AHRT PASTIKAN TEAM TERBAIK DI AP250 ARRC 2019 DAN DUA RIDER DUDUKI RUNNER UP & POSISI KETIGA KLASEMEN AKHIR

Astra Honda Racing Team menutup persaingan Asia Road Racing Championship 2019 dengan membawa pulang gelar juara untuk tim di kelas Asia Production 250cc. Awhin Sanjaya dan Irfan Ardiansyah masing-masing menutup musim dengan berada di posisi kedua dan ketiga klasemen akhir pebalap, setelah sama-sama meraih tujuh podium. Pada balapan terakhir di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Minggu (1/12/2019), Awhin finis di posisi ke-3, sementara Irfan gagal finis karena bertabrakan dengan pebalap lain di tikungan terakhir. Lucky Hendriansya finis di urutan ke-10. Di kelas SuperSports 600cc, Andi Gilang finis di urutan kelima, sementara Rheza Danica di urutan ke-11.

Pada balapan terakhir ARRC di Chang International Circuit, Irfan Ardiansyah dan Awhin Sanjaya punya peluang meraih gelar hingga tikungan terakhir sebelum finis. Irfan, yang punya peluang lebih besar, memimpin sejak pertengahan balapan. Namun, di tikungan terakhir sebelum finis, dia bersenggolan dengan pebalap lain yang membuatnya terjatuh dan tidak bisa menyelesaikan balapan. Awhin kembali membalap dengan fantastis dan akhirnya finis di posisi ke-3, sementara Lucky Hendriansya ke-10 setelah mendapatkan penalti karena melebihi batas lintasan.

Di kelas SS600, Andi Gilang menutup balapan terakhirnya di Asia Road Racing Championship dengan finis di posisi ke-5. Rheza Danica menutup musim sebagai pendatang baru dengan finis di posisi ke-11. Dengan hasil ini, Andi dan Rheza masing-masing berada di peringkat ke-5 dan ke-11 klasemen akhir pebalap.

ARRC 2019 berlangsung dalam tujuh putaran dan 14 balapan. AHRT melanjutkan dominasi di kelas Asia Production 250cc dengan membawa pulang gelar juara tim untuk kali ketiga secara beruntun, dengan Honda CBR250RR hasil produksi Indonesia

ASTRA HONDA RACING TEAM KUNCI GELAR JUARA TEAM ARRC 2019

Balapan pertama putaran ketujuh Asia Road Racing Championship 2019 di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Sabtu (30/11/2019), berjalan menarik. Di kelas Asia Production 250cc, Awhin Sanjaya dan Irfan Ardiansyah yang berjuang untuk mendapatkan gelar juara akhirnya finis di posisi ke-2 dan ke-5. Keduanya masih berpeluang untuk mendapatkan gelar juara musim ini. Rekan satu tim mereka, Lucky Hendriansya, finis di posisi ke-9. Dengan hasil ini, Astra Honda Racing Team dipastikan sudah mengamankan gelar juara untuk tim dengan satu balapan tersisa. Bagi AHRT, ini merupakan kali ketiga mereka membawa pulang gelar juara tim dengan selalu memakai motor Honda CBR250RR, yang diproduksi di Indonesia. Di kelas SuperSports 600cc, Andi Gilang dan Rheza Danica berhasil meraih poin penting dengan masing-masing finis di urutan ke-6 dan ke-14.

Di kelas AP250, tiga pebalap masih berpeluang menjadi juara musim ini, dan dua di antaranya adalah pebalap Astra Honda Racing Team yaitu Irfan Ardiansyah dan Awhin Sanjaya. Balapan pertama berlangsung menegangkan sejak awal. Awhin Sanjaya yang start dari posisi ke-11 berhasil masuk lima besar pada lap keenam. Dia memimpin balapan pada lap ke-10, tetapi kehilangan posisi di tikungan terakhir dan akhirnya finis di posisi kedua. Irfan sempat keluar lintasan karena ada pebalap di depannya yang terjatuh pada lap pertama. Irfan kehilangan banyak posisi hingga ke luar 15 besar. Perlahan namun pasti Irfan bisa kembali ke depan dan berada di posisi keempat pada lap terakhir, sebelum akhirnya finis di urutan kelima. Lucky Hendriansya menutup balapan dengan finis di posisi ke-9.

Di kelas SS600, Andi Gilang dan Rheza Danica Ahrens menyelesaikan 12 lap balapan dan masing-masing meraih poin. Andi yang musim depan akan turun di Moto2 World Championship membalap konsisten dan akhirnya finis di posisi keenam. Sementara itu, Rheza yang menjalani musim perdananya di kelas ini akhirnya menutup balapan dengan finis di posisi ke-14.

Perjuangan para pebalap AHRT mewakili Indonesia di ARRC musim ini akan berakhir besok, Sabtu (1/12/2019). Mereka akan menjalani balapan kedua putaran ketujuh di Thailand, pada pukul 14.05 WIB (AP250) dan 15.05 WIB (SS600). Bagi Irfan dan Awhin, balapan ini akan menjadi kesempatan terakhir untuk melanjutkan dominasi AHRT di AP250 dengan merebut gelar juara untuk kali ketiga secara beruntun.

ASTRA HONDA RACING TEAM SIAP GAPAI GELAR DI THAILAND

Asia Road Racing Championship 2019 akan selesai pada akhir pekan ini di Chang International Circuit, Thailand, di mana Astra Honda Racing Team berpeluang untuk meraih dua gelar di kelas Asia Production 250cc. Irfan Ardiansyah, Awhin Sanjaya, dan Lucky Hendriansya akan berusaha untuk kembali membawa gelar juara pebalap maupun tim ke Indonesia.

Irfan Ardiansyah menghadapi putaran terakhir ARRC dengan berada di puncak klasemen, bersama salah satu pesaing terkuatnya, berkat koleksi 176 poin termasuk hasil satu kemenangan dan tujuh podium yang didapatnya musim ini. Awhin Sanjaya berada di posisi ketiga klasemen, hanya 14 poin tertinggal dari dua pebalap di atasnya. Dia memenangi dua balapan pada musim ini. Sementara itu, Lucky Hendriansya berada di posisi kelima dengan 120 poin. Meskipun peluang untuk menjadi juara umum pebalap sudah tidak ada, Lucky akan berjuang bersama rekan-rekannya untuk memperebutkan gelar juara umum tim. Astra Honda Racing Team saat ini memimpin klasemen tim dengan 238 poin, unggul 37 angka atas pesaing di posisi kedua.

Di kelas SuperSports 600cc, Andi Gilang akan turun untuk kali terakhir di Asia Road Racing Championship sebelum pindah ke Moto2 World Championship pada 2020. Pebalap Indonesia tersebut dua kali naik podium pada musim ini dan berada di posisi kelima klasemen hasil 94 poin. Rekan satu timnya, Rheza Danica Ahrens, berada di peringkat ke-10 dengan 71 poin dan mencatat finis 10 besar dalam sembilan dari 12 balapan yang sudah berlangsung musim ini.

Balapan putaran terakhir ARRC musim ini akan berlangsung Sabtu (30/11/2019) pada pukul 13.55 WIB (AP250) dan 14.45 (SS600), serta Minggu (1/12/2019) pada pukul 14.05 WIB (AP250) dan 15.05 WIB (SS600).

HASIL ARRC ZHUHAI CHINA, RIDERS YAMAHA INDONESIA TERUS PERBAIKI POSISI KLASEMENNYA

Zhuhai, China – Dua rider tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang bersaing di race ke-2 kelas Asia Production 250 (AP250), Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 di Sirkuit Zhuhai, China, Minggu (11/8), berupaya untuk meraih hasil lebih baik dari race pertama.

Anggi Setiawan dan M Faerozi sukses melakukan start dengan baik. Walau sempat berada di barisan ke-2, namun Anggi Setiawan terbukti mampu menunjukan potensinya dengan berhasil melesat dan merangsek masuk di barisan grup terdepan hingga akhirnya ia dapat menyelesaikan balapan di posisi ke-6. Hasil ini merupakan suata peningkatan yang ditunjukan oleh pembalap asal Palu tersebut, dimana pada race sebelumnya ia finish di urutan ke-11.

DSC_6518
Anggi saat beraksi di ARRC Zhuhai

Sedangkan Feroz yang sejak sesi warm-up sudah tampil dengan penuh percaya diri, masih belum beruntung karena terjatuh ketika akan mengovertake rivalnya. Meskipun demikian, semangat juang yang ditunjukan oleh pembalap asa Lumajang, Jawa Timur ini patut untuk di apresiasi dan tentunya kedepan ia harus melakukan evaluasi agar dapat tampil lebih optimal.

DSC_6506
Faeroz saat beraksi di Zhuhai

“Saya mengawali start dengan baik. Kemudian terus berjuang di posisi ke-8 dan ke-9. Dua lap terakhir, saya dapat mendekati top group. Alhamdulilah, saya dapat finish ke-6. Terimakasih untuk Yamaha dan kru tim. Seri selanjutnya, kita akan berusaha lebih baik lagi,” ungkap Anggi Setiawan.

“Saya mulai menemukan arah set up yang lebih baik sejak warm up. Saat start di race 2, saya langsung bisa maju ke depan ikut rombongan dan ada di posisi 13. Memasuki lap kedua, saya mencoba lebih push dengan melewati dua pembalap sekaligus pada T5. Namun akhirnya saya terjatuh dan puji syukur saya tidak mengalami cedera. Terima kasih kepada yamaha, tim mekanik dan semuanya. Terus berjuang utk seri berikutnya,” timpal Feroz yang saat ini ada di posisi ke-14 dalam klasemen sementara AP250.

Di kelas Underbone 150, ARRC 2019 Zhuhai, dua rider muda tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), Aldi Satya Mahendra dan Wahyu Nugroho yang membesut Yamaha MX King 150 dapat menunjukkan perfoma terbaik. Sebagai rookie atau pendatang baru, mereka mampu bersaing di barisan depan.

Sebetulnya, Aldi Satya Mahendra dapat konsisten berada di top group sejak lap awal hingga lap akhir. Pembalap asal Yogyakarta berusia 13 tahun tersebut sudah piawai mengikuti ritme para seniornya. Aldi Satya Mahendra yang juga adik kandung dari racer WorldSSP300, Galang Hendra Pratama dapat mencari celah ketika berada dalam kerumunan banyak pembalap.

DSC_6158
Aldy Satya saat beraksi di Zhuhai

Termasuk juga berani menunda braking point atau titik pengereman. Namun sayangnya, di salah satu tikungan, di lap akhir, terjadi benturan dengan pembalap Malaysia hingga posisinya melorot. Namun berkat perjuangannya, ia dapat finish diurutan ke-7.

Begitupun semangat bertanding Wahyu Nugroho. Walau start dari grid ke-23 namun secara bertahap dapat terus maju kedepan. Bahkan di lap terakhir, tepatnya ketika keluar tikungan pertama, ia dapat masuk ke barisan terdepan.

Persaingan yang begitu ketat, pada akhirnya Wahyu Nugroho harus puas finish ke-8. Mengacu hal tersebut, Aldi Satya Mahendra dapat mendongkrak posisinya ke urutan ke-6 dalam klasemen sementara UB150, sedangkan Wahyu Nugroho di deretan ke-12. Peluang masih terbuka karena masih terisa 2 seri lagi (Malaysia dan Thailand).

“Saya konsisten ada di top group namun beberapa lap memang saya tidak terus untuk push sambil mengatur strategi. Sempat terjadi sentuhan dengan pembalap lain dalam perebutan posisi 1 yang membuat saya jadi kehilangan momen dan akhirnya saya finish di posisi 6. Terima kasih semuanya. Saya akan coba lagi di seri berikutnya. Saat ini saya berhasil memperbaiki posisi standing point,” tutur Aldi Satya Mahendra yang berhasil merenggut podium ke-3 di race perdana.

DSC_6212
Wahyu Nugroho saat beraksi di Zhuhai

“Saya memulai start dengan baik dan langsung berada di posisi ke-14 namun saya tertahan di posisi 10 dan hampir ketinggalan group. Akhirnya, saya finish di posisi 8. Poin yang saya dapatkan di seri ini menjadi modal saya untuk seri berikutnya. Terima kasih kepada Yamaha dan semua yang telah mendukung dan mendoakan saya,” timpal Wahyu Nugroho.

Ayo dukung terus tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang akan berjuang pada seri berikutnya di ARRC 2019, Malaysia tepatnya di sirkuit Sepang (19-22 September). Semoga mereka dapat mengharumkan nama indonesia di pentas balap internasional. Serta dapat meraih podium tertinggi untuk Merah Putih Semakin Di Depan, Yamaha Gasspoll!

RIDER 13 TAHUN ASAL JOGJA RAIH PODIUM TIGA DI SERI ARRC CHINA

Zhuhai, China – Pembalap belia potensial asal Yogyakarta, Aldi Satya Mahendra berhasil meraih podium ke-3 dalam race pertama kelas Underbone 150 (UB150) pada putaran ke-5 Asia Road Racing Championship 2019 (ARRC 2019) di Sirkuit Zhuhai, China, Sabtu (10/8).

Pembalap tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang membesut Yamaha MX King 150 tersebut dapat konsisten berada di barisan depan sejak lap awal. Aldi Satya Mahendra yang masih berusia 13 tahun dapat menjaga ritme balap diantara kepungan para senior yang kenyang pengalaman. Terus menjaga konsentrasi dan fokus dengan strategi yang diterapkan.

IMG-20190810-WA0008

Di tikungan 14 pada lap terakhir dimana kerap terjadi manuver saling overtake, Aldi Satya Mahendra sukses menempatkan posisi motornya dalam racing line yang bagus. Alhasil, dapat mencapai garis finish lebih dahulu dari rival terdekatnya.

Selain itu, ini podium yang kedua kalinya bagi Aldi Satya Mahendra yang juga adik kandung dari rider WorldSSP300, Galang Hendra Pratama. Sebelumnya ia meraih podium juara UB150 dalam race ke-2 ARRC 2019 di Suzuka, Jepang.

Masih di kelas UB150, rekan satu tim Aldi Satya Mahendra, yaitu Wahyu Nugroho tidak pantang menyerah meskipun tidak start dari  barisan depan. Rider berusia 16 tahun asal Boyolali, Jawa Tengah ini secara bertahap dapat menaikan posisinya hingga finish ke-5. Pencapaian yang patut diapresiasi.

IMG-20190810-WA0007

“Sejak awal start, saya terus ada di posisi depan sambil mengamati pembalap yang lain. Saat lap terakhir, saya mencoba untuk tenang agar dapat mengatur strategi. Saya senang mendapatkan podium 3 untuk balap seri ini. Terima kasih untuk Yamaha , tim, mekanik  dan semuanya. Di race ke-2, saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk menambah nilai dalam standing point UB150,“ ucap Aldi Satya Mahendra

“Dari awal, target saya dapat masuk dalam  top group agar dapat menambah poin. Saya terus ikut rombongan, atur ritme dan tidak berbuat kesalahan apapun. Kurang 2 lap lagi, saya sudah ada di top group. Dan akhirnya saya senang bisa mendapatkan posisi 5 ini. Besok saya akan berusaha lebih dari race 1 ini,” timpal Wahyu Nugroho.

Sementara itu, di kelas Asia Production 250 (AP250), Anggi Setiawan dapat berada di barisan depan pada lap-lap awal. Bahkan sempat memimpin di posisi ke-2. Namun disayangkan, Anggi Setiawan mengalami kendala pada kinerja pengereman hingga tidak dapat tampil optimal. Anggi, panggilan akrabnya harus puas finish di posisi ke-11.

Begitupun yang dialami M Faerozi yang mengalami masalah slide pada ban belakang hingga kehilangan momen untuk berada di grup depan. Namun ini bukan hasil akhir. Mereka akan melakukan evaluasi, termasuk mengoptimalkan set-up motor untuk race ke-2 AP250 pada Minggu (11 Agustus) nanti.

Targetnya adalah mencapai hasil yang lebih baik untuk mendongkrak posisi dalam klasemen sementara AP250.

“Saya sempat memimpin dan ada di top group. Saat memasuki lap kedua, saya merasakan feeling berbeda pengereman sehingga titik pengereman saya jadi berubah. Sehingga saya jadi kehilangan waktu. Dan akhirnya saya hanya bisa finish di P11,“ tutur Anggi Setiawan.

“Setelah start, saya sudah bisa ikut rombongan terus namun saya membuat kesalahan sehingga slide di T7 saat keluar tikungan. Akhirnya, saya kehilangan dari group depan dan hanya bisa ada di group kedua saja . Hari ini jadi modal untuk berjuang lagi race 2 besok,“ tukas Faeroz.

Ayo dukung terus tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) agar dapat kembali meraih prestasi yang lebih baik di race ke-2. Harapannya dapat meraih podium tertinggi hingga Merah Putih dapat berkibar kembali di pentas Asia.

TAS PEMBALAP TEAM KABOCI DIBOBOL DI BANDARA SAAT BERANGKAT IKUTI ARRC SERI JEPANG

Kejadian memilukan terjadi pada Team Balap 549 Kaboci saat keberangkatan mereka dalam ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) seri Jepang. Tas kopor milik salah satu pembalapnya mengalami kebobolan, yakni milik M. Robby Sakera.

Dalam kejadian pembobolan tersebut, diketahui telah hilang Racing Suit, sarung tangan dan sepatu balap. Hal ini diketahui saat Team sudah tiba di Bandara Nagoya, Jepang.

Manajemen Team juga langsung melaporkan ke pihak Manajemen Bandara Nagoya, mereka pun sigap dan langsung memeriksa CCTV. Begitu pun pada Bandara Hongkong, bandara dimana Team Kaboci transit, mereka segera memeriksa CCTV dan melaporkan tidak ada sesuatu yang mencurigakan.

Dengan hal tersebut, Team berasumsi bahwa kejadian tersebut terjadi di Bandara Soekarno-Hatta. Saat tiba di Soekarno-Hatta, Manajemen Kaboci juga telah melaporkan kejadian ini ke pihak Maskapai Cathay Pacific Airways di Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta.

Infonya, pihak Maskapai akan melakukan pengusutan. Namun sampai saat ini belum ada laporan lebih lanjut hasil dari pengusutan tersebut.

Kejadian ini juga diunggah di akun Instagram Official dari Team Kaboci @549kaboci_official, berikut unggahannya:

65806446_438079200108426_6582782175870024748_n
Wujud dari Racing Suit, Gloves & Racing Boots milik Robby Sakera yang hilang di Bandara

Bantu repost para pecinta balap roda dua tanah air….
Ada sebuah kejadian menyesak kan ya terjadi mengiringi keberangkatan kami menuju seri 4 kejuaraan ARRC yg berlangsung di Sirkuit Suzuka dua minggu lalu…
Tas pembalap kami @robby_sakera157 dibobol di Terminal 3 bandara internasional Soekarno Hatta. Racing suit Ardians, Sepatu dan sarung Tangan alpinestars hilang dr dalam tas… Bagaimana mungkin sebuah bandara internasional tidak memasang peralatan cctv untuk mengawasi proses loading bagasi ke dalam pesawat… Laporan sudah dilakukan akan tetapi blom ada respon bukankah ini suatu hal yg memalukan mengingat ini sebuah bandara internasional… Perjuangan kami adalah demi merah putih Indonesia Raya dan kami berjuang dengan dana pribadi… Layak kah kami mendapatkan perlakuan seperti ini?
Kepada rekan² balap setanah air, apabila menemukan werpak/racing suit seperti di foto dengan nama Robby Sakera #157 tolong beritahu kami… Mari kita usut dan cegah agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi… @cathaypacific @cathaypacificid @ap_airports @angkasapura2 @kemenhub151 @budikaryas @nahrawi_imam @ardiansracingsuitsyk @irwanardiansyah_official @fansbase157

Mendengar hal ini sungguh sangat mampermalukan citra sistem transportasi udara kita. Hal ini harus diusut hingga tuntas, supaya tidak terjadi lagi hal serupa bagi para pengguna maskapi penerbangan. Apalagi terjadi bagi pahlawan olahraga yang memperjuangkan nama Indonesia ke pentas dunia.

JELANG ARRC SUZUKA JEPANG, RIDER INDONESIA SIAP JAGA KONSISTENSI RAIH POIN

Start dari posisi ke-4, M Faerozi yang mengusung tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) harus puas finish ke-9 pada race perdana (1) balap Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 kelas Asia Production 250 (AP250) di Sirkuit Suzuka, Jepang, Sabtu (29 Juni).

Sehubungan jalannya balapan, pada awalnya, pembalap asal Lumajang tersebut dapat berada di barisan depan. Faeroz, sapaan akrabnya ingin kembali meraih podium seperti seri ke-3 ARRC 2019 Thailand. Namun dalam perjalanan race pada rombongan pertama cukup ketat sehingga kehilangan momen untuk mengejar.

19arrc r4 sat2 2821

Sedangkan rekan satu timnya, Anggi Setiawan memang berada di barisan rombongan ke-2. Anggi sudah berusaha untuk mencari set-up terbaik sesuai dengan evaluasi yang dilakukan dengan mekanik. Petarung asal Palu, Sulawesi Tengah ini berada di grid start ke-17 dan pada akhirnya finish ke-16.
Namun Faeroz dan Anggi Setiawan siap berusaha lebih baik lagi di race ke-2 AP250 yang akan berlangsung Minggu (30 Juni). Mereka akan all-out untuk memperoleh poin maksimal agar posisi dalam klasemen sementara terdongkrak menjadi lebih baik.

“Saat kualifikasi, saya puas memperoleh di grid ke-4. Saya mencoba set-up terbaru pada suspensi dan hasilnya lebih baik. Saat race, saya memulai start dengan baik namun di corner 1, saya tertutup pembalap lain. Ada sedikit kendala pada motor saya, tetapi itu tidak menjadi masalah serius. Saya finish ke-9 dan saya akan berusaha lebih baik di race ke-2 untuk memperbaiki poin dalam klasemen,” ujar Faeroz yang saat ini ada di posisi ke-8 dalam klasemen sementara AP250.
“Dari hasil kualifikasi, kita set-up mesin dan suspensi hasilnya cukup baik. Namun saat race, untuk dapat maju kedepan, memang sangat sulit. Saya kehilangan momen dari rombongan depan. Namun untuk set-up akan kita tingkatkan menjadi lebih baik jelang persiapan di race ke-2,” timpal Anggi Setiawan yang berada di urutan ke-15 dalam standing point AP250.

19arrc r4 sat2 2016

Sedangkan dua rookie atau pendatang baru tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang berkompetisi di kelas Underbone 150 cc (UB150), Wahyu Nugroho dan Aldi Satya Mahendra tidak dapat memberikan hasil maksimal.
Wahyu Nugroho yang sukses meraih podium saat ARRC 2019 Thailand mengalami kendala pada kinerja pengereman, sedangkan Aldi Satya Mahendra terjatuh di lap-lap akhir saat bersaing di barisan depan. Tidak kata menyerah. Mereka akan berupaya maksimal lebih baik di race ke-2 UB150.

Adapun, hasil dari race 1, masing-masing berada di urutan ke-11 dan ke-19 dalam klasemen sementara UB150.
“Pertama, saya senang dimana dalam Superpole dapat start di posisi ke-3. Dalam race sempat di depan. Dua lap setelah start saat memasuki lap ke-3, ada kendala teknis pada bagian rem depan hingga saya melorot ke belakang. Saya tetap mencoba untuk mencapai finish. Dan akhirnya saya dapat finish ke-16. Race ke-2 saya berharap lebih baik dan tidak ada kendala agar supaya kerja keras tim terbayar,” tutur Wahyu Nugroho yang berasal dari Boyolali, Jawa Tengah dan berumur 16 tahun.
“Saat Superpole, Aldi keluar langsung push dan mendapat time 2 menit 41,3 detik dan berhasil start di di grid posisi ke-5. Tetapi saat Superpole tadi motor kurang maksimal dalam pemilihan gir dan masuk persiapan race 1 coba kami terapkan hasil inputan tersebut. Saat race, lepas start, Aldi dapat berdua dengan Wahyu berada di barisan depan. Aldi berusaha untuk tetap berada di top group. Masuk lap akhir, Aldi mencoba untuk push dan pada chicane tikungan ke-12 Aldi terjatuh bersenggolan dengan pembalap lain. Untuk race ke-2 nanti, Aldi akan tetap semangat dan harus optimis untuk meraih hasil yang lebih baik,” tukas Aldi Satya Mahendra yang masih berusia 13 tahun.

19arrc r4 sat2 2025

Ayo dukung terus tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang berjuang di ARRC 2019 Suzuka. Semoga mereka dapat mengharumkan nama Indonesia di pentas balap internasional. Serta dapat meriah podium tertinggi untuk Merah Putih Semakin Di depan. Yamaha Gasspoll!

RIDER YAMAHA INDONESIA RAIH DOUBLE PODIUM DI RACE 2 THAILAND

Tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) sukses memborong dua podium dalam seri ke-3 hajatan Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 yang diselenggarakan di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Minggu (2 Juni). Garuda Muda M Faerozi, akrab dipanggil Feroz dan Wahyu Nugroho berhasil meraih podium ke-3 masing-masing di kelas Asia Production 250 (AP250) dan Underbone 150 (UB150). Perjuangan yang patut diapresiasi dan menjadi hadiah tersendiri jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

Faeroz mengawali race ke-2 AP250 dengan posisi yang sangat baik. Dapat masuk tikungan pertama dalam posisi 5 besar. Terus konsisten menjaga ritme balap dan mengatur manajemen ban untuk pertarungan di lap-lap akhir. Hingga pada akhirnya dalam 3 lap terakhir, racer asal Lumajang, Jawa Timur usia 16 tahun ini dapat bertarung optimal di barisan depan.

M Faerozi, Race 2 AP250

Sempat juga berada di urutan ke-8, kemudian terus beranjak menembus 5 besar. Puncaknya pada lap terakhir dan tikungan terakhir, Faeroz berani masuk lebih dalam dan posisi pacuan Yamaha YZFR-R25nya dalam racing-line yang strategis untuk momen keluar tikungan. Hasil akhirnya, sukses finish ke-3. Alhasil, hasil ini terbukti lebih baik dari race pertama dimana Feroz finish ke-4.

“Ini race yang sulit bagi saya. Saya berusaha ada di top group walaupun ada tekanan dari pembalap-pembalap lain. Cuaca pada race ke-2 ini cukup panas, sehingga di pertengahan lap ada kendala pada temperature mesin. Pastinya harus bisa menjaga agar dapat bertarung pada 2-3 lap terakhir. Pada tikungan terakhir, saya berusaha untuk berani masuk meskipun itu menurut saya tidak mungkin. Saya ingin podium. Alhamdulillah, saya dapat podium ke-3. Terimakasih untuk tim atas kerja keras selama ini dan keluarga serta kerabat yang mendoakan saya. Saya akan berusaha baik di seri-seri berikutnya dan akan memperbaiki klasemen poin,” terang Faeroz yang pernah menjalani VR46 Master Camp di Tavullia, Italia dan sementara ini ada di urutan ke-8 dalam klasemen AP250 (56 poin).

M Faerozi, Race 2 AP250 (3)

Sedangkan rekan satu timnya Faeroz, yaitu Anggi Setiawan finish ke-16. Anggi terkendala dengan pembalap di depannya yang melakukan pengereman keras sehingga ia harus melebar ke sisi lintasan. “Dari hasil warm-up, set-up suspensi saya sudah lebih baik dan system pengereman sudah tidak ada kendala. Akselerasinya pun sudah cukup. Namun saya kehilangan momen karena ada yang hard-braking hingga saya out dari lintasan dan memulai dari belakang lagi. Saya akan persiapkan diri lebih baik lagi di Suzuka nanti, baik peningkatan fisik ataupun mengasah skill balap,” timpal Anggi Setiawan yang ada di posisi ke-16 (15 poin) dalam klasemen sementara AP250. Berdasarkan klasemen kategori tim AP250, maka Yamaha Racing Indonesia ada di posisi ke-4 (60 poin).

Tidak kalah spesial, perjuangan rookie atau pendatang baru, Wahyu Nugroho dalam race ke-2 UB150 ARRC 2019 Thailand. Pembalap asal Boyolali, Jawa Tengah ini dapat mengikuti gaya pertarungan para senior-seniornya, baik dari Malaysia ataupun dari tanah air. Wahyu Nugroho yang berumur 16 tahun tidak terpancing emosi dan dapat mengontrol emosi.

Wahyu Nugroho, Podium 3 Race 2

Finally, Wahyu Nugroho dapat finish ke-3 meskipun start dari posisi paling belakang ke-29. Pastinya lebih baik dari hasil race awal (1) yang merebut urutan ke-4. So, ini menjadi kemajuan signifikan Wahyu Nugroho yang notabene adalah pendatang baru di ARRC 2019 (UB150). Pundi poinnya pada klasemen sementara UB150 bertambah signifikan.

Untuk team-matenya, Aldi Satya Mahendra pada awalnya juga sudah sangat baik berada di barisan depan. Namun di lap akhir tidak dapat menghindar karena ada rider yang mengalami crash. Racer asal Yogyakarta yang masih berusia 13 tahun ini ikut terjatuh. Aldi menyelesaikan lomba di urutan ke-21. Bagaimanapun juga, jam terbang dan pengalaman bertanding menjadi misi awal mereka dalam menjalani balap UB150 di ARRC 2019 ini.

“Saya memulai balapan dari grid ke-29. Awalnya saat awal selepas start, ada yang jatuh hingga red-flag dan dilakukan restart. Dikarenakan lap dikurangi, maka para pembalap mempush motor secara maksimal. Di lap-lap terakhir, saya bisa posisi ke-5. Pada last corner saya di urutan ke-4 dan keluarnya saya masuk lebih dulu dan bisa finish ke-3. Saya bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada Yamaha Racing Indonesia dan semua yang mendoakan saya. Untuk seri Suzuka Jepang, saya akan lebih baik untuk Merah Putih Semakin Di Depan, Yamaha Gasspoll,”ujar Wahyu Nugroho yang saat ini ada di posisi ke-8 dalam klasemen sementara UB150.

Aldi Satya Mahendra, Action Race 2 UB150

“Perjalanan race, saya mengepush untuk mengikuti rombongan depan. Pada pertengahan lap, saya berupaya menjaga ritme balap dan perfoma motor juga. Saat last-lap, saya terjatuh karena ada pembalap di depan yang jatuh. Saya tidak dapat menghindar. Kedepan, saya akan berusaha lebih baik dan Insya Allah dapat meriah podium,” tukas Aldi Satya Mehendra yang ada di deretan ke-15 (15 poin) dalam klasemen sementara UB150. Untuk tim YRI pada klasemen sementara UB150 berada di posisi ke-6 (38 poin).

Putaran ke-4 akan digelar di Sirukit Suzuka Jepang pada tanggal 28-30 Juni. Dukung terus para pembalap Indonesia yang berkompetisi di ARRC 2019 untuk bisa meraih podium kembali, Yamaha Semakin Di Depan, Gasspoll !

AHRT KEMBALI PERSEMBAHKAN PODIUM DI THAILAND

Astra Honda Racing Team kembali mempersembahkan podium untuk Indonesia pada putaran ketiga Asia Road Racing Championship di Thailand, Minggu (2/6/2019). Kali ini giliran Awhin Sanjaya yang naik podium setelah finis di urutan kedua pada balapan kelas Asia Production 250cc. Irfan Ardiansyah dan Lucky Hendriansya masing-masing finis di posisi keempat dan kedelapan. Di kelas SuperSports 600cc, Andi Gilang menyelesaikan balapan dengan finis di posisi ke-5, sementara Rheza Danica tidak bisa menyelesaikan balapan setelah terjatuh pada lap ke-9.

D3S_2356

Balapan kelas Asia Production 250cc kembali menghadirkan persaingan sengit. Ahwin Sanjaya yang melakukan start dari posisi ke-12 berhasil membuat langkah besar dengan naik ke posisi kelima pada lap kedua. Memasuki pertengahan balapan, Awhin berada di posisi ketiga, di belakang rekan satu timnya, Irfan Ardiansyah. Lucky Hendriansya menyusul Awhin dan Irfan bergabung di grup terdepan. Persaingan ketat para pebalap ini berakhir dengan Awhin finis di posisi kedua, sementara Irfan dan Lucky masing-masing di posisi keempat dan kedelapan. Setelah putaran ketiga, Awhin kini berada di posisi kelima klasemen dengan 66 poin, Irfan keenam (64 poin), dan Luky ketujuh (61).

IMG_8293

Di kelas SuperSports 600cc yang berlangsung dalam 12 lap, Andi Gilang berhasil mengamankan poin penting setelah menyelesaikan balapan dengan finis di posisi kelima. Andi bersaing ketat dengan satu pebalap sepanjang balapan berlangsung demi memperebutkan posisi keempat. Pada lap terakhir, dia kehilangan posisi keempat dan akhirnya finis di urutan kelima. Rheza Danica Ahrens harus mengakhiri balapan lebih awal karena terjatuh di tikungan 12 atau terakhir pada lap ke-9. Dengan tambahan 11 poin dari balapan kedua di Thailand, Andi kini berada di posisi kedua klasemen sementara kelas SS600 dengan 71 poin. Rheza berada di urutan ke-9 dengan 36 poin.

Persaingan para pebalap Asia Road Racing Championship 2019 akan berlanjut pada putaran keempat yang digelar di Suzuka Circuit, Jepang, 29-30 Juni.

RACE 1 ARRC THAILAND, RIDERS YAMAHA INDONESIA KONSISTEN DI BARIS DEPAN

Pembalap binaan Yamaha Racing Indonesia, Muhammad Faerozi, akrab dipanggil Faeroz terbukti konsisten bertarung di barisan depan. Itu dalam perjalanan Race 1 kelas Asia Production 250 (AP250) gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 yang dilangsungkan di Sirkuit Chang International, Buriram, Thailand, Sabtu (1 Juni).
Pembalap asal Lumajang, Jawa Timur ini dapat mengontrol emosi dan terus menjaga ritme balap. Ini berlangsung sejak lap awal hingga bendera finish dikibarkan. Perfoma motor Yamaha YZF-R25nya begitu mendukung. Kompetitif dalam berbagai handycap trek Buriram.

Bahkan saat masuk tikungan terakhir di lap akhir, Faeroz berpotensi untuk meraih podium ke-3. Namun pada akhirnya harus puas finish ke-4 karena pertarungan yang begitu ketat. Perbedaan waktunya dengan podium ke-3 terbukti sangat tipis hanya 0,095 detik. Catatan penting, bahwa Faeroz menjadi finisher terbaik untuk penunggang Yamaha YZF-R25.

M faerozi, Action Race 1 AP250

“Hasil yang bagus pada race pertama, saya mulai start dengan baik, pastinya jangan sampai lepas dari rombongan depan. Mulai dari lap awal sampai akhir posisi silih bergantian. Pada lap ke-3 terakhir saya sudah berada di posisi ke-3. Namun masuk lap terakhir posisi berubah lagi, tapi saya coba tenang ada kesempatan pada tikungan terakhir. Alhasil saat masuk tikungan akhir, saya sudah masuk ke posisi 3 kembali, sayangnya saya kurang sedikit mengontrol racing line dan sempat bersenggolan untuk memperebutkan podium ke-3. Dan saya hanya mampu finish di posisi ke-4. Terima kasih tim kerja kerasnya hari ini, besok saya akan berusaha melakukan yang terbaik,” terang Faeroz.

Rekan satu timnya Faeroz, yaitu Anggi Setiawan berada di posisi ke-15. Petarung asal Palu, Sulawesi Tengah ini mengalami problem pada kinerja pengereman. Namun Anggi Setiawan mengaku siap akan memberikan hasil lebih baik pada race ke-2, Minggu (2 Juni).

Anggi Setiawan, Action Kelas AP250

“Hasil hari ini kurang begitu baik, namun saya sudah berusaha bermain untuk maksimal. Awal lap, saya sudah mengikuti rombongan pertama, namun di lap ke-3 saya merasa feeling pada rem depan kurang begitu baik dan saya sempat out. Pada akhirnya, saya berusaha fight dalam rombongan ke-2 dan finish di posisi ke-15. Semoga race ke-2, bisa leih baik dari race 1,” tukas Anggi Setiawan.

Disamping itu, dalam kategori balap Underbone 150 (UB150), Wahyu Nugroho membuktikan perjuangannya yang start dari grid ke-29. Secara bertahap, Wahyu Nugroho yang mengendarai Yamaha MX King 150 dapat lepas diantara kepungan para pembalap senior.

Rider yang berasal dari Boyolali, Jawa Tengah ini dapat mengatur strategi, baik dalam konteks slip-streaming ataupun dalam momen masuk dan keluar tikungan. Ini terus dilakukan hingga posisinya terus membaik. Finally, Wahyu Nugroho sukses finish ke-4 dalam race pertama UB150. Pencapaian yang patut diapresiasi.

Wahyu Nugroho, Action Kelas UB150

Begitupun perjuangan yang dilakukan Aldi Satya Mahendra yang start dari grid ke-20. Tidak pantang menyerah untuk terus meningkatkan posisi. Hingga pada akhirnya, Aldi Satya Mahendra yang masih berusia 13 tahun dapat finish ke-10. Pastinya, mereka berdua akan all-out untuk hasil yang lebih baik di race ke-2 UB150 nanti.

“Saya sangat senang bisa finish di posisi ke-4, meskipun start diposisi paling belakang di 29. Saya terus mengikuti ritme jalannya perlombaan, setiap lap, saya terus memperbaiki posisi. Masuk di lap ke-2 terakhir persaingan sudah mulai begitu ketat, saya tetap tenang dan fokus untuk tidak melakukan kesalahan. Di lap terakhir masuk pada tikungan terakhir, saya berada di posisi tengah dan terhimpit oleh beberapa pembalap. Alhasil, saya tidak bisa masuk lebih dulu dan harus finish di posisi ke-4. Race 2 saya akan berusaha kembali dan meraih poin kembali,” tutur Wahyu Nugroho.

“Saya senang bisa finish di posisi ke-10 dan ini adalah awal meraih poin meskipun saya harus start di posisi ke-20. Mulai lap awal, saya terus berada pada rombongan pertama, sebetulnya motor sudah begitu baik dibandingkan hari kemarin. Karena saat race terus bergerombol, RPM pada motor cepat habis dan pada saat warm-up, saya akan mencoba menu setting sprocket yang baru. Semoga race 2 hasilnya lebih baik,” timpal Aldi Satya Mahendra.

Ayo kita dukung terus para pembalap tanah air tim Yamaha Racing Indonesia yang bertarung di ARRC 2019 Thailand. Hingga mereka dapat meraih podium untuk mewujudkan Merah Putih Semakin Di Depan, Yamaha Gasspoll!