MAXI YAMAHA DAN SPORT EXPO SEMAKIN DISUKAI MASYARAKAT

Ajang eksebisi MAXI Yamaha & Sport Expo yang digelar di 16 kota besar sejak April hingga November 2018 menjadi pusat perhatian masyarakat. Di bulan Juli ini telah digelar pula di Bandung, Semarang, Bogor, Yogyakarta.

Pameran line up motor MAXI Yamaha dan sport Yamaha itu menyedot banyak pengunjung dan mendulang hasil positif. Skutik teranyar Lexi bahkan berhasil menjadi produk terlaris di event tersebut pada periode bulan Juli yang baru saja selesai dilaksanakan.

Event MAXI Yamaha & Sport Expo menghadirkan deretan motor MAXI Yamaha series, MT series, Vixion series, R Series. Para pengunjung juga disuguhi keseruan aktivitas Lexi. Mereka dapat makin mengenal Lexi melalui bedah Lexi, demo irit dan test ride, serta seremonial perkenalan lagi skutik berteknologi Blue Core dan VVA (Variable Valve Actuation) itu. Selain menyasar kaum pria, Lexi juga disukai kaum wanita yang aktif berpatisipasi dalam lady competition di event MAXI Yamaha & Sport Expo. Lady competition melombakan foto peserta wanita bersama Lexi di atas panggung acara.

Yamaha adalah pionir skutik MAXI di Indonesia dengan meluncurnya Nmax di tahun 2015. Kategori itu lantas menjadi tren di pasar Tanah Air dan makin merebak luas dengan hadirnya Tmax, Aerox 155, Xmax, Lexi. Selain konsumennya yang bertambah banyak, komunitasnya pun kian aktif dalam berbagai aktivitas menunjukkan kecintaan mereka pada skutik MAXI Yamaha.

Sementara itu, deretan motor sport Yamaha juga menarik perhatian pengunjung MAXI Yamaha & Sport Expo. Salah satunya All New R15 warna dan grafis baru yang diluncurkan di April 2018. Tiga warna baru itu adalah Racing Yellow, Racing Blue, Racing Black. Suspensi depan Upside Down juga terlihat berbeda dengan warna baru emas selaras dengan R1 dan R6 terbaru sehingga terlihat lebih premium, sporty dan moge look.

Event MAXI Yamaha & Sport Expo makin diminati karena tersedianya special promo dan program sales dealer serta yang jadi incaran yakni memorabilia bertandatangan asli pembalap Yamaha MotoGP, Valentino Rossi dan Maverick Vinales. Berbagai aktivitas entertainment turut disuguhkan membuat pengunjung makin betah.

Tunggu kemeriahan MAXI Yamaha & Sport Expo di kota Anda di bulan Agustus 2018 : Jakarta (7-12 Agustus), Tangerang (13-19 Agustus), Karawang (27 Agustus-2 September), Pontianak (30 Agustus-2 September).

SEMPAT KE POSISI DEPAN, GALANG HENDRA GAGAL FINISH DI RACE KEDUA CIV ITALIA

Pembalap muda potensial kebanggaan tanah air, Galang Hendra Pratama mengalami crash atau insiden di race 2 pada balapan Campionato Italiano Velocita (CIV) kelas SuperSport 300 (SS300) di Sirkuit Misano, Italia, Minggu (29 Juli 2018) hingga tidak dapat melanjutkan lomba.

Sehubungan jalannya race yang wajib melahap 10 lap, pada lap pertama Garuda Muda berusia 19 tahun ini berada di posisi ke-2. Namun bendera merah (red-flag) dikibarkan dimana terjadi crash dalam group 3. Bahkan setelah re-start, Galang Hendra yang berasal dari Yogyakarta juga berada di urutan ke-2 setelah mengambil dua lawannya pada lap ke-4. Persaingan dalam kelas SS300 memang begitu ketat yang diikuti oleh 42 rider yang berasal dari berbagai negara.

Kemudian di lap ke-6, Galang Hendra berada di urutan ke-6, termasuk melorot di posisi ke-7 saat lap ke-7. Tidak pantang menyerah, di lap ke-8 dan ke-9 masuk di urutan ke-5. Sayangnya, pada final lap atau lap akhir salah satu rider mengenai ban belakang Galang, hingga crash dan pada akhirnya tidak dapat menyelesaikan sampai finish.
Padahal Galang Hendra sudah berada dalam racing-line yang tepat dan berusaha merebut peringkat 3 besar. Namun itulah dunia balap yang notabene dapat terjadi berbagai hal di luar perkiraan kita. Terpenting, tetap semangat menatap event kedepan dan terus berprestasi lebih baik dan lebih baik lagi.

“Terimakasih untuk tim dan semua yang sudah mendukung saya. Pada race ke-2 persaingan cukup ketat, sayangnya pada lap akhir ketika sedang mencoba untuk masuk ke posisi 3 besar salah satu rider mengenai ban belakang saya sehingga saya crash. Kondisi saat ini saya baik-baik saja. Semoga di event selanjutnya saya bisa memberikan hasil yang lebih baik,” tutur Galang Hendra yang mengikuti kompetisi ini untuk menambah jam terbangnya dan persiapan set-up terbaik untuk seri balap dunia WorldSSP300 di Portimao, Portugal (16 September 2018).

Sebelumnya, saat di race awal (1), Galang Hendra finish di posisi ke-4 dan sempat berada di deretan ke-2 pada lap terkahir. Galang Hendra memang sedang berupaya menambah pengalamannya dalam berbagai gelaran balap. Target meraih klasemen 3 besar dalam WorldSSP300 di Portugal menjadi target Garuda Muda ini.

Kita doakan saja semoga Galang Hendra dapat kembali mewujudkan Merah Putih Semakin Di Depan. Dimana saat ini berada di urutan ke-6 klasemen sementara WorldSSP300 dan dapat kembali mengulang podium seperti putaran WorldSSP300 Brno, Ceko.

#YamahaRacingIndonesia
#UntukMerahPutihSemakinDiDepan
#ELFCIV18
#SuperSport300
Foto oleh: MotoX Racing Team

YAMAHA JUARA SUZUKA 8 HOURS EMPAT KALI BERTURUT-TURUT

Balap seri ketahanan paling wahid telah menentukan jawaranya. Bertempat di sirkuit Suzuka Jepang, kejuaraan Endurance Race selama delapan jam ini telah dikuasai oleh Yamaha pada tahun ini. Dan kemenangan ini adalah kemenangan keempat Yamaha secara berturut-turut.

Team Yamaha Factory Racing tahun ini di tunggangi oleh tiga Rider yaitu: Michael van der Mark, Katsuyuki Nakasuga dan Alex Lowes. Team ini berhasil menyelesaikan Endurance dengan selisih Gap 30.974 detik dari Rival terdekatnya. Hasil ini membuat rekor Yamaha tidak terkalahkan sejak tahun 2015.

Kejuaraan ini tidak hanya sekedar membutuhkan stamina melimpah, namun kerjasama Team yang sangat kuat. Dimana pada balap ini pengisian bahan bakar dan penggantian ban dilakukan ditengah jalannya balapan, layaknya balap Formula 1.

TOP 10 SUZUKA 8 HOURS CLASSIFIED
Pos. No. Driver Team Gap
1 21 Michael van der Mark Yamaha Factory Racing
Katsuyuki Nakasuga
Alex Lowes
2 33 Takaaki Nakagami Red Bull Honda 30.974s
Takumi Takahashi
PJ Jacobsen
3 11 Jonathan Rea Kawasaki Team Green 1 lap
Leon Haslam
Kazuma Watanabe
4 95 Kazuki Watanabe S-Pulse Dream Honda 3 lap
Tommy Bridewell
Hideyuki Ogata
5 5 Josh Hook F.C.C. TSR Honda 3 lap
Freddy Foray
Alan Techer
6 94 David Checa GMT94 Yamaha 3 lap
Niccolo Canepa
Mike Di Meglio
7 22 Muhammad Zaghwan Zaidi Honda Asia Dream 4 lap
Troy Herfoss
Andi Farid Izdihar
8 19 Ryuichi Kiyonari Moriwaki Honda 4 lap
Yuki Takahashi
Ratthapark Wilairot
9 111 Erwan Nigon Honda Endurance Racing 5 lap
Sebastien Gimbert
Yonny Hernandez
10 12 Takuya Tsuda Yoshimura Suzuki 5 lap
Sylvain Guintoli
Bradley Ray

RACE 1 CIV ITALIA, GALANG SUKSES FINISH DI POSISI KEEMPAT

Tampil perdana sebagai wild-card di balap bergengsi Campionato Italiano Velocita (CIV) di Sirkuit Misano Italia (28 Juli 2018), Galang Hendra sukses finish ke-4 dalam race pertama kelas SuperSport 300 (SS300). Racer asal Yogyakarta berusia 19 tahun ini start dari grid ke-5 atau baris kedua dengan catatan waktu 1 menit 50,621 detik.

Selepas start, Garuda Muda Indonesia yang berada di urutan ke-6 ini tidak pantang menyerah. Terus berjuang mengejar dan menekan lawan hingga dapat berada di posisi ke-5. Pada lap ke-4, bendera merah (redflag) dikibarkan karena terjadi sebuah insiden hingga harus dilakukan start-ulang (restart).

Dalam perjalanan race selanjutnya, Galang Hendra berada di posisi top group dan cukup lama berjuang di posisi ke-4. Sebetulnya di lap terakhir, Galang Hendra yang membesut pacuan Yamaha YZF-R3 sempat berada di deretan ke-2 dalam beberapa tikungan. Namun karena pertarungan yang sangat ketat, pada akhirnya harus puas finish ke-4.
Hanya berbeda 0,858 detik dari Luca Bernardi (Team Trasimeno) yang finish terdepan. Tentu saja, hal demikian sebagai pencapaian yang luar biasa. Proses adaptasi petarung tim MotoX Racing ini berlangsung cepat. Terlebih kompetisi SS300 diramaikan 42 starter yang berasal dari berbagai negara.

“Saya telah menyelesaikan race pertama dengan sempurna. Walaupun saya finish ke-4, saya tetap bersemangat. Saya bekerjasama dengan tim untuk mencari solusi terbaik dalam menghadapai race ke-2 besok. Untuk race kedua, saya mohon doa dan dukungannya hingga dapat menembus 3 besar,” terang Galang Hendra yang ada di posisi ke-6 dalam klasemen sementara WorldSSP300. Kita doakan, semoga Galang Hendra dapat kembali mewujudkan Merah Putih Semakin Di Depan di race ke-2 nanti (29 Juli 2018), pada pukul 12:35 waktu Italia atau 17:35 WIB.
Photo by : MotoX Racing Team

SERUNYA TOURING ZAMAN NOW, BIKIN ADDICTED…

Bagi pecinta sepeda motor, touring adalah salah satu kegiatan yang disukai dan jadi hobi bahkan bikin ketagihan. Skutik MAXI Yamaha “zaman now” yaitu Lexi jadi pilihan favorit buat touring yang sudah dipakai dalam beberapa kegiatan di bulan Juli 2018 ini oleh komunitas dan konsumen Yamaha di event MAXI Yamaha Tour de Indonesia dan puncak MAXI Yamaha Day di area Candi Borobudur.

Mereka yang telah merasakan pengalaman touring dengan Lexi mengakui manfaat dari fitur-fitur dan teknologi modern. Kenyamanan dirasakan betul karena jok yang lebih panjang, ruang kaki yang lega, ban lebar dan tubeless, suspensi tabung (hanya ada di Lexi S). Bodi ramping dan handle bar MAXI Yamaha membuat handling terasa nyaman. Electric power socket (colokan charger handphone) sangat membantu mengisi daya handphone saat perjalanan jauh. Lampu depan LED Lexi pun membantu saat touring melewati gelapnya malam. Lampu hazard juga berguna agar pengendara berhati-hati, memberikan tanda dalam kondisi darurat.

Salah seorang konsumen pengguna Lexi S, Ignasius Panggayuh, menikmati betul perjalannnya bersama skutik berteknologi Blue Core dan VVA (Variable Valve Actuation) itu dari Semarang ke acara MAXI Yamaha Day di area Candi Borobudur. ”Riding-nya enak rasanya ringan dan nyaman. Sebelumnya saya sudah pernah pakai Lexi ke daerah Gunung Merbabu. Saya memang suka touring. Dulu pernah ke Samarinda, Balikpapan, Lampung,” papar Ignasius.

Sementara itu, salah satu pengguna MAXI Yamaha yang berkesempatan mengikuti MAXI Tour de Indonesia adalah Setyo Dwi Wahyu. Anggota komunitas Pasuruan Max Owners itu menjalani rute dari Surabaya menuju area Candi Borobudur selama tiga hari. Setyo menggunakan Lexi S dalam perjalanan itu. ”Rasanya nyaman pakai Lexi di touring itu. Mumpuni buat jarak jauh, irit, di jalan berkelok-kelok handling nyaman, power enak. Dengan Lexi S di jalan tidak rata terasa nyaman karena suspensi tabungnya,” papar Setyo. Dia menambahkan, dalam perjalanan malam hari dia merasakan manfaat lampu depan LED Lexi. ”Dari Pacitan ke Muntilan kan sudah gelap dan kurang penerangan lampu jalan. Dengan LED jadi bantu penerangan,” tambahnya.

GALANG HENDRA SIAP BERKOMPETISI DI AJANG CIV ITALIA KELAS SUPERSPORT 300

Garuda Muda tanah air, Galang Hendra Pratama terus berupaya menambah jam terbangnya untuk memperoleh pengalaman bertanding. Intensitas kompetisi sangat penting dijaga untuk lebih mematangkan skill ataupun emosi.
Akhir pekan ini (28-29 Juli), pembalap Yamaha Indonesia tersebut akan berkompetisi dalam seri ke-4 gelaran CIV (Campianato Italiano Velocita) di trek Misano World Circuit Simoncelli, Italia yang notabene memiliki panjang 4,2 km dengan menu 16 tikungan. Tepatnya pada kelas SuperSport 300 (SS300) bersama tim Yamaha Pata Semakin di Depan Biblion Motoxracing yang selama ini mengawal racer asal Yogyakarta usia 19 tahun tersebut di balap dunia WorldSSP300.

Patut dipahami, selain menggelar kategori SS300, CIV juga menghadirkan kelas Moto3, SS600, SBK, Yamaha R1 Cup, National Trophy 600 & National Trophy 1000. Untuk kelas SS300 sendiri terdaftar 50 starter yang membesut pacuan Yamaha, KTM, Kawasaki dan Honda. Para peserta bertarung dalam sajian 2 race, masing-masing pada hari Sabtu dan Minggu waktu Italia.

Galang Hendra Pratama Siap Berkompetisi CIV Italia (SS300) di Misano

“Tujuan dari mengikuti balap CIV Italia ini adalah untuk mencari experience balapan disini. Juga bersama tim mencari set-up motor YZF-R3 untuk persiapan 2 seri lagi WorldSSP300. Saya ingin masuk 3 besar dalam klasemen WorldSSP300 nanti,” terang Galang Hendra Pratama yang saat ini ada di posisi ke-6 dalam klasemen sementara WorldSSp300. Hanya berbeda 6 poin dengan urutan ke-3nya (Borja Sanchez).

Kita doakan, semoga Galang Hendra dapat kembali mewujudkan Merah Putih Semakin Di Depan seperti yang pernah ia lakukan saat meraih podium juara WorldSSP300 Brno, Ceko lalu (10 Juni).

SUZUKI AKAN LUNCURKAN BANDIT 150 DI GIIAS

Setelah viralnya Spyshot Suzuki Bandit 150 beberapa waktu lalu ditambah beredarnya Gambar Render dari Suzuki Bandit. Suzuki Indonesia juga dengan secara tersirat membuka bocoran terkait kelahiran Suzuki Bandit 150 di Indonesia pada sebuah pameran di bulan Agustus besok.

Secara tidak langsung pernyataan tersebut menunjuk kepada GIIAS yang akan berlansung tanggal 02-12 Agustus besok. Dan pada daftar peserta pameran yang ditamplikan oleh pihak GIIAS salah satunya adalah Suzuki.

Suzuki secara resmi sudah menjadi bagian dari pengisi pameran GIIAS

Kemunculan Suzuki Bandit 150 ini memang sangat ditunggu oleh pecinta Suzuki. Pasalnya, Bandit merupakan salah satu seri yang melegenda dari Suzuki, dan telah lahir sejak tahun 1989. Mesin Bandit sendiri memiliki Plaform di Mid-Range Torsi yang sangat sesuai dengan modelnya yang merupakan Sport Tourer.

Bandit juga sangat disukai oleh pecinta Freestyle, motor ini salah satu yang paling populer di dunia Freestyle. Makanya saat ini pun banyak yang menunggu-nunggu tentang spesifikasi mesin Bandit. Apakah akan menggunakan mesin yang benar-benar baru? Atau masih menggunakan mesin Satria 150 FI?

Spyshot Suzuki Bandit 150

 

YAMAHA INDONESIA SIAPKAN WR 150F UNTUK BERSAING DI PASAR MOTOCROSS?

Kabar semakin keras berhembus mengenai isu bahwa Yamaha akan bersaing di pasar Motocross. Kabar tersebut menyebutkan bahwa Yamaha Indonesia akan meluncurkan WR 150 untuk bersaing dengan KLX 150 & CRF 150. Isu pun menyebutkan model terbaru Yamaha ini akan diperkenalkan di akhir tahun ini. Apa yang mendasari isu tersebut?

Wajar jika Yamaha akan mengeluarkan model tersebut, pasalnya, pasar Motocross semakin tinggi di Indonesia ini. Dan baru-baru ini Yamaha Indonesia mendukung pembalap MXGP khusus di seri GP Indonesia, sekaligus memperkenalkan Romain Febvre dan Jeremy Van Horebeek ke komunitas Yamaha. Ini merupakan gaung awal mendekatkan model Cross kepada komunitas yang akan memberikan efek domino positif pada pengenalan produk nanti.

Kira-kira dasar apalagi yang membuat Yamaha akan menjual tipe Cross? Anjloknya penjualan Byson FI membuat Yamaha Indonesia harus membangun sebuah terobosan baru. Bahkan mesin Byson adalah Platform mesin WR 150F nanti. Benarkah? Sudah pasti. Byson FI merupakan mesin dengan Torsi melimpah, bahkan Torsinya lebih besar di banding para kompetitornya, yaitu sebesar 12.98 NM pada RPM 6000. Sungguh modal yang luar biasa, bahkan saat lahir nanti saya yakin Torsi yang di miliki WR 150F sebesar 13.5 NM @ 6000 RPM.

Soal rangka jangan ditanya lagi, Yamaha tinggal Copy Paste Rangka punya WR 125F untuk diproduksi Lokal. Dan akan menggunakan Alumunium Swing Arm yang sangat identik dengan Teknologi Semakin Di Depan. Dan untuk suspensi, akan menggunakan Upside Down All New R15 yang panjang Stroke nya akan ditambah. Gambar di atas adalah sebuah prediksi bentuk nyata Yamaha WR 150F. Percaya gag percaya, ditunggu aja ya brow….