HASIL ARRC ZHUHAI CHINA, RIDERS YAMAHA INDONESIA TERUS PERBAIKI POSISI KLASEMENNYA

Zhuhai, China – Dua rider tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang bersaing di race ke-2 kelas Asia Production 250 (AP250), Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 di Sirkuit Zhuhai, China, Minggu (11/8), berupaya untuk meraih hasil lebih baik dari race pertama.

Anggi Setiawan dan M Faerozi sukses melakukan start dengan baik. Walau sempat berada di barisan ke-2, namun Anggi Setiawan terbukti mampu menunjukan potensinya dengan berhasil melesat dan merangsek masuk di barisan grup terdepan hingga akhirnya ia dapat menyelesaikan balapan di posisi ke-6. Hasil ini merupakan suata peningkatan yang ditunjukan oleh pembalap asal Palu tersebut, dimana pada race sebelumnya ia finish di urutan ke-11.

DSC_6518
Anggi saat beraksi di ARRC Zhuhai

Sedangkan Feroz yang sejak sesi warm-up sudah tampil dengan penuh percaya diri, masih belum beruntung karena terjatuh ketika akan mengovertake rivalnya. Meskipun demikian, semangat juang yang ditunjukan oleh pembalap asa Lumajang, Jawa Timur ini patut untuk di apresiasi dan tentunya kedepan ia harus melakukan evaluasi agar dapat tampil lebih optimal.

DSC_6506
Faeroz saat beraksi di Zhuhai

“Saya mengawali start dengan baik. Kemudian terus berjuang di posisi ke-8 dan ke-9. Dua lap terakhir, saya dapat mendekati top group. Alhamdulilah, saya dapat finish ke-6. Terimakasih untuk Yamaha dan kru tim. Seri selanjutnya, kita akan berusaha lebih baik lagi,” ungkap Anggi Setiawan.

“Saya mulai menemukan arah set up yang lebih baik sejak warm up. Saat start di race 2, saya langsung bisa maju ke depan ikut rombongan dan ada di posisi 13. Memasuki lap kedua, saya mencoba lebih push dengan melewati dua pembalap sekaligus pada T5. Namun akhirnya saya terjatuh dan puji syukur saya tidak mengalami cedera. Terima kasih kepada yamaha, tim mekanik dan semuanya. Terus berjuang utk seri berikutnya,” timpal Feroz yang saat ini ada di posisi ke-14 dalam klasemen sementara AP250.

Di kelas Underbone 150, ARRC 2019 Zhuhai, dua rider muda tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), Aldi Satya Mahendra dan Wahyu Nugroho yang membesut Yamaha MX King 150 dapat menunjukkan perfoma terbaik. Sebagai rookie atau pendatang baru, mereka mampu bersaing di barisan depan.

Sebetulnya, Aldi Satya Mahendra dapat konsisten berada di top group sejak lap awal hingga lap akhir. Pembalap asal Yogyakarta berusia 13 tahun tersebut sudah piawai mengikuti ritme para seniornya. Aldi Satya Mahendra yang juga adik kandung dari racer WorldSSP300, Galang Hendra Pratama dapat mencari celah ketika berada dalam kerumunan banyak pembalap.

DSC_6158
Aldy Satya saat beraksi di Zhuhai

Termasuk juga berani menunda braking point atau titik pengereman. Namun sayangnya, di salah satu tikungan, di lap akhir, terjadi benturan dengan pembalap Malaysia hingga posisinya melorot. Namun berkat perjuangannya, ia dapat finish diurutan ke-7.

Begitupun semangat bertanding Wahyu Nugroho. Walau start dari grid ke-23 namun secara bertahap dapat terus maju kedepan. Bahkan di lap terakhir, tepatnya ketika keluar tikungan pertama, ia dapat masuk ke barisan terdepan.

Persaingan yang begitu ketat, pada akhirnya Wahyu Nugroho harus puas finish ke-8. Mengacu hal tersebut, Aldi Satya Mahendra dapat mendongkrak posisinya ke urutan ke-6 dalam klasemen sementara UB150, sedangkan Wahyu Nugroho di deretan ke-12. Peluang masih terbuka karena masih terisa 2 seri lagi (Malaysia dan Thailand).

“Saya konsisten ada di top group namun beberapa lap memang saya tidak terus untuk push sambil mengatur strategi. Sempat terjadi sentuhan dengan pembalap lain dalam perebutan posisi 1 yang membuat saya jadi kehilangan momen dan akhirnya saya finish di posisi 6. Terima kasih semuanya. Saya akan coba lagi di seri berikutnya. Saat ini saya berhasil memperbaiki posisi standing point,” tutur Aldi Satya Mahendra yang berhasil merenggut podium ke-3 di race perdana.

DSC_6212
Wahyu Nugroho saat beraksi di Zhuhai

“Saya memulai start dengan baik dan langsung berada di posisi ke-14 namun saya tertahan di posisi 10 dan hampir ketinggalan group. Akhirnya, saya finish di posisi 8. Poin yang saya dapatkan di seri ini menjadi modal saya untuk seri berikutnya. Terima kasih kepada Yamaha dan semua yang telah mendukung dan mendoakan saya,” timpal Wahyu Nugroho.

Ayo dukung terus tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang akan berjuang pada seri berikutnya di ARRC 2019, Malaysia tepatnya di sirkuit Sepang (19-22 September). Semoga mereka dapat mengharumkan nama indonesia di pentas balap internasional. Serta dapat meraih podium tertinggi untuk Merah Putih Semakin Di Depan, Yamaha Gasspoll!

RIDER 13 TAHUN ASAL JOGJA RAIH PODIUM TIGA DI SERI ARRC CHINA

Zhuhai, China – Pembalap belia potensial asal Yogyakarta, Aldi Satya Mahendra berhasil meraih podium ke-3 dalam race pertama kelas Underbone 150 (UB150) pada putaran ke-5 Asia Road Racing Championship 2019 (ARRC 2019) di Sirkuit Zhuhai, China, Sabtu (10/8).

Pembalap tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang membesut Yamaha MX King 150 tersebut dapat konsisten berada di barisan depan sejak lap awal. Aldi Satya Mahendra yang masih berusia 13 tahun dapat menjaga ritme balap diantara kepungan para senior yang kenyang pengalaman. Terus menjaga konsentrasi dan fokus dengan strategi yang diterapkan.

IMG-20190810-WA0008

Di tikungan 14 pada lap terakhir dimana kerap terjadi manuver saling overtake, Aldi Satya Mahendra sukses menempatkan posisi motornya dalam racing line yang bagus. Alhasil, dapat mencapai garis finish lebih dahulu dari rival terdekatnya.

Selain itu, ini podium yang kedua kalinya bagi Aldi Satya Mahendra yang juga adik kandung dari rider WorldSSP300, Galang Hendra Pratama. Sebelumnya ia meraih podium juara UB150 dalam race ke-2 ARRC 2019 di Suzuka, Jepang.

Masih di kelas UB150, rekan satu tim Aldi Satya Mahendra, yaitu Wahyu Nugroho tidak pantang menyerah meskipun tidak start dari  barisan depan. Rider berusia 16 tahun asal Boyolali, Jawa Tengah ini secara bertahap dapat menaikan posisinya hingga finish ke-5. Pencapaian yang patut diapresiasi.

IMG-20190810-WA0007

“Sejak awal start, saya terus ada di posisi depan sambil mengamati pembalap yang lain. Saat lap terakhir, saya mencoba untuk tenang agar dapat mengatur strategi. Saya senang mendapatkan podium 3 untuk balap seri ini. Terima kasih untuk Yamaha , tim, mekanik  dan semuanya. Di race ke-2, saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk menambah nilai dalam standing point UB150,“ ucap Aldi Satya Mahendra

“Dari awal, target saya dapat masuk dalam  top group agar dapat menambah poin. Saya terus ikut rombongan, atur ritme dan tidak berbuat kesalahan apapun. Kurang 2 lap lagi, saya sudah ada di top group. Dan akhirnya saya senang bisa mendapatkan posisi 5 ini. Besok saya akan berusaha lebih dari race 1 ini,” timpal Wahyu Nugroho.

Sementara itu, di kelas Asia Production 250 (AP250), Anggi Setiawan dapat berada di barisan depan pada lap-lap awal. Bahkan sempat memimpin di posisi ke-2. Namun disayangkan, Anggi Setiawan mengalami kendala pada kinerja pengereman hingga tidak dapat tampil optimal. Anggi, panggilan akrabnya harus puas finish di posisi ke-11.

Begitupun yang dialami M Faerozi yang mengalami masalah slide pada ban belakang hingga kehilangan momen untuk berada di grup depan. Namun ini bukan hasil akhir. Mereka akan melakukan evaluasi, termasuk mengoptimalkan set-up motor untuk race ke-2 AP250 pada Minggu (11 Agustus) nanti.

Targetnya adalah mencapai hasil yang lebih baik untuk mendongkrak posisi dalam klasemen sementara AP250.

“Saya sempat memimpin dan ada di top group. Saat memasuki lap kedua, saya merasakan feeling berbeda pengereman sehingga titik pengereman saya jadi berubah. Sehingga saya jadi kehilangan waktu. Dan akhirnya saya hanya bisa finish di P11,“ tutur Anggi Setiawan.

“Setelah start, saya sudah bisa ikut rombongan terus namun saya membuat kesalahan sehingga slide di T7 saat keluar tikungan. Akhirnya, saya kehilangan dari group depan dan hanya bisa ada di group kedua saja . Hari ini jadi modal untuk berjuang lagi race 2 besok,“ tukas Faeroz.

Ayo dukung terus tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) agar dapat kembali meraih prestasi yang lebih baik di race ke-2. Harapannya dapat meraih podium tertinggi hingga Merah Putih dapat berkibar kembali di pentas Asia.

RIDER YAMAHA INDONESIA RAIH DOUBLE PODIUM DI RACE 2 THAILAND

Tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) sukses memborong dua podium dalam seri ke-3 hajatan Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 yang diselenggarakan di Chang International Circuit, Buriram, Thailand, Minggu (2 Juni). Garuda Muda M Faerozi, akrab dipanggil Feroz dan Wahyu Nugroho berhasil meraih podium ke-3 masing-masing di kelas Asia Production 250 (AP250) dan Underbone 150 (UB150). Perjuangan yang patut diapresiasi dan menjadi hadiah tersendiri jelang perayaan Hari Raya Idul Fitri 1440 H.

Faeroz mengawali race ke-2 AP250 dengan posisi yang sangat baik. Dapat masuk tikungan pertama dalam posisi 5 besar. Terus konsisten menjaga ritme balap dan mengatur manajemen ban untuk pertarungan di lap-lap akhir. Hingga pada akhirnya dalam 3 lap terakhir, racer asal Lumajang, Jawa Timur usia 16 tahun ini dapat bertarung optimal di barisan depan.

M Faerozi, Race 2 AP250

Sempat juga berada di urutan ke-8, kemudian terus beranjak menembus 5 besar. Puncaknya pada lap terakhir dan tikungan terakhir, Faeroz berani masuk lebih dalam dan posisi pacuan Yamaha YZFR-R25nya dalam racing-line yang strategis untuk momen keluar tikungan. Hasil akhirnya, sukses finish ke-3. Alhasil, hasil ini terbukti lebih baik dari race pertama dimana Feroz finish ke-4.

“Ini race yang sulit bagi saya. Saya berusaha ada di top group walaupun ada tekanan dari pembalap-pembalap lain. Cuaca pada race ke-2 ini cukup panas, sehingga di pertengahan lap ada kendala pada temperature mesin. Pastinya harus bisa menjaga agar dapat bertarung pada 2-3 lap terakhir. Pada tikungan terakhir, saya berusaha untuk berani masuk meskipun itu menurut saya tidak mungkin. Saya ingin podium. Alhamdulillah, saya dapat podium ke-3. Terimakasih untuk tim atas kerja keras selama ini dan keluarga serta kerabat yang mendoakan saya. Saya akan berusaha baik di seri-seri berikutnya dan akan memperbaiki klasemen poin,” terang Faeroz yang pernah menjalani VR46 Master Camp di Tavullia, Italia dan sementara ini ada di urutan ke-8 dalam klasemen AP250 (56 poin).

M Faerozi, Race 2 AP250 (3)

Sedangkan rekan satu timnya Faeroz, yaitu Anggi Setiawan finish ke-16. Anggi terkendala dengan pembalap di depannya yang melakukan pengereman keras sehingga ia harus melebar ke sisi lintasan. “Dari hasil warm-up, set-up suspensi saya sudah lebih baik dan system pengereman sudah tidak ada kendala. Akselerasinya pun sudah cukup. Namun saya kehilangan momen karena ada yang hard-braking hingga saya out dari lintasan dan memulai dari belakang lagi. Saya akan persiapkan diri lebih baik lagi di Suzuka nanti, baik peningkatan fisik ataupun mengasah skill balap,” timpal Anggi Setiawan yang ada di posisi ke-16 (15 poin) dalam klasemen sementara AP250. Berdasarkan klasemen kategori tim AP250, maka Yamaha Racing Indonesia ada di posisi ke-4 (60 poin).

Tidak kalah spesial, perjuangan rookie atau pendatang baru, Wahyu Nugroho dalam race ke-2 UB150 ARRC 2019 Thailand. Pembalap asal Boyolali, Jawa Tengah ini dapat mengikuti gaya pertarungan para senior-seniornya, baik dari Malaysia ataupun dari tanah air. Wahyu Nugroho yang berumur 16 tahun tidak terpancing emosi dan dapat mengontrol emosi.

Wahyu Nugroho, Podium 3 Race 2

Finally, Wahyu Nugroho dapat finish ke-3 meskipun start dari posisi paling belakang ke-29. Pastinya lebih baik dari hasil race awal (1) yang merebut urutan ke-4. So, ini menjadi kemajuan signifikan Wahyu Nugroho yang notabene adalah pendatang baru di ARRC 2019 (UB150). Pundi poinnya pada klasemen sementara UB150 bertambah signifikan.

Untuk team-matenya, Aldi Satya Mahendra pada awalnya juga sudah sangat baik berada di barisan depan. Namun di lap akhir tidak dapat menghindar karena ada rider yang mengalami crash. Racer asal Yogyakarta yang masih berusia 13 tahun ini ikut terjatuh. Aldi menyelesaikan lomba di urutan ke-21. Bagaimanapun juga, jam terbang dan pengalaman bertanding menjadi misi awal mereka dalam menjalani balap UB150 di ARRC 2019 ini.

“Saya memulai balapan dari grid ke-29. Awalnya saat awal selepas start, ada yang jatuh hingga red-flag dan dilakukan restart. Dikarenakan lap dikurangi, maka para pembalap mempush motor secara maksimal. Di lap-lap terakhir, saya bisa posisi ke-5. Pada last corner saya di urutan ke-4 dan keluarnya saya masuk lebih dulu dan bisa finish ke-3. Saya bersyukur kepada Allah SWT dan berterima kasih kepada Yamaha Racing Indonesia dan semua yang mendoakan saya. Untuk seri Suzuka Jepang, saya akan lebih baik untuk Merah Putih Semakin Di Depan, Yamaha Gasspoll,”ujar Wahyu Nugroho yang saat ini ada di posisi ke-8 dalam klasemen sementara UB150.

Aldi Satya Mahendra, Action Race 2 UB150

“Perjalanan race, saya mengepush untuk mengikuti rombongan depan. Pada pertengahan lap, saya berupaya menjaga ritme balap dan perfoma motor juga. Saat last-lap, saya terjatuh karena ada pembalap di depan yang jatuh. Saya tidak dapat menghindar. Kedepan, saya akan berusaha lebih baik dan Insya Allah dapat meriah podium,” tukas Aldi Satya Mehendra yang ada di deretan ke-15 (15 poin) dalam klasemen sementara UB150. Untuk tim YRI pada klasemen sementara UB150 berada di posisi ke-6 (38 poin).

Putaran ke-4 akan digelar di Sirukit Suzuka Jepang pada tanggal 28-30 Juni. Dukung terus para pembalap Indonesia yang berkompetisi di ARRC 2019 untuk bisa meraih podium kembali, Yamaha Semakin Di Depan, Gasspoll !

AHRT KEMBALI PERSEMBAHKAN PODIUM DI THAILAND

Astra Honda Racing Team kembali mempersembahkan podium untuk Indonesia pada putaran ketiga Asia Road Racing Championship di Thailand, Minggu (2/6/2019). Kali ini giliran Awhin Sanjaya yang naik podium setelah finis di urutan kedua pada balapan kelas Asia Production 250cc. Irfan Ardiansyah dan Lucky Hendriansya masing-masing finis di posisi keempat dan kedelapan. Di kelas SuperSports 600cc, Andi Gilang menyelesaikan balapan dengan finis di posisi ke-5, sementara Rheza Danica tidak bisa menyelesaikan balapan setelah terjatuh pada lap ke-9.

D3S_2356

Balapan kelas Asia Production 250cc kembali menghadirkan persaingan sengit. Ahwin Sanjaya yang melakukan start dari posisi ke-12 berhasil membuat langkah besar dengan naik ke posisi kelima pada lap kedua. Memasuki pertengahan balapan, Awhin berada di posisi ketiga, di belakang rekan satu timnya, Irfan Ardiansyah. Lucky Hendriansya menyusul Awhin dan Irfan bergabung di grup terdepan. Persaingan ketat para pebalap ini berakhir dengan Awhin finis di posisi kedua, sementara Irfan dan Lucky masing-masing di posisi keempat dan kedelapan. Setelah putaran ketiga, Awhin kini berada di posisi kelima klasemen dengan 66 poin, Irfan keenam (64 poin), dan Luky ketujuh (61).

IMG_8293

Di kelas SuperSports 600cc yang berlangsung dalam 12 lap, Andi Gilang berhasil mengamankan poin penting setelah menyelesaikan balapan dengan finis di posisi kelima. Andi bersaing ketat dengan satu pebalap sepanjang balapan berlangsung demi memperebutkan posisi keempat. Pada lap terakhir, dia kehilangan posisi keempat dan akhirnya finis di urutan kelima. Rheza Danica Ahrens harus mengakhiri balapan lebih awal karena terjatuh di tikungan 12 atau terakhir pada lap ke-9. Dengan tambahan 11 poin dari balapan kedua di Thailand, Andi kini berada di posisi kedua klasemen sementara kelas SS600 dengan 71 poin. Rheza berada di urutan ke-9 dengan 36 poin.

Persaingan para pebalap Asia Road Racing Championship 2019 akan berlanjut pada putaran keempat yang digelar di Suzuka Circuit, Jepang, 29-30 Juni.

RACE 1 ARRC THAILAND, RIDERS YAMAHA INDONESIA KONSISTEN DI BARIS DEPAN

Pembalap binaan Yamaha Racing Indonesia, Muhammad Faerozi, akrab dipanggil Faeroz terbukti konsisten bertarung di barisan depan. Itu dalam perjalanan Race 1 kelas Asia Production 250 (AP250) gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 yang dilangsungkan di Sirkuit Chang International, Buriram, Thailand, Sabtu (1 Juni).
Pembalap asal Lumajang, Jawa Timur ini dapat mengontrol emosi dan terus menjaga ritme balap. Ini berlangsung sejak lap awal hingga bendera finish dikibarkan. Perfoma motor Yamaha YZF-R25nya begitu mendukung. Kompetitif dalam berbagai handycap trek Buriram.

Bahkan saat masuk tikungan terakhir di lap akhir, Faeroz berpotensi untuk meraih podium ke-3. Namun pada akhirnya harus puas finish ke-4 karena pertarungan yang begitu ketat. Perbedaan waktunya dengan podium ke-3 terbukti sangat tipis hanya 0,095 detik. Catatan penting, bahwa Faeroz menjadi finisher terbaik untuk penunggang Yamaha YZF-R25.

M faerozi, Action Race 1 AP250

“Hasil yang bagus pada race pertama, saya mulai start dengan baik, pastinya jangan sampai lepas dari rombongan depan. Mulai dari lap awal sampai akhir posisi silih bergantian. Pada lap ke-3 terakhir saya sudah berada di posisi ke-3. Namun masuk lap terakhir posisi berubah lagi, tapi saya coba tenang ada kesempatan pada tikungan terakhir. Alhasil saat masuk tikungan akhir, saya sudah masuk ke posisi 3 kembali, sayangnya saya kurang sedikit mengontrol racing line dan sempat bersenggolan untuk memperebutkan podium ke-3. Dan saya hanya mampu finish di posisi ke-4. Terima kasih tim kerja kerasnya hari ini, besok saya akan berusaha melakukan yang terbaik,” terang Faeroz.

Rekan satu timnya Faeroz, yaitu Anggi Setiawan berada di posisi ke-15. Petarung asal Palu, Sulawesi Tengah ini mengalami problem pada kinerja pengereman. Namun Anggi Setiawan mengaku siap akan memberikan hasil lebih baik pada race ke-2, Minggu (2 Juni).

Anggi Setiawan, Action Kelas AP250

“Hasil hari ini kurang begitu baik, namun saya sudah berusaha bermain untuk maksimal. Awal lap, saya sudah mengikuti rombongan pertama, namun di lap ke-3 saya merasa feeling pada rem depan kurang begitu baik dan saya sempat out. Pada akhirnya, saya berusaha fight dalam rombongan ke-2 dan finish di posisi ke-15. Semoga race ke-2, bisa leih baik dari race 1,” tukas Anggi Setiawan.

Disamping itu, dalam kategori balap Underbone 150 (UB150), Wahyu Nugroho membuktikan perjuangannya yang start dari grid ke-29. Secara bertahap, Wahyu Nugroho yang mengendarai Yamaha MX King 150 dapat lepas diantara kepungan para pembalap senior.

Rider yang berasal dari Boyolali, Jawa Tengah ini dapat mengatur strategi, baik dalam konteks slip-streaming ataupun dalam momen masuk dan keluar tikungan. Ini terus dilakukan hingga posisinya terus membaik. Finally, Wahyu Nugroho sukses finish ke-4 dalam race pertama UB150. Pencapaian yang patut diapresiasi.

Wahyu Nugroho, Action Kelas UB150

Begitupun perjuangan yang dilakukan Aldi Satya Mahendra yang start dari grid ke-20. Tidak pantang menyerah untuk terus meningkatkan posisi. Hingga pada akhirnya, Aldi Satya Mahendra yang masih berusia 13 tahun dapat finish ke-10. Pastinya, mereka berdua akan all-out untuk hasil yang lebih baik di race ke-2 UB150 nanti.

“Saya sangat senang bisa finish di posisi ke-4, meskipun start diposisi paling belakang di 29. Saya terus mengikuti ritme jalannya perlombaan, setiap lap, saya terus memperbaiki posisi. Masuk di lap ke-2 terakhir persaingan sudah mulai begitu ketat, saya tetap tenang dan fokus untuk tidak melakukan kesalahan. Di lap terakhir masuk pada tikungan terakhir, saya berada di posisi tengah dan terhimpit oleh beberapa pembalap. Alhasil, saya tidak bisa masuk lebih dulu dan harus finish di posisi ke-4. Race 2 saya akan berusaha kembali dan meraih poin kembali,” tutur Wahyu Nugroho.

“Saya senang bisa finish di posisi ke-10 dan ini adalah awal meraih poin meskipun saya harus start di posisi ke-20. Mulai lap awal, saya terus berada pada rombongan pertama, sebetulnya motor sudah begitu baik dibandingkan hari kemarin. Karena saat race terus bergerombol, RPM pada motor cepat habis dan pada saat warm-up, saya akan mencoba menu setting sprocket yang baru. Semoga race 2 hasilnya lebih baik,” timpal Aldi Satya Mahendra.

Ayo kita dukung terus para pembalap tanah air tim Yamaha Racing Indonesia yang bertarung di ARRC 2019 Thailand. Hingga mereka dapat meraih podium untuk mewujudkan Merah Putih Semakin Di Depan, Yamaha Gasspoll!

PEMBALAP AHRT BANGGAKAN INDONESIA DENGAN RAIH PODIUM DI RACE 1 ARRC THAILAND

Pebalap Astra Honda Racing Team kembali berhasil mengibarkan bendera Merah Putih pada persaingan balap Asia Road Racing Championship. Pada balapan pertama putaran ketiga di Chang International Circuit, Thailand, Irfan Ardiansyah yang memacu motor Honda CBR250RR di kelas Asia Production 250cc berhasil naik podium setelah bersaing ketat dengan beberapa pebalap dan akhirnya finis di posisi ketiga. Rekan satu timnya, Lucky Hendriansya dan Awhin Sanjaya, masing-masing finis di posisi ketujuh dan kedelapan. Di kelas SuperSports 600cc, Andi Gilang menutup balapan dengan berada di posisi kelima, sementara Rheza Danica Ahrens finis di urutan ke-10.

IMG_8283

Persaingan ketat tersaji di kelas AP250. Irfan Ardiansyah, yang memulai balapan dari baris terdepan, sempat tergeser ke urutan keenam. Namun, dia secara konsisten berada di grup kedua dan bersaing ketat sepanjang balapan untuk mendapatkan podium. Pada lap terakhir, Irfan bersaing ketat dengan empat pebalap lain, dan akhirnya finis di posisi ketiga sekaligus memastikan raihan podium. Sementara itu, Lucky yang sempat naik ke posisi ketiga akhirnya finis di urutan ketujuh. Hasil yang cukup bagus bagi Lucky karena dia memulai balapan dari posisi start ke-15. Awhin Sanjaya menyusul finis di posisi kedelapan.

D3S_9483

Berbeda dengan balapan AP250 yang berlangsung di bawah terik sinar matahari, balapan SS600 digelar dengan awan menaungi lintasan Chang International Circuit. Pada lap pertama, Andi Gilang berada di posisi keempat dan membalap sendirian di belakang tiga pebalap yang ada di rombongan terdepan. Pada lap ketujuh, dia berhasil naik ke posisi ketiga. Memasuki lima lap terakhir, dia bersaing ketat dengan dua pebalap lain dalam perebutan posisi terakhir di podium. Pada lap terakhir, Andi tertinggal dan akhirnya finis di posisi kelima. Rekan satu timnya, Rheza Danica Ahrens, finis di posisi ke-10 .

Para pebalap Astra Honda Racing Team akan kembali mewakili Indonesia dengan turun pada balapan kedua di Thailand, Minggu (2/6/2019) pukul 13.55 WIB (AP250) dan 14.45 WIB (SS600).

SESI LATIHAN BEBAS SERI THAILAND, RIDERS INDONESIA TERUS PERTAJAM WAKTU

Sesi Free Practice (FP) atau latihan bebas gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 di Sirkuit Chang International, Buriram, Thailand berlangsung Jumat (31 Mei). Pembalap muda kebanggaan tanah air binaan Yamaha Indonesia, Muhammad Faerozi Toreqotullah, akrab dipanggil Faeroz sukses berada di posisi ke-5 dari hasil kombinasi FP1, FP2 dan FP3 kelas Asia Production 250 (AP250).

M Faerozi T, Kelas AP250

Faeroz yang berasal dari Lumajang, Jawa Timur dan masih berusia 17 tahun berhasil mengukir best-time 1 menit 53,850 detik. Melalui komunikasi yang berjalan efektif, maka set-up motor semakin baik. Faeroz sukses mempertajam waktu terbaiknya secara signifikan hingga 1,3 detik. Mengacu hasil kombinasi, maka Faeroz menjadi penunggang Yamaha YZF-R25 terbaik.
“Hasil di hari pertama ini, saya senang terus memperbaiki catatan waktu mulai dari FP1 sampai FP3. Apa yang dirubah dari sesi ke sesi memberikan hasil yang positif. Semoga besok, mulai dari kualifikasi bisa meraih hasil yang baik dan siap bertarung kompetitif dalam balapan,” ucap Faeroz.
Rekan satu tim Faeroz di Yamaha Racing Indonesia (YRI), yaitu Anggi Setiawan ada di deretan ke-12 berdasarkan hasil kombinasi latihan bebas. Pembalap asal Palu, Sulawesi Tengah ini terus berupaya mempertajam waktunya. Evaluasi bersama tim terus dilakukan untuk mendapatkan perfoma motor yang lebih baik. Pada akhirnya, Anggi Setiawan dapat berada di posisi ke-12 dengan catatan waktu terbaik 1 menit 55,004 detik. Jika dibandingkan dengan best-timenya pada FP1 (2 menit 03,169 detik), terbukti ada peningkatan hingga 8 detik.

Anggi Setiawan, Kelas AP250

“Terima kasih untuk kerja keras seluruh tim hari ini, saya senang terus melakukan perubahan waktu mulai dari FP1 hingga FP3 yang turun 8 detik. Dalam babak kualifikasi, saya harus lebih baik untuk memperbaiki ketertinggalan catatan waktu saya dari peraih posisi pertama. Dari hasil tersebut, saya dan tim akan melakukan perubahan set-up hasil kombinasi free practice hari ini. Semoga catatan waktu semakin lebih baik di sesi kualifkasi dan siap untuk race,” tukas Anggi Setiawan.

Aldi Satya Mahendra, Kelas UB150

Pada bagian lain di kelas Underbone 150 (UB150), dua petarung belia Yamaha Racing Indonesia (YRI), Aldi Satya Mahendra dan Wahyu Nugroho akan start dari grid ke-21 dan ke-29. Aldi Satya mengalami progress pada setting suspensi, juga Wahyu Nugroho.
Sayangnya mereka tidak mendapatkan momen saat sesi kualifikasi UB150, sedangkan Wahyu Nugroho terkendala problem teknis. Patut dipahami, bahwa ini adalah pengalaman pertama mereka di trek Buriram. Alhasil, proses adaptasi berlangsung, termasuk mencari set-up terbaik pada kinerja pacuan berbasic Yamaha MX King 150.

“Pada FP1, saya mencoba untuk mengenal karakter sirkuit Buriram. Kemudian mulai set-up pada bagian body, ada kendala pada suspensi bagian belakang yang kurang nyaman pada tikungan ke-8 dan 9. Di FP2, saya mencoba set-up baru pada suspensi, hasilnya cukup baik dan mendapat posisi ke-7 turun 2,5 detik. Sayangnya pada kualifikasi, saya tidak dapat momen untuk mencatat waktu yang baik, hanya mampu berada di posisi ke-20. Besok saya harus percaya diri dan yakin bisa tampil baik saat race,” ucap Aldi Satya Mahendra.

Wahyu Nugroho, Kelas UB150

“Saya sudah mendapatkan feeling yang baik pada FP1, saya lebih fokus untuk mengenal karakter sirkuit karena ini pertama kalinya balapan di sirkuit Buriram. Kemudian di FP2, saya mencoba beberapa opsi pergantian gear-sprocket, catatan waktu semakin baik. Sayangnya saya tidak bisa mengikuti di FP3, saat motor akan keluar dari pit ada kendala teknis. Tapi besok, saya tetap mengikuti race dan akan start di posisi ke-29. Saya akan fokus untuk bisa meraih poin sebanyak-banyaknya,” timpal Wahyu Nugroho.
Ayo kita dukung terus para pembalap Indonesia yang bertarung di ARRC 2019 Thailand. Semoga mereka dapat meraih podium terbaik untuk dapat mewujudkan Merah Putih Semakin Di Depan. Yamaha Gasspoll!

HADAPI ARRC SERI THAILAND PEKAN INI, EMPAT PEMBALAP YAMAHA PUNYA MOTOVASI KUAT RAIH HASIL TERBAIK

Buriram, Thailand – Seri lanjutan Asia Road Racing Champhionship 2019 (ARRC 2019) akan kembali digelar pada 31 Mei – 02 Juni mendatang di Chang International Circuit, Buriram, Thailand. Putaran ini menjadi seri balapan ke-3 untuk kelas Asia Production (AP250) serta seri ke-2 untuk kategori Underbone 150 cc (UB150). 

Dua pembalap tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang berkompetisi di kelas AP250, M. Faerozi dan Anggi Setiawan mengaku optimis dapat meraih poin maksimal. Hal itu dikarenakan, selain telah melakukan banyak persiapan baik dari segi latihan fisik dan teknik, kedua pembalap muda ini sudah sangat mengenal handycap lintasan Buriram yang memiliki lintasan sepanjang 4,6 km dengan 12 tikungan.

“Saya akan berusaha lebih baik dari seri sebelumnya, saya juga sudah mempersiapkan dengan matang untuk seri 3 ini, yaitu dari persiapan fisik, latihan motor dan introspeksi diri untuk kedepannya lebih baik lagi. Saya akan fokus untuk mendapat point lebih baik dalam memperbaiki standing point saya di ARRC, “tutur Faeroz yang pernah menjalani program VR46 Master Camp di Tavullia, Italia.

19arrc rd1 thu1 1369

“Saya sudah menjalani latihan sebanyak 3 sesi di Thailand, latihan ini sangat baik untuk persiapan race berikutnya. Karena pada latihan ini, saya sudah mendapatkan settingan terbaik motor, “tutur Anggi Setiawan yang berasal dari Palu, Sulawesi Tengah.

Pada kelas Underbone 150 (UB150), dua racer muda potensial Yamaha Racing Indonesia (YRI) juga sudah melakukan persiapan yang cukup matang, baik dalam konteks skill balap, meningkatkan ketahanan fisik serta mempersiapkan settingan terbaik pacuan Yamaha MX King agar dapat tampil prima. Hasil dari ARRC 2019 Malaysia menjadi pelajaran penting bagi rookie atau pendatang baru ARRC 2019 tersebut.

“Untuk persiapan menjelang ARRC putaran ke-3 Thailand, saya sudah banyak sekali melakukan latihan fisik dan latihan diatas motor bersama Galang Hendra. Ini pertama kalinya saya balap di Thailand. Namun, saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi yang terbaik,” ujar Aldi Satya Mahendra, rider asal Yogyakarta yang berusia 13 dan merupakan adik dari pembalap WorldSSP300, Galang Hendra Pratama.

“ARRC putaran ke-2 di Thailand akan menjadi pengalaman baru bagi saya, namun, saya sudah mempersiapkan diri saya dengan berlatih fisik, latihan diatas motor dan beberapa kali juga latihan bersama Galang Hendra di Sirkuit Boyolali. Saya mendapatkan banyak ilmu dari Galang Hendra,” tukas Wahyu Nugroho yang juga adik kandung dari freestyler berprestasi internasional, Wawan Tembonk.

Ayo kita dukung terus 4 Garuda Muda Indonesia yang akan berjuang di gelaran balap internasional ARRC 2019 Thailand. Mohon doa restu dari Rakyat Indonesia. Semoga mereka dapat meraih hasil terbaik untuk mewujudkan Merah Putih Semakin Di Depan.

RACE 2 ARRC SEPANG, HASIL POSITIF BERHASIL DI RAIH PEMBALAP YAMAHA INDONESIA

Pembalap muda potensial Faerozi, membuktikan konsistensinya dalam race ke-2 kelas Asia Production 250 (AP250) event Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 di Sirkuit Internasional, Sepang, Malaysia Minggu (10 Maret). Pembalap tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang membawa motor Yamaha YZF-R25 ini berhasil finish ke-5 di tengah persaingan yang sangat ketat.

Faerozi - AP250, Action

“Saya mengawali start dengan baik. Tikungan pertama adalah kuncian untuk dapat berada di barisan depan. Sayangnya saat masuk tikungan ke-2, ada rider yang mengalami crash di depan saya hingga saya harus melakukan hard-braking dan disalip beberapa rider. Saya terus memaksimalkan bersaing di group ke-2. Saya berharap dapat finish ke-4, tetapi saat di tikungan terakhir tidak dapat momen yang tepat. Alhamdulillah, dapat finish ke-5,” tutur Faerozi.
Mengacu hasil dari dua race yang digelar, maka Faeroz ada di posisi ke-6 dalam klasemen sementara AP250. Itu hasil finish ke-5 dalam dua race yang diikuti. Hal demikian menjadi sangat penting sehubungan pengumpulan poin untuk seri-seri ARRC 2019 selanjutnya.

Anggi Setiawan - AP250 Action

Disamping itu, rekan Faerozi di YRI yaitu Anggi Setiawan berhasil meningkatkan hasilnya hingga finish ke-9. Sebelumnya di race 1 berada di posisi ke-13. “Saya sudah start cukup baik tetapi masuk di tikungan ke-2, ada 2 rider yang terjatuh dan saya melakukan pengereman untuk menghindari crash hingga terpisah dari rombongan depan. Tapi saya bersyukur saya bisa memperbaiki hasilnya masuk ke-9 besar. Hasil seri 1 ini, saya banyak belajar untuk dapat bagaimana caranya untuk set-up pada suspensi. Semoga seri selanjutnya bisa lebih baik,” tukas Anggi Setiawan yang berasal dari Palu, Sulawesi Tengah yang berada di posisi klasemen ke-10.

Seri ke-2 untuk kategori AP250 akan digelar kembali pada tanggal 25 hingga 28 April di sirkuit The Bend Motorsport Park, Australia.

Pada bagian lain di kelas Underbone 150 (UB150), dua potensi muda tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), Aldi Satya Mahendra dan Wahyu Nugroho belum berhasil. Keberuntungan belum berpihak. Sebetulnya mereka sudah berada di barisan depan. Itu sejak lap awal hingga lap-lap akhir.

Sayangnya, mereka terhalang oleh pembalap yang jatuh di depannya hingga tidak dapat menghindar dan ikut terjatuh juga. Superkid Aldi Satya yang berusia 13 tahun crash pada lap ke-5 dan tidak dapat melanjutkan balapan. Padahal sedang berada di urutan ke-5.

Action - Wahyu Nugroho, Kelas UB150

Sedangkan Wahyu Nugroho yang notabene berumur 16 tahun terjatuh di tikungan terakhir juga pada lap akhir. Padahal Wahyu yang start dari grid ke-8, mulai lap awal sudah bergabung dalam rombongan depan dan berada di deretan ke-3 sebelum terjatuh.
Kejadian yang dialami Wahyu sama seperti yang di alami dengan Aldi Satya. Ada rider Malaysia yang slide dan terjatuh di depannya dan ia tidak dapat menghindari karena memang dalam kecepatan yang relatif tinggi. Tapi Wahyu dapat kembali bangkit dan finish ke-19. Kondisi ke-2 rider YRI UB150 dalam kondisi ok tidak ada cedera yang serius.

Kondisi ini menjadi bahan evaluasi, sebagai pelajaran serius kedepan bagi Aldi Satya dan Wahyu Nugroho yang merupakan rookie atau pendatang baru ARRC 2019. Mereka harus lebih berhati-hati dan fokus mengontrol lawan. Terutama pada lap-lap akhir.

Aldi Satya Mahendra - UB150 Action

“Seri awal ini menjadi pelajaran bagi saya dalam membaca situasi persaingan yang sangat ketat di kelas ini. 2 race saya mempunyai peluang cukup baik untuk dapat podium. Namun saya belum beruntung. Tapi saya senang sudah bisa fight di rombongan depan dan sempat memimpin dalam 2 race tersebut,” tutur Aldi Satya yang juga adik kandung dari racer WorldSSP300, Galang Hendra Pratama.

“Race ke-2 saya sudah start cukup baik dan fight di rombongan depan. Namun saya tidak beruntung ada rider yang crash di depan saya pada lap akhir di tikungan terakhir. Saya tidak dapat menghindar karena dalam speed yang cukup tinggi. Kedepan, saya akan lebih fokus lagi. Terutama persaingan pada lap-lap akhir yang sangat ketat,” tukas Wahyu Nugroho yang berasal dari Boyolali, Jawa Tengah.

Adapun seri ke-2 untuk kategori UB150 akan digelar kembali pada tanggal 31 Mei hingga 2 Juni di sirkuit Buriram, Thailand. Semangat untuk seri berikutnya, untuk Merah Putih Semakin Di Depan, Yamaha Gasspoll!

RACE 1 ARRC 2019 SEPANG, RIDER INDONESIA DOMINASI PERTARUNGAN GARIS DEPAN

Pertarungan race 1 kelas Asia Production 250 (AP250) gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, Sabtu (9 Maret) yang diikuti oleh 22 starter begitu menegangkan. Duet pembalap tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang membesut Yamaha YZF-R25 menunjukan perkembangan yang positif.

Faerozi sukses menembus posisi 5 besar. Bocah Lumajang Jawa Timur usia 17 tahun ini terus fokus sejak lap awal hingga dapat masuk di deretan 5 besar. Sementara dari hasil kualifikasi, Faeroz berada di posisi ke-8.

Faerozi, Kelas AP250
Faerozi, Finish kelima Kelas AP250

“Pada awal start, saya langsung melaju kedepan. Saya masuk di tikungan pertama (R1) dalam racing line yang tepat sambil menjaga RPM mesin hingga dalam momen keluar bisa optimal. Sayangnya di last corner pada lap awal, ada rider yang melaju cepat namun melakukan pengereman mendadak hingga akhirnya posisi saya terkunci. Ini yang membuat 4 rider di depan memiliki jarak. Tetapi, saya terus fokus dan alhamdulillah dapat finish ke-5. Race pertama ini sebagai gambaran untuk persiapan race ke-2, semoga bisa meraih hasil yang lebih baik,” ujar Faeroz.

Kemudian rekan satu tim Faerozi, Anggi Setiawan start dari grid posisi ke-15. Awal start cukup bagus masuk ke barisan tengah. Namun pada tikungan ke-2 saat lap awal, Anggi terhalang oleh dua pembalap yang terjatuh sehingga racing linenya harus melebar dan harus membuka throttle dari awal dan akhirnya berjarak dengan barisan depan. Petarung asal Palu, Sulawesi Tengah ini mampu finish ke-13.

Action - Anggi Setiawan, Kelas AP250
Anggi Setiawan, Finish ke-13 Kelas AP250

“Pada lap awal selepas start, saya sudah baik namun di tikungan ke-2 ada 2 rider yang terjatuh dan saya terbawa untuk keluar dari line. Ini yang membuat posisi saya melorot ke belakang dan lepas dari rombongan depan. Namun saya rasakan motor sudah lebih baik dan hasil race pertama ini akan menjadi gambaran buat race ke-2 besok untuk bisa lebih baik,” tukas Anggi Setiawan.

Pada bagian lain di kategori Underbone 150 (UB150), pembalap belia usia 13 tahun, Aldi Satya Mahendra membuktikan potensinya. Superkid asal Yogyakarta yang mengusung tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) ini terbukti dapat bertarung di barisan depan dan di sesi superpole bisa meraih di posisi ke-3. Aldi satya yang juga adik kandung dari pembalap WorldSSP300 Galang Hendra Pratama sempat berada di posisi ke-2, bahkan sempat pula memimpin jalannya race.

Aldi Satya, Kelas UB150
Aldi Satya, Finish ke-7 Kelas UB150

Namun jelang finish, Aldi Satya dalam posisi terjepit diantara beberapa pembalap Malaysia dan Filipina, ditambah juga terhalang oleh rider Malaysia yang terjatuh di tikungan terakhir sehingga harus melakukan pengereman. Pada akhirnya, Aldi Satya yang membesut Yamaha MX King finish ke-7. Ini adalah pencapaian yang luar biasa dan patut diapresiasi karena ARRC 2019 adalah tahun pertama Aldi Satya berkompetisi di level Internasional.

“Saya melakukan start cukup bagus karena dapat langsung berada di depan. Dalam balapan ini, saya belajar membaca situasi untuk tetap rileks. Mulai dari lap awal sampai akhir, saya dapat berada di rombongan pertama. Tetapi, sayangnya sebelum cornering akhir, keluar dari turn 14 di trek lurus, saya terus dipepet ke arah luar dan kehilangan momen untuk masuk lebih awal di last corner. Juga di depan ada yang mengalami crash dan saya sempat berhenti. Tetapi, Alhamdulillah masih bisa finish di urutan ke-7. Ini pelajaran bagi saya untuk kedepannya dan saya akan coba kembali di race ke-2,” terang Aldi Satya.

Sedangkan rekan satu tim Aldi Satya di YRI, yaitu Wahyu Nugroho mengalami kendala pada motornya saat mau keluar pit-out sehingga harus start dari posisi belakang. Padahal hasil superpole Wahyu bisa berada di posisi ke-8. Pada lap awal, Wahyu Nugroho dapat merangsek di posisi 10 besar. Hasil akhir, Wahyu Nugroho yang berusia 16 tahun finish ke-13.

Action - Wahyu Nugroho, Kelas UB150
Wahyu Nugroho, Finish ke-13 Kelas UB150

“Saya tetap bersyukur masih bisa mengikuti race, saat mau balapan. Motor saya ada kendala pada bagian damper chain. Pada akhirnya saya start di posisi paling terakhir. Padahal hasil superpole saya cukup baik berada di posisi ke-8. Saya tetap senang dengan hasil akhir ini, saya bisa laju ke depan dari posisi ke-35 sampai finish menjadi posisi ke-13. Race 2 akan saya coba lebih baik lagi,” terang Wahyu Nugroho.
Race 2 akan dilaksanakan pada hari Minggu (10 Maret), kelas UB150 akan berlangsung pada pukul 13:10 waktu Sepang, Malaysia dan AP250 pada pukul 13:55.