AHRT PASTIKAN TEAM TERBAIK DI AP250 ARRC 2019 DAN DUA RIDER DUDUKI RUNNER UP & POSISI KETIGA KLASEMEN AKHIR

Astra Honda Racing Team menutup persaingan Asia Road Racing Championship 2019 dengan membawa pulang gelar juara untuk tim di kelas Asia Production 250cc. Awhin Sanjaya dan Irfan Ardiansyah masing-masing menutup musim dengan berada di posisi kedua dan ketiga klasemen akhir pebalap, setelah sama-sama meraih tujuh podium. Pada balapan terakhir di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Minggu (1/12/2019), Awhin finis di posisi ke-3, sementara Irfan gagal finis karena bertabrakan dengan pebalap lain di tikungan terakhir. Lucky Hendriansya finis di urutan ke-10. Di kelas SuperSports 600cc, Andi Gilang finis di urutan kelima, sementara Rheza Danica di urutan ke-11.

Pada balapan terakhir ARRC di Chang International Circuit, Irfan Ardiansyah dan Awhin Sanjaya punya peluang meraih gelar hingga tikungan terakhir sebelum finis. Irfan, yang punya peluang lebih besar, memimpin sejak pertengahan balapan. Namun, di tikungan terakhir sebelum finis, dia bersenggolan dengan pebalap lain yang membuatnya terjatuh dan tidak bisa menyelesaikan balapan. Awhin kembali membalap dengan fantastis dan akhirnya finis di posisi ke-3, sementara Lucky Hendriansya ke-10 setelah mendapatkan penalti karena melebihi batas lintasan.

Di kelas SS600, Andi Gilang menutup balapan terakhirnya di Asia Road Racing Championship dengan finis di posisi ke-5. Rheza Danica menutup musim sebagai pendatang baru dengan finis di posisi ke-11. Dengan hasil ini, Andi dan Rheza masing-masing berada di peringkat ke-5 dan ke-11 klasemen akhir pebalap.

ARRC 2019 berlangsung dalam tujuh putaran dan 14 balapan. AHRT melanjutkan dominasi di kelas Asia Production 250cc dengan membawa pulang gelar juara tim untuk kali ketiga secara beruntun, dengan Honda CBR250RR hasil produksi Indonesia

HASIL ARRC ZHUHAI CHINA, RIDERS YAMAHA INDONESIA TERUS PERBAIKI POSISI KLASEMENNYA

Zhuhai, China – Dua rider tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang bersaing di race ke-2 kelas Asia Production 250 (AP250), Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 di Sirkuit Zhuhai, China, Minggu (11/8), berupaya untuk meraih hasil lebih baik dari race pertama.

Anggi Setiawan dan M Faerozi sukses melakukan start dengan baik. Walau sempat berada di barisan ke-2, namun Anggi Setiawan terbukti mampu menunjukan potensinya dengan berhasil melesat dan merangsek masuk di barisan grup terdepan hingga akhirnya ia dapat menyelesaikan balapan di posisi ke-6. Hasil ini merupakan suata peningkatan yang ditunjukan oleh pembalap asal Palu tersebut, dimana pada race sebelumnya ia finish di urutan ke-11.

DSC_6518
Anggi saat beraksi di ARRC Zhuhai

Sedangkan Feroz yang sejak sesi warm-up sudah tampil dengan penuh percaya diri, masih belum beruntung karena terjatuh ketika akan mengovertake rivalnya. Meskipun demikian, semangat juang yang ditunjukan oleh pembalap asa Lumajang, Jawa Timur ini patut untuk di apresiasi dan tentunya kedepan ia harus melakukan evaluasi agar dapat tampil lebih optimal.

DSC_6506
Faeroz saat beraksi di Zhuhai

“Saya mengawali start dengan baik. Kemudian terus berjuang di posisi ke-8 dan ke-9. Dua lap terakhir, saya dapat mendekati top group. Alhamdulilah, saya dapat finish ke-6. Terimakasih untuk Yamaha dan kru tim. Seri selanjutnya, kita akan berusaha lebih baik lagi,” ungkap Anggi Setiawan.

“Saya mulai menemukan arah set up yang lebih baik sejak warm up. Saat start di race 2, saya langsung bisa maju ke depan ikut rombongan dan ada di posisi 13. Memasuki lap kedua, saya mencoba lebih push dengan melewati dua pembalap sekaligus pada T5. Namun akhirnya saya terjatuh dan puji syukur saya tidak mengalami cedera. Terima kasih kepada yamaha, tim mekanik dan semuanya. Terus berjuang utk seri berikutnya,” timpal Feroz yang saat ini ada di posisi ke-14 dalam klasemen sementara AP250.

Di kelas Underbone 150, ARRC 2019 Zhuhai, dua rider muda tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), Aldi Satya Mahendra dan Wahyu Nugroho yang membesut Yamaha MX King 150 dapat menunjukkan perfoma terbaik. Sebagai rookie atau pendatang baru, mereka mampu bersaing di barisan depan.

Sebetulnya, Aldi Satya Mahendra dapat konsisten berada di top group sejak lap awal hingga lap akhir. Pembalap asal Yogyakarta berusia 13 tahun tersebut sudah piawai mengikuti ritme para seniornya. Aldi Satya Mahendra yang juga adik kandung dari racer WorldSSP300, Galang Hendra Pratama dapat mencari celah ketika berada dalam kerumunan banyak pembalap.

DSC_6158
Aldy Satya saat beraksi di Zhuhai

Termasuk juga berani menunda braking point atau titik pengereman. Namun sayangnya, di salah satu tikungan, di lap akhir, terjadi benturan dengan pembalap Malaysia hingga posisinya melorot. Namun berkat perjuangannya, ia dapat finish diurutan ke-7.

Begitupun semangat bertanding Wahyu Nugroho. Walau start dari grid ke-23 namun secara bertahap dapat terus maju kedepan. Bahkan di lap terakhir, tepatnya ketika keluar tikungan pertama, ia dapat masuk ke barisan terdepan.

Persaingan yang begitu ketat, pada akhirnya Wahyu Nugroho harus puas finish ke-8. Mengacu hal tersebut, Aldi Satya Mahendra dapat mendongkrak posisinya ke urutan ke-6 dalam klasemen sementara UB150, sedangkan Wahyu Nugroho di deretan ke-12. Peluang masih terbuka karena masih terisa 2 seri lagi (Malaysia dan Thailand).

“Saya konsisten ada di top group namun beberapa lap memang saya tidak terus untuk push sambil mengatur strategi. Sempat terjadi sentuhan dengan pembalap lain dalam perebutan posisi 1 yang membuat saya jadi kehilangan momen dan akhirnya saya finish di posisi 6. Terima kasih semuanya. Saya akan coba lagi di seri berikutnya. Saat ini saya berhasil memperbaiki posisi standing point,” tutur Aldi Satya Mahendra yang berhasil merenggut podium ke-3 di race perdana.

DSC_6212
Wahyu Nugroho saat beraksi di Zhuhai

“Saya memulai start dengan baik dan langsung berada di posisi ke-14 namun saya tertahan di posisi 10 dan hampir ketinggalan group. Akhirnya, saya finish di posisi 8. Poin yang saya dapatkan di seri ini menjadi modal saya untuk seri berikutnya. Terima kasih kepada Yamaha dan semua yang telah mendukung dan mendoakan saya,” timpal Wahyu Nugroho.

Ayo dukung terus tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang akan berjuang pada seri berikutnya di ARRC 2019, Malaysia tepatnya di sirkuit Sepang (19-22 September). Semoga mereka dapat mengharumkan nama indonesia di pentas balap internasional. Serta dapat meraih podium tertinggi untuk Merah Putih Semakin Di Depan, Yamaha Gasspoll!

AHRT KEMBALI PERSEMBAHKAN PODIUM DI THAILAND

Astra Honda Racing Team kembali mempersembahkan podium untuk Indonesia pada putaran ketiga Asia Road Racing Championship di Thailand, Minggu (2/6/2019). Kali ini giliran Awhin Sanjaya yang naik podium setelah finis di urutan kedua pada balapan kelas Asia Production 250cc. Irfan Ardiansyah dan Lucky Hendriansya masing-masing finis di posisi keempat dan kedelapan. Di kelas SuperSports 600cc, Andi Gilang menyelesaikan balapan dengan finis di posisi ke-5, sementara Rheza Danica tidak bisa menyelesaikan balapan setelah terjatuh pada lap ke-9.

D3S_2356

Balapan kelas Asia Production 250cc kembali menghadirkan persaingan sengit. Ahwin Sanjaya yang melakukan start dari posisi ke-12 berhasil membuat langkah besar dengan naik ke posisi kelima pada lap kedua. Memasuki pertengahan balapan, Awhin berada di posisi ketiga, di belakang rekan satu timnya, Irfan Ardiansyah. Lucky Hendriansya menyusul Awhin dan Irfan bergabung di grup terdepan. Persaingan ketat para pebalap ini berakhir dengan Awhin finis di posisi kedua, sementara Irfan dan Lucky masing-masing di posisi keempat dan kedelapan. Setelah putaran ketiga, Awhin kini berada di posisi kelima klasemen dengan 66 poin, Irfan keenam (64 poin), dan Luky ketujuh (61).

IMG_8293

Di kelas SuperSports 600cc yang berlangsung dalam 12 lap, Andi Gilang berhasil mengamankan poin penting setelah menyelesaikan balapan dengan finis di posisi kelima. Andi bersaing ketat dengan satu pebalap sepanjang balapan berlangsung demi memperebutkan posisi keempat. Pada lap terakhir, dia kehilangan posisi keempat dan akhirnya finis di urutan kelima. Rheza Danica Ahrens harus mengakhiri balapan lebih awal karena terjatuh di tikungan 12 atau terakhir pada lap ke-9. Dengan tambahan 11 poin dari balapan kedua di Thailand, Andi kini berada di posisi kedua klasemen sementara kelas SS600 dengan 71 poin. Rheza berada di urutan ke-9 dengan 36 poin.

Persaingan para pebalap Asia Road Racing Championship 2019 akan berlanjut pada putaran keempat yang digelar di Suzuka Circuit, Jepang, 29-30 Juni.

RACE 1 ARRC THAILAND, RIDERS YAMAHA INDONESIA KONSISTEN DI BARIS DEPAN

Pembalap binaan Yamaha Racing Indonesia, Muhammad Faerozi, akrab dipanggil Faeroz terbukti konsisten bertarung di barisan depan. Itu dalam perjalanan Race 1 kelas Asia Production 250 (AP250) gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 yang dilangsungkan di Sirkuit Chang International, Buriram, Thailand, Sabtu (1 Juni).
Pembalap asal Lumajang, Jawa Timur ini dapat mengontrol emosi dan terus menjaga ritme balap. Ini berlangsung sejak lap awal hingga bendera finish dikibarkan. Perfoma motor Yamaha YZF-R25nya begitu mendukung. Kompetitif dalam berbagai handycap trek Buriram.

Bahkan saat masuk tikungan terakhir di lap akhir, Faeroz berpotensi untuk meraih podium ke-3. Namun pada akhirnya harus puas finish ke-4 karena pertarungan yang begitu ketat. Perbedaan waktunya dengan podium ke-3 terbukti sangat tipis hanya 0,095 detik. Catatan penting, bahwa Faeroz menjadi finisher terbaik untuk penunggang Yamaha YZF-R25.

M faerozi, Action Race 1 AP250

“Hasil yang bagus pada race pertama, saya mulai start dengan baik, pastinya jangan sampai lepas dari rombongan depan. Mulai dari lap awal sampai akhir posisi silih bergantian. Pada lap ke-3 terakhir saya sudah berada di posisi ke-3. Namun masuk lap terakhir posisi berubah lagi, tapi saya coba tenang ada kesempatan pada tikungan terakhir. Alhasil saat masuk tikungan akhir, saya sudah masuk ke posisi 3 kembali, sayangnya saya kurang sedikit mengontrol racing line dan sempat bersenggolan untuk memperebutkan podium ke-3. Dan saya hanya mampu finish di posisi ke-4. Terima kasih tim kerja kerasnya hari ini, besok saya akan berusaha melakukan yang terbaik,” terang Faeroz.

Rekan satu timnya Faeroz, yaitu Anggi Setiawan berada di posisi ke-15. Petarung asal Palu, Sulawesi Tengah ini mengalami problem pada kinerja pengereman. Namun Anggi Setiawan mengaku siap akan memberikan hasil lebih baik pada race ke-2, Minggu (2 Juni).

Anggi Setiawan, Action Kelas AP250

“Hasil hari ini kurang begitu baik, namun saya sudah berusaha bermain untuk maksimal. Awal lap, saya sudah mengikuti rombongan pertama, namun di lap ke-3 saya merasa feeling pada rem depan kurang begitu baik dan saya sempat out. Pada akhirnya, saya berusaha fight dalam rombongan ke-2 dan finish di posisi ke-15. Semoga race ke-2, bisa leih baik dari race 1,” tukas Anggi Setiawan.

Disamping itu, dalam kategori balap Underbone 150 (UB150), Wahyu Nugroho membuktikan perjuangannya yang start dari grid ke-29. Secara bertahap, Wahyu Nugroho yang mengendarai Yamaha MX King 150 dapat lepas diantara kepungan para pembalap senior.

Rider yang berasal dari Boyolali, Jawa Tengah ini dapat mengatur strategi, baik dalam konteks slip-streaming ataupun dalam momen masuk dan keluar tikungan. Ini terus dilakukan hingga posisinya terus membaik. Finally, Wahyu Nugroho sukses finish ke-4 dalam race pertama UB150. Pencapaian yang patut diapresiasi.

Wahyu Nugroho, Action Kelas UB150

Begitupun perjuangan yang dilakukan Aldi Satya Mahendra yang start dari grid ke-20. Tidak pantang menyerah untuk terus meningkatkan posisi. Hingga pada akhirnya, Aldi Satya Mahendra yang masih berusia 13 tahun dapat finish ke-10. Pastinya, mereka berdua akan all-out untuk hasil yang lebih baik di race ke-2 UB150 nanti.

“Saya sangat senang bisa finish di posisi ke-4, meskipun start diposisi paling belakang di 29. Saya terus mengikuti ritme jalannya perlombaan, setiap lap, saya terus memperbaiki posisi. Masuk di lap ke-2 terakhir persaingan sudah mulai begitu ketat, saya tetap tenang dan fokus untuk tidak melakukan kesalahan. Di lap terakhir masuk pada tikungan terakhir, saya berada di posisi tengah dan terhimpit oleh beberapa pembalap. Alhasil, saya tidak bisa masuk lebih dulu dan harus finish di posisi ke-4. Race 2 saya akan berusaha kembali dan meraih poin kembali,” tutur Wahyu Nugroho.

“Saya senang bisa finish di posisi ke-10 dan ini adalah awal meraih poin meskipun saya harus start di posisi ke-20. Mulai lap awal, saya terus berada pada rombongan pertama, sebetulnya motor sudah begitu baik dibandingkan hari kemarin. Karena saat race terus bergerombol, RPM pada motor cepat habis dan pada saat warm-up, saya akan mencoba menu setting sprocket yang baru. Semoga race 2 hasilnya lebih baik,” timpal Aldi Satya Mahendra.

Ayo kita dukung terus para pembalap tanah air tim Yamaha Racing Indonesia yang bertarung di ARRC 2019 Thailand. Hingga mereka dapat meraih podium untuk mewujudkan Merah Putih Semakin Di Depan, Yamaha Gasspoll!

RAFID TOPAN HANTAR INDONESIA KUASAI PODIUM ARRC BURIRAM

Pertarungan kelas Asia Production 250 (AP250) di race pertama gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC 2018) di lintasan Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Sabtu (1 Desember) berlangsung sangat ketat sejak lap awal. Tidak ada dominasi karena beberapa rider silih berganti memimpin perjalanan race yang wajib melahap 10 lap.

Demikian terus berlangsung hingga beberapa lap terakhir. Dua lap terakhir, kompetisi makin panas. Berbagai cara dilakukan pembalap untuk berada di posisi terdepan. Baik dalam konteks memanfaatkan momen slip-streaming di trek lurus, late-breaking ataupun berupaya masuk dari sisi dalam saat masuk tikungan.

Pada akhirnya, pembalap tim satelit Yamaha TJM, Rafid Topan dapat memanfaatkan kemelut di tikungan terakhir ketika sekitar 5 pembalap masuk bersamaan. Rafid Topan yang berasal dari DKI Jakarta berada pada racing-line yang paling tepat hingga dapat memaksimalkan motor saat keluar tikungan. Rafid Topan sukses menghantar pacuan Yamaha YZF-R25 meraih podium juara AP250 dan menyingkirkan Awhin Sanjaya dan Muklada Sarapuech.

Action, Rafid Topan Sucipto AP250 Tim Yamaha Satelit TJM (1)

Dengan hasil ini, maka semakin membuka peluang Rafid Topan untuk meraih posisi runner-up dalam klasemen akhir AP250. Saat ini Rafid Topan ada di urutan ke-3 klasemen sementara AP250 dan hanya berbeda 4 nilai saja dari Anupab Sarmoon (Yamaha Thailand Racing Team).

“Ahamdulillah, terima kasih untuk kerja keras tim dan teknisi pada race pertama ini dan akhirnya saya bisa meraih podium tertinggi. Selepas start, saya hanya fokus bagaimana caranya untuk bisa masuk 5 besar. Saya start di posisi ke-10, awalnya saya buat strategi untuk bisa masuk ke-5 besar. Memasuki lap ke-5, saya sudah bisa fight di rombongan depan dan saya tinggal atur strategi di lap akhir. Pada tikungan terakhir, saya mencoba masuk dari dalam untuk bisa keluar lebih cepat sampai finish dan akhirnya finish di posisi pertama,” ujar Rafid Topan. Sayangnya rekan satu-tim Rafid Topan, yaitu Anggi Setiawan mengalami kendala teknis hingga tidak dapat menyelasaikan balapan.

Masih dalam persaingan di kelas AP250, terbukti bahwa sejak awal Galang Hendra Pratama konsisten berada di barisan depan. Bahkan petarung tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) ini sempat beberapa kali memimpin jalannya balapan. Namun pada beberapa tikungan di lap akhir, power motor terasa berat hingga harus puas finish ke-8. Namun ini adalah pencapaian yang patut diapresiasi. Dari hasil resmi Galang berada di posisi ke-7, karena Muklada dapat sanksi saat overtake keluar tikungan terakhir.

Action, Galang Hendra Pratama AP250 Tim Yamaha Racing Indonesia (1)

“Saya sangat enjoy di race pertama dimana saya start dari grid ke-9. Mulai awal lap, saya start dengan baik, saya langsung masuk barisan depan. Saya sempat berada di posisi pertama. Di 2 lap terakhir, saya mencoba untuk mengatur ritme balapan. Saat masuk di lap terakhir, keluar dari tikungan ke-2, saya merasakan feeling motor yang berbeda dan harus mundur ke posisi belakang. Namun saya bisa menyelesaikan dengan baik dan finish di posisi ke-8. Race ke-2, saya akan melakukan permainan terbaik kembali dan optimis bisa meraih hasil yang maksimal,” tutur Galang Hendra yang menggantikan Faeroz yang sedang dalam proses penyembuhan cedera pada tangannya.

Disamping itu, rekan se-tim Galang Hendra, yaitu Richard Taroreh harus mengalami kendala teknis sehingga harus masuk paddock untuk tidak melanjutkan balapan. Padahal Richard Taroreh start dari grid ke-16 dan sudah berjuang hingga masuk di deretan ke-8. Tapi itulah sebuah kompetisi yang tidak dapat diprediksi.

Action, Richard Taroreh AP250 Tim Yamaha Racing Indonesia

“Hari ini saya tidak mendapatkan hasil yang maksimal. Mulai dari kualifikasi, saya hanya bisa berada di posisi ke-16 karena saya mengalami crash di tikungan ke-7. Saat race mulai, saya dapat fight bergabung dengan rombongan depan dan sempat di posisi ke-8. Pada lap ke-7, saya merasakan feeling yang berbeda pada motor dan lebih baik masuk ke pit untuk tidak melanjutkan race pertama ini. Saya berharap di race ke-2 bisa memberikan hasil yang maksimal,” tukas Richard Taroreh. Race ke-2 akan berlangsung pada hari Minggu (12 Desember) pukul 14:05 WIB.

KALENDER BALAP ARRC 2019

FIM Asia Road Racing Championship resmi rilis jadwal balapnya tahun depan. Satu seri Test pra-musim dan tujuh seri balap sudah dipastikan akan bergulir di tahun depan. Format balap masih juga seperti tahun lalu tidak ada perubahan yang signifikan dengan satu tambahan tuan rumah baru.

ARRC Calender

Asia Road Racing Campionship Calendar 2019:

  • 7 seri musim 2019
  • Format 2 balap setiap serinya
  • Tuan rumah baru – Korea International Circuit

Di tahun 2019 nanti ARRC akan memperkenalkan kelas baru yaitu Asia Superbike 1000 cc (ASB1000). Kelas lainnya seperti SuperSports 600 cc, Asia Production 250 cc dan Underbone 150 cc tetap dipertahankan.

RIBUAN PENDUKUNG YAMAHA INDONESIA ANTUSIAS DUKUNG RIDER YAMAHA DI ARRC SERI SENTUL

Seri ke-5 gelaran Asia Road Racing Championship 2018 (ARRC 2018), tepatnya pada race ke-2 yang berlangsung di Sirkuit Sentul, Bogor, Minggu (14 Oktober) dipadati para pendukung Yamaha. Ribuan penonton dengan atribut Yamaha memadati tribun utama lintasan Sentul yang notabene memiliki Panjang 3,965 km.

Mereka sangat antusias atau begitu bersemangat mendukung tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) dan tim satelit Yamaha yang berkompetisi di kelas Underbone 150 (UB150) dan Asia Production 250 (AP250). Sejak para pembalap keluar paddock, kemudian masuk waiting zone, menuju starting-grid, warm-up dan melakukan race, mereka terus bersorak-sorai memberikan dukungan.

“Kita berterimakasih karena diberikan kesempatan nonton balapan Asia ini, juga dapat lebih mengenal tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), Saya terkesan bahwa para pembalap Yamaha dengan usia yang masih muda dapat bertarung di balap internasional. Tentu saja, ini apresiasi kami sebagai pencinta dunia balap. Bahkan yang lebih terharu, mereka datang ke tribun untuk menyapa kami langsung,” ucap Kuntoro dari komunitas Yamaha Scorpio Owner Factory.

Sehubungan kompetisi ARRC 2018 Sentul dalam kategori Underbone 150 (UB150), Wahyu Aji Trilaksana harus start dari grid ke-17. Pertarungan memang begitu ketat dan harus finish ke-14. Sebelumnya juga sudah merasa percaya diri dengan best-time dalam sesi warm-up sebelum race ke-2 digelar. Namun itulah sebuah pertandingan yang tidak dapat diprediksi kondisi di lapangan dan hasil yang diraih. Segala sesuatu bisa terjadi. Terpenting, ada upaya keras untuk terus berprestasi lebih baik.

“Terima kasih untuk semua sponsor dan fans yang sudah datang untuk mendukung kami. Hasil pada race kali ini tidak baik, tapi saya dan tim tetap berusaha untuk lakukan yang terbaik. Sebetulnya pada sesi warm up, saya sudah cukup yakin dengan torehan waktunya, inilah balap tidak tahu apa yg akan terjadi. Masalah pada motor masih dalam analisa tim. Saya akan berusaha untuk lakukan yang terbaik pada final nanti,” ucap Wahyu Aji yang berada di posisi ke-5 dalam klasemen sementara UB150 hingga putaran ARRC 2018 sentul.

This slideshow requires JavaScript.

Disamping itu, debut perdana racer usia 13 tahun, Wahyu Nugroho cukup meyakinkan dengan merebut urutan ke-9 dalam race 2 UB150.

“Alhamdulillah, saya bisa menyelesaikan perlombaan dengan baik. Ada peningkatan posisi dibandingkan dengan race pertama, race ke-2 saya bisa finish di posisi 10 besar tepatnya di posisi ke-9. Saya mengucapkan terima kasih untuk Yamaha Racing Indonesia yang sudah memberikan kesempatan dan pengalaman kepada saya hingga dapat bermain di ARRC. Saya perlu banyak belajar lagi, bagaimana caranya untuk mengatur strategi saat dalam gempuran. Semoga saya diberi kesempatan kembali dan saya bisa lebih baik lagi,” timpal Wahyu Nugroho yang berasal dari Boyolali, Jawa Tengah.

Disamping itu dua pelaga tim Yamaha SND, Gupita Kresna yang meraih podium ke-3 pada race pertama tidak dapat menyelesaikan perlombaan di race ke-2 ini. Gupita yang sedang mempunyai semangat tinggi, crash di tikungan pertama selepas start. Sedangkan Syahrul Amin yang berada di posisi barisan depan mempunyai peluang menjelang lap terakhir, sayangnya slide di tikungan ke-6 dan harus finish diposisi ke-11.

Pada bagian lain, di kelas Asia Production 250 (AP250), duet tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), M Faerozi dan Richard Taroreh berjuang keras untuk meningkatkan prestasi. Namun faktanya justru kurang beruntung. M Faerozi yang sebelumnya finish ke-6 (race 1) harus puas finish ke-11.

This slideshow requires JavaScript.

“Hasil pada race ke-2, saya kurang puas karena hasilnya menurun dibandingkan race pertama. Sebelumnya persaingan cukup ketat sampai pertengahan lap. Alhasil, saya hanya bisa finish diposisi 11. Setelah saya pulang dari VR46 Master Camp di Italia, saya cukup bermain enjoy dan tenang. Pengalaman race 2 ini menjadi modal karir balap saya kedepannya. Semoga di final Thailand nanti, saya bisa meraih hasil yang lebih baik,” tutur M Faerozi, akrab disapa Faeroz yang berasal dari Lumajang, Jawa Timur dan masih berusia 15 tahun.

Sedangkan Richard Taroreh harus masuk ke paddock karena mengalami problem teknis. Perfoma motor tidak dapat optimal, padahal sebelumnya sudah bersaing di barisan depan.

“Saya senang pada hasil race 2. Awal lap sampai lap ke-7, saya fight dengan rombongan depan di posisi ke-6. Pada lap ke-8, saya merasakan feeling yang berbeda pada motor dan lebih baik masuk ke pit untuk tidak melanjutkan race ke-2 ini. Saya berharap seri final nanti bisa memberikan hasil yang terbaik,” tukas Richard Taroreh yang finish ke-10 saat race pertama.

Disamping itu dua racer tim satelit Yamaha TJM, Rafid Topan yang berpeluang meraih podium. Topan yang start dari grid ke-12 berhasil finish ke-4, sedangkan Anggi Setiawan yang start dari posisi ke-9 harus puas finish ke-7. Final ARRC akan dihelat di Sirkuit Buriram, Thailand (1-2 Desember) nanti.

RIDERS INDONESIA KEMBALI MENJADI JUARA UMUM ARRC 2018

Astra Honda Racing Team keluar sebagai juara umum Asia Road Racing Championship dalam dua musim secara beruntun di kelas Asia Production 250cc, dan kali ini lewat Rheza Danica. Rheza finis di posisi kedua pada balapan di Sentul International Circuit, Minggu (14/10/2018), di mana Awhin Sanjaya meraih kemenangan pertamanya, sementara Mario Suryo Aji kembali terjatuh. Di kelas SuperSports 600cc, Andi Gilang meraih kemenangan keduanya secara beruntun, sementara Irfan Ardiansyah finis lima besar.

Riders Indonesia sapu bersih Podium Sentul

Balapan Asia Production 250cc hari ini mirip dengan balapan sehari sebelumnya. Tiga pebalap AHRT berada di posisi peraih podium pada lap kedua balapan. Namun, Mario terjatuh di tikungan 8 saat menjalani lap ketujuh. Setelah insiden yang dialami Mario, Awhin dan Rheza lepas dari rombongan dan akhirnya finis di posisi pertama dan kedua. Hasil ini memastikan Rheza meraih gelar juara AP250 musim 2018. Rheza kini mengoleksi 193 poin, Mario berada di posisi ketiga klasemen dengan 122 poin, sementara Awhin di posisi keempat dengan 117 poin.

Andi Gilang kembali juarai kelas SS600 Race 2

Andi Gilang dan Irfan Ardiansyah tampil luar biasa pada balapan kelas SS600. Gilang yang meraih kemenangan keduanya secara beruntun, sudah memimpin sendiri di depan saat balapan masih menyisakan tiga lap. Berkat hasil ini, dia naik ke posisi keempat klasemen dengan perolehan 99 poin, sama dengan pebalap di posisi ketiga. Irfan yang finis di posisi kelima kini berada di posisi ke-13 klasemen dengan 37 poin.

Asia Road Racing Championship akan mengakhiri musim 2018 pada 1-2 Desember di Chang International Circuit, Thailand, yang merupakan putaran keenam.

RACE PERTAMA ARRC SERI INDIA, RIDER YAMAHA INDONESIA FINIS DI BARISAN DEPAN

Progress atau kemajuan dalam penajaman waktu dibuktikan duet pembalap Yamaha Racing Indonesia (YRI), Richard Taroreh dan M Faerozi yang melakukan debutnya dalam event Asia Road Racing Championship 2018 (ARRC 2018) di Sirkuit Madras Motor Race Track, India.
Dalam penampilan pertamanya, Richard Taroreh dapat terus mempertajam waktunya pada kualifikasi kategori Asia Production 250 (AP250), Sabtu (4 Agustus). Richard Taroreh mampu mengukir waktu 1 menit 49,008 detik. Saat race sempat berada di posisi ke-6, namun di lap akhir mengalami benturan dengan pembalap Thailand, sehingga hasil akhirnya finish di urutan ke-8.

“Hasil catatan waktu saya lebih baik dibandingkan dengan free practice dan start di grid posisi ke-7. Hasil ini menjadi motivasi saat di race pertama. Lepas start, saya langsung bergabung dengan rombongan depan. Namun dipertengahan lap, terlalu lama berada di posisi second group dan sempat mundur ke posisi 9. Saya mencoba push dan di lap ke-9 berada di P7. Tiga lap terakhir, saya mencoba menjaga ritme karena kondisi ban sudah mulai slide. Dan di lap akhir memasuki tikungan terakhir saya masuk ke P6, sayangnya saya touch dengan Peerapong dan harus out namun saya masih bisa mengontrol motor dan finish di posisi 8. Race 2, saya harap bisa bermain lebih maksimal,” tutur Richard Taroreh yang berada di deretan ke-15 klasemen sementara AP250.

Begitupun yang dialami M Faerozi yang notabene berusia 16 tahun. Start dari grid ke-16, racer asal Jawa Timur ini tidak pantang menyerah. Berjuang untuk merebut posisi terbaik dalam menu wajib 12 lap. Pada akhirnya, Faerozi finish di urutan ke-10 dan dapat mempersingkat best-timenya dari torehan 1 menit 50,019 detik menjadi 1 menit 49,712 detik.
“Kualifikasi saya mencoba set-up final gear, hasilnya cukup baik dibandingkan free practice. Namun saat kualifikasi berlangsung saya tidak menemukan momen dan ritme yang tepat. Saat race berlangsung, saya start di grid ke-16, lepas start saya melakukan awal yang baik karena bergabung dengan rombongan depan. Namun sempat melakukan kesalahan, high side di beberapa tikungan dan mundur ke group ke-3. Tapi saya senang bisa menyelesaikan perlombaan dan finish di posisi ke-10 dan catatan waktu lebih baik. Semoga race 2, bisa meraih hasil yang lebih baik,” tutur M Faerozi yang saat ini ada di urutan ke-14 dalam klasemen sementara AP250.

Disamping itu dua racer tim satelit Yamaha Yamalube KYT TJM WR Super Battery, Rafid Topan dan Anggi Setiawan yang berpeluang meraih podium. Topan yang start dari grid ke-5 berhasil finish ke-4, sedangkan Anggi Setiawan yang start dari posisi ke-9 juga finish ke-9.
Pada kelas Underbone 150 cc (UB150), pembalap asal Ajibarang, Banyumas, Jawa Tengah ini akan berjuang all-out di race ke-2, Minggu (5 Agustus) hingga dapat memperoleh podium dan memperbaiki posisi klasemen sementara UB150. Saat race berlangsung start dari grid ke-10, sebetulnya Wahyu sudah masuk di barisan depan. Namun sayang pada tikungan ke-3 di lap awal, Wahyu jatuh saat fight di top group dan tidak bisa melanjutkan perjalanan perlombaan pada race pertama.

“Di superpole kali ini, saya dan tim tidak mendapatkan settingan yang maksimal sehingga saya start di grid P10. Pada saat lepas start, saya masuk ke top group, namun di tikungan ke-3 dimana saya sudah berada di posisi line yang tepat, sayangnya saya terjatuh dan tidak bisa melanjutkan jalannya perlombaan. Race 2, saya dan tim akan memaksimalkan untuk meraih podium dan memperbaiki klasemen poin,” tukas Wahyu Aji yang saat ini ada di posisi ke-3 dalam klasemen sementara UB150.
Semoga para pembalap YRI dapat berprestasi lebih baik pada race 2 AP250 dan UB150 untuk mewujudkan Merah Putih Semakin di Depan.

HASIL ARRC SERI AUSTRALIA, PEMBALAP YAMAHA INDONESIA UB150 MASUK ENAM BESAR KLASEMEN

Pembalap tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), Wahyu Aji Trilaksana tidak dapat merebut poin maksimal dalam perjalanan race ke-2 kategori Underbone 150 (UB150) event Asia Road Racing Championship 2018 di Sirkuit Bend Motorsport Park, Australia (22 April). Sebelumnya di race awal, racer asal Wangon, Banyumas ini dapat merebut podium ke-3. Namun di race ke-2 yang wajib menjalani 7 lap, Wahyu Aji terjatuh hingga harus puas finish ke-13.
Pada awalnya memang runner-up UB150 (ARRC 2017) ini tidak optimal dalam momen start hingga tertahan di rombongan kedua. Segala upaya dilakukan Wahyu Aji untuk terus memperbaiki posisinya. Namun pada dua lap terakhir jelang finish, ban depan Wahyu Aji menyentuh ban belakang pembalap Malaysia, Md Akid Aziz hingga terjatuh. Tidak patah semangat, Wahyu Aji bangkit dan finish ke-13.

“Mulai start, saya kehilangan momen untuk berada di depan. Terlalu lama tertahan di rombongan group ke-2. Saat push memasuki tikungan ke-14, tiba-tiba Akid sedikit melambat dan saya tidak bisa mengontrol dan terjatuh. Dan Alhamdulilah saya masih bisa finish di urutan ke-13 untuk menambah poin,” ucap Wahyu Aji. Mengacu hasil ARRC 2018 Australia ini, maka Wahyu Aji berada di posisi ke-6 klasemen sementara UB150.

Pada bagian lain di kelas Asia Production 250 (AP250) yang menjalani perjalanan 9 lap, duet tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) tidak dapat tampil maksimal karena mengalami kendala pada perangkat elektronik ataupun tertahan di rombongan belakang. M Faerozi yang dapat finish ke-9 di race perdana, sebetulnya melakukan start cukup baik. Di lap ke-4, racer asal Jatim ini terjatuh di tikungan terakhir. “Awalnya feeling power motor jauh lebih baik dari hari kemarin. Namun motor saya sempat mati saat melalui lintasan straight, itu saat masuk lap ke-3 hingga saya melorot ke posisi 13. Kemudian di lap ke-4 saat keluar tikungan, motor mengalami getaran dan saya tidak dapat mengontrol dan terpental. Hal ini akan menjadi pengalaman bagi saya untuk dapat lebih baik lagi di seri berikutnya di Suzuka Jepang,” terang M Faerozi yang berusia 16 tahun.

Rekan satu tim M Faerozi, yaitu Richard Taroreh menghadapi fakta dimana harus berjuang keras dan tertahan di rombongan belakang. Saat awal memang kurang optimal. “Start di race ke-2 kurang bagus sehingga saya tertahan di rombongan belakang. Hal yang sama terjadi pada motor saya, bahwa feeling motor jauh lebih baik namun motor tidak dapat dikendalikan sehingga saya tidak memaksa untuk terlalu push saat keluar tikungan. Sehubungan hal ini, saya dan tim akan mengevaluasinya jelang seri 3 nanti di Suzuka Jepang. Treknya memang hampir sama dimana bertipikal yang relatif banyak rolling speed,” tukas Richard Taroreh yang finish ke-13.

Adapun posisi tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) saat ini ada di posisi ke-7 dalam klasemen sementara tim AP250. Disamping itu petarung tim satelit Yamaha TJM, Anggi Setiawan fight untuk memperebutkan posisi ke-3. Pada lap ke-7, Anggi bertarung sengit dengan AM Fadly. Tetapi Anggi terlalu memaksa saat akan masuk ke tikungan ke-2 hingga roda depan Anggi menyentuh roda belakang AM Fadly. Talenta asal Palu, Sulteng ini terjatuh dan terjadi red-flag atau bendera merah yang berarti balap wajib dihentikan. Menyangkut kondisi Anggi Setiawan tidak mengalami cedera serius. Dari hasil ini, Anggi berada di posisi ke-6, kemudian rekan setimnya Rafid Topan di urutan ke-9. Dalam klasemen sementara kejuaraan tim, Yamaha TJM ada di deretan ke-4.

“Mentalitas tim meningkat dari seri sebelumnya . Namun masih ada perbaikan perbaikan yang harus kami lakukan. Kami tetap menjaga perolehan poin agar terus dalam perebutan juara. Dan saatnya mulai mempersiapkan untuk Suzuka nanti. Terima kasih kepada seluruh tim, teknisi, sponsor dan semuanya yang telah mendukung kami,” ujar Wahyu Rusmayadi, selaku tim Manajer Yamaha Racing Indonesia.