PERBEDAAN ASPAL LINTASAN SIRKUIT DENGAN ASPAL JALANAN PADA UMUMNYA

Sepang International Circuit

Bicara Balapan sudah pasti bertempat di Sirkuit, dan setiap Sirkuit pasti berbicara dengan kapasitas lintasannya. Dan hal paling utama adalah permukaan lintasan atau Aspalnya, dimana bagus tidaknya lintasa dilihat dari kondisi Aspal.

Jika bicara secara awam, permukaan jalan yang baik sudah pasti di aspal. Namun jika kita tinjau lebih jauh, Aspal itu ada berbagai jenis dan karakter sesuai kebutuhannya. Karena spesifikasi Aspal sendiri juga menentukan harga dan biaya melakukan pengaspalan.

Secara keilmuan Mineral, Asphalt atau Bitumen adalah minyak bumi berbentuk cairan lengket, hitam, sangat kental atau semi-padat. Ini dapat ditemukan dalam endapan alam atau mungkin produk olahan, dan digolongkan sebagai Resin.

Dan secara Industri Aspal adalah campuran agregat, pengikat dan pengisi, digunakan untuk membangun dan memelihara jalan atau jalur. Dan Agregat yang digunakan untuk campuran aspal bisa berupa hancuran batu, pasir, kerikil atau terak.

Karena kebutuhan lintasan sirkuit untuk kecepatan tinggi, maka sudah pasti Aspal yang digunakan juga memiliki kualitas tinggi. Sebagai contoh adalah jenis aspal yang digunakan pada Sirkuit Sepang. Saya melihat langsung beberapa waktu lalu bedanya Aspal sirkuit Sepang yang lebih terang dibanding dengan Aspal jalan pada umumnya di Indonesia.

Aspal Lokal vs Sepang

Perbedaan secara kasat mata terlihat dari hancuran batu dengan ukuran kecil, merata dan rapat serta berada di atas permukaan lintasan, sedangkan Aspalnya sendiri berada di tepat dibawah kerikil tersebut dan tidak menyentuh permukaan atas bebatuan tersebut. Warna bebatuan di atas permukaan tersebut membuat warna permukaan Sirkuit Sepang lebih cerah.

Jika dibandingkan dengan Aspal yang umum digunakan pada jalanan di Indonesia, warna permukaan jalan lebih gelap bahkan cenderung hitam. Secara kasat mata hancuran bebatuan dengan ukuran yang tidak merata dan renggang serta pembentukan Aspal sampai menutupi permukaan bebatuan tersebut.

Pada umumnya, Aspal yang biasa digunakan untuk jalan di Indonesia ada beberapa jenis yang populer, seperti Aspal Hot Mix – Wearing Course (AC-WC), Aspal Hotmix Concrete Base (ACB) dan Aspal Hotmix Binder Course (BC). Dan ini berbeda dengan jenis Aspal di lintasa Sirkuit Sepang.

Untuk Aspal Sirkuit Sepang, dari hasil penelusuran adalah salah tipe Premium Surfacing Asphalt. Jika tidak salah adalah Aspal dengan merk dagang SuperPrixmat, adalah tipe Aspal yang dirancang untuk tuntutan berkendara tingkat tinggi. Adapun karakteristik Aspal tersebut adalah;

  • Permukaan cengkeraman tinggi dengan agregat ketahanan selip yang lebih aman dan sesuai untuk balapan kecepatan tinggi .
  • Tekstur permukaan seragam.
  • Opsi alas tanpa sambungan saat diletakkan di eselon.
  • Daya tahan tinggi untuk permukaan yang tahan lama.
  • Menghasilkan kualitas berekendara yang konsisten
  • Memastikan karakteristik mengemudi yang dapat diprediksi.

Meski Aspal tersebut tipe premium, Aspal tersebut tidak tepat diaplikasikan untuk jalan umum, dikarenakan karakter Abrasif terhadap ban sangat tinggi. Makanya wajar jika ban para pembalap MotoGP cepat habis dalam waktu sekali Race.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.