KALENDER BALAP NASIONAL TAHUN 2018

Tahun 2018 sudah berjalan, musim balap tahun ini juga sudah harus mulai berjalan. Maka dari itu, Ikatan Motor Indonesia selaku badan penyelenggara Kejuaraan Otomotif Nasional telah merampungkan jadwal balap di semua kelas. Adapun kejuaraan tersebut meliputi Road Race, IRS, Drag Bike, Motocross, Grasstrack, Powertrack, Supermoto, Superenduro dan Supercross.

Berikut kalender olahraga Balap Motor yang sudah dirilis IMI pertanggal 08 Januari 2018:

RIDER YAMAHA DOMINASI PODIUM IRS SERI TERAKHIR

Tiga pembalap Yamaha membuktikan dominasinya dalam podium juara Kejurnas Sport 150 cc. Demikian berlangsung dalam race ke-2 seri ke-6 IRS 2017 di Sirkuit Sentul, Bogor (10 Desember). Bahkan Rafid Topan  (Yamaha Yamalube Syafina KYT IRC Cream-pie) meninggalkan jauh rival-rivalnya hingga sekitar 300 meter atau tepatnya dengan gap atau perbedaan catatan waktu 7,3 detik. 

Topan meninggalkan lawan-lawannya sejak lap awal sampai dengan perjalanan akhir balapan. Pada akhirnya, Topan membuktikan ketangguhan Yamaha YZF-R15 dengan meraih posisi terbaik. “Sejak lap awal saya langsung menekan dan tinggalkan lawan. Perfoma mesin sangat mendukung,“ tutur Rafid Topan yang finish ke-2 saat race awal dibelakang Wahyu Aji (Yamaha Yamalube Aspira Premio FSCM WJ72 EGP HDS Racing Team). 

Makin spesial, podium ke-2 dan ke-3 diborong juga duet racer garputala, Robby Sakera (Yamaha Yamalube Jasti Putra Usaha Jaya NHK FDR 549 Kaboci) dan Febrianus Balank (Yamaha Yamalube Aspira Premio FSCM WJ72 EGP HDS Racing Team). Catatan penting, bahwa ini merupakan podium pertama yang diraih Robby Sakera yang masih berusia 11 tahun. 

Pelaga asal Madura, Jatim ini tergolong baru fokus di balap motor sport. Selama ini lebih banyak konsen di balap bebek kategori pemula B, MP5 dan MP6. Masih dalam kelas Kejurnas Sport 150 cc, Richard Taroreh (Yamaha Yamalube Jasti Putra Usaha Jaya NHK FDR 549 Kaboci) yang dikawal mekanik Achos Lalang memastikan gelar juara nasional Sport 150 cc. 

Richard, sapaan akrabnya sukses mengawinkan dua gelar juara, yaitu saat Yamaha Sunday Race 2017 dan Kejurnas Sport 150 cc (IRS 2017 Sentul). Tentu saja, prestasi ini menjadi bukti dominasi pabrikan Yamaha yang selalu meraih predikat juara nasional Sport 150 cc. Rekor ini belum terpecahkan dalam beberapa tahun belakangan. Disamping itu, Rey Ratukore sukses meraih runner-up nasional Sport 250 cc berdasar klasemen akhir Kejurnas Sport 250 cc. 

Racer tim WR Super Battery Yamaha KYT TJM Racetech yang membesut Yamaha YZF-R25 ini finish ke-3 dalam race 2 yang berlangsung sangat ketat dan tersaji dalam 12 lap. “Puji Tuhan, saya meraih prestasi runner-up Kejurnas Sport 250 cc ini. Terimakasih untuk Yamaha Racing Indonesia, tim saya dan para sponsor yang terlibat,“ bangga Rey Ratukore.

“Selamat kepada tim pemenang dan pembalap yang juara. Pada kelas Sport 150, kami mendominasi standing poin akhir urutan 1 hingga 3. Kita raih juara nasional. Untuk Sport 250, kami ada di posisi runner-up. Kita semua enjoy dan bertarung sampai limit, “tukas Wahyu Rusmayadi, Divisi Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) saat acara selebrasi dan ucapan selamat kepada tim Yamaha yang terlibat di IRS 2017 Sentul. 

MASIH SISA SATU RACE LAGI, RICHARD TAROREH SUDAH RENGKUH JUARA NASIONAL BALAP SPORT 150

Pembalap tim Yamaha Yamalube Jasti Putra Usaha Jaya NHK FDR 549 Kaboci, Richard Taroreh mengunci gelar juara nasional Kejurnas Sport 150 cc dengan YZF-R15 dalam seri final atau pamungkas gelaran IRS 2017 di Sirkuit Sentul, Bogor (9 Desember). Alhasil, melanjutkan dominasi Yamaha sejak 2 tahun sebelumnya. Predikat juara nasional selalu direbut petarung garputala. Klasemen poin Richard Taroreh yang diback-up tuner Achos Lalang sudah tidak terkejar lagi oleh rival terberatnya, Gupita Kresna (Yamaha Yamalube Borneo Oryza DART Nissin KYT DID) yang tidak finish karena mengalami kendala teknis. 

“Puji Tuhan, saya bisa meraih gelar juara nasional Sport 150 cc dan saat Yamaha Sunday Race kemarin. Ini prestasi terbaik saya sepanjang perjalanan karir balap saya. Saya mengucapkan terimakasih untuk mekanik, kru dan sponsor tim,“ tutur Richard Taroreh. Sehubungan Gupita Kresna sendiri masih bersaing ketat dengan Rafid Topan untuk perebutan posisi runner-up nasional. 

Saat sesi kualifikasi kejurnas Sport 150 cc, pembalap tim Yamaha Yamalube Syafina KYT IRC Cream-pie, Rafid Topan Sucipto sukses memecahkan rekor Kejurnas Sport 150 cc. Topan, yang membesut motor YZF-R15 ini mengukir waktu 1 menit 47,599 detik. Mencetak rekor catatan waktu terbaru untuk kelas Sport 150 cc. Catatan waktu sebelumnya 1 menit 48,2 detik. 

Sehubungan jalannya race 1 Kejurnas Sport 150 cc, Rafid Topan begitu dominan bersama dengan Wahyu Aji Trilaksana (Yamaha Yamalube Aspira Premio FSCM WJ72 EGP HDS Racing Team). Mereka bergantian memimpin jalannya balapan. Rafid Topan dan Wahyu Aji meninggalkan atau memisahkan diri dari rivalnya.

Pada akhirnya, Wahyu Aji yang finish tedepan dan hanya berjarak 0,03 detik saja dari Rafid Topan. “Ini kebahagiaan bagi saya setelah podium juara juga di seri sebelumnya. Menjadi motivasi saya untuk berprestasi lebih baik. Terimakasih untuk tim dan para sponsor,“ ujar Wahyu Aji  yang dikawal mekanik Hawadis HDS Racing dan Robert Cong. 

Disamping itu, pada kelas Kejurnas Sport 250 cc, Galang Hendra Pratama (WR Super Battery Yamaha KYT TJM Racetech) tampil dengan Yamaha YZF-R25 meraih podium runner-up. Hasil akhir, hanya berbeda sangat tipis 0,070 detik saja dengan pemenang.

Disamping itu, rekan satu tim Galang Hendra, yaitu Rey Ratukore yang finish ke-4 masih memiliki peluang untuk meraih gelar juara nasional Sport 250 cc karena Kejurnas Sport 250 cc masih menyisakan satu race lagi pada Minggu (10 Desember). Masih memperebutkan 25 poin lagi. Galang Hendra juga dipastikan memiliki target serius untuk merenggut podium juara di race ke-2. 

“Selamat kepada tim Yamaha 549 Kaboci yang sudah mengunci gelar juara nasional di kelas Sport 150 cc. Untuk kelas Sport 250 cc, Rey masih berpeluang untuk menjadi yang terbaik di race ke-2, “ucap Wahyu Rusmayadi, Divisi Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). 

ASTRA HONDA RACING TEAM SIAP CETAK SEJARAH BARU DI ARRC

Gerry Salim menggapai putaran terakhir di kelas AP250 dengan unggul 38 poin, dengan dua balapan tersisa dan berpeluang untuk membuat sejarah.

Putaran pamungkas Asia Road Racing Championship 2017 digelar minggu ini di Sirkuit Internasional Chang. Astra Honda Racing Team melalui Gerry Salim berjuang meraih prestasi bersejarah untuk merebut gelar AP250 dan menjadi pebalap Indonesia pertama yang merebut juara ini – sekaligus mengukuhkan AHRT sebagai Juara Asia untuk kali pertama.

Dengan keunggulan 38 poin atas pesaing terdekatnya di kelas Asia Production 250cc, Gerry Salim hanya perlu finis ke-4 di race pertama untuk mendapatkan gelarnya. Gerry meraih kemenangan di Sirkuit Internasional Chang pada putaran kedua yang dihelat bulan April lalu. Jika Gerry menjuarai dua balapan yang tersisa, Gerry berhasil menyamai rekor kemenangan dalam satu musim, yaitu 9 kali kemenangan.

Sirkuit Internasional Chang juga menyimpan kenangan indah bagi Rheza Danica, yang merebut dua podium pertamanya musim ini di lintasan balap Thailand. Rheza Danica, masih berpeluang menjadi runner-up musim ini, saat ini berada di urutan kelima klasemen pebalap dan hanya terpaut 24 poin dengan pebalap runner up. Awhin Sanjaya, telah pulih dari cedera tulang fibula yang membuatnya absen di dua putaran sebelumnya, akan berusaha mendapatkan feeling terbaik dengan pacuannya dan menutup tahun ini dengan hasil terbaik, di trek di mana Awhin mencapai hasil terbaiknya musim ini – finis keempat.

Irfan Ardiansyah juga tak sabar menanti putaran akhir musim ini di kelas SuperSports 600cc. Saat ini berada di urutan ke-14 klasemen pebalap dengan 48 poin, Irfan berpeluang merebut posisi 10 besar, dan finis ke-7 dan ke-14 pada balapan sebelumnya di Thailand tahun ini.

Dua balapan terakhir tahun ini akan digelar hari Sabtu dan Minggu – pukul 02.05 WIB untuk kelas AP250 dan pada pukul 03.05 WIB untuk SS600 – di sirkuit yang akan menghajat Kejuaraan Dunia MotoGP di tahun 2018 ini.

FINAL ROUND ARRC, YAMAHA RACING INDONESIA SIAP TUTUP DENGAN HASIL MAKSIMAL

Akhir pekan ini (2-3 Desember) tim Yamaha Racing Indonesia siap mengikuti seri ke-6 atau final dari gelaran Asia Road Racing Championship 2017 di Chang International Circuit, Buriram, Thailand yang memiliki panjang 4,554 km dan sajian 12 tikungan. Dua pembalap Yamaha Racing Indonesia (YRI), Galang Hendra Pratama & Rey Ratukore akan bertarung all-out untuk merebut posisi terbaik di sesi pamungkas.

Dalam hal ini di kelas Asia Production 250 (AP250) dengan pacuan Yamaha YZF-R25. Motivasi kuat hadir pada diri Galang Hendra yang belum lama ini meraih podium juara balap WSSP300 di Jerez, Spanyol (22 Oktober) ataupun sebelumnya meraih jawara AP250 di ARRC 2017 di Madras, India (23-24 September). Bahkan di India, Galang Hendra yang berusia 18 tahun dua kali merenggut podium. Di race awal finish ke-3 dan race kedua posisi terbaik.

Wahyu Rusmayadi, Manager Team YRI

Termasuk track-record ARRC 2016 Thailand putaran ke-2, dimana Galang Hendra merebut podium runner-up. Juga Imanuel Pratna (Yamaha Yamalube WR Battery KYT TJM Racetech) merebut podium ke-3 putaran ke-6 race 2 ARRC 2016. Lebih lanjut, semangat spesial hadir dalam diri Rey Ratukore yang belum lama ini meraih juara umum Sport 250 cc Pro dalam Yamaha Sunday Race 2017. Pembalap YRI akan berupaya memperbaiki peringkat mereka di klasemen sementara AP250. Masing-masing berada di urutan ke-6 dan ke-8, sedangkan klasemen sementara tim YRI berada di deretan ke-5.

“Saya akan tetap fokus, hasil dari seri India pastinya menjadi motivasi untuk saya dan tim. Jadi akan semakin bersemangat untuk kembali merebut podium. Keep focus dan terus semangat, Bismillah” tegas Galang Hendra.

Galang Hendra, Rider AP250 YRI

“Pastinya saya evaluasi kembali dari hasil seri ke-2 Thailand, serta melihat hasil seri ke-5 India menjadi modal untuk dapat bertarung di top group. Pastinya final seri ini, saya siap tampil all-out untuk dapat memperbaiki peringkat,“ tutur Rey Ratukore.

Yang pasti, peluang masih terbuka lebar karena balapan berjalan dalam dua race yang memperebutkan total 50 poin. Disamping itu, tim YRI di kategori AP250 akan diperkuat Richard Taroreh. Sebagai pengalaman pertama Richard Taroreh yang berasal dari Sulawesi Utara dan bermukim di Yogyakarta. Pabrikan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memberikan apresiasi kepada potensi Richard Taroreh setelah berprestasi di kompetisi tanah air dengan merebut podium di Kejurnas Sport 250 cc ataupun sebagai kandidat kuat juara nasional Sport 150 cc (IRS 2017 Sentul).

Rey Ratukore, Rider AP250 YRI

“Ini merupakan pengalaman pertama balap di sirkuit International Buriram Thailand. Free practice 1 & 2 akan saya manfaatkan untuk bisa meraih hasil yang maksimal di race week nanti,” ungkap Richard Taroreh.

Pada bagian lain di kelas Underbone 150 cc (UB150), Wahyu Aji Trilaksana yang juga mengusung tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) akan berjuang ekstra untuk merebut podium juara seperti seri ke-2 ARRC 2017 yang berlangsung di Thailand (14-15 April). Saat itu Lagu Indonesia Raya berkumandang di race 2 UB150 yang notabene dibekali pacuan Yamaha MX King 150.

Richard Taroreh, Rider Wild Card AP250 YRI

“Hasil seri sebelumnya menjadi catatan untuk saya & tim. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memperbaiki klasemen poin. Set-up terbaik di seri 2 Thailand, akan menjadi acuan untuk final seri ini,” ucap Wahyu Aji.

Tim mekanik UB150 pastinya sudah memiliki data setting berdasarkan pengalaman sebelumnya. Tinggal menyesuaikan kondisi cuaca dan kelembaban udara saat jelang raceday nanti. Saat ini, Wahyu Aji ada di posisi ke-2 klasemen sementara UB150, sedang Anggi Setiawan (Yamaha Yamalube WR Battery KYT TJM Racetech) yang tampil pertama full-series ARRC 2017 daan berada di peringkat ke-8.

Wahyu Aji, Rider UB150 YRI

“Dengan tekad untuk mengulang keberhasilan podium di seri India. Kami ingin mendapatkan hasil terbaik juga di seri final ini untuk AP250. Sedangkan untuk UB150 segala kemungkinan akan terjadi, Wahyu Aji berpeluang untuk menjadi champion dari hasil race 1 & race 2 besok,” terang Wahyu Rusmayadi, Manager tim Yamaha Racing Indonesia.

YAMAHA CUP RACE FINAL ROUND PADAT DIIKUTI 131 RIDERS DAN 12 RIBU PENONTON

Putaran akhir Yamaha Cup Race 2017 (YCR 2017) di Sirkuit GOR Manahan Solo, Jawa Tengah (26 November) yang notabene diramaikan 131 starter terbukti sukses dipadati penonton. Sekitar 12 ribu pasang-mata memadati sirkuit sepanjang 850 meter yang dipenuhi 11 tikungan yang variatif.  Masyarakat Solo begitu antusias menikmati sajian kompetisi balap dengan berbagai sajian hiburan.
“Yamaha Cup Race 2017 Solo mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat kota budaya Solo. Balapan ini merupakan salah satu langkah kita dalam memberikan edukasi kepada para rider binaan Yamaha Indonesia hingga mereka dapat terus berprestasi. Terimakasih untuk para sponsor yang terlibat mensukseskan acara ini, “ujar M Abidin, General Manager PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang hadir di YCR 2017 Solo.

Bicara pertarungan di kelas paling bergengsi YCR1 atau MP1 (150 cc) berlangsung sangat ketat. Terlebih antara Arianto Tarzan (Yamaha Cicile RRS Powered Race Tech) dan Wildan Gomma (Yamaha Yamalube IRC KYT Syafina) yang jaraknya begitu rapat. Pada akhirnya, dimenangkan Arianto Tarzan yang notabene berasal dari Kaltim.

Perjalanan hajatan YCR 2017 Solo sendiri harus dihentikan untuk 3 kelas terakhir dikarenakan kondisi hujan yang sangat deras. Yaitu YCR 2, YCR 4 dan YCR 6. Setelah ditunggu sampai dengan batas waktu yang mengacu pada regulasi, maka diputuskan bahwa balapan dihentikan karena kondisi trek yang banyak digenangi air. Alhasil, hasil juaranya mengacu pada kualifikasi.

Sehubungan juara umum kategori YCR1 atau MP1 (150 cc) yang berrdasarkan perhitungan poin dalam tiga seri (Kebumen, Kediri dan Solo) direbut Wildan Gomma. “Ini kenangan terindah saya di Jawa karena tahun depan saya akan kembali bertarung di region Sulawesi, “tutur Wildan Gomma. Kemudian untuk jawara umum seeded YCR2 atau MP2 (125 cc) diraih Sulung Giwa (Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin NGK DID Bahtera Racing)

Sedang juara umum pemula A dan Pemula B masing-masing direbut Wawan Wello yang berasal dari tim Privaateer, Bromo Jaya Mix Dinar Cahya NHK FDR RCB1 Kate dan M Robby (Yamaha Yamalube Jasti Putra NHK FDR 549 Kaboci). Mereka semua berhak atas hadiah empat unit motor.

Pada sisi lain, edukasi yang konsisten dilakukan pabrikan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) memberikan hasil yang signifikan. Yaitu lahirnya para pebalap muda potensial. Tidak hanya bicara skill atau kemampuan balap yang meningkat, juga mental dan kepribadian. Diantaranya racer Wahyu Nugraha asal Boyolali, Jawa Tengah yang berusia 12 tahun dan sukses meraih podium juara YCR5 atau MP5.

Juga M Robby yang masih berumur 11 tahun ataupun M Faerozi, talenta 15 tahun yang merenggut podium terbaik  MP3 (150 cc). Kedua nama terakhir yang disebut berasal dari Jatim. Bahkan M Faerozi sudah difasiitasi Yamaha di Kejurnas Sport 250 cc (IRS 2017 Sentul). Termasuk M Roby yang sudah diproyeksian timnya di balap IRS 2017 Sentul.

Dengan berakhirnya gelaran Yamaha Cup Race 2017 Solo, maka berakhir sudah kompetisi terbaik persembahan dari YIMM ini. Adapun sponsor yang terlibat dalam mensukseskan YCR 2017 ialah Yamalube, Idemitsu, KYB, NGK, DID & IRC.

PEMBALAP INDONESIA AKHIR MUSIM MOTO2 2017 FIM CEV DI POSISI ENAM

Dimas Ekky finis ketujuh di balapan terakhir musim ini di Valencia, meski sambil menahan sakit di jari tangannya yang terluka dari kecelakaan kemarin. Sedangkan Andi Gilang terjatuh di dua balapan Moto3.

Para pebalap Astra Honda Racing Team mengalami kejadian beragam pada Minggu terakhir musim FIM CEV 2017. Sirkuit Ricardo Tormo dalam kondisi sempurna, Dimas Ekky finis urutan ketujuh di Moto2, setelah dinyatakan fit oleh para dokter di pagi hari sebelum sesi pemanasan. Dimas mengalami kecelakaan kemarin dan kehilangan kuku tangan kirinya, dan keikutsertaannya hari ini sempat diragukan. Andi Gilang mengakhiri musim tanpa melewati garis finis, tersingkir di dua race kejuaraan Junior World Championship.

FIM M2

 

Dimas Ekky memulai balapan dengan motivasi besar mendapatkan posisi yang lebih baik, bergerak naik dua tingkat di lap pembuka. Dimas menempati posisi kedelapan di sebagian besar balapan. Setelah bertempur dengan dua pebalap lain di posisi 5 besar, Dimas akhirnya finis ketujuh. Ini adalah performa yang luar biasa dari Dimas, dengan mempertimbangkan rasa sakit di jarinya.

Andi Gilang tidak beruntung pada balapan pertamanya hari ini, highside di Tikungan ke-4 saat lap-lap awal. Setelah dilarikan ke medical centre, Andi tidak cedera dan dinyatakan layak untuk balapan berikutnya. Pada balapan kedua Andi berjuang meraih poin, namun saat berada di posisi ke-12 kembali mengalami highside di Tikungan ke-6 yang membuatnya harus berhenti balapan sebelum waktunya.

unnamed (1)

Pada akhir musim FIM CEV, Dimas Ekky berada di urutan keenam di Kejuaraan Moto2 Eropa dengan 102 poin, hasil terbaiknya selama balapan dalam kompetisi internasional. Di Moto3 Junior World Championship, Andi Gilang juga menunjukkan kemajuan besar tahun ini, berada di urutan ke- 17 dengan 29 poin.

YAMAHA TERUSKAN KONSISTENSI PODIUM MOTOPRIX SERI-3 REGION JAWA

Akhir pekan ini (18-19 November 2017), diselenggarakannya Kejurnas Motorprix 2017 region 2 (Jawa) di sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur. Sirkuit dengan panjang 1200 meter ini, merupakan sirkuit baru yang pertama kalinya dipakai untuk motoprix region 2 seri 3 & seri 7 pekan ini.

Dari hasil seri 3 yang dilaksanakan (18 November), tim Yamaha berhasil meraih podium. Di kelas MP1, ada 2 pendatang dari region 4 yaitu Arianto Tarzan yang bergabung dengan tim Yamaha Cicile RRS Powerred RT berhasil meraih podium pertama dikawal oleh Rey Ratukore. Kemudian Reynaldi Pradana (R7 Racing Tech HDS) podium ke-2 dikawal oleh tuner Hawadis. Diposisi ke-3 diraih oleh Sulung Giwa (Yamaha Yamalube NHK IRC DID NGK Bahtera RT), sehingga Sulung menjadi pemimpin klasemen.

Di kelas MP2, Yamaha meraih 2 podium. Podium tertinggi diraih oleh Rafid Topan (Yamaha Yamalube KYT IRC Creampie Syafina). Dan podium ke-3 diraih oleh Dicky Ersa (Yamaha Yamalube NHK IRC DID NGK Bahtera RT). Dari hasil ini, Rafid Topan semakin mempertipis klasemen poin terpaut 6 poin dengan Dicky Ersa pemegang klasemen poin MP2. 2 rider ini dikawal sekaligus oleh Widya Krida Laksana atau yang biasa disapa Mas Gendut.

“Setelah kita raih juara MP1 dan MP2 di Sulawesi, Sumatera dan Kalimantan, maka sekarang fokus di Jawa. Tidak ada kelas prioritas yang kita utamakan dalam konteks seeded. Kita ingin rebut juara MP1 dan MP2 seperti di 3 region yang telah kita lakukan,“ ujar Wahyu Rusmayadi bersama Sugeng Sugianto, Divisi Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang hadir di Motorprix 2017 Surabaya.

YAMAHA BERSAMA JUPITER Z1 DAN MX KING BERKUASA DI MOTOPRIX

Putaran terakhir Motoprix 2017 region 2 Jawa telah selesai diselenggarakan di sirkuit Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur pekan ini (19 November 2017). Tim Yamaha berhasil meraih juara region MP2 oleh Rafid Topan dengan pacuan Jupiter Z1, sedangkan Sulung Giwa harus puas berada di posisi klasemen runner up di kelas MP1 dengan Jupiter MX-King.

Saat race berlangsung pada kelas MP2, Rafid Topan pembalap yang membela tim Yamaha Yamalube IRC KYT Creampie Syafina ini beberapa kali sempat bergantian memimpin jalannya race dengan Fitriansyah Kete. Alhasil Topan berhasil finish di urutan pertama, Kete di urutan ke-2 & Wildan Goma rekan setim Topan di urutan ke-3.

Sehingga Topan berhasil mengungguli puncak klasemen MP2, karena Dicky Ersa finish di urutan ke-5 selisih 6 poin dengan Topan. “Saya senang di akhir seri ini, bisa podium pertama dan berhasil menjadi juara region MP2. Terima kasih untuk keluarga, tim & seluruh sponsor,” Ucap Rafid Topan.

Sedangkan di kelas MP1, pembalap pendatang dari region 4 Kalimantan tampil agresif 2 kali podium tertinggi diraihnya. “Terima kasih kerja keras seluruh tim & sudah memberi kesempatan untuk bermain di region 2. Mulai dari free practice dan hasil seri 3 kemarin, saya yakin bisa fight untuk tampil lebih baik seri akhir ini,” ujar Arianto Tarzan (Yamaha Cicile RRS Powerred RT).

Klasemen di kelas ini, Sulung sangat berkesempatan untuk bisa meraih gelar juara region. Race berlangsung sangat ketat, Sulung sempat memimpin dan di akhir lap Sigit PD menyalip Sulung. Sehingga Sulung finish di urutan ke-4 & berada di posisi runner up untuk klasemen poin MP1. “Saya senang bisa meraih posisi runner up di kelas ini. Terima kasih tim yang sudah memberikan yang terbaik, juga tak lupa kepada keluarga & seluruh sponsor yang sudah mendukung saya,” ungkap Sulung Giwa (Yamaha Yamalube NHK IRC DID NGK Bahtera RT).

“Terima kasih untuk seluruh tim yang sudah berjuang memberikan hasil yang terbaik di penutup seri Motoprix ini. Kita akan mulai merancang untuk tahun 2018 agar kita siapkan lebih baik lagi,” tegas Wahyu Rusmayadi, Divisi Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor  Manufacturing (YIMM).

RIDER YAMAHA DOUBLE WINNER KEJURNAS MOTOPRIX KALIMANTAN 2017

Putaran terakhir Motoprix 2017 Kalimantan telah selesai diselenggarakan di sirkuit Kalan, Kalimantan Timur pekan ini (12 November 2017). Tim Yamaha berhasil meraih double-winner juara nasional Motoprix 2017 Kalimantan dengan Jupiter MX-King kelas MP1 & Jupiter-Z1 kelas MP2.

Reynaldi Pradana, pembalap RFRT GNB ADJ SAS NHK Liwis berhasil meraih gelar juara nasional Motoprix pada kelas MP1. Sedangkan juara nasional pada kelas MP2 diraih oleh Rimonaq Franandus (Yamaha Yamalube Reny Abadi KYT IRC MBKW2.

Hasil Motoprix Kaimantan sebagai pelengkap, dimana tim Yamaha sudah meraih di Motoprix Sumatera & Sulawesi. “Yamaha berhasil melakukan penjenjangan & pembinaan balap di level Motoprix juga IRS. Dengan tim muda, baru dan berbakat. Terbukti dengan keberhasilan Motoprix 2017 ini,” ungkap M Abidin, selaku GM After Sales & Motorsport PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

“Alhamdulillah target saya dan tim untuk race hari ini sangat memuaskan. Berkat doa & kerja keras tim, saya berhasil meraih gelar juara nasional Motoprix 2017 dikelas MP1. Di sisa lap akhir pertarungan cukup ketat, Arianto mulai mendekatkan jarak dengan saya namun saya tetap fokus sampai akhir lap,” ungkap Reynaldi.

Di kelas MP2, selisih poin ke-3 pembalap sangat tipis antara Yossie Legisadewo, Arianto Tarzan & Rimonaq Franandus. Namun Rimonaq berhasil podium diposisi pertama & berhasil meraih juara nasional pada kelas MP2. “Saya senang dengan persaingan di akhir seri ini. Saya hanya tetap fokus untuk bisa mengambil pundi poin, alhasil saya bisa meraih podium pertama dan menjadi juara nasional kelas MP2,” ujar Rimonaq.

Pastinya ini bisa menjadi motivasi tim Yamaha Motorpix region Jawa, dimana akhir pekan ini (18-19 November) akan diselenggarakan final Motoprix region Jawa di sirkuit permanen baru di Surabaya. Klasemen poin sementara di kelas MP1 pembalap Yamaha Sulung Giwa (Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin DID NGK Bahtera RT) berada diposisi ke-3 terpaut selisih 14 poin dengan pemimpin klasemen. Sedangkan di kelas MP2, klasemen dipimpin oleh Dicky Ersa rekan satu tim Sulung Giwa.