YAMAHA GELAR NOBAR BARENG KOMUNITAS UNTUK DUKUNG GALANG HENDRA

Bogor – Galang Hendra Pratama pembalap binaan Yamaha Racing Indonesia menghadapi putaran final ajang WorldSSP300 pada Minggu (30/9), di sirkuit Magny Cours, Perancis. Balapan ini merupakan seri pamungkas yang menjadi kesempatan terkahir bagi Galang untuk mencuri poin penuh agar dapat mengakhiri musim balap dengan finis di urutan tiga besar.

Galang pun meminta dukungan serta doa dari masyarakat Indonesia agar di sisa race ini dirinya dapat tampil maksimal dan kembali mengumandangkan lagu Indonesia Raya untuk kesekian kali.

”Mohon doa dan dukungannya dari masyarakat Indonesia dan fans dan keluarga. Minggu ini saya akan tampil di seri terakhir World Supersport 300 di Magny-Cours, Perancis. Saya berharap pada seri terakhir ini saya bisa meraih hasil yang maksimal dan masuk ke-3 besar dalam klasemen. Saya akan tampil all-out berjuang untuk Merah Putih Semakin Di Depan,” ungkap Galang.

Sebagai bentuk dukungan terhadap Galang, Yamaha Indonesia kembali menggelar aktivitas nonton bareng (nobar) WorldSSP300 yang kali ini berlokasi di Ballroom Hotel Lorin, Sentul, Bogor. Aktivitas nonton bareng tersebut turut dimeriahkan oleh kehadiran komunitas dari R-series, All New Vixion maupun Aerox yang seluruhnya tergabung kedalam naungan Yamaha Rider Federation Indonesia (YRFI).

“Kegiatan nonton bareng ini merupakan bentuk konsistensi Yamaha dalam mendukung Galang Hendra yang merupakan seorang local hero. Apalagi ini merupakan seri balapan terakhir dari World Supersport 300 dan Galang masih berpeluang untuk dapat meraih hasil yang maksimal dan berada di posisi tiga besar dalam klasemen poin. Dukungan dari teman-teman komunitas dan masyarakat Indonesia lainya sangat berarti bagi Galang dan kami betul-betul mengapresiasi itu,” jelas M. Abidin selaku GM After Sales & Motor Sport PT. Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Pada acara tersebut, terdapat beragam aktivitas menarik seperti berfoto dengan angle unik bersama replika motor Galang Hendra yakni YZF-R3 yang merupakan produk buatan dalam negeri. Selain itu, terdapat pula quiz serta ice breaker games dengan hadiah-hadiah menarik salah satunya apparel VR 46 Asia.

Dukungan terhadap galang melalui aktivitas nonton bareng tidak hanya dilakukan di Bogor saja, Yamaha Jateng turut pula mengadakan aktivitas serupa di Café AM PM kota Solo. Event nonton bareng ini sekaligus menjadi ajang kumpul bersama para komunitas yang ada di kota Solo dan sekitarnya. Berbagai kegiatan seru seperti fun games, door-prize dan lainya membuat aktivitas ini menjadi semakin spesial.

SENSASI KUALIFIKASI DAN STRATEGI RACE BERGANTIAN PADA YAMAHA ENDURANCE FESTIVAL

Para peserta balap ketahanan Yamaha Endurance Festival 2018 di Sirkuit Sentul, Bogor menjalani sesi kualifikasi secara bergantian pada Sabtu (29 September). Masing-masing rider memiliki catatan waktu sendiri-sendiri yang kemudian digabungkan (Overall Best-Time).

Tentu saja, model kualifikasi dengan cara start Le Mans Style ini menjadi sensasi tersendiri karena memang balap ketahanan Yamaha Endurance Festival 2018 ini adalah pertama kali dipersembahkan pabrikan motor di Indonesia. Berbagai strategi dilakukan rider untuk merebut pole position atau grid terdepan.

“Saya bisa pole position karena saya menjaga ritme mesin, menahan emosi saya dan memaksimalkan apa yang bisa saya lakukan. Menurut saya, balap endurance ini cukup seru, karena ini adalah pertama kali di Indonesia dan saya juga baru pertama kali mengikuti balap ketahanan,” ujar Rafid Faisal Fadillah, rider kedua dari tim Ridebull (Riders Buleleng) Dewata yang sukses merebut pole position kelas R15 Community dan berpasangan dengan Haafidhuddin De’syaban. Adapun waktu perjalanan balap kategori khusus R15 komunitas ini akan berlangsung selama 1 jam.
Tidak kalah menarik, persaingan di kelas R25 Community yang diramaikan 24 tim. Ini kategori dengan jumlah starter terbanyak. Pada akhirnya, racer dari komunitas YRFI Bekasi yang sama-sama meraih posisi terdepan. Kedua petarung, yaitu Peter Chandra dan Rezka Rahardian menjadi yang tercepat diantara para rivalnya.

“Saya memang sudah siapin fisik selama 1 bulan dan setting motor agar dapat pengaturan yang pas pada gir dan suspensi. Kita juga sepakat agar selisih berat badan tidak jauh hingga setting suspensi dapat sama,” tutur Peter Chandra. “Saya terus menjaga stamina dan fokus. Kita sudah ketemu untuk settingan suspensi dan gir,” timpal Rezka Rahardian.

Pada bagian lain di kelas R25 Open yang akan menjalani balapan selama 2 jam, maka duet tim Yamaha Cargloss, Rey Ratukore dan M Faerozi merebut posisi terdepan dalam babak kualifikasi. Overall Best-Time keduanya ialah 1 menit 44,471 detik. Kemudian Richard Taroreh dan Syahrul Amin dari tim Yamaha 549 Kaboci berada di posisi ke-2, sedang grid ke-3nya milik duet Yamaha Oryza, R Fadhil dan Gupita Kresna.

“Untuk kualifikasi, saya mencoba untuk mencari titik limit, juga hal yang sama untuk mencari titik dimana harus breaking dan open throttle karena harus menghemat ban juga untuk persiapan race nanti. Saat balapan nanti, saya akan lebih mempersiapkan strategi awal dan akhir lap, juga yang paling penting ialah kerja sama tim,” tutur Faeroz yang baru saja pulang dari Italia mengikuti VR46 Riders Academy Master Camp 6.

“Untuk hari ini, Puji Tuhan saya bisa mendapat hasil terbaik. Strategi balap, saya percaya sama leader team yaitu Koh Leon untuk mengatur strateginya,” timpal Rey.

Sehubungan update informasi terkait aktivitas Yamaha Endurance Festival 2018 Sentul dapat dicek melalui halaman resmi http://www.yamaharacingindonesia.co.id serta event balapan Yamaha kali ini akan disiarkan pula secara langsung melalui channel YouTube (Yamaha Racing Indonesia) dan Facebook (@yamaharacingidn). Adapun pihak sponsor yang terlibat menyukseskan Yamaha Endurance Festival 2018 ialah Yamaha, Yamalube, Idemitsu, Pirelli, Motobatt, BRT Nissin dan Pertamax Turbo.

PERTAJAM WAKTU DI SUPERPOLE-2, GALANG HENDRA RAIH POSISI START KE-9

Hasil sesi kualifikasi Superpole 2 (SP2) balap WorldSupersport 300 di Sirkuit Magny-Cours, Perancis, Sabtu (29 September) menempatkan pembalap binaan Yamaha Racing Indonesia, Galang Hendra berada di posisi ke-9. Jadi rider asal Yogyakarta usia 19 tahun ini akan start dari barisan ketiga.

Sebuah pencapaian yang patut diapresiasi. Galang Hendra membuktikan konsistensinya dengan terus mempertajam catatan waktu tempuh. Dalam babak SP2, Galang Hendra yang mengibarkan bendera tim Yamaha Pata Semakin Di Depan Biblion MotoX Racing menorehkan best time 1 menit 54,963 detik.

Ukiran tersebut mempertajam torehan saat sesi latihan bebas 2 (FP2) yang mencatat 1 menit 55,354 detik. Alhasil, ada peningkatan atau penajaman waktu sebanyak 0,391 detik. Mengacu hasil kualifikasi ini, Galang Hendra yang membesut pacuan Yamaha YZF-R3 merasa optimis karena memang gap atau perbedaan jarak waktu relatif tipis dengan posisi pole position atau grid terdepan.

Potensi untuk merebut podium juara terbuka lebar. Terlebih Galang Hendra memiliki mental juara saat meraih yang terbaik pada putaran WorldSSP Brno, Ceko (10 Juli). Upaya memperbaiki peringkat dalam klasemen akhir WorldSSP300 menjadi fokus utama. Galang Hendra ingin membuktikan prestasinya di tahun pertama ambil bagian dalam WorldSSP300.

“Saya telah menjalani sesi kualifikasi dan mendapatkan posisi ke-9 yang waktunya tidak jauh dari pole position. Sesi latihan bebas kemarin, saya mengalami kendala dan kita dapat memecahkannya. Dalam race nanti, saya akan melakukan yang terbaik. Saya mohon doanya untuk mewujudkan Merah Putih Semakin Di Depan,” tutur Galang Hendra yang saat ini ada di posisi ke-7 dalam klasemen sementara WorldSSP300 dan memiliki target menembus deretan 3 besar klasemen akhir. Race akan dimulai pada pukul 17:40 Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB), Minggu (30 September).

PROGRES TERUS MEMBAIK, GALANG HENDRA MASUK SESI SUPERPOLE 2 SERI MAGNY COURS, PERANCIS

Pembalap kebanggaan tanah air, Galang Hendra Pratama konsisten memberikan kemajuan dalam sesi latihan bebas 1 dan latihan bebas 2 (FP1 dan FP2) dalam seri pamungkas balap dunia World Supersport 300 (WorldSSP300) yang diselenggarakan di Sirkuit Magny-Cours, Perancis, Jumat (28 September).

Penajaman waktu terus dilakukan di trek yang memiliki panjang 4,4 km. Garuda muda Indonesia asal Yogyakarta yang berusia 19 tahun dan membesut pacuan Yamaha YZF-R3 ini sukses memasuki sesi Superpole 2 (SP2). Hal ini dikarenakan Galang Hendra berada di posisi ke-9 dari hasil kombinasi FP1 dan FP2.

Saat di FP2, Galang Hendra ada di urutan ke-7, mencatat waktu 1 menit 55,354 detik. Saat FP1 sebelumnya 1 menit 56,515 detik. Alhasil, ada peningkatan waktu yang signifikan sebesar 1,161 detik.

Tentu saja, semua ini sebagai hasil komunikasi dan evaluasi yang efektif dilakukan Galang Hendra dengan teknisi timnya, Yamaha Pata Semakin Di Depan Biblion MotoX Racing. Berbagai kendala dapat diatasi dan terus menyempurnakan set-up motor sebelum memasuki tahapan Superpole 2 (SP2).

“Alhamdulillah, ada improve yang kita lakukan. Mudah-mudahan dapat merebut pole-position lagi. Dari lay-out sirkuit, saya sangat suka. Saat FP1 ada kendala quick-shifter namun sudah ditemukan solusinya. Di FP1, mendapat posisi 17 karena jalan sendiri untuk menemukan data namun sisi positifnya dapat mencatat 1 menit 56,515 detik. Di FP2, saya jalan di belakang dan cari setting suspensi. Dapat set-upnya di menit-menit terakhir dan bisa memangkas waktu dari FP1 1,161 detik,” terang Galang Hendra yang memasang target dapat menembus klasemen akhir 3 besar. Saat ini Galang Hendra ada di posisi ke-7 klasemen sementara, memiliki selisih 20 poin dengan urutan ke-3.
Adapun sesi Superpole 2 (SP2) sebagai penentuan starting grid atau posisi start akan dilaksanakan pada Sabtu Siang ini (29 September) pukul 11:55 waktu Perancis atau sekitar jam 16:55 Waktu Indonesia Bagian Barat (WIB).

Ayo dukung terus Galang Hendra di pentas balap internasional untuk mewujudkan Merah Putih Semakin di Depan.

ANTUSIAS PARA RIDER DALAM EDUKASI DAN SIMULASI START LE-MANS STYLE DI YAMAHA ENDURANCE FESTIVAL

Sebanyak 52 tim atau 104 pembalap akan terlibat dalam balap ketahanan Yamaha Endurance Festival 2018 yang dihelat di Sirkuit Sentul, Bogor, akhir pekan ini (29-30 September). Mereka bertarung dalam 3 kelas yang disajikan, yaitu Open Class 250 cc, kemudian Community 250 cc dan Community 150 cc.

Terbagi dalam perjalanan waktu lap selama 1 dan 2 jam. Tentu saja, hajatan ini merupakan apresiasi pabrikan PT Yamaha Indonesia Motor Manufaturing (YIMM) kepada rekan-rekan komunitas dan pembalap profesional. Mereka diajak untuk menikmati sensasi balap ketahanan yang selama ini belum pernah dirasakan.

“Terima kasih kepada rider profesional dan komunitas yang sudah berpartisipasi mengikuti balapan Yamaha Endurance Festival. Ini pertama kalinya pabrikan sepeda motor menyelenggarakan balap ketahanan 1 jam dan 2 jam. Yang paling menarik saat mulai start dengan “Le-Mans Style” pertama di Indonesia. Saya harap balapan pertama ini bisa sukses dan tahun berikutnya bisa terselenggara kembali,” terang Minoru Morimoto selaku President Director PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).
Sebelum melakukan latihan bebas dan sesi kualifikasi pada Sabtu (29 September), terlebih dilakukan edukasi pada Jumat (28 September). Tentu saja, menyangkut informasi yang berhubungan dengan balap endurance. Hal demikian sangat penting karena memang ini kompetisi yang pertama diselenggarakan di Indonesia.

Adapun berbagai hal yang dikomunikasikan dalam edukasi ialah tata-cara start yang menggunakan “Le-Mans Style” dimana para peserta berlari menyeberang lintasan untuk menuju motor. Posisi motor disesuaikan dengan grid masing-masing berdasarkan kualifikasi. Disamping itu juga, diberikan penjelasan sehubungan pengisian bahan bakar (refueling) dan tata cara pergantian rider.

Agar edukasi ini berjalin efektif dan optimal, maka dilakukan langsung simulasi. Alhasil, para peserta dapat langsung melihat dan mempraktekkannya di trek. Proses tanya-jawab juga dilakukan agar para starter semakin mengerti. So, upaya edukasi ini begitu penting sebelum mereka melakukan balapan pada hari Minggu nanti (30 September).

Sambutan positif diberikan rekan-rekan komunitas dan pembalap profesional. Mereka sangat antusias dan tidak sabar lagi untuk merasakan balap endurance yang perdana ini.
“Endurance Festival sebagai salah satu gebrakan dari Yamaha yang sangat positif bagi teman-teman komunitas, dan juga memberikan warna baru dalam dunia balap Indonesia. Sebagai ajang perdana, pastilah ada kekurangan di sana sini, tetapi kami yakin di kemudian hari kekurangan tersebut akan di perbaiki. Alhamdulillah, persiapannya sudah cukup maksimal,” ucap Muhammad Rijjal Alfikr, akrab disapa Gomes selaku Ketua komunitas ROCK (R25 Community on Kaskus).

“Ini pengalaman baru di balapan yang diadakan Yamaha Indonesia. Balapan kali ini tidak hanya menjadi yang tercepat dengan total jumlah lap, namun bagaimana caranya kita untuk mengontrol emosi, memanage ban dan bekerjasama dengan pasangan rider. Race kali ini saya akan duet dengan Janoear Deden,” tukas Gupita Kresna yang bersaing di kategori Open Class 250 cc dan mengibarkan bendera tim Yamaha Oryza partner dengan Rusman Fadhil.

Update informasi terkait aktivitas Yamaha Endurance Festival dapat di cek melalui halaman resmi http://www.yamaha-motor.co.id dan http://www.yamaharacingindonesia.co.id serta event balapan Yamaha kali ini akan disiarkan pula secara langsung melalui channel YouTube (Yamaha Racing Indonesia) dan Facebook (@yamaharacingidn). Adapun pihak sponsor yang terlibat menyukseskan Yamaha Endurance Festival 2018 ialah Yamaha, Yamalube, Idemitsu, Pirelli, Motobatt, BRT Nissin dan Pertamax Turbo.

YAMAHA BERIKAN BRIEFING KHUSUS DAN LATIHAN TAMBAHAN BAGI PESERTA BALAP KETAHANAN

Hari pertama perhelatan Yamaha Endurance Festival berisikan beberapa agenda penting dalam memperkenalkan balap ketahanan. Agenda ini sengaja dibuat Yamaha dengan tujuan memperkenalkan secara langsung kepada para pembalap, maklum saja ini merupakan balap ketahanan pertama dan menjadi sejarah baru di Indonesia.

Rider Briefing adalah agenda pertama, dimana agenda ini membahas prosedur balap dan peraturan-peraturan yang belum ditemukan di balapan pada umumnya. Perkenalan sistem balap ini bukan hanya untuk pembalap baru dan komunitas saja, tapi semua pembalap pro juga masih banyak yang baru pertama kali mengikuti balap ketahanan ini. Hanya beberapa pro yang sudah pernah ikut balapan ketahanan seperti Suzuka 4 Hours.

Pada Yamaha Endurance Festival ini memakai sistem Start seperti balap ketahanan di Le-Mans, Perancis dengan Pembalap berlari menghampiri motor untuk melakukan Start. Kondisi motor saat Start pun sempat didiskusikan antara kondisi mesin nyala atau mati. Dan hasil diskusi serta faktor keamanan akhirnya disepakati mesin motor dalam kondisi Engine Off atau mati.

Pada hari ini pun Yamaha memberikan Suplementary Practice dimana melakukan simulasi kondisi Start dan Pit In untuk melakukan pergantian antar Rider. Antusias para Rider sangat tinggi dan sangat serius untuk mengasah kemampuan pada sistem balap ketahanan yang belum pernah ditemuin di ajang balap pada umumnya.

Sebagai ajang balap ketahanan pertama di Indonesia, Yamaha dengan serius membekali para peserta untuk hasil yang maksimal terutama bagi keamanan Rider. Presiden Yamaha Indonesia, Mr. Morimoto, secara langsung menghimbau untuk mengutamakan keselamatan di ajang balap ini. Morimoto sendiri ada rencana untuk bergabung mengikuti di kelas 150 cc. Apakah benar Mr. Morimoto akan turun di Yamaha Endurance Festival ini? Kita tunggu saja besok.

LEPAS JEDA BALAP, GERRY SALIM & DIMAS EKKY IKUTI LOMBA LARI DI BARCELONA

Astra Honda Racing Team ikut ‘La Cursa de la Mercè’, lomba lari sejauh 10 km di Barcelona, bersama lebih dari 14.000 peserta lainnya.

Saat jeda musim panas FIM CEV selama dua bulan, Gerry Salim dan Dimas Ekky kembali turun balapan, dua pekan lalu. Namun, kali ini bukan balapan di atas motor. Kembali ke Spanyol dari Indonesia, keduanya ikut ‘La Cursa de la Mercè’, lomba lari di mana lebih dari 14.000 peserta melintasi kota Barcelona, yang sudah menjadi tradisi selama 40 tahun lebih.

Di video yang terlampir, bisa dilihat bagaimana aksi dua pebalap Indonesia yang tinggal di Spanyol selama musim balapan berlangsung, kecuali saat liburan musim panas, menjalani pengalaman baru mereka.

JAKARTA CUSTOM CULTURE 2018 AKAN HADIRKAN DUNIA KUSTOM LEBIH LAGI

Jakarta, 26 September 2018 – Satu bulan jelang dihelatnya Jakarta Custom Culture (JCC) 2018, Punakawan Digital Media selaku penyelenggara JCC 2018 meramu komposisi acara menarik yang akan memanjakan para pengunjung. Berbeda dengan dua edisi sebelumnya, Project Manager JCC 2018 Andry Adrian menegaskan bahwa di tahun ini, karya kustom yang ditampilkan bukan hanya seputar modifikasi mobil dan motor saja.

“Di JCC 2018, kita berusaha mengangkat custom lifestyle dari berbagai elemen agar budaya dan para pelaku kustom di Indonesia bisa dikembangkan secara nasional maupun internasional. Selain modifikasi
mobil, kita juga menampilkan fashion, hobi, dan furniture kustom. Porsinya, otomotif 60 persen dan sisanya untuk lifestyle,” ujar pria yang akrab disapa Andry ‘Black’ itu di Balai Sarwono Joglo, Kemang, Jakarta Selatan.

Mengusung tema “Drive Ride and Rock n’ Roll”, JCC 2018 kini hadir dengan jumlah partisipan yang lebih banyak karena melibatkan 190 booth yang menempati area Gambir Expo Kemayoran, Jakarta Pusat. Selama dua hari penyelenggaraannya, Andri juga menargetkan 15 ribu pengunjung dengan total transaksi on the spot sebesar Rp. 250 juta.

Terbagi ke dalam lima area, JCC 2018 terbagi ke dalam lima area. Dua area dipakai untuk mobil dan motor kustom, sedangkan tiga lainnya diisi oleh area musik, F n B, dan lifestyle. Dari dunia custom lifestyle, Indonesian Sub Culture akan mempersembahkan Tattoo War dan Tattoo Gangbang. Selain itu, ada pula Indonesian pomade enthusiast yang akan berbagi tips dan trik seputar gaya rambut dan bisnis barbershop.

Bagi pengunjung yang memperhatikan penampilan, JCC 2018 menghadirkan G-Shock Warrior Indonesia dan 3Foil.ID, komunitas pecinta jam tangan Casio G-Shock dan adidas yang akan memamerkan koleksi mereka. Sedangkan untuk furniture, JCC 2018 punya Custom Craft yang mengangkahasi karya pengrajin lokal Di kategori hobi, JCC 2018 akan menggelar die cast custom contest dan sepeda kustom dari Siku-Siku Bambu yang secara perdana akan memperkenalkan sepeda kustom yang terbuat dari bambu.

Khusus untuk sepeda kustom, Ainur Rofiq selaku founder Siku-Siku Bambu bertekad menjadikan JCC 2018 sebagai ajang untuk menjaring koneksi agar hasil karyanya bisa go internasional. “Dari 3.200 jenis bambu yang ada di dunia, salah satu yang paling bagus ada di Indonesia. Bambu punya potensi besar. Tapi yang sering kita temui bernilai rendah, selalu berakhir dengan meja atau bangku. Padahal jika diolah, bisa menjadi komoditas bernilai tinggi. Setelah saya bawa ke ITB, kualitas serat
bambu hampir sama dengan serat karbon,” ungkap Rofiq

SERI PAMUNGKAS PERANCIS, GALANG HENDRA TARGETKAN TIGA BESAR KLASEMEN

Putaran pamungkas atau final balap dunia World Supersport 300 (WSSP300) akan berlangsung di Sirkuit Magny-Cours, Perancis akhir pekan ini (28-30 September). Ini menjadi pertarungan terakhir untuk memperebutkan juara ataupun upaya memperbaiki klasemen akhir.

Garuda Muda tanah air Galang Hendra Pratama bersama tim Yamaha Pata Semakin Di Depan Biblion MotoX Racing siap tampil all-out untuk meningkatkan posisinya dalam klasemen akhir. Target menembus posisi 3 besar menjadi motivasi petarung asal Yogyakarta berusia 19 tahun ini. Menjadi sebuah kebanggaan tersendiri di tahun pertama penampilannya di balap WorldSSP300.

Galang Hendra merupakan pembalap terbaik diantara semua pengguna Yamaha YZF-R3. Mengacu pada hasil klasemen sementara, Galang Hendra ada di posisi ke-7. Hanya berbeda 20 poin dengan urutan ke-3 (Mika Perez). Tentu saja, semangat pantang menyerah akan dilakukan Galang Hendra yang terdorong untuk meraih podium seperti saat seri Brno, Ceko beberapa waktu lalu (10 Juni). Walaupun tampil perdana di Magny-Cours tentunya Galang punya trik menaklukan sirkuit ini nantinya.

Patut diingat, bahwa musim lalu (2017) walau pertama kali tampil di Jerez Spanyol, Galang Hendra dapat meraih podium juara. Berbagai persiapan sudah dilakukan Galang yang bermukim di Roma Italia. Persiapan fisik dan mental dilakukan selama 2 minggu.
“Liburan selama 2 minggu di Roma, Italia saya sudah cukup relax untuk menghadapi seri terakhir minggu ini. Ini merupakan balapan pertama saya di Magny-Cours, saya harus berdapatasi dengan cepat dan menemukan set-up pada motor. Peluang saya masih terbuka di seri terakhir ini, saya berusaha menambah poin untuk masuk klasemen tiga besar,” terang Galang.

Lintasan Magny-Cours Perancis memiliki panjang 4,411 km dan lintasan lurusnya sepanjang 250 meter. Dengan 17 tikungan, masing-masing 9 tikungan ke kanan dan 8 ke kiri. Adapun jadwal latihan bebas 1 dan 2 (FP1 & FP2) akan berlangsung Jumat (28/9), kemudian Sabtu (29/9) sesi kualifikasi dan Minggunya (30/9) race sekitar pukul 17:40 WIB.

So, dukung terus Galang Hendra Pratama di pentas balap internasional WorldSSP300 untuk mewujudkan Merah Putih Semakin Di Depan.

BENARKAH DESIGN NEW R25 2019 YANG BEREDAR SUDAH PATENT? LIHAT PENJELASANNYA DISINI

Kemarin beredar gambar yang diklaim sebagai DESIGN PATENT R25 2019. Gambar hitam putih tersebut diyakini sebagai bentuk R25 yang akan keluar beberapa bulan lagi. Seberapa yakinnya sang pembuat gambar meyakini gambar tersebut? Dan seberapa yakinnya anda dengan gambar tersebut? Yuk kita pelajari bersama-sama.

This slideshow requires JavaScript.

Apakah ada yang janggal dari gambar diatas? Mari kita simak baik-baik.

Detail kesalahan klaim paten Design New R25 2019

Dari gambar di atas sudah sangat jelas kesalahan fatal dalam memodifikasi foto dari R25 lama yang coba ditambahkan item-item terbaru yang akan dirilis pada New R25 2019. Gambar di atas adalah R25 lama yang dijadikan Black & White atau dibuat menjadi Bitmap BW dan dimodifikasi dengan penambahan USD All New R15 yang berwarna hitam. Gambar sengaja diturunkan resolusinya supaya kekasaran editing tidak terlihat, contohnya pada penempelan Firing.

Beberapa kesalahannya adalah:

  1. Warna Upside Down tidak dijadikan Black & White
  2. Penggunaan Caliper rem tipe Radial 4-pot seperti pada Spy Shots tidak ditanamkan, masih Caliper R25 saat ini
  3. Knalpot R25 saat ini
  4. Jok atau bangku penumpang R25 saat ini
  5. Tail Light R25 saat ini
  6. Undertail R25 saat ini

Bisa dipastikan bahwa gambar tersebut bukan Design Patent New R25 2019. Dan jika dibilang prediksi pun sangat jauh, bahkan klaim sebagai Design Patent bisa dibilang HOAX atau pembohongan publik. Bagaimana menurut anda?

Jika masih penasaran, silahkan anda amati gambar R25 saat ini dan All New R15 berikut. Atau coba anda Googling gambar-gambar R25 lain termasuk Spy Shots-nyadan R15 lain untuk bahan evaluasi. Karena benar atau tidak adalah keputusan anda sendiri.

Yamaha YZF-R25 tahun 2015
Render prediksi New R25 2019
Alln New Yamaha R15 2017