POLISI TIDUR, RINTANGAN JALAN YANG MENJADI SERAPAN BANYAK BAHASA DI DUNIA

Speed Bump

Tahukah anda bahwa rintangan jalan yang berfungsi penghambat laju kecepatan sebutan resminya adalah Polisi Tidur? Dan bahasa Polisi Tidur ini sudah diserap oleh berbagai bahasa di dunia, termasuk English yang menyebutnya Sleeping Policemen.

Apakah benar Bahasa Inggris yang menyerapnya? Atau Bahasa Indonesia yang menyerapnya?

Kata Polisi Tidur sudah masuk Kamus Idiom Bahasa Indonesia tahun 1984 dan masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia sejak 1988. Yang diberi makna, “Rintangan (berupa permukaan jalan yang ditinggikan) untuk menghambat kecepatan kendaraan”. Artinya penggunaan kata Polisi tidur sudah digunakan sebelum tahun 1984.

Kemudian Polisi Tidur masuk dalam kamus Inggris – Inggris tahun 1989 dan mengartikan dengan Traffic Bump dan juga Speed Trap. Dan pada tahun 2000 kata Sleeping Policemen dalam kamus Oxford English sebagai Idiomatic atau YankSpeak. Dan kata Sleeping Policemen ini sangat popular digunakan bahkan digunakan juga sebagai nama produk itu sendiri.

Meski kata Sleeping Policemen menyerap dari bahasa Indonesia, penggunaan Speed Bump atau Road Hump di Inggris sudah ada sebelum tahun 1980. Dan sudah dikaji sejak tahun 1990-an untuk regulasi ukuran yang digunakan terkait target kecepatan dan sisi kesehatan. Dan pada tahun 1999, ukuran Polisi Tidur di Inggris sudah diatur dalam Statutory Instruments pada The Highways Regulations.

Regulasi jalan di Inggris mengatur ukuran Polisi Tidur sebagai berikut;

  • Lebar Polisi Tidur 900 mm
  • Titik ketinggian 25 mm – 100 mm
  • Permukaan material terhadap permukaan jalan < 6 mm
  • Memiliki garis imajiner

Polisi Tidur

Di Indonesia sendiri aturan dimensi Polisi tidur sebagai berikut;

  • Ketinggian puncak maks. 120 mm
  • Lebar permukaan puncak min. 150 mm
  • Sisi miring maks. 15%
  • Lebar alas menyesuaikan
  • Memiliki garis imajiner miring
  • Lebar garis imajiner putih atau terang 20 cm
  • Lebar garis imajiner hitam atau gelap 30 cm

Peraturan standar ukuran Polisi Tidur ini diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan no. 3 tahun 1994 tentang alat pengendali dan pengaman pemakai jalan.

Jadi jangan buat Polisi Tidur sembarangan, karena selain mengganggu kenyamanan berkendara, kesalahan membuat Polisi Tidur dapat merusak kendaraan, mencelakakan pengendara serta mengganggu kesehatan pengendara, khususnya persendian dan susunan tulang kita. Mulai sekarang anda bisa mengikuti standar ukuran tersebut saat membuat Polisi Tidur atau membeli yang sudah jadi.

Sleeping Policemen Product

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.