AHRT PASTIKAN TEAM TERBAIK DI AP250 ARRC 2019 DAN DUA RIDER DUDUKI RUNNER UP & POSISI KETIGA KLASEMEN AKHIR

Astra Honda Racing Team menutup persaingan Asia Road Racing Championship 2019 dengan membawa pulang gelar juara untuk tim di kelas Asia Production 250cc. Awhin Sanjaya dan Irfan Ardiansyah masing-masing menutup musim dengan berada di posisi kedua dan ketiga klasemen akhir pebalap, setelah sama-sama meraih tujuh podium. Pada balapan terakhir di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Minggu (1/12/2019), Awhin finis di posisi ke-3, sementara Irfan gagal finis karena bertabrakan dengan pebalap lain di tikungan terakhir. Lucky Hendriansya finis di urutan ke-10. Di kelas SuperSports 600cc, Andi Gilang finis di urutan kelima, sementara Rheza Danica di urutan ke-11.

Pada balapan terakhir ARRC di Chang International Circuit, Irfan Ardiansyah dan Awhin Sanjaya punya peluang meraih gelar hingga tikungan terakhir sebelum finis. Irfan, yang punya peluang lebih besar, memimpin sejak pertengahan balapan. Namun, di tikungan terakhir sebelum finis, dia bersenggolan dengan pebalap lain yang membuatnya terjatuh dan tidak bisa menyelesaikan balapan. Awhin kembali membalap dengan fantastis dan akhirnya finis di posisi ke-3, sementara Lucky Hendriansya ke-10 setelah mendapatkan penalti karena melebihi batas lintasan.

Di kelas SS600, Andi Gilang menutup balapan terakhirnya di Asia Road Racing Championship dengan finis di posisi ke-5. Rheza Danica menutup musim sebagai pendatang baru dengan finis di posisi ke-11. Dengan hasil ini, Andi dan Rheza masing-masing berada di peringkat ke-5 dan ke-11 klasemen akhir pebalap.

ARRC 2019 berlangsung dalam tujuh putaran dan 14 balapan. AHRT melanjutkan dominasi di kelas Asia Production 250cc dengan membawa pulang gelar juara tim untuk kali ketiga secara beruntun, dengan Honda CBR250RR hasil produksi Indonesia

ASTRA HONDA RACING TEAM SIAP GAPAI GELAR DI THAILAND

Asia Road Racing Championship 2019 akan selesai pada akhir pekan ini di Chang International Circuit, Thailand, di mana Astra Honda Racing Team berpeluang untuk meraih dua gelar di kelas Asia Production 250cc. Irfan Ardiansyah, Awhin Sanjaya, dan Lucky Hendriansya akan berusaha untuk kembali membawa gelar juara pebalap maupun tim ke Indonesia.

Irfan Ardiansyah menghadapi putaran terakhir ARRC dengan berada di puncak klasemen, bersama salah satu pesaing terkuatnya, berkat koleksi 176 poin termasuk hasil satu kemenangan dan tujuh podium yang didapatnya musim ini. Awhin Sanjaya berada di posisi ketiga klasemen, hanya 14 poin tertinggal dari dua pebalap di atasnya. Dia memenangi dua balapan pada musim ini. Sementara itu, Lucky Hendriansya berada di posisi kelima dengan 120 poin. Meskipun peluang untuk menjadi juara umum pebalap sudah tidak ada, Lucky akan berjuang bersama rekan-rekannya untuk memperebutkan gelar juara umum tim. Astra Honda Racing Team saat ini memimpin klasemen tim dengan 238 poin, unggul 37 angka atas pesaing di posisi kedua.

Di kelas SuperSports 600cc, Andi Gilang akan turun untuk kali terakhir di Asia Road Racing Championship sebelum pindah ke Moto2 World Championship pada 2020. Pebalap Indonesia tersebut dua kali naik podium pada musim ini dan berada di posisi kelima klasemen hasil 94 poin. Rekan satu timnya, Rheza Danica Ahrens, berada di peringkat ke-10 dengan 71 poin dan mencatat finis 10 besar dalam sembilan dari 12 balapan yang sudah berlangsung musim ini.

Balapan putaran terakhir ARRC musim ini akan berlangsung Sabtu (30/11/2019) pada pukul 13.55 WIB (AP250) dan 14.45 (SS600), serta Minggu (1/12/2019) pada pukul 14.05 WIB (AP250) dan 15.05 WIB (SS600).

HASIL ARRC ZHUHAI CHINA, RIDERS YAMAHA INDONESIA TERUS PERBAIKI POSISI KLASEMENNYA

Zhuhai, China – Dua rider tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang bersaing di race ke-2 kelas Asia Production 250 (AP250), Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 di Sirkuit Zhuhai, China, Minggu (11/8), berupaya untuk meraih hasil lebih baik dari race pertama.

Anggi Setiawan dan M Faerozi sukses melakukan start dengan baik. Walau sempat berada di barisan ke-2, namun Anggi Setiawan terbukti mampu menunjukan potensinya dengan berhasil melesat dan merangsek masuk di barisan grup terdepan hingga akhirnya ia dapat menyelesaikan balapan di posisi ke-6. Hasil ini merupakan suata peningkatan yang ditunjukan oleh pembalap asal Palu tersebut, dimana pada race sebelumnya ia finish di urutan ke-11.

DSC_6518
Anggi saat beraksi di ARRC Zhuhai

Sedangkan Feroz yang sejak sesi warm-up sudah tampil dengan penuh percaya diri, masih belum beruntung karena terjatuh ketika akan mengovertake rivalnya. Meskipun demikian, semangat juang yang ditunjukan oleh pembalap asa Lumajang, Jawa Timur ini patut untuk di apresiasi dan tentunya kedepan ia harus melakukan evaluasi agar dapat tampil lebih optimal.

DSC_6506
Faeroz saat beraksi di Zhuhai

“Saya mengawali start dengan baik. Kemudian terus berjuang di posisi ke-8 dan ke-9. Dua lap terakhir, saya dapat mendekati top group. Alhamdulilah, saya dapat finish ke-6. Terimakasih untuk Yamaha dan kru tim. Seri selanjutnya, kita akan berusaha lebih baik lagi,” ungkap Anggi Setiawan.

“Saya mulai menemukan arah set up yang lebih baik sejak warm up. Saat start di race 2, saya langsung bisa maju ke depan ikut rombongan dan ada di posisi 13. Memasuki lap kedua, saya mencoba lebih push dengan melewati dua pembalap sekaligus pada T5. Namun akhirnya saya terjatuh dan puji syukur saya tidak mengalami cedera. Terima kasih kepada yamaha, tim mekanik dan semuanya. Terus berjuang utk seri berikutnya,” timpal Feroz yang saat ini ada di posisi ke-14 dalam klasemen sementara AP250.

Di kelas Underbone 150, ARRC 2019 Zhuhai, dua rider muda tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), Aldi Satya Mahendra dan Wahyu Nugroho yang membesut Yamaha MX King 150 dapat menunjukkan perfoma terbaik. Sebagai rookie atau pendatang baru, mereka mampu bersaing di barisan depan.

Sebetulnya, Aldi Satya Mahendra dapat konsisten berada di top group sejak lap awal hingga lap akhir. Pembalap asal Yogyakarta berusia 13 tahun tersebut sudah piawai mengikuti ritme para seniornya. Aldi Satya Mahendra yang juga adik kandung dari racer WorldSSP300, Galang Hendra Pratama dapat mencari celah ketika berada dalam kerumunan banyak pembalap.

DSC_6158
Aldy Satya saat beraksi di Zhuhai

Termasuk juga berani menunda braking point atau titik pengereman. Namun sayangnya, di salah satu tikungan, di lap akhir, terjadi benturan dengan pembalap Malaysia hingga posisinya melorot. Namun berkat perjuangannya, ia dapat finish diurutan ke-7.

Begitupun semangat bertanding Wahyu Nugroho. Walau start dari grid ke-23 namun secara bertahap dapat terus maju kedepan. Bahkan di lap terakhir, tepatnya ketika keluar tikungan pertama, ia dapat masuk ke barisan terdepan.

Persaingan yang begitu ketat, pada akhirnya Wahyu Nugroho harus puas finish ke-8. Mengacu hal tersebut, Aldi Satya Mahendra dapat mendongkrak posisinya ke urutan ke-6 dalam klasemen sementara UB150, sedangkan Wahyu Nugroho di deretan ke-12. Peluang masih terbuka karena masih terisa 2 seri lagi (Malaysia dan Thailand).

“Saya konsisten ada di top group namun beberapa lap memang saya tidak terus untuk push sambil mengatur strategi. Sempat terjadi sentuhan dengan pembalap lain dalam perebutan posisi 1 yang membuat saya jadi kehilangan momen dan akhirnya saya finish di posisi 6. Terima kasih semuanya. Saya akan coba lagi di seri berikutnya. Saat ini saya berhasil memperbaiki posisi standing point,” tutur Aldi Satya Mahendra yang berhasil merenggut podium ke-3 di race perdana.

DSC_6212
Wahyu Nugroho saat beraksi di Zhuhai

“Saya memulai start dengan baik dan langsung berada di posisi ke-14 namun saya tertahan di posisi 10 dan hampir ketinggalan group. Akhirnya, saya finish di posisi 8. Poin yang saya dapatkan di seri ini menjadi modal saya untuk seri berikutnya. Terima kasih kepada Yamaha dan semua yang telah mendukung dan mendoakan saya,” timpal Wahyu Nugroho.

Ayo dukung terus tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang akan berjuang pada seri berikutnya di ARRC 2019, Malaysia tepatnya di sirkuit Sepang (19-22 September). Semoga mereka dapat mengharumkan nama indonesia di pentas balap internasional. Serta dapat meraih podium tertinggi untuk Merah Putih Semakin Di Depan, Yamaha Gasspoll!

RIDER 13 TAHUN ASAL JOGJA RAIH PODIUM TIGA DI SERI ARRC CHINA

Zhuhai, China – Pembalap belia potensial asal Yogyakarta, Aldi Satya Mahendra berhasil meraih podium ke-3 dalam race pertama kelas Underbone 150 (UB150) pada putaran ke-5 Asia Road Racing Championship 2019 (ARRC 2019) di Sirkuit Zhuhai, China, Sabtu (10/8).

Pembalap tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang membesut Yamaha MX King 150 tersebut dapat konsisten berada di barisan depan sejak lap awal. Aldi Satya Mahendra yang masih berusia 13 tahun dapat menjaga ritme balap diantara kepungan para senior yang kenyang pengalaman. Terus menjaga konsentrasi dan fokus dengan strategi yang diterapkan.

IMG-20190810-WA0008

Di tikungan 14 pada lap terakhir dimana kerap terjadi manuver saling overtake, Aldi Satya Mahendra sukses menempatkan posisi motornya dalam racing line yang bagus. Alhasil, dapat mencapai garis finish lebih dahulu dari rival terdekatnya.

Selain itu, ini podium yang kedua kalinya bagi Aldi Satya Mahendra yang juga adik kandung dari rider WorldSSP300, Galang Hendra Pratama. Sebelumnya ia meraih podium juara UB150 dalam race ke-2 ARRC 2019 di Suzuka, Jepang.

Masih di kelas UB150, rekan satu tim Aldi Satya Mahendra, yaitu Wahyu Nugroho tidak pantang menyerah meskipun tidak start dari  barisan depan. Rider berusia 16 tahun asal Boyolali, Jawa Tengah ini secara bertahap dapat menaikan posisinya hingga finish ke-5. Pencapaian yang patut diapresiasi.

IMG-20190810-WA0007

“Sejak awal start, saya terus ada di posisi depan sambil mengamati pembalap yang lain. Saat lap terakhir, saya mencoba untuk tenang agar dapat mengatur strategi. Saya senang mendapatkan podium 3 untuk balap seri ini. Terima kasih untuk Yamaha , tim, mekanik  dan semuanya. Di race ke-2, saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk menambah nilai dalam standing point UB150,“ ucap Aldi Satya Mahendra

“Dari awal, target saya dapat masuk dalam  top group agar dapat menambah poin. Saya terus ikut rombongan, atur ritme dan tidak berbuat kesalahan apapun. Kurang 2 lap lagi, saya sudah ada di top group. Dan akhirnya saya senang bisa mendapatkan posisi 5 ini. Besok saya akan berusaha lebih dari race 1 ini,” timpal Wahyu Nugroho.

Sementara itu, di kelas Asia Production 250 (AP250), Anggi Setiawan dapat berada di barisan depan pada lap-lap awal. Bahkan sempat memimpin di posisi ke-2. Namun disayangkan, Anggi Setiawan mengalami kendala pada kinerja pengereman hingga tidak dapat tampil optimal. Anggi, panggilan akrabnya harus puas finish di posisi ke-11.

Begitupun yang dialami M Faerozi yang mengalami masalah slide pada ban belakang hingga kehilangan momen untuk berada di grup depan. Namun ini bukan hasil akhir. Mereka akan melakukan evaluasi, termasuk mengoptimalkan set-up motor untuk race ke-2 AP250 pada Minggu (11 Agustus) nanti.

Targetnya adalah mencapai hasil yang lebih baik untuk mendongkrak posisi dalam klasemen sementara AP250.

“Saya sempat memimpin dan ada di top group. Saat memasuki lap kedua, saya merasakan feeling berbeda pengereman sehingga titik pengereman saya jadi berubah. Sehingga saya jadi kehilangan waktu. Dan akhirnya saya hanya bisa finish di P11,“ tutur Anggi Setiawan.

“Setelah start, saya sudah bisa ikut rombongan terus namun saya membuat kesalahan sehingga slide di T7 saat keluar tikungan. Akhirnya, saya kehilangan dari group depan dan hanya bisa ada di group kedua saja . Hari ini jadi modal untuk berjuang lagi race 2 besok,“ tukas Faeroz.

Ayo dukung terus tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) agar dapat kembali meraih prestasi yang lebih baik di race ke-2. Harapannya dapat meraih podium tertinggi hingga Merah Putih dapat berkibar kembali di pentas Asia.

JELANG ARRC SUZUKA JEPANG, RIDER INDONESIA SIAP JAGA KONSISTENSI RAIH POIN

Start dari posisi ke-4, M Faerozi yang mengusung tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) harus puas finish ke-9 pada race perdana (1) balap Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 kelas Asia Production 250 (AP250) di Sirkuit Suzuka, Jepang, Sabtu (29 Juni).

Sehubungan jalannya balapan, pada awalnya, pembalap asal Lumajang tersebut dapat berada di barisan depan. Faeroz, sapaan akrabnya ingin kembali meraih podium seperti seri ke-3 ARRC 2019 Thailand. Namun dalam perjalanan race pada rombongan pertama cukup ketat sehingga kehilangan momen untuk mengejar.

19arrc r4 sat2 2821

Sedangkan rekan satu timnya, Anggi Setiawan memang berada di barisan rombongan ke-2. Anggi sudah berusaha untuk mencari set-up terbaik sesuai dengan evaluasi yang dilakukan dengan mekanik. Petarung asal Palu, Sulawesi Tengah ini berada di grid start ke-17 dan pada akhirnya finish ke-16.
Namun Faeroz dan Anggi Setiawan siap berusaha lebih baik lagi di race ke-2 AP250 yang akan berlangsung Minggu (30 Juni). Mereka akan all-out untuk memperoleh poin maksimal agar posisi dalam klasemen sementara terdongkrak menjadi lebih baik.

“Saat kualifikasi, saya puas memperoleh di grid ke-4. Saya mencoba set-up terbaru pada suspensi dan hasilnya lebih baik. Saat race, saya memulai start dengan baik namun di corner 1, saya tertutup pembalap lain. Ada sedikit kendala pada motor saya, tetapi itu tidak menjadi masalah serius. Saya finish ke-9 dan saya akan berusaha lebih baik di race ke-2 untuk memperbaiki poin dalam klasemen,” ujar Faeroz yang saat ini ada di posisi ke-8 dalam klasemen sementara AP250.
“Dari hasil kualifikasi, kita set-up mesin dan suspensi hasilnya cukup baik. Namun saat race, untuk dapat maju kedepan, memang sangat sulit. Saya kehilangan momen dari rombongan depan. Namun untuk set-up akan kita tingkatkan menjadi lebih baik jelang persiapan di race ke-2,” timpal Anggi Setiawan yang berada di urutan ke-15 dalam standing point AP250.

19arrc r4 sat2 2016

Sedangkan dua rookie atau pendatang baru tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang berkompetisi di kelas Underbone 150 cc (UB150), Wahyu Nugroho dan Aldi Satya Mahendra tidak dapat memberikan hasil maksimal.
Wahyu Nugroho yang sukses meraih podium saat ARRC 2019 Thailand mengalami kendala pada kinerja pengereman, sedangkan Aldi Satya Mahendra terjatuh di lap-lap akhir saat bersaing di barisan depan. Tidak kata menyerah. Mereka akan berupaya maksimal lebih baik di race ke-2 UB150.

Adapun, hasil dari race 1, masing-masing berada di urutan ke-11 dan ke-19 dalam klasemen sementara UB150.
“Pertama, saya senang dimana dalam Superpole dapat start di posisi ke-3. Dalam race sempat di depan. Dua lap setelah start saat memasuki lap ke-3, ada kendala teknis pada bagian rem depan hingga saya melorot ke belakang. Saya tetap mencoba untuk mencapai finish. Dan akhirnya saya dapat finish ke-16. Race ke-2 saya berharap lebih baik dan tidak ada kendala agar supaya kerja keras tim terbayar,” tutur Wahyu Nugroho yang berasal dari Boyolali, Jawa Tengah dan berumur 16 tahun.
“Saat Superpole, Aldi keluar langsung push dan mendapat time 2 menit 41,3 detik dan berhasil start di di grid posisi ke-5. Tetapi saat Superpole tadi motor kurang maksimal dalam pemilihan gir dan masuk persiapan race 1 coba kami terapkan hasil inputan tersebut. Saat race, lepas start, Aldi dapat berdua dengan Wahyu berada di barisan depan. Aldi berusaha untuk tetap berada di top group. Masuk lap akhir, Aldi mencoba untuk push dan pada chicane tikungan ke-12 Aldi terjatuh bersenggolan dengan pembalap lain. Untuk race ke-2 nanti, Aldi akan tetap semangat dan harus optimis untuk meraih hasil yang lebih baik,” tukas Aldi Satya Mahendra yang masih berusia 13 tahun.

19arrc r4 sat2 2025

Ayo dukung terus tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang berjuang di ARRC 2019 Suzuka. Semoga mereka dapat mengharumkan nama Indonesia di pentas balap internasional. Serta dapat meriah podium tertinggi untuk Merah Putih Semakin Di depan. Yamaha Gasspoll!

SEMPAT BERTARUNG DI BARISAN DEPAN, FAEROZ GAGAL FINISH KARENA TERJATUH

Tailem Bend, Australia – Sebanyak 24 rider terlibat dalam pertarungan race 1 kelas Asia Production 250 (AP250) gelaran seri ke-2 Asia Road Racing Championship 2019 (ARRC 2019) yang dihelat di Sirkuit The Bend Motorsports Park, Australia (27 April). Dua petarung tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), M Faerozi, akrab disapa Faeroz dan Anggi Setiawan pada awalnya begitu optimis selepas start dari starting grid ke-13 dan ke-15. Motivasi kuat hadir untuk memperbaiki posisi hingga bendera finish dikibarkan. Dalam hal ini, mereka wajib melahap menu 9 lap.

Faeroz sukses melakukan start dengan baik dan terus bertarung hingga dapat berada di grup ke-2 untuk perebutan posisi ke-5. Sayangnya, Faeroz yang berusia 17 tahun mengalami crash saat bertarung ketat dengan Irfan Ardiansyah dan Rey Ratukore.  Sehingga Faeroz tidak dapat melanjutkan jalannya balapan

DSC03293

“Saat warm-up, saya sudah menemukan settingan yang lebih baik. Masalah kemarin sudah dapat teratasi. Saya start dari posisi ke-13 dan melakukan start dengan baik hingga saya dapat masuk di posisi 10 besar. Saya terus berjuang dan berada di rombongan ke-2 untuk memperebutkan posisi ke-5. Saya terjatuh di lap ke-8, tepatnya pada tikungan ke-13. Never give-up untuk race ke-2,” tukas Faeroz.

Catatan penting dari racer asal Lumajang usia 16 tahun, bahwa ia dapat mempertajam waktunya menjadi 2 menit 08.695 detik. Demikian sebagai bukti progress dari hasil evaluasi sejak sesi latihan bebas (Free Practice) hingga kualifikasi.

Sedangkan Anggi Setiawan mengaku terhalang oleh pembalap lain saat akan memperbaiki posisinya. Racer asal Palu Sulawesi Tengah ini finish di urutan ke-12.

DSC03291

“Saat start, saya sudah begitu memaksimalkan keadaan tetapi masih terhambat oleh pembalap lain. Untuk perfoma mesin, sudah ada perubahan yang baik. Saya akan berusaha memperbaiki posisi pada race ke-2,” tukas Anggi Setiawan yang berumur 20 tahun.

Ayo kita dukung terus rider Indonesia untuk mencapai hasil terbaik di ARRC 2019 Australia. Race 2 akan dihelat hari Minggu (28 April) pada pukul 09:00 WIB dan disiarkan langsung pada official Facebook Asia Road Racing Championship. Yamaha Semakin Di Depan, Gasspoll!

START DARI BARIS KELIMA, DUET RIDERS YAMAHA RACING INDONESIA TETAP OPTIMIS HADAPI RACE PERTAMA SERI AUSTRALIA

Duet pembalap tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), M Faerozi dan Anggi Setiawan akan start dari baris ke-5 dalam race pertama gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 kelas Asia Production 250 (AP250) pada Sabtu (27 April). Faeroz dan Anggi Setiawan yang membesut Yamaha YZF-R25 optimis dapat memberikan hasil lebih baik dalam raceday.

Demikian hasil dari sesi kualifikasi AP250, Jumat (26 April) dimana M Faerozi, akrab disapa Faeroz berada di posisi ke-13. Dimana pada hari ke-2 ini kecepatan angin yang relatif kencang dan cuaca cukup dingin berkisar 15 sampai 19 derajat celcius. Sementara dalam sesi latihan bebas ke-3 (FP3) Faeroz ada di posisi ke-3, juga dalam FP1 berhasil di deretan ke-3 dan FP2 ke-6.

Dalam kualifikasi, Faeroz yang berusia 17 tahun mengukir waktu 2 menit 11,917 detik. Sebelumnya bermain di catatan waktu 2 menit 10 detik. Inilah konsekuensi balapan yang harus menghadapi berbagai rintangan dan menjadi pelajaran untuk tahapan berikutnya.

“Saat FP3, trek basah karena pagi hari sudah mulai turun hujan, hasilnya cukup baik bisa berada di posisi ke-3. Sayangnya saat kualifikasi, saya tidak mendapatkan momen, angin begitu kencang dan hasilnya berada di posisi ke-13, padahal perfoma motor sudah lebih baik dibandingkan kemarin. Race 1, saya akan berusaha start dengan baik untuk dapat bergabung dengan rombongan depan,” tutur Faeroz yang saat ini ada di posisi ke-6 dalam klasemen sementara AP250 (ARRC 2019).

DSC_7111

Sedangkan duet tim Faeroz, Anggi Setiawan ada di grid ke-15, juga dalam baris ke-5. Anggi menorehkan best-time 2 menit 12,587 detik.

“Besok saat race saya harus berusaha, start di barisan ke-5. Saat FP3 kondisi lintasan trek basah, masuk dalam 10 menit terakhir trek mulai kering. Namun saya telat untuk melakukan pergantian ban, sehingga tidak maksimal saat trek kering. Saat sesi kualifikasi tekanan angin begitu kencang dan cuaca cukup dingin, akhirnya saya tidak mendapatkan momen untuk mencatat waktu yang lebih baik,” timpal Anggi Setiawan, petarung muda usia 20 tahun asal Palu, Sulawesi Tengah.

Ayo kita dukung terus rider Indonesia untuk mencapai hasil terbaik di ARRC 2019 Australia. Race 1 akan dimulai hari Sabtu (27 April) pada pukul 09:00 WIB dan disiarkan langsung pada official Facebook Asia Road Racing Championship.

RACE 2 ARRC SEPANG, HASIL POSITIF BERHASIL DI RAIH PEMBALAP YAMAHA INDONESIA

Pembalap muda potensial Faerozi, membuktikan konsistensinya dalam race ke-2 kelas Asia Production 250 (AP250) event Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 di Sirkuit Internasional, Sepang, Malaysia Minggu (10 Maret). Pembalap tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang membawa motor Yamaha YZF-R25 ini berhasil finish ke-5 di tengah persaingan yang sangat ketat.

Faerozi - AP250, Action

“Saya mengawali start dengan baik. Tikungan pertama adalah kuncian untuk dapat berada di barisan depan. Sayangnya saat masuk tikungan ke-2, ada rider yang mengalami crash di depan saya hingga saya harus melakukan hard-braking dan disalip beberapa rider. Saya terus memaksimalkan bersaing di group ke-2. Saya berharap dapat finish ke-4, tetapi saat di tikungan terakhir tidak dapat momen yang tepat. Alhamdulillah, dapat finish ke-5,” tutur Faerozi.
Mengacu hasil dari dua race yang digelar, maka Faeroz ada di posisi ke-6 dalam klasemen sementara AP250. Itu hasil finish ke-5 dalam dua race yang diikuti. Hal demikian menjadi sangat penting sehubungan pengumpulan poin untuk seri-seri ARRC 2019 selanjutnya.

Anggi Setiawan - AP250 Action

Disamping itu, rekan Faerozi di YRI yaitu Anggi Setiawan berhasil meningkatkan hasilnya hingga finish ke-9. Sebelumnya di race 1 berada di posisi ke-13. “Saya sudah start cukup baik tetapi masuk di tikungan ke-2, ada 2 rider yang terjatuh dan saya melakukan pengereman untuk menghindari crash hingga terpisah dari rombongan depan. Tapi saya bersyukur saya bisa memperbaiki hasilnya masuk ke-9 besar. Hasil seri 1 ini, saya banyak belajar untuk dapat bagaimana caranya untuk set-up pada suspensi. Semoga seri selanjutnya bisa lebih baik,” tukas Anggi Setiawan yang berasal dari Palu, Sulawesi Tengah yang berada di posisi klasemen ke-10.

Seri ke-2 untuk kategori AP250 akan digelar kembali pada tanggal 25 hingga 28 April di sirkuit The Bend Motorsport Park, Australia.

Pada bagian lain di kelas Underbone 150 (UB150), dua potensi muda tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), Aldi Satya Mahendra dan Wahyu Nugroho belum berhasil. Keberuntungan belum berpihak. Sebetulnya mereka sudah berada di barisan depan. Itu sejak lap awal hingga lap-lap akhir.

Sayangnya, mereka terhalang oleh pembalap yang jatuh di depannya hingga tidak dapat menghindar dan ikut terjatuh juga. Superkid Aldi Satya yang berusia 13 tahun crash pada lap ke-5 dan tidak dapat melanjutkan balapan. Padahal sedang berada di urutan ke-5.

Action - Wahyu Nugroho, Kelas UB150

Sedangkan Wahyu Nugroho yang notabene berumur 16 tahun terjatuh di tikungan terakhir juga pada lap akhir. Padahal Wahyu yang start dari grid ke-8, mulai lap awal sudah bergabung dalam rombongan depan dan berada di deretan ke-3 sebelum terjatuh.
Kejadian yang dialami Wahyu sama seperti yang di alami dengan Aldi Satya. Ada rider Malaysia yang slide dan terjatuh di depannya dan ia tidak dapat menghindari karena memang dalam kecepatan yang relatif tinggi. Tapi Wahyu dapat kembali bangkit dan finish ke-19. Kondisi ke-2 rider YRI UB150 dalam kondisi ok tidak ada cedera yang serius.

Kondisi ini menjadi bahan evaluasi, sebagai pelajaran serius kedepan bagi Aldi Satya dan Wahyu Nugroho yang merupakan rookie atau pendatang baru ARRC 2019. Mereka harus lebih berhati-hati dan fokus mengontrol lawan. Terutama pada lap-lap akhir.

Aldi Satya Mahendra - UB150 Action

“Seri awal ini menjadi pelajaran bagi saya dalam membaca situasi persaingan yang sangat ketat di kelas ini. 2 race saya mempunyai peluang cukup baik untuk dapat podium. Namun saya belum beruntung. Tapi saya senang sudah bisa fight di rombongan depan dan sempat memimpin dalam 2 race tersebut,” tutur Aldi Satya yang juga adik kandung dari racer WorldSSP300, Galang Hendra Pratama.

“Race ke-2 saya sudah start cukup baik dan fight di rombongan depan. Namun saya tidak beruntung ada rider yang crash di depan saya pada lap akhir di tikungan terakhir. Saya tidak dapat menghindar karena dalam speed yang cukup tinggi. Kedepan, saya akan lebih fokus lagi. Terutama persaingan pada lap-lap akhir yang sangat ketat,” tukas Wahyu Nugroho yang berasal dari Boyolali, Jawa Tengah.

Adapun seri ke-2 untuk kategori UB150 akan digelar kembali pada tanggal 31 Mei hingga 2 Juni di sirkuit Buriram, Thailand. Semangat untuk seri berikutnya, untuk Merah Putih Semakin Di Depan, Yamaha Gasspoll!

GUPITA KRESNA KEMBALI JUARAI PODIUM PERTAMA RACE-2 UNDERBONE 150 CC.

Race ke-2 kategori Underbone 150 cc (UB150) dalam hajatan Asia Road racing Championship 2018 (ARRC) di Sirkuit Chang International, Buriram, Thailand, Minggu (2 Desember) berlangsung ketat sejak lap awal. Total ambil-bagian 27 starter.

Para pembalap menyimpan tenaga, mengatur strategi untuk kemudian melakukan upaya maksimal dalam 2 lap terakhir. Sudah menjadi tradisi bahwa dua lap akhir menjadi babak penentu. Fakta ini terbukti, ketika sekitar 7-8 rider yang berada di grup terdepan saling overtake di beberapa tikungan pada lap terakhir. Puncaknya di tikungan terakhir yang kerap menimbulkan kemelut atau insiden. Dan inipun terjadi hingga tercatat 2-3 racer yang terjatuh ataupun melebar ke sisi lintasan Buriram yang memiliki panjang 4,554 km.

Gupita Kresna, Tim Satelit Yamaha Yamalube SND Factory (UB150) (2)
Gupita Kresna, Tim Satelit Yamaha Yamalube SND Factory (UB150)

Mengacu pada hasil yang dikeluarkan di awal, Syahrul Amin yang sukses meraih podium juara pertama. Namun setelah dilakukan investigasi, pada akhirnya Syahrul Amin mendapat penalti hingga diputuskan peringkatnya turun ke posisi 6 karena melanggar aturan track-limit.

Podium terbaik menjadi milik rekan satu timnya, Gupita Kresna yang punya best-time 2 menit 01,853 detik. Ini podium juara yang kedua kalinya bagi Gupita Kresna setelah putaran ARRC 2018 di Sirkuit Suzuka, Jepang. Sedangkan podium ke-2 dan ke-3 milik Md. Aiman Azman (Malaysia) dan Mc Kinley Kyle Paz (Philipina).

Alhasil, tim satelit Yamaha Yamalube SND Factory sukses menggandakan podium juara UB150 setelah meraih juara di race pertama lewat Wawan Wello dan pastinya dari hasil dominasi ini performa motor MX King 150 sangat baik. Dari hasil pencapaian ini maka tim Yamaha Yamalube SND Factory berhasil berada di posisi runner-up pada klasemen akhir tim konstruktor.

“Dalam balapan ini persaingan cukup ketat sekali, karena ini final seri 2018. Saya berusaha untuk menutup balapan ini dengan meraih podium. Di race pertama kemarin, saya hanya mampu finish di posisi ke-5 dan pada race ke-2 saya bisa finish di posisi ke-2 di belakang rekan satu tim saya Syahrul Amin. Tapi sayangnya dari hasil resmi yang keluar, Syahrul terkena sanksi track-limit saat lap terakhir di tikungan terakhir. Tapi saya dan tim tetap enjoy dengan keputusan ini, karena kita sudah semaksimal mungkin dan saya bisa meraih posisi klasemen urutan ke-4 dan untuk tim konstruktor di posisi ke-2,” terang Gupita Kresna. Kemudian rekan satu timnya, Syahrul Amin berada di klasemen akhir posisi ke-9.

Wahyu Aji Trilaksana, Tim Yamaha Racing Indonesia (UB150)
Wahyu Aji Trilaksana, Tim Yamaha Racing Indonesia (UB150)

Pada bagian lain, petarung tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), Wahyu Aji Trilaksana justru tidak dapat menjalani race ke-2 UB150 karena mengalami kendala teknis saat sesi warm-up lap atau pemanasan. Namun inilah konsekuensi sebuah perjuangan dan pastinya akan ada evaluasi menyeluruh untuk musim depan.

“Sedih memang dengan hasil ini tapi saya tetap berterimakasih kepada tim saya apapun itu. Ini adalah kerja keras kita. Banyak evaluasi dan pelajaran untuk menatap 2019 nanti!,” tukas Wahyu Aji Trilaksana yang ada di urutan ke-8 dalam klasemen akhir UB150 juga di urutan ke-8 dalam klasemen akhir tim konstruktor.

YAMAHA TJM RUNNER UP KLASEMEN TEAM & RAFID TOPAN POSISI TIGA DI KLASMEN AKHIR

Seri ke-6 atau babak final dari perhelatan balap bergengsi Asia Road Racing Championship 2018 (ARRC) telah berakhir di Sirkuit Chang International, Buriram, Thailand, Minggu (2 Desember). Hasil optimal diraih tim satelit Yamaha Yamalube TJM yang menduduki posisi ke-2 dalam klasemen akhir tim konstruktor kejuaraan tim Asia Production 250 (AP250).

Pencapaian nilai yang maksimal di race pertama, Rafid Topan yang membesut pacuan Yamaha YZF-R25 meraih podium juara dan di race ke-2 finish di posisi ke-4. Pada sisi lain, Rafid Topan juga sukses berada di deretan ke-3 dalam klasemen akhir kategori pembalap AP250.

Rafid Topan Sucipto, Tim Satelit Yamaha Yamalube TJM (AP250)

“Saya senang karena apa yang ditargetkan saya dan tim tercapai. Dari hasil resmi race ke-2, saya berada di posisi ke-4, maka dari itu saya bisa berada di klasemen akhir ke-3 dan klasemen tim pada posisi runner-up. Di race ke-2 tadi memang hasil yang kurang baik, saya hanya bisa di barisan second group,” tutur Rafid Topan.

Sayangnya, rekan se-tim Rafid Topan, Anggi Setiawan mengalami crash di tikungan ke-2 pada lap ke-3 hingga tidak dapat melanjutkan balapan. Racer muda potensial asal Palu, Sulawesi Tengah ini ada di urutan ke-9 dalam klasemen akhir AP250.

Sehubungan jalannya race ke-2 AP250 memang sekitar 7-8 pembalap sudah memisahkan diri di lap ke-3. Mereka bertarung ketat untuk meraih hasil terbaik. Ini terus berlangsung hingga tikungan terakhir yang pada akhirnya membuat beberapa rider harus terkena sanksi penurunan posisi finish karena diputuskan melanggar batas track-limit.

Galang Hendra Pratama, Tim Yamaha Racing Indonesia (AP250) (2).JPG

Masih di race ke-2 AP250, racer tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), Galang Hendra Pratama dapat finish ke-5. Prestasi yang patut diapresiasi dikarenakana Galang Hendra tampil sebagai rider pengganti Faeroz yang absen karena mengalami cedera tangan. Tahun ini Galang Hendra konsen di balap dunia WorldSSP300.

“Pada race ke-2 saya melakukan start sangat baik, namun di lap ke-3 saya terpisah dari rombongan depan. Memasuki 3 lap terakhir saya bisa mendekat dengan rombongan depan kembali dan Alhamdulillah saya menyelesaikan race ke-2 diposisi ke-5. Dari hasil seri ini, saya enjoy bisa menyelesaikannya dengan baik dan saya ucapkan terima kasih untuk tim Yamaha Racing Indonesia, saya bisa balap di final seri ini sebagai pembalap pengganti Faeroz,” ucap Galang Hendra.

Richard Taroreh, Tim Yamaha Racing Indonesia (AP250) (1)

Sedangkan rekan satu tim Galang Hendra Pratama, Richard Taroreh tidak dapat menyelesaikan race ke-2 AP250 yang notabene berlangsung dalam menu 10 lap. Richard Taroreh harus masuk paddock pada lap ke-2. Tentu saja, tahun pertama keikutsertaannya dalam ARRC 2018 akan memberikan banyak pelajaran dan pengalaman berharga sebagai modal penting di tahun berikutnya.

“Pada race ke-2, saya tidak dapat menyelesaikan perlombaan. Balapan ini adalah tahun pertama saya, banyak pengalaman yang saya dapatkan bersama tim Yamaha Racing Indonesia. Ini merupakan modal bagi saya untuk tahun berikutnya,” tutur Richard Taroreh yang pada akhirnya harus puas berada di deretan ke-15 dalam klasemen akhir AP250, sedangkan rekan satu timnya Faeroz di deretan ke-14 dan klasemen akhir tim konstruktor YRI berada di posisi ke-6.