Automotive Event

JAKARTA CUSTOM CULTURE 2018 AKAN HADIRKAN DUNIA KUSTOM LEBIH LAGI

Jakarta, 26 September 2018 – Satu bulan jelang dihelatnya Jakarta Custom Culture (JCC) 2018, Punakawan Digital Media selaku penyelenggara JCC 2018 meramu komposisi acara menarik yang akan memanjakan para pengunjung. Berbeda dengan dua edisi sebelumnya, Project Manager JCC 2018 Andry Adrian menegaskan bahwa di tahun ini, karya kustom yang ditampilkan bukan hanya seputar modifikasi mobil dan motor saja.

“Di JCC 2018, kita berusaha mengangkat custom lifestyle dari berbagai elemen agar budaya dan para pelaku kustom di Indonesia bisa dikembangkan secara nasional maupun internasional. Selain modifikasi
mobil, kita juga menampilkan fashion, hobi, dan furniture kustom. Porsinya, otomotif 60 persen dan sisanya untuk lifestyle,” ujar pria yang akrab disapa Andry ‘Black’ itu di Balai Sarwono Joglo, Kemang, Jakarta Selatan.

Mengusung tema “Drive Ride and Rock n’ Roll”, JCC 2018 kini hadir dengan jumlah partisipan yang lebih banyak karena melibatkan 190 booth yang menempati area Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat. Selama dua hari penyelenggaraannya, Andri juga menargetkan 15 ribu pengunjung dengan total transaksi on the spot sebesar Rp. 250 juta.

Terbagi ke dalam lima area, JCC 2018 terbagi ke dalam lima area. Dua area dipakai untuk mobil dan motor kustom, sedangkan tiga lainnya diisi oleh area musik, F n B, dan lifestyle. Dari dunia custom lifestyle, Indonesian Sub Culture akan mempersembahkan Tattoo War dan Tattoo Gangbang. Selain itu, ada pula Indonesian pomade enthusiast yang akan berbagi tips dan trik seputar gaya rambut dan bisnis barbershop.

Bagi pengunjung yang memperhatikan penampilan, JCC 2018 menghadirkan G-Shock Warrior Indonesia dan 3Foil.ID, komunitas pecinta jam tangan Casio G-Shock dan adidas yang akan memamerkan koleksi mereka. Sedangkan untuk furniture, JCC 2018 punya Custom Craft yang mengangkahasi karya pengrajin lokal Di kategori hobi, JCC 2018 akan menggelar die cast custom contest dan sepeda kustom dari Siku-Siku Bambu yang secara perdana akan memperkenalkan sepeda kustom yang terbuat dari bambu.

Khusus untuk sepeda kustom, Ainur Rofiq selaku founder Siku-Siku Bambu bertekad menjadikan JCC 2018 sebagai ajang untuk menjaring koneksi agar hasil karyanya bisa go internasional. “Dari 3.200 jenis bambu yang ada di dunia, salah satu yang paling bagus ada di Indonesia. Bambu punya potensi besar. Tapi yang sering kita temui bernilai rendah, selalu berakhir dengan meja atau bangku. Padahal jika diolah, bisa menjadi komoditas bernilai tinggi. Setelah saya bawa ke ITB, kualitas serat
bambu hampir sama dengan serat karbon,” ungkap Rofiq

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s