DEAL, ZARCO KEMBALI KE MOTOGP 2020 BERSAMA AVINTIA

 

Pembalap MotoGP asal Perancis, Johann Zarco akhirnya kembali ke panggung MotoGP. Zarco sendiri mengkonfirmasi dirinya melalui akun Instagram pribadinya, bahwa dirinya resmi bergabung dengan Avintia Racing.

Zarco menulis, “Saya sangat senang mengumumkan tanda tangan saya bersama Ducati untuk musim 2020 dalam kategori MotoGP di Tim Balap Reale Avintia. Pergelangan kaki kiriku pulih dengan baik, sekarang aku bisa menikmati waktu musim dinginku dengan keluarga dan latihan lagi segera!” Ungkapnya sambil menandai MotoGP, Ducati dan Avintia Racing.

Dengan ini, teka-teki bangku kosong yang ditinggalkan Karel terjawab sudah. Zarco juga menjadi penutup kuota Rider MotoGP 2020.

Negosiasi Zarco dengan Avintia juga cukup rumit dan alot. Kurang percayanya Zarco dengan kapasitas Avintia membuatnya menahan kontraknya dengan Team. Hingga akhirnya Avintia dipastikan mendapat dukungan kuat dari Ducati untyk melayani Zarco.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Zarco diproyeksikan untuk Team pabrikan Ducati. Apakah Zarco cocok dengan Desmosedici?

DUCATI SIAPKAN ROTASI UNTUK BERIKAN TEMPAT TERBAIK BAGI ZARCO

Teka-teki masa depan Johann Zarco masih pelik, Rider asal Perancis ini mempesona banyak pihak. Namun Zarco adalah sosok pemilih, dan tidak mau salah tempat lagi, seperti kepindahan dirinya 2017 silam.

Ducati yang sangat meminati Zarco sudah meyakinkan keseriusannya untuk memberikan Zarco paket terbaik. Hal ini dilakukan dengan memanggil Zarco secara langsung. Namun Zarco tetap menolak jika harus bersama Avintia, Zarco ingin berada di Team besar dan kuat.

IMG_20191119_000606
Johann Zarco sesaat setelah bertemu petinggi Ducati di Sirkuit Ricardo Tormo

Saat ini beredar rumor bahwa Ducati sudah persiapkan rotasi untuk membuat Zarco bergabung. Yaitu melakukan rotasi Jack Miller ke Team Pabrikan dan membawa Zarco ke Pramac.

Kepindahan Miller ke Team Pabrikan akan berimbas ke Petruci. Mau tidak mau Ducati harus memutus kontrak Petruci dan atau memindahkannya ke Avintia. Lalu Ducati harus memutus kontrak Karel Abraham di Avintia.

IMG_20191119_001518
Gigi Dall’Igna, tokoh yang membawa Ducati ke Level saat ini

Rumit dan mahal, itu yang akan terjadi pada proses penarikan Zarco. Pasalnya Ducati wajib membayar pinalti akibat pemutusan kontrak tersebut.

Meski rumit, Ducati tetap akan melakukannya jika Zarco setuju masuk Pramac. Sikap Ducati ini juga didukung oleh penyelenggara France GP. Sepertinya Perancis tidak mau kehilangan sosok Zarco dikelas MotoGP.

IMG_20191119_001132
Paolo Ciabatti (Kanan), Direktur Olahraga Ducati Corse yang berpengaruh kuat dalam membawa Rider

Daya tarik Zarco juga sangat menjual dikelas MotoGP, keberanian duel dengan siapapun membuat Zarco menjadi salah satu sorotan. Selain itu Zarco bisa menjadi harapan Ducati untuk mendulang Podium dan kemungkinan besar juara dunia.

Keputusan ini akan terjadi dalam waktu terdekat ini, mungkin hanya hitungan jam saja. Jika Honda deal dengan Alex Marquez, mau tidak mau Zarco bergabung dengan Ducati atau turun ke Moto2.

DUCATI YAKINKAN ZARCO DAPAT PAKET TERBAIK BERSAMA AVINTIA

Demi mendapatkan Zarco, Ducati kembali yakinkan Zarco untuk bergabung dengan Avintia. Usaha Ducati ini terus dilakukan mendengar isu bahwa Honda lebih memilih Alex Marquez untuk pengganti Lorenzo.

Meski sebelumnya Zarco sudah menolak Avintia, Ducati memanggil Zarco untuk memperjelas arah dan opsi yang akan di dapat Zarco. Hal ini diketahui bahwa Zarco terlihat menemui Boss Ducati Paolo Ciabatti dan Gigi Dall’Igna senin siang tadi di markas Ducati di sirkuit Ricardo Tormo.

IMG_20191118_230542
Zarco tertangkap kamera sedang keluar dari kantor balap Ducati di Sirkuit Ricardo Tormo

Motorsport.com sendiri mengatakan bahwa Ducati akan memberikan paket kompetitif di Avintia dan Zarco akan menggantikan Karel Abraham. Keinginan Ducati ini juga mendapat dukungan dari pihak Grand Prix Perancis untuk tetap menempatkan Zarco pada kelas MotoGP.

Zarco sendiri sampai saat ini belum memberikan jawaban, dirinya berharap mendapatkan Team dan Motor yang baik dan kompetitif. Zarco juga mempercayakan Teamnya untuk mempelajari dan memberikan dirinya pilihan Team terbaik.

ZARCO DITAWAR AVINTIA NAMUN RAGU DAN TAKUT GAGAL LAGI

Johann Zarco banjir tawaran, yang terakhir Zarco di berikan tawaran oleh Avintia Racing untuk bermain di musim depan. Tawaran ini diterimanya saat di sirkuit Valencia kemarin.

Zarco sendiri menolak tawaran tersebut, dirinya mengaku takut mengulang kesalahan yang sama, seperti yang dia lakukan bersama KTM. Zarco juga ungkapkan bahwa dia menginginkan Team dan Motor yang kuat, dan Zarco tidak menganggap Avintia adalah Team yang Top.

IMG_20191118_230437

Zarco sendiri mengungkapkan bahwa dirinya lebih baik balik ke Moto2 jika tidak ada opsi terbaik. Bahkan jika benar Alex Marquez jadi naik kelas, Zarco akan isi kursi yang ditinggalkan Alex bersama Marc. VDS

LORENZO DEKATI PETRONAS YAMAHA UNTUK MUSIM 2021

Juara dunia tiga kali MotoGP, Jorge Lorenzo dikabarkan mendekati Team Satelit Yamaha untuk menawarkan jasanya. Kabar ini tersiar sejak hubungan Lorenzo dengan Honda semakin renggang, hal ini juga telah diamati oleh media Motorsport.

Menjalani tahun pertama yang kurang baik dengan Honda, membuat Lorenzo mencari opsi tahun Team lain untuk musim 2021. Opsi ke Petronas merupakan opsi kedua setelah Lorenzo dikabarkan mendapat tawaran untuk ke Pramac Ducatu menggantikan Miller yang akan naik ke Pabrikan Ducati.

PicsArt_08-14-06.47.19

Meski opsi kedua, pindah ke Petronas Yamaha adalah opsi terbaik. Hal ini dikarenakan kecocokan motor Yamaha bagi Lorenzo yang membuatnya menjadi juara dunia. Faktor pengalaman sulit menaklukan Ducati juga merupakan pertimbangan tersendiri. Walau akhirnya Lorenzo bisa menjinakkannya, namun untuk ke Top Perform motor Yamaha lebih menjanjikan.

Kembali ke Ducati juga menjadi sebuah Challenge tersendiri. Karena jika Lorenzo bisa juara Dunia dengan kuda Italia tersebut, Lorenzo masuk legenda Rider juara dunia dengan dua pabrikan berbeda.

SEMPAT MENENTANG, KINI HONDA CONTEK WINGLET SWINGARM MILIK DUCATI

Honda merupakan aktor utama dalam protes Aero Part Swingarm milik Ducati sesaat setelah Ducati juarai GP Qatar. Namun protes Honda berujung kecewa, karena FIM melegalkan Winglet tersebut.

Melihat hal itu  Honda akhirnya ikuti Ducati untuk mengembangkan dan menggunakan Winglet Swingarm. Hal ini diketahui bahwa Engineer Honda menemui Direktur Teknis MotoGP Danny Aldridge, kamis kemarin untuk meminta persetujuan penggunaan perangkat Aerodinamika milik Honda.

IMG_20190330_222339

Penggunaan Winglet Swingarm Honda ini sempat mendapat penolakan dari Direktur Teknis MotoGP terkait fungsi kegunaan Aero Parr tersebut. Namun Honda terus mencoba untuk mendapatkan Homologasi penggunaan Winglet tersebut, dengan alasan bahwa perangkat Aerodinamika Honda memiliki fungsi yang berbeda. Hal inilah yang membuat Honda mendapatkan ijin penggunaan Winglet tersebut.

Dengan keputusan ini, Team yang melakukan protes lainnya juga didengar sedang mengembangkan Winglet yang sama untuk mengikuti jejak Ducati. Hanya Team Yamaha saja yang belum memberikan komentar khusus.

Jika pengembangan dan evaluasinya rampung saat ini. Bukan tidak mungkin kita akan melihat Honda memakainya di Race GP Argentina. Dan semua orang menunggu bukti kemampuan dan efek dari Winglet tersebut.

FIM PUTUSKAN WINGLET BAN DUCATI DIANGGAP LEGAL

Hasil evaluasi Federasi Motor Balap Internasional (FIM) secara resmi mengumumkan bahwa Aero Part yang digunakan pada Swing Arm dinyatakan Legal atau tidak menyalahi aturan. Dan perangkat tersebut dinyatakan tidak dapat diprotes pada balapan berikutnya.

20190312_000222

Hasil ini diputuskan berdasarkan Pengadilan Banding FIM yang telah dilakukan sidang dengar pendapat di Mies, Swiss (Jumat, 22 Maret) 2019. Hasil sidang ini diputuskan tanggal 26 Maret 2019 dan telah mengkonfirmasi langsung kepada empat pihak penggugat. FIM juga memberikan waktu lima hari kepada Honda, Suzuki, Aprillia dan KTM untuk melakukan bandin melalui Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS).

Keputusan FIM juga menyatakan bahwa hasil balap GP Qatar Valid dan Final (Tidak berubah).

JUARA EMPAT KALI, ALVARO BAUTISTA JADI FENOMENA BARU WORLD SUPERBIKE

Tahun ini jadi tahun yang luar biasa buat Alvaro Bautista, mantan Rider MotoGP ini membuat fenomena baru di ajang World Superbike, Bautista baru saja catatkan rekor terbaru bagi dirinya dengan mengasapi empat kali Juara dunia Superbike. Di Race kedua GP Thailand hari ini, Bautista kembali memuncaki Podium teratas. Tidak hanya itu, Bautista juga memborong dua kali juara Superpole Race. Artinya Bautista sudah memborong enam kemenangan beruntun.

Bautista Buriram

Kemenangan Bautista juga membawa kembali kejayaan Ducati di WSBK sejak terakhir berjaya di tahun 2011. Jika konsistensi Bautista akan terus berlanjut, bukan tidak mungkin Ducati akan menjadi juara musim ini dan beberapa tahun ke depan. Bahkan jika melihat performa awal seperti ini, bukan tidak mungkin Bautista juga akan mencetak juara musim terbanyak sepanjang sejarah.

Podium WSBK Buriram
Podium Race 1 & 2 GP Thailand: P1 – A. Bautista, P2 – J. Rea & P3 – A. Lowes

Namun bukan berarti Bautista akan mudah begitu saja, walau saat ini Bautista dengan Ducati berlari begitu kencang, akan ada evaluasi regulasi tengah musim untuk menyesuaikan semua motor. Tidak lupa juga pengembangan dan adaptasi motor para kompetitor serta pembalapnya sendiri.

DUCATI SIAP LAPOR BALIK HONDA TERKAIT WINGLET YANG DIGUNAKAN

Ducati masih menyesalkan sikap Honda yang melaporkan Winglet yang digunakan Ducati di seri Qatar kemarin. Sikap Honda tersebut dapat mengambil keuntungan yang besar di banding Suzuki dan dua manufaktur lainnya.

Ducati akui terkejut dengan sikap Honda tersebut, karena Honda merupakan Protagonis kejuaraan dunia sekaligus pendiri MotoGP era modern bersama Ducati & Yamaha. Yamaha sendiri terkesan dingin dan tidak ikut melaporkan Winglet Ducati.

IMG_20190316_000850

Ducati sendiri telah meyakini bahwa legalitas terkait Winglet dan materialnya telah diselesaikan dengan Direktur Teknis MotoGP. Luigi Dall’ Igna juga menegaskan, harusnya hal bersifat teknis seperti ini harus diselesaikan dalam asosiasi pabrikan atau bersama dengan Direktur Teknis MotoGP.

PicsArt_03-16-12.11.55

Karena hal tersebut membuat Ducati berpikir untuk melaporkan bentuk dan ukuran Winglet baru Honda yang dianggap membahayakan dan menyulitkan pembalap lain. Ducati menganggap Winglet Honda tidak proporsional, hal tersebut diungkapkan Dall’ Igna, “Sayap Honda benar-benar berbahaya bagi kami. Tidak hanya itu, namun karena dibuat dengan basis ramping, dapat mengalami deformasi signifikan dari beban yang mereka alami, dan juga dapat menciptakan fungsi perangkat aerodinamika yang dapat dipindahkan (yang mana dilarang).”

DUCATI DILAPORKAN TERKAIT ILEGAL WINGLET DI GP QATAR

Ducati dilaporkan oleh empat manufaktur MotoGP terkait penggunaan Front & Rear Wheels Aero Parts pada sesi Race GP Qatar. Winglet tersebut disinyalir mengantarkan Ducati menjuarai GP perdana tahun ini.

20190312_000124

Keempat pabrikan tersebut adalah Honda, Suzuki, Aprillia dan KTM, hanya Yamaha yang tidak melakukan gugatan tersebut. Keempat manufatur motor tersebut menyebutkan bahwa Winglet tersebut mempunyai sistem pendingin ban, yang membuat ban Dovi tetap kompetitif hingga akhir balap.

20190312_000222

Pihak dari MotoGP sendiri telah meminta Ducati untuk menyerahkan perangkat Aero pada ban tersebut untuk diinvestigasi. Dan memang Ducati sendiri baru memperkenalkan Winglet tersebut menjelang sesi Race.

20190312_000417

Dan jika memang Winglet tersebut terbukti menjadi perangkat pendingin, apakah Ducati dinyatakan bersalah? Karena sampai saat ini tidak ada aturan baku pelarangan penggunaan perangkat tersebut. Bahkan Aerodinamyc Winglet untuk ban ini merupakan terobosan baru yang membuat MotoGP semakin kompetitif.