PELATIH TIMNAS SPANYOL DI PECAT SEHARI SEBELUM PIALA DUNIA BERGULIR

Selasa, 13 Juni 2018, waktu Spanyol. Pelatih Tim Nasional Spanyol, Julen Lopetegui, resmi di pecat oleh Federasi Sepakbola Spanyol (RFEF). Hal tersebut terjadi sehari setelah Julen menerima pinangan Real Madrid untuk menjadi suksesor Zinedine Zidane.

Presiden Federasi Sepakbola Spanyol, Luis Rubiales

REAL FEDERACIÓN ESPAÑOLA DE FÚTBOL melalui Presiden-nya Luis Rubiales mengaku merasa sangat dikhianati Julen Lopetegui, karena diam-diam menandatangani kontrak bersama Real Madrid. Hal ini langsung menjadi perbincangan besar di jagat sepakbola, karena Spanyol tinggal sehari berselang akan menghadapi Portugal dilaga perdana mereka di Piala Dunia.

Julen Lopetegui bersama Florentino Perez saat menandatangani kontrak untuk melatih Real Madrid

Saat ini pun, RFEF telah mengumumkan pelatih terbaru untuk Timnas Spanyol yaitu Fernando Hierro, yang sebelumnya menjadi Direktur Olahraga Timnas Spanyol. Sedangkan dari Pihak Real Madrid merasa tidak ada yang salah dengan penandatanganan kontrak tersebut. Florentino Perez menyebutkan tidak ada sikap dan bentuk disloyalitas, dan hal ini juga pernah terjadi pada Louis van Gaal (Belanda, 2014) dan Antonio Conte (Italia, 2016).

K-VISION RESMI MENJADI OFFICIAL BROADCASTER PIALA DUNIA 2018 UNTUK TV SATELIT

Jakarta – Rabu, 10 Januari 2018. Bertempat di Hotel Santika Jakarta, K-Vision merayakan keberhasilannya menjadi pemegang hak siar resmi Piala Dunia Rusia 2018 untuk TV Satelit. K-Vision secara eksklusif akan menyiarkan 64 pertandingan Piala Dunia dengan kualitas gambar terbaik atau High Definition.

Dihadiri oleh Wesley Hutagalung (Komentator Sepakbola) dan Yeyen Tumena (Eks Pemain dan Pelatih), K-Vision resmi menyambut Piala Dunia Rusia 2018 sebagai Official Broadcaster. Melalui Yohanes Yudistira, Direktur K-Vision, menyampaikan persiapan dan program dalam penayangan perhelatan olahraga nomor satu di dunia.

Dengan ini K-Vision membantu penduduk Indonesia untuk bisa menikmati pesta akbar sepakbola di seluruh penjuru tanah air. Seperti kita ketahui bahwa di sebagian besar wilayah Indonesia masih kesulitan bahkan tidak bisa mendapati akses tayangan televisi melalui saluran UHF.


Dengan perangkat Decoder dan Parabola yang terjangkau, K-Vision menjadi pilihan pertama untuk mendapatkan tontonan bagi masyarakat dimana pun. Ditambah dengan pilihan paket beragam dan murah, membuat masyarakat mudah menentukan kebutuhan tontonannya. Apalagi dengan perangkat K-Vision, kita masih bisa menikmati tayangan walau tidak mengikuti paket (Untuk Channel Free). Hal ini membuat K-Vision sangat populer untuk masyarakat di daerah.

Dalam menyambut Piala Dunia 2018 ini, K-Vision mengeluarkan paket khusus Piala Dunia seharga hanya Rp. 880.000 untuk enam bulan. Dengan paket ini menargetkan 75% penonton Piala Dunia 2018 dari populasi penduduk Indonesia, ungkap Yohanes Yudistira, Direktur K-Vision.