RAZIA KNALPOT DI LEMBANG, APAKAH SESUAI HUKUM?

Beberapa hari ini viral video rekaman tentang sebuah razia yang kabarnya disebut razia knalpot bising. Razia ini konon kabarnya terjadi di daerah Lembang, Jawa Barat.

Razia ini terjadi pada hari Minggu lalu, dimana daerah Lembang menjadi sasaran lokasi Sunmori untuk wilayah Bandung dan sekitarnya. Lembang sendiri merupakan destinasi wisata yang kurang lebih mirip dengan Puncak – Bogor. Ya bisa dibilang Lembang itu “Puncak”-nya Bandung.

Yang menjadi aneh dalam Razia ini dimana terjadi di Lembang yang konon kabarnya belum ada aturan ketat yang melarang knalpot bising seperti di Kota Bandung. Dan juga Razia terjadi di Minggu Pagi yang juga bukan merupakan waktu yang tepat untuk Razia di tempat wisata.

Hal yang lebih aneh, dimana ada beberapa orang ikut menghukum pengguna knalpot bising bahkan bersikap anarkis dan ikut merusak. Polisi yang melakukan Razia juga seperti tidak terkontrol emosi dan cenderung memukul motor membabi buta.

Razia seharusnya berada pada koridor hukum dan aturan yang tepat. Tidak ada pemukulan terhadap pengendara dan tidak ada pengrusakan yang tidak terarah. Ini seakan tidak melihat aturan yang ada, dan Oknum Polisi tersebut seakan berkuasa seperti preman jalanan.

Institusi Kepolisian harus meninjau ulang sistem razia seperti ini, dan harus ada aturan baku dan standar operasi yang berlaku. Pengguna knalpot bising memang salah, namun mereka bukan kriminal yang harus ditindak keras. Jika perilaku razia seperti ini terus berlangsung, maka citra Polisi akan semakin memburuk.

Dan perlu diselidiki lebih lanjut terhadap oknum berbaju bebas yang ikut menghukum. Apakah penduduk setempat atau Polisi berpakaian bebas? Jika Polisi, mereka tidak berhak ikut bertindak dalam Razia tersebut, meskipun mereka adalah Intelijen. Hal tersebut sudah diatur dalam undang-undang. Dan jika mereka adalah warga sipil setempat yang ikut menindak, ini adalah sebuah kriminal dan mereka harus ditangkap dan dihukum.

Jika benar warga sipil ikut melakukan tindak pemukulan maupun menghukum dengan menempelkan knalpot ke telinga, hal ini harus segera dibereskan. Dan mungkin ini bukan sebuah Razia resmi, bisa jadi ada sebuah keirian dari pihak pelaku satu terhadap pelaku usaha lain karena tempat lain tersebut ramai dari para pemotor Sunmori.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.