HONDA PATENKAN RANGKA CB150 EXMOTION / STREETSTER

Kembali ditemukan paten terbaru pada Pangkalan Data Kekayaan Intelektual yaitu sebuah rangka motor yang teridentifikasi Honda CB150R Exmotion atau Streetster. Motor bermodel Cafe Racer ini memang sudah diperkenalkan di Thailand tahun lalu. Dan sudah pasti ini merupakan informasi bahwa motor ini akan dijual dipasar Indonesia.

Chassis Honda Exmotion Patent

Tanggal pengumuman Patent yang bernama “RANGKA BODI UNTUK KENDARAAN MOTOR BERODA DUA” resmi diumumkan 15 Maret 2019. Frame berdesain Twin Tube memiliki dua kemungkinan, yaitu perubahan rangka pada Honda CB150R saat ini atau Honda CB150R Exmotion / Streetster benar-benar diproduksi di Indonesia.

Chassis Honda Exmotion Draft IC

Pada penjelasan Patent tertera; Rangka bodi (12) dari kendaraan motor roda dua mencakup rangka pertama (34a) yang memanjang ke belakang dari pipa kepala (14), rangka kedua (34b) yang berada di bawah dari rangka pertama (34a) dengan celah diantara, rangka ketiga (16) ditempatkan di bawah dari rangka kedua (34b) dengan celah diantaranya, bagian pengencang pertama berbentuk pelat (36) disediakan di antara rangka pertama (34a) dan rangka kedua (34b), dan bagian pengencang kedua berbentuk pelat (45) yang disediakan di antara rangka kedua (34b) dan rangka ketiga (16), dan bagian pengencang pertama (36) dan bagian pengencang kedua (45) dibentuk sehingga bentuk-bentuk luarnya dapat dihubungkan, Dengan demikian, dimungkinkan untuk menyediakan rangka bodi untuk kendaraan motor roda dua yang berkontribusi pada pemotongan jumlah bagian dan meningkatkan kekakuan.

Chassis Honda Exmotion Designer

Buat yang sangat mengidamkan motor ini, anda mungkin harus bersiap-siap ganti motor atau membeli motor ini. Namun ada yang harus dikhawatirkan, karena biasanya Honda Indonesia melakukan Cost Reduction pada motor yang dijualnya. Ada kemungkinan Swingarm Honda CB150R Exmotion ini tidak menggunakan Aluminium Cast, tapi menggunakan Swingarm konvensional.

This slideshow requires JavaScript.

 

ALL NEW YAMAHA R15 TAMPIL DENGAN WARNA BARU

Jakarta – PT Yamaha Indonesia Motor Mfg. (PT YIMM) resmi merilis varian warna baru untuk produk All New R15 yang membuat tampilan motor tersebut menjadi semakin sporty. Tidak hanya varian warna, stripping pada motor tersebut turut mendapat sentuhan perubahan yang telah disesuaikan dengan selera dan keinginan para pecinta motor sport saat ini.

All New R15 yang belum lama ini dinobatkan sebagai Best of Sport Fairing 150 di ajang Otomotif Award 2019 kini hadir dalam tiga varian warna yang lebih menarik, yaitu Racing Blue, Racing Black serta Racing Yellow. Untuk varian Racing Blue, All New R15 tampil dengan kombinasi warna biru-hitam dengan tambahan stripping berbentuk huruf  “R” yang merepresentasikan simbol R Series pada kedua sisi fairing.

Std Biru

Sementara itu, untuk varian Racing Black (perpaduan warna hitam-merah) dan Racing Yellow (perpaduan warna kuning-kelabu) desain stripping dibuat lebih tajam dan agresif dengan tambahan logo bertuliskan R15 yang disematkan pada kedua bagian sisi fairing. Selain itu, pada area buritan motor turut pula ditambahkan stripping minimalis yang semakin memperkuat kesan racy pada All New R15.

“Penyegaran pada All New R15 merupakan upaya yang dilakukan Yamaha Indonesia untuk senantiasa memberikan nilai tambah kepada para penggemar motor sport di tanah air dimana mereka menginginkan motor yang tampil lebih sporty dengan beragam fitur terkini serta performa mesin yang handal yang mampu mendukung gaya berekendara mereka,” terang Yordan Satriadi selaku Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Std hitam

Sejak pertama kali diperkenalkan kepada publik pada tahun 2017 silam, All New R15 berhasil bertransformasi menjadi salah satu motor sport fairing terbaik dan paling digemari di kelasnya. Model ini hadir dengan desain tajam yang aerodinamis sangat menunjukan karakter DNA dari R Series yang ikonik.

Selain itu, All New R15 turut menyuguhkan sejumlah fitur modern yang mampu meningkatkan performa dan kenyamanan dalam berkendara seperti lampu depan belakang yang sudah mengadopsi teknologi LED sehingga membuat sistem pencahayaan menjadi lebih terang, awet serta tahan lama, dan Hazard Lamp yang berfungsi memberi tanda ketika pengemudi sedang dalam kondisi darurat. Motor ini turut pula dilengkapi dengan Speedometer Full Digital yang informatif dengan Sift-Timing Light yang memudahkan pengendara memperoleh performa optimal.

Std Kuning

Pada bagian kaki-kaki, All New R15 juga telah menggunakan rangka Delta Box yang terbukti kuat dan kokoh. Pengaplikasian suspensi Up Side Down yang di dukung dengan ban tubeless lebar serta Aluminium Rear Arm turut menghadirkan manuver berkendara yang lincah dan agresif.

All New R15 dibekali dengan mesin 155cc, 6-percepatan yang dilengkapi dengan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) yang mampu menjaga tenaga serta torsi merata disetiap putaran mesin serta Assist & Slipper Clutch (ASC) yang membuat kopling menjadi ringan dan proses perpindahan gigi menjadi lebih halus.

All New R15 dipasarkan seharga Rp 35.760.000 OTR Jakarta dan untuk informasi lebih lanjut terkait produk silahkan kunjungi website resmi Yamaha Indonesia

BERIKUT HASIL SESI KUALIFIKASI (QTT) AEROX FUN RACE

Boyolali – Rangkaian seri perdana 30th Yamaha Cup Race (YCR) 2019 telah resmi dimulai. Hal ini ditandai dengan telah berlangsungnya sesi Free Practice & QTT pada Sabtu (27/4), di Sirkuit Permanen Gokart, Boyolali, Jawa Tengah.

Meskipun baru akan dibuka secara resmi pada Minggu (28/4) pagi, namun kehadiran Yamaha Cup Race 2019 sukses menjadi magnet bagi para warga Boyolali yang memadati area sekitaran sirkuit untuk menyaksikan para pembalap beradu cepat memacu kuda besinya guna meraih torehan waktu terbaik.

IMG-20190427-WA0016

Dihadiri sebanyak 267 starter dari 13 kelas yang disajikan, Aerox Fun Race menjadi salah satu kelas yang dilombakan dengan nama Yamaha Aerox 155cc Standard Open (YCR 12) yang artinya kelas tersebut dibuka secara umum bagi semua kalangan yang menggemari balap motor bertransmisi otomatis.

Pada saat sesi QTT berlangsung, setidaknya sebanyak 17 starter ambil bagian dan bersaing mencatatkan waktu terbaik untuk merebutkan starting grid barisan terdepan. beberapa pembalap berhasil meraih hasil baik seperti Azi Zihad yang berhasil merebut pole position dengan catatan waktu 1 menit 7.042 detik, kemudian disusul Rafik Indrian diurutan ke-2 dengan torehan waktu 1 menit 9,207 detik dan Gunawan di posisi ke-3 dengan waktu 1 menit 9.509 detik.

IMG-20190427-WA0026

“Tahun ini adalah tahun ke-2 saya mengikuti kelas Yamaha Aerox 155cc Standard dan menurut saya kelas yang satu ini merupakan kelas yang sangat seru. Selain itu, menggunakan Aerox diatas Sirkuit Pemanen menurut saya sangat enak, dari segi performa mesin nendang dan kaki kakinya juga stabil untuk bermanuver,” tukas Gunawan yang merupakan salah satu starter di kelas Aerox 155cc Standard dengan tim SSKC Racing Divisi.

Sedangkan dua anggota komunitas dari YACI AR 77 Semarang yaitu Rama Dwi Santoso dan Adisty Lystya Prihananda berhasil masuk sepuluh besar dengan berada di posisi 8 dan 9 dengan catatan waktu masing-masing 1 menit 11,244 detik dan 1 menit 12,526 detik. Selain YACI AR 77 Semarang, tiga anggota dari komunitas ARCI Semarang turut serta mengikuti sesi QTT, bahkan, ada beberapa awak mediapun ikut turun memacu Aerox 155 dalam sesi tersebut.

20190428_205543

Beragamnya para peserta Aerox Fun Race, tidak hanya membuat jalannya balapan esok hari menjadi semakin seru dan menyenangkan tetapi turut menggambarkan tingginya animo serta antusiasme masyarakat terhadap ajang balap motor matik, khususnya yang menggunakan motor Aerox 155 VVA yang notabene merupakan bagian dari keluarag MAXI Yamaha.

YROI BATIK RESMI PERKENALKAN TEAM & LIVERY 2019

Seperti filosofi terbentuknya batik yang berasal dari titik-titik dan kemudian terangkai menjadi sebuah mahakarya yang mempesona dan mendunia, dari sanalah inspirasi membentuk sebuah team balap yang berasal dari komunitas. Cikal bakal yang mulai dirintis dari sebuah “titik” pada Agustus 2015 yang kemudian pada 2017 mulai dikembangkan namun kala itu membawa payung YROI Nasional hingga tahun 2018 dengan rangkaian prestasi yang telah diukir sejak terbentuknya pada 2015, seperti halnya “batik” yang melegenda.

20190427_172051

Cikal bakal team pada 25 Agustus 2015
Diawal 2019 selepas dari selesainya masa jabatan bro Murray yang sudah tidak lagi membawa team Racing YROI Nasional, muncul sebuah wacana untuk mencoba mempertahankan “formasi” yang ada untuk tetap berkontribusi kepada dunia olahraga otomotif nasional, khususnya di kalangan komunitas roda dua. Beberapa “formasi team” sudah dipastikan tidak turut serta di musim kompetisi YSR 2019 karena sudah mencapai puncak kelas komunitas yaitu kelas 250cc Com Pro.
Berbekal “formasi” yang tersisa dan tentunya semangat aura racing untuk mempertahankan nama YROI di baris terdepan, maka bro Murray berwacana meneruskan “filosofi batik” yang pernah menjadi dasar terbentuknya YROI Racing Team dibawah asuhannya. Seiring berjalannya waktu, dukungan dari rekan-rekan sesama komunitas YROI hadir, bermula dari rekan-rekan YROI Timika Chapter dan relasinya yang berniat mensupport team racing YROI yang akan di bentuk oleh bro Murray. Tak hanya putus disitu saja, dukungan selanjutnya datang dari rekan-rekan YROI Banten Chapter dan juga relasinya.

Dengan adanya dukungan dari 2 chapter YROI dan secara kebetulan inisial dari kedua chapter tersebut identik dengan dasar filosofi “batik”, maka semakin kuatlah wacana merealisasikan “filosofi” tersebut ke dalam sebuah bentuk team balap komunitas dengan nama :

“ YROI BATIK ( BANTEN – TIMIKA ) RACING TEAM “
Berbagai dukungan dari pihak sponsorpun terus berdatangan hingga beberapa saat sebelum launching, diantaranya :

1. Yuasa Battery
2. Toko Bangunan Plaza Timika
3. Fertone MX
4. RCB Indonesia
5. Proliner Indonesia
6. MP1 Racing Part
7. Top 1 Oil

Karena banyaknya dukungan para sponsor dan guna pengembangan aktivitas balap diluar YSR 2019, nama team kemudian dikembangkan menjadi:

“ YROI BATIK YUASA RCB FERTONE MX TOP 1 MP 1 RACING TEAM “

20190427_174304

Team tersebut untuk kejuaraan YSR 2019 akan menurunkan beberapa pembalap yang akan turun di berbagai kelas mulai 150cc Com B hingga Jr Superstock, adapun nama-nama pembalap yang akan memperkuat squad YROI Batik Racing Team diantaranya:

Sport 250 Comm Pro:
1. Wisnu Aji W # 789
2. Respati Utomo # 22

Sport 250 Comm A:
3. Ahmad Fakhri R # 62
4. Roylies Vauzi P # 69
250Comm B :
5. Sugihartono # 55
6. M. Sabiq # 118
7. Hasri Fatullah # 18
8. Ramadona A. Haq # 10
9. Bernandus Nicola Irawan # 45
10. Murray # 3
11. Wahdan # 640

Sport 150 Comm A:
12. Ahmad Fahri R # 62

Sport 150 Comm B:
13. Adli Harits Ramadhan # 20

Sport 150Comm Pro:
14. Respati Utomo # 22

Jr Superstock :
15. Wisnu Aji W. # 789
16. Liau Norbert A # 53

Tidak hanya berhenti disitu, dengan hadirnya YROI Batik Racing Team dukungan kembali hadir dari rekan-rekan yang mewakili YROI Banyuwangi Chapter untuk bergabung kedalam manajemen yang sama, dengan menggunakan livery dan design jersey yang sama namun membawa beberapa sponsor yang berbeda YROI Batik Racing Team Satelite (YROI Banyuwangi – Timika) akan turun mengikuti YSR 2019 dengan formasi formasi pembalap diantaranya :

Sport 250 Comm B :
1. Betha Adam MP # 15
2. Michael Timoty # 521
3. Heri Laksana # 941
4. Arfin Suka Hidayat # 434
5. Abdul Rozaq # 524

Jr. Superstock :
6. Kunto Adibrata # 905

Dengan target mempertahankan prestasi yang pernah di raih sebelumnya oleh team dibawah naungan bro Murray, maka YROI Batik Racing Team berupaya membangun sebuah team balap komunitas yang berprestasi dan dapat membawa nama harum seperti halnya “filosofi batik” yang mendunia dan melegenda. Semoga dengan terbentuknya YROI Batik Racing Team ini akan memberikan warna untuk perkembangan olahraga otomotif roda dua di kalangan komunitas.

ANIMO SPESIAL 30 TAHUN YAMAHA CUP RACE, LEBIH DARI 200 STARTER BANJIRI BOYOLALI

Boyolali – Putaran pertama gelaran balap bertajuk Yamaha Cup Race (YCR) 2019 berlangsung di Sirkuit Boyolali, Jawa Tengah (27-28 April). Trek permanen sepanjang 1,279 km menjadi tantangan tersendiri bagi para road racer yang ambil-bagian. Mantapnya, seri awal 30 Tahun YCR 2019 Boyolali ini dihadiri 264 starter dari 13 kelas yang dilombakan.

“Animo peserta dari wilayah Jawa Tengah dan DIY begitu besar dan patut diberikan apresiasi. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing dapat optimal dalam mengakomodir kelas-kelas yang diinginkan pelaku balap. Tidak hanya untuk kategori expert, novice dan rookies, juga komunitas dan penggemar kompetisi bebek 2 Tak. Pastinya animo penonton pada hari minggu akan memadati Sirkuit ini,” tukas ujar M. Abidin, GM After Sales & Motorsport PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Bebek 2 Tak 116 cc Standar Open Jadi Kelas Favorit

Kategori Moped 2 Tak 116 cc Standar Open (YCR8) menjadi kelas yang paling banyak digemari. Total ambil bagian 43 starter. Dikarenakan kuota grid-start cukup 24 pembalap saja, maka sesi kualifikasi YCR8 pada Sabtu (27 April) wajib mengeliminasi 19 starter. Mereka harus tersingkir untuk race Minggu (28 April).

Sebagai apresiasi Yamaha Indonesia kepada peserta, maka ke-19 petarung yang tersingkir di kualifikasi YCR8 ditarungkan kembali pada Sabtu sore (27 April). Dalam hal ini, diberikan hadiah untuk 3 pemenang utama dan 3 pemenang hiburan.

Kelas YCR12 (Yamaha Aerox 155 Std Open)

Catatan penting lainnya, bahwa gairah pelaga seeded juga begitu besar di YCR 2019 Boyolali. Terbukti ambil bagian 24 starter pada kelas YCR1 (Moped 4 Tak 150 cc Tune-up Seeded). Tim-tim papan atas nasional ikut bersaing. Bahkan yang datang dari luar region Jawa. YCR 2019 Boyolali menjadi magnet tersendiri bagi mereka.

Disamping itu, rider balap dunia WorldSSP300 Galang Hendra Pratama ikut memberikan coaching clinic kepada para peserta dari kelas YCR3 (Moped 4 Tak 150 cc Tune-up Rookie) dan YCR7 (Moped 4 Tak 150 cc ECU Standar Open Novice/Rookie). Galang Hendra memberikan edukasi kepada puluhan pelaga muda potensial binaan Yamaha.

Coaching Clinic Galang Hendra (3)

Menyangkut cara atau tips efektif menaklukkan sirkuit Boyolali. Diantaranya sehubungan racing line, teknik pengereman, buka-tutup throttle gas dan memberikan juga motivasi. Makin spesial, ada sesi tanya-jawab. Alhasil, YCR Boyolali tidak hanya bicara unsur kompetisi balap, juga langkah edukasi. Termasuk dilakukannya aktifitas Yamaha Safety Riding Science dan Sosialisasi Keselematan di Jalan Bersama pelajar TK & SD se-Kabupaten Boyolali dengan dukungan Satlantas Polres Boyolali.

YSRS-Kids Bersama Pelajar TK & SD se-Kabupaten Boyolali

Adapun pelaksanaan 30 Tahun Yamaha Cup Race 2019 Boyolali, Jawa Tengah mendapat dukungan dari para sponsor yaitu Yamalube, Idemitsu, Kayaba, Pirelli, NGK dan IRC.

SEMPAT BERTARUNG DI BARISAN DEPAN, FAEROZ GAGAL FINISH KARENA TERJATUH

Tailem Bend, Australia – Sebanyak 24 rider terlibat dalam pertarungan race 1 kelas Asia Production 250 (AP250) gelaran seri ke-2 Asia Road Racing Championship 2019 (ARRC 2019) yang dihelat di Sirkuit The Bend Motorsports Park, Australia (27 April). Dua petarung tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), M Faerozi, akrab disapa Faeroz dan Anggi Setiawan pada awalnya begitu optimis selepas start dari starting grid ke-13 dan ke-15. Motivasi kuat hadir untuk memperbaiki posisi hingga bendera finish dikibarkan. Dalam hal ini, mereka wajib melahap menu 9 lap.

Faeroz sukses melakukan start dengan baik dan terus bertarung hingga dapat berada di grup ke-2 untuk perebutan posisi ke-5. Sayangnya, Faeroz yang berusia 17 tahun mengalami crash saat bertarung ketat dengan Irfan Ardiansyah dan Rey Ratukore.  Sehingga Faeroz tidak dapat melanjutkan jalannya balapan

DSC03293

“Saat warm-up, saya sudah menemukan settingan yang lebih baik. Masalah kemarin sudah dapat teratasi. Saya start dari posisi ke-13 dan melakukan start dengan baik hingga saya dapat masuk di posisi 10 besar. Saya terus berjuang dan berada di rombongan ke-2 untuk memperebutkan posisi ke-5. Saya terjatuh di lap ke-8, tepatnya pada tikungan ke-13. Never give-up untuk race ke-2,” tukas Faeroz.

Catatan penting dari racer asal Lumajang usia 16 tahun, bahwa ia dapat mempertajam waktunya menjadi 2 menit 08.695 detik. Demikian sebagai bukti progress dari hasil evaluasi sejak sesi latihan bebas (Free Practice) hingga kualifikasi.

Sedangkan Anggi Setiawan mengaku terhalang oleh pembalap lain saat akan memperbaiki posisinya. Racer asal Palu Sulawesi Tengah ini finish di urutan ke-12.

DSC03291

“Saat start, saya sudah begitu memaksimalkan keadaan tetapi masih terhambat oleh pembalap lain. Untuk perfoma mesin, sudah ada perubahan yang baik. Saya akan berusaha memperbaiki posisi pada race ke-2,” tukas Anggi Setiawan yang berumur 20 tahun.

Ayo kita dukung terus rider Indonesia untuk mencapai hasil terbaik di ARRC 2019 Australia. Race 2 akan dihelat hari Minggu (28 April) pada pukul 09:00 WIB dan disiarkan langsung pada official Facebook Asia Road Racing Championship. Yamaha Semakin Di Depan, Gasspoll!

START DARI BARIS KELIMA, DUET RIDERS YAMAHA RACING INDONESIA TETAP OPTIMIS HADAPI RACE PERTAMA SERI AUSTRALIA

Duet pembalap tim Yamaha Racing Indonesia (YRI), M Faerozi dan Anggi Setiawan akan start dari baris ke-5 dalam race pertama gelaran Asia Road Racing Championship (ARRC) 2019 kelas Asia Production 250 (AP250) pada Sabtu (27 April). Faeroz dan Anggi Setiawan yang membesut Yamaha YZF-R25 optimis dapat memberikan hasil lebih baik dalam raceday.

Demikian hasil dari sesi kualifikasi AP250, Jumat (26 April) dimana M Faerozi, akrab disapa Faeroz berada di posisi ke-13. Dimana pada hari ke-2 ini kecepatan angin yang relatif kencang dan cuaca cukup dingin berkisar 15 sampai 19 derajat celcius. Sementara dalam sesi latihan bebas ke-3 (FP3) Faeroz ada di posisi ke-3, juga dalam FP1 berhasil di deretan ke-3 dan FP2 ke-6.

Dalam kualifikasi, Faeroz yang berusia 17 tahun mengukir waktu 2 menit 11,917 detik. Sebelumnya bermain di catatan waktu 2 menit 10 detik. Inilah konsekuensi balapan yang harus menghadapi berbagai rintangan dan menjadi pelajaran untuk tahapan berikutnya.

“Saat FP3, trek basah karena pagi hari sudah mulai turun hujan, hasilnya cukup baik bisa berada di posisi ke-3. Sayangnya saat kualifikasi, saya tidak mendapatkan momen, angin begitu kencang dan hasilnya berada di posisi ke-13, padahal perfoma motor sudah lebih baik dibandingkan kemarin. Race 1, saya akan berusaha start dengan baik untuk dapat bergabung dengan rombongan depan,” tutur Faeroz yang saat ini ada di posisi ke-6 dalam klasemen sementara AP250 (ARRC 2019).

DSC_7111

Sedangkan duet tim Faeroz, Anggi Setiawan ada di grid ke-15, juga dalam baris ke-5. Anggi menorehkan best-time 2 menit 12,587 detik.

“Besok saat race saya harus berusaha, start di barisan ke-5. Saat FP3 kondisi lintasan trek basah, masuk dalam 10 menit terakhir trek mulai kering. Namun saya telat untuk melakukan pergantian ban, sehingga tidak maksimal saat trek kering. Saat sesi kualifikasi tekanan angin begitu kencang dan cuaca cukup dingin, akhirnya saya tidak mendapatkan momen untuk mencatat waktu yang lebih baik,” timpal Anggi Setiawan, petarung muda usia 20 tahun asal Palu, Sulawesi Tengah.

Ayo kita dukung terus rider Indonesia untuk mencapai hasil terbaik di ARRC 2019 Australia. Race 1 akan dimulai hari Sabtu (27 April) pada pukul 09:00 WIB dan disiarkan langsung pada official Facebook Asia Road Racing Championship.

BIKIN JINGLE YAMAHA DAPET MOTOR

Masyarakat umum dapat berpartisipasi dalam menciptakan jingle terbaik buat sepeda motor Yamaha. Kali ini khusus buat skutik Lexi yang tengah naik pamornya, diwujudkan melalui “Lexi Jingle Competition” bertemakan “Smart Choice for Smart People”. Ini merupakan hasil kerjasama PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dengan PT Yamaha Musik Indonesia (YMID) mengusung semangat Two Yamahas, One Passion.

“Lexi Jingle Competition”diadakan 25 April 2019 – 16 Juni 2019 dengan beberapa kriteria penilaian yakni peserta membuat lirik dan lagu dengan format video, durasi video maksimal 2 menit. Info lebih lanjut dapat mengunjungi link berikut:

bit.ly/LexiJingleCompetition

Selain itu, diwajibkan menggunakan empat keywords dalam lirik jingle ciptaan peserta yaitu Yamaha, Lexi, Smart, Stylish. Selanjutnya juri Ronald Steven yang merupakan Yamaha Artist  Endorsee dan Music Director Asian Games 2018 akan menilai hasil kreatifitas partisipan dengan memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan. Nama pemenang akan diumumkan di akhir Juni 2019.

Disediakan sejumlah hadiah menarik untuk tiga pemenang terbaik :

Juara 1 : satu unit Lexi dan Yamaha Reface CP Synthesizer

Juara 2 : satu unit Mio S dan Yamaha Reface DX Synthesizer

Juara 3 : Yamaha official apparel dan Yamaha Reface YC Synthesizer

Lexi Jingle Competition

”Kami mengundang masyarakat umum untuk berpartisipasi membuat jingle produk kebanggaan kami. Mereka dapat menumpahkan kreatifitas terbaiknya. Karena itu ikuti lomba ini dengan membuat jingle untuk Lexi, kami nantikan partisipasi Anda !” ungkap Yordan Satriadi, Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

AEROX FUN RACE SIAP SAPA PENGGEMAR BALAP MATIC JAWA TENGAH

Boyolali – Setelah sukses diadakan ditahun pertamanya, Aerox Fun Race kembali hadir untuk menyapa para pecinta balap motor matik di tanah air. Menjadi bagian dalam seri perdana gelaran 30th Yamaha Cup Race 2019 yang akan berlangsung di Sirkuit Permanen Gokart, Boyolali, Jawa Tengah (27 – 28 April), Yamaha Indonesia secara khusus membuka 1 kelas Aerox 155cc Standar Open (YCR12) dari total 13 kelas yang tersaji.

Jika pada tahun sebelumnya Aerox Fun Race hanya dapat diikuti oleh komunitas pengguna motor Yamaha, tahun ini kompetisi balap matik tersebut akan dibuka secara umum bagi semua kalangan guna memenuhi tingginya animo serta antusiasme masyarakat. Dengan demikian, baik komunitas, local racer maupun masyarakat umum biasa dapat memiliki kesempatan untuk memacu performa mesin motor Aerox 155 diatas lintasan sirkuit.

Aerox Fun Race 2

Total sebanyak 16 starter siap mengikuti rangkaian balap Aerox Fun Race yang diawali dengan sesi Free Practice (FP) dan Qualifying Practice (QP) di hari Sabtu (27/4), dan kemudian dilanjutkan dengan sesi Warm up serta Race pada Minggu (28/4).

“Sebagai Motor Maxi Yamaha yang mengangkat konsep ‘Personal Sport Scooter’ kehadiran Aerox Fun Race merupakan wujud apresiasi Yamaha kepada para konsumen agar mereka dapat mengekspresikan kesenangannya dalam memacu motor Aerox di lintasan sirkuit dan merasakan sensasi balap professional di gelaran akbar 30th Yamaha Cup Race 2019,” ungkap Yordan Satriadi selaku Deputy GM Marketing, PT. Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Aerox Fun Race 1

Menjadi semakin meriah, 30th Yamaha Cup Race 2019 turut dihadiri oleh pembalap muda binaan Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang saat ini berlaga di kejuaraan balap dunia WorldSSP300 yaitu Galang Hendra Pratama. Tidak hanya itu, pengunjung juga akan dihibur dengan penampilan freestyler berprestasi Asia asal Boyolali, Wawan Tembong, yang siap beraksi melakukan berbagai manuver menegangkan menggunakan motor YZF-R25.

Setelah kota Boyolali, selanjutnya Aerox Fun Race akan kembali dihelat pada YCR Seri 2 di Sumatera, YCR seri 5 di Kalimantan, serta YCR seri 8 di Jawa yang sekaligus menjadi seri pamungkas (penutup) dari 30th Yamaha Cup Race 2019.

TERNYATA MOTOR DENGAN COMBI BRAKE YANG DIPATENKAN YAMAHA ADALAH YS125

Berdasarkan data Hak Paten yang dikeluarkan Dirjen Hak Kekayaan Intelektual dengan paten; “KENDARAAN TUNGGANG YANG DILENGKAPI DENGAN SISTEM REM GABUNGAN“, tersebut adalah Yamaha YS125. Hal tersebut terlihat jelas dengan gambar Draft dan Foto Yamaha YS125.

YS125 UBS

Motor Yamaha YS125 ini telah resmi diluncurkan di Eropa tahun 2017 lalu. Jadi jika mungkin Hak Paten keluar tahun 2016 lalu, kemungkinan besar motor ini juga diluncurkan di Indonesia tahun 2017 lalu, sama seperti di Eropa.

Sistem pengereman gabungan pada YS125 ini disebut Unified Braking System (UBS) atau dalam bahasa Indonesia-nya Sistem Pengereman Terpadu. Yang kerennya pengereman terpadu pada YS125 adalah paduan Rem Cakram dengan Rem Drum. Hal tersebut dapat dilihat jelas pada gambar.

YS125 EURO UBS IC

Diproduksi atau tidaknya YS125 ini oleh Yamaha Indonesia, yang pasti kita sudah mengetahui bahwa Yamaha ada rencana meluncurkan motor Sport 125cc dengan sistem rem UBS. Namun apakah teknologi UBS masih dianggap lebih oleh Yamaha? Pasalnya saat ini Yamaha menggunakan teknologi rem yang lebih baik, yaitu ABS. Jika dikeluarkan saat inipun UBS tetap memiliki nilai positif, salah satunya dapat menekan harga.