua pebalap lain di posisi 5 besar, Dimas akhirnya finis ketujuh. Ini adalah performa yang luar biasa dari Dimas, dengan mempertimbangkan rasa sakit di jarinya.

Andi Gilang tidak beruntung pada balapan pertamanya hari ini, highside di Tikungan ke-4 saat lap-lap awal. Setelah dilarikan ke medical centre, Andi tidak cedera dan dinyatakan layak untuk balapan berikutnya. Pada balapan kedua Andi berjuang meraih poin, namun saat berada di posisi ke-12 kembali mengalami highside di Tikungan ke-6 yang membuatnya harus berhenti balapan sebelum waktunya.

unnamed (1)

Pada akhir musim FIM CEV, Dimas Ekky berada di urutan keenam di Kejuaraan Moto2 Eropa dengan 102 poin, hasil terbaiknya selama balapan dalam kompetisi internasional. Di Moto3 Junior World Championship, Andi Gilang juga menunjukkan kemajuan besar tahun ini, berada di urutan ke- 17 dengan 29 poin.

AKSI RIDER SUPERMOTO LOMPATI DELAPAN ORANG SAMBUT KEJUARAAN SUPERMOTO ASIA DI INDONESIA

Beberapa minggu lagi Indonesia akan menjadi Tuan Rumah kejuaraan Supermoto terbesar di Asia, tepatnya tanggal 14-15 Oktober 2017. Kota Surakarta dengan bangga menghelat kejuaraan ini, dengan mengambil Stadion Manahan menjadi Sirkuit penghelat FIM Asia Supermoto Championship 2017.

Depan, Jack Field dan K-Dog dalam memamerkan aksi Wheelie

Dalam mensosialisasikan Event besar ini, FIM Asia mengadakan sebuah acara fantastis dengan mengundang para bintang Supermoto dunia. Yang hadir tidak tanggung-tanggung, Lewis Cornish pembalap World Supermoto Championship dari Inggris. Lewish disini datang untuk memamerkan skillnya dan memberikan pelatihan kepada para komunitas pecinta Supermoto.

Jersey merah-biru-putih: Lewis Cornish, Jersey pink-putih: Kristie McKinnon, Jersey biru-hitam-merah: Jack Field

Selain itu ada Kristie McKinnon atau yang biasa dipanggil K-Dog, Rider wanita ini adalah Juara Australia Women Motortrials serta pemenang kejuaraan Motortrials lainnya. K-Dog disini juga menunjukkan kepiawaian dirinya dalam menunggunangi Motor Trial dengan melakukan Freestyle dan melakukan panjatan dengan motornya.

K-Dog saat melakukan Jumping

Masih ada satu lagi, Riders satu ini sangat menarik perhatian, Jack Field. Rider yang pernah menjadi World Best Woodstrokes Freestyle Trials ini langsung menghibur seluruh pengunjung lokasi. Jack Field memang sangat terkenal dengan Freestyle-nya, dia bukan hanya terampil tapi seorang Entertainer sejati.

Jack Field yang handal dalam segala teknik Trials dan Freestyle, juga lihai dalam melakukan Backflip. Bahkan dia juga handal melakukan Trials Action dengan sepeda, hal ini ditunjukkan dengan mengajak pembawa acara untuk bermain dengannya, bahkan dikerjain.

Saat penutupan Riders asal Australia ini kembali mengajak penonton untuk bermain dengannya. Jack Field menantang para penonton untuk dilompatinya. Tidak tanggung-tanggung, Rider Australia ini melompati delapan orang sekaligus. Sungguh Skill yang luar biasa dan jarang sekali seorang Trials dan Freestyle melakukan ini.

Ini bukti bahwa Supermoto memiliki daya tarik dan magnet tersendiri. Jadi buat kalian, jangan lupa sempatkan untuk menonton Supermoto di Kota Surakarta Oktober nanti.

TAHUN BALAP TERBAIK UNTUK ASTRA HONDA RACING TEAM

Babak yang paling menentukan musim ini akan segera dimulai dan Astra Honda Racing Team bertekad untuk terus menjadi tim kebanggaan insan balap Indonesia. Di depan, adalah tiga bulan yang bakal menggembirakan di mana tim ini sudah memperlihatkan perkembangannya dalam mencapai tonggak bersejarah bagi Indonesia di tiga kompetisi yang diikuti: Kejuaraan FIM CEV, Asia Road Racing dan Asia Talent Cup.
Semua upaya dan kerja keras Astra Honda Racing Team ini bertujuan membidik para pebalap Indonesia, yaitu mewujudkan impian mereka mencapai Kejuaraan Dunia dan MotoGP di masa mendatang.

Di FIM CEV, Andi Gilang berada di urutan ke-17 di Kejuaraan Dunia Junior dengan 22 poin -dan Dimas Ekky posisi ke-7 di Kejuaraan Moto2 Eropa dengan 58 poin- keduanya menargetkan podium di sisa kompetisi ini. Dimas berhasil menjadi pebalap Indonesia pertama yang meraih podium di kelasnya. Dimas bertekad mengulangi tonggak bersejarah ini di tiga putaran tersisa tahun ini. Gilang semakin menunjukkan kemajuannya dan akan berjuang lebih keras untuk merebut podium pertamanya, sejauh ini prestasi terbaik Gilang di urutan ke-5. Kedua pebalap ini masih mempunyai tiga putaran tersisa di musim 2017: Jerez, Aragon dan Valencia.

Di Asia Road Racing Championship, harapan penggemar Indonesia bertumpu di pundak Gerry Salim. Pemimpin klasemen di Asia Production 250cc ini bisa dinobatkan sebagai juara di putaran berikutnya di Madras, India. Selain itu, di sisa 4 race ini Gerry berkesempatan mengalahkan rekor kemenangan dalam satu musim di kelas ini: Saat ini Gerry meraih 7 kali kemenangan, hanya tersisa dua kemenangan lagi, Gerry sudah berhasil menyamakan rekor prestasi di kelas ini. Rekan setimnya Rheza Danica di urutan ke-4 dengan 105 poin -dan Awhin Sanjaya ke-7 dengan 59 poin- juga bertekad untuk terus tampil gemilang di musim yang menjadi debut mereka. Di SuperSports 600cc, Irfan Ardiansyah -urutan ke-15 dengan 35 poin- berharap bisa melanjutkan progres positifnya setelah kembali dari cedera yang membuatnya absen sejak awal Juni. Mereka berempat akan bertarung di India dan seri terakhir di Thailand.

Di Asia Talent Cup masih dua putaran yang harus dilalui, keduanya bertepatan dengan Kejuaraan Dunia MotoGP: Motegi dan Sepang. Gerry Salim berada di posisi ke-7 dengan 55 poin, dan target tim adalah memperkukuh posisi mereka di 10 besar dan membuat progress yang membawa mereka lebih dekat untuk meraih kemenangan. Lucky Hendriansya berada di posisi ke-9 dengan 44 poin, M. Erfin Firmansyah ke-10 dengan 37 poin, dan Irfan Ardiansyah ke-15 dengan 22 poin.

Astra Honda Racing Team bertekad mengakhiri musim kompetisi ini dengan hasil positif, harapannya mampu membawa pebalap Indonesia ke pentas balap dunia dan MotoGP di masa mendatang.