FREE PRACTICE THAILAND, WAHYU AJI CETAK REKOR BARU, RICHARD TAROREH & FAEROZI BERHASIL PERTAJAM WAKTU

Menjelang pelaksanaan seri pertama Asia Road Racing Championhsip 2018 (ARRC 2018) di Sirkuit Buriram, Thailand (3-4 Maret), maka dilakukan pre-season test di lintasan yang sama (27-28 Februari). Demikian sebagai langkah rider ataupun tim untuk beradaptasi dengan motornya ataupun menguji coba langkah riset yang dilakukan.

Adapun hasil ujicoba hari Selasa (27 Februari), pembalap Yamaha Racing Indonesia (YRI), Wahyu Aji Trilaksana menjadi yang tercepat dalam beberapa sesi. Bahkan petarung asal Banyumas, Jateng yang membesut Yamaha MX King 150 ini mencetak rekor baru. Yaitu dengan catatan 2 menit 02,357 detik, diukir pada sesi free-practice ke-2.

“Hari pertama pengujian memberi hasil yang baik bagi saya, karena saya mendapatkan rekor lap baru dari tahun lalu, saya mendapatkan hal baru saat ini dengan penggunaan ban anyar,“ tutur Wahyu Aji, runner-up UB 150 (ARRC 2017). Tidak kalah penting, tim satelit Yamaha SND Factory dengan rider Gupita Kresna juga mampu mengukir torehan 2 menit 02, 897 detik pada sesi free-practice ke-3.

Perlu dipahami, bahwa untuk kategori UB150 memang dilakukan pengetesan ban terbaru tipe kering dengan kompon yang lembut dan medium. “Dengan adanya ban terbaru, maka pembalap merasakan feeling yang berbeda dan lebih baik hingga Wahyu Aji dapat memecahkan rekor lap tahun lalu,“ terang Wahyu Rusmayadi, Manajer tim Yamaha Racing Indonesia (YRI).

Pada bagian lain, yaitu kelas Asia Production 250 (AP250), dua racer Yamaha Racing Indonesia (YRI) terus memberikan progres atau kemajuan. Catatan waktu Richard Taroreh dan M Faerozi semakin meningkat setelah dilakukan set-up suspensi dan body sesuai masukan yang mereka berikan. Evaluasi dan diskusi terus dilakukan untuk mencari perfoma terbaik Yamaha YZF-R25.

Richard Taroreh terbukti menajamkan best-timenya dari latihan bebas 1 (FP1) pada torehan waktu 1 menit 57,043, terus dipersingkat menjadi 1 menit 55,346 detik dan 1 menit 55,307 detik. Alhasil, ditingkatkan hingga lebih cepat 2 detik dan berada di deretan ke-7 dan ke-8.

“Saya senang dengan hasil latihan hari ini. FP1 penyesuaian set-up body dengan data saat wild-card ARRC 2017. Feeling motor lebih nyaman di FP2 terutama dalam riding-style. FP3, harapannya lebih baik, namun ada sedikit perubahan mapping dan set-up suspensi kurang sesuai. Kita akan kembalikan ke data sebelumnya untuk dicoba free-practice besok,“ ujar Richard Taroreh yang juga juara nasional Kejurnas Sport 150 cc (IRS 2017).
Termasuk pula yang dilakukan potensi muda M Faerozi dari awalnya 1 menit 57,658 menjadi lebih tajam di angka 1 menit 56,713 detik dan 1 menit 55,597 detik. Ingat, bahwa ini penampilan pertama M Faerozi di lintasan sepanjang 5,4 km tersebut. “Secara bertahap, saya pelajari irama sirkuit dan set-up body agar semakin nyaman. FP1 saya lebih fokus untuk mencari racing-line, kemudian FP2 dan FP3 set-up suspensi agar dapat lebih cepat masuk dan keluar tikungan. Besok saya akan mencoba menu baru sesuai hasil hari ini,“ ucap M Faerozi.

Tentu saja, masih terbuka potensi rider untuk mempertajam waktunya dalam tes Buriram ini. Proses komunikasi dengan teknisi akan memberikan hasil yang lebih baik. “Jadi di hari pertama ini, kami memberikan kesempatan kepada masing-masing pembalap untuk lebih mengenal motor dan perubahan motor dengan set-up berbeda. Kami yakin dengan melihat data dan fakta di hari pertama, maka perlahan-lahan kita dapat meningkatkan kecepatan untuk sesi selanjutnya,” tambah Wahyu Rusmayadi.

DUA RIDER BARU DAN RIDER SENIOR YAMAHA INDONESIA SIAP TUNJUKKAN PRESTASI DI ARRC 2018

Seri pertama gelaran Asia Road Racing Championship 2018 (ARRC 2018) siap dilaksanakan di Sirkuit Buriram, Thailand (2-4 Maret). Sebelumnya juga akan diakukan tes pramusim di lintasan yang sama. Musim ARRC 2018 ini, tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang bertarung di kelas Asia Production 250 (AP250) dengan motor Yamaha YZF-R25 dan dua pembalap anyar, yaitu Richard Taroreh dan M Faerozi. Sementara UB150 kembali diperkuat oleh Wahyu Aji Trilaksana dengan motor Yamaha MX King 150.

Sehubungan Richard Taroreh yang notabene berasal dari Sulawesi Utara, maka ARRC 2018 Thailand akan menjadi penampilan kedua kalinya di trek Buriram sepanjang 4.554 km, karena akhir 2017 (2-3 Desember) ikut berkompetisi sebagai wild-card. Saat itu, juara nasional Kejurnas Sport 150 cc (IRS 2017) tersebut dapat menembus posisi 10 besar. Prestasi yang patut diapresiasi. Bahkan Richard sempat juga bertarung di deretan ke-6. Termasuk mampu mengukir catatan waktu 1 menit 54 detik. Sedang untuk M Faerozi, tentu saja seri pertama ARRC 2018 Thailand akan menjadi debut. Penampilan pertama potensi binaan Yamaha Indonesia yang masih berusia 15 tahun. Patut dicatat, tahun lalu M Faerozi masih berstatus Pemula A.

Dalam konteks ini, pabrikan Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) berupaya konsisten melakukan pembinaan lebih dini agar proses tahapan kedepan lebih terbuka. Seperti juga yang dibuktikan Galang Hendra saat bersaing di ARRC 2015 dalam usia jelang 16 tahun. Tentu saja, proses pembelajaran, adaptasi dan evaluasi akan dijalani M Faerozi. Terpenting ada upaya yang konsisten untuk mempertajam catatan waktu talenta muda asal Jatim ini.

Pada bagian lain, di kelas Underbone 150 (UB150) menjadi hal signifikan bagi pembalap Yamaha Racing Indonesia (YRI) lainnya, Wahyu Aji Trilaksana untuk mengawali perjalanannya dengan pundi poin yang optimal. Ini penting untuk modal dalam klasemen sementara. Terlebih, racer asal Banyumas, Jateng yang membesut Yamaha MX King 150 ini memiliki tradisi podium juara. Catatan penting, bahwa dalam final ARRC 2017 Buriram Thailand, Wahyu Aji dapat memborong podium juara dan runner-up dalam dua race yang tersaji hingga meraih poin terbanyak. Target juara umum UB150 ARRC 2018 menjadi hal yang realistis bagi Wahyu Aji. Terlebih tahun lalu (ARRC 2017) sukses merebut posisi akhir runner-up UB150. Bahkan jika tidak mengalami kendala teknis ataupun sempat terjatuh, maka gelar juara dapat direnggut. So, ARRC 2018 menjadi momen terbaik Wahyu Aji untuk merebut predikat terbaik seperti yang pernah ia lakukan saat jawara UB130 (ARRC 2016). Pastinya ini merupakan harapan Indonesia “Untuk Merah Putih Semakin Di Depan”.

“Step by step hasil dari keikutsertaan di seri terkahir ARRC 2017, cukup baik sampai akhir race 2. Awal pre-season saya harap sudah bisa mendapatkan best setting yang terbaik untuk menjelang race pertama,” Ucap Richard Taroreh.

“Awal tahun ini menjadi tantangan untuk saya. Saya sudah persiapkan semuanya mulai dari fisik dan mental. Saya juga lebih banyak belajar tentang set-up motor Sport, agar cepat untuk beradaptasi ke setiap sirkuit,” Ucap M Faerozi.

“Hasil tahun 2017, hasil yang baik untuk di kelas UB150. Saya dan tim akan improve untuk lebih baik untuk menghadapi tahun ini. Secara data sirkuit dan best-setting tim sudah ada, pastinya kami yakin untuk dapat hasil yang baik di setiap serinya,” Ucap Wahyu Aji Trilaksana.

“Kami akan melakukan serangkaian tes pramusim. Penting bagi kami untuk mengetahui performa motor, mengetahui level kami dan mempersiapkan motor untuk lanjut di seri Perdana,” Ucap Wahyu Rusmayadi, Manajer tim Yamaha Racing Indonesia.

YAMAHA INDONESIA TEMUI DADDY ROSSI, KOMENTATOR MOTOGP INDONESIA

Jakarta – Pekan lalu terasa istimewa bagi Yamaha Indonesa karena berkesempatan untuk bertemu dengan Rivaldy “Daddy Rossi” Elvans Krisna Sopbaba. Bocah asal Rote Ndao, Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, ini menjadi viral di media sosial karena kemampuannya menirukan suara mantan komentator legendaris MotoGP, Nick Harris.

Ditemani ayah, ibu dan juga adik perempuannya, pertemuan dengan Daddy berlangsung hangat. Daddy tidak canggung saat diajak bercerita tentang kecintaannya kepada dunia balap MotoGP, khususnya pembalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi.

Sejak kecil, siswa kelas 3 SDN Oeledo, Kec. Pantai Baru, Kab. Rote Ndao, ini telah jatuh hati kepada MotoGP. Dalam ceritanya dengan Yamaha Indonesia, Daddy berkeinginan untuk jadi “Next 46”. Dia bercita-cita suatu saat nanti bisa ikut balapan MotoGP bersama tim Yamaha dan menggunakan nomor idolanya itu.

“Daddy ini kalau di rumah suka praktik menggunakan sepeda sampai jatuh-jatuh untuk menirukan Rossi. Dari umur tiga tahun dia sudah suka tiru komentator MotoGP hanya tidak jelas ucapannya. Baru saat usia 7 tahun terdengar sedikit seperti bahasa Inggris” cerita Andy Sopbaba, ayah Daddy sambil tertawa.

Di balik popularitasnya saat ini ternyata menyimpan kisah. Satu minggu sebelum video-nya viral di media sosial, keluarga besar Daddy sedang dirundung kedukaan. Pasalnya, sang kakek baru saja meninggal dunia. Meski demikian keluarga menganggap bahwa ini adalah doa dari kakek untuk Daddy bisa mewujudkan cita-citanya.

Sejak kecil Daddy Rossi tinggal bersama kakeknya di Kupang. Sedangkan orang tuanya tinggal di Pulau Rote. Hal ini dilakukan orang tua Daddy supaya dia mendapat pendidikan yang lebih baik di kota Kupang.

Dalam perjumpaan singkat tersebut, secara khusus Yamaha Indonesia memberikan cinderamata berupa apparel resmi 46|Asia untuk keluarga Daddy. Raut wajah Daddy menjadi sumringah saat mengenakan topi dan kaos bertuliskan VR46. Bahkan di beberapa kesempatan interview dengan media dia tidak ingin melepaskan topi pemberian Yamaha Indonesia.

“Senang sekali. Ada nomor 46. Seperti Valentino Rossi,” ucap Daddy polos.

Saat ditanya tentang kemungkinan suatu saat membalap bersama Yamaha Indonesia, orang tua Daddy antusias dan mendukung apapun hal baik untuk anak mereka. Secara spontan Daddy juga menjawab dengan penuh semangat.

“Mau membalap pakai Yamaha. Nanti saya mau pakai nomor 46 seperti Rossi,” ujar Daddy disambut doa orang tuanya.

Yamaha Indonesia mendoakan Daddy Rossi bisa mewujudkan cita-cita menjadi pembalap dunia untuk mengharumkan Indonesia dan nama keluarga. Dukungan dari Yamaha Indonesia diharap bisa memotivasi Daddy untuk terus menjaga mimpinya. Semoga suatu saat Daddy bisa bertemu dengan idolanya Valentino Rossi.

Suatu saat Yamaha Indonesia akan bangga melihat Daddy Rossi ada di balapan dunia bersama Yamaha dengan nomor kebanggaannya “46”.

Yamaha Semakin di Depan!

SPESIFIKASI LENGKAP ALL NEW HONDA CB150 VERZA

Verza generasi baru telah diperkenalkan AHM, dengan mengusung nama CB di depannya membuat gengsi motor ini lebih meningkat. TIdak hanya itu fitur-fitu terbaru yang disematkan memang membuat Verza ini lebih mewah.

Fitur All New Honda CB150 Verza:

  • Design Body yang lebih Masculine dan Muscular
  • Modern Round Headlamp yang membuat kesan retro
  • Speedometer Full Digital
  • New Sporty Muffler
  • New Tough Fuel Cap
  • Dual Rear Shock Adjustable

All New Honda CB150 Verza tersedia dalam empat pilihan warna:

  1. Masculine Black
  2. Bold Red
  3. Macho Silver
  4. Masculine Black tipe Spoke Wheel

This slideshow requires JavaScript.

Berikut spesifikasi lengkapnya:

ENGINE
Tipe Mesin 4 langkah, SOHC, Satu Silinder
Sistem Suplai Bahan Bakar PGM-FI (Programmed Fuel Injection)
Diameter X Langkah 57,3 x 57,8 mm
Tipe Tranmisi 5 Tingkat Kecepatan
Rasio Kompresi 9,5:1
Daya Maksimum 9,59kW (13,04 PS) / 8.500 rpm
Torsi Maksimum 12,73 Nm (1,30 kgf.m) / 6.000 rpm
Tipe Starter Pedal dan Elektrik
Tipe Kopling Manual, Multiplate, Wet Clutch
Sistem Pendingin Mesin Pendingin Udara
Pola Perpindahan Gigi 1-N-2-3-4-5
Kapasitas Tangki Bahan Bakar 12,2 Liter
Kapasitas Minyak Pelumas 1,0 Liter (Penggantian Periodik)
CHASSIS
Tipe Rangka Diamond Steel
Tipe Suspensi Depan Teleskopik
Tipe Suspensi Belakang Adjustable Dual Rear Suspension
Ukuran Ban Depan 80/100 – 17 M/C 46P (CW: Tubeless dan SW: with Tube)
Ukuran Ban Belakang 100/90 – 17 M/C 55P (CW: Tubeless dan SW: with Tube)
Rem Depan Cakram Hidrolik, Piston Ganda
Rem Belakang Tromol
DIMENSION
Panjang X Lebar X Tinggi 2.056 x 742 x 1.054 mm
Tinggi Tempat Duduk 773 mm
Jarak Sumbu Roda 1.318 mm
Jarak Terendah Ke Tanah 156 mm
Curb Weight 129 kg (Cast Wheel), dan 128 kg (Spoke Wheel)
ELECTRICITY
Tipe Baterai Atau Aki MF Wet 12V 3.5Ah
Sistem Pengapian Full Transisterized
Tipe Busi NGK CPR9EA-9

AHM LUNCURKAN GENERASI BARU HONDA VERZA

PT. Astra Honda Motor resmi mengeluarkan generasi penerus dari Honda Verza, yaitu All New Honda CB150 Verza. Verza kali ini tampil lebih gagah dan tangguh, dengan kesan yang sangat maskulin Verza saat ini sudah disematkan fitur-fitur yang lebih canggih. Pembaharuan ini akan memberikan kenyamanan dan kebanggaan tersendiri untuk dipakai harian. Verza kali ini ditambahkan Brand CB, dengan alasan sebagai brand naked sport Honda yang memberikan fungsionalitas serta kebanggaan bagi pengendaranya.

Design CB Verza terbaru ini paduan modern dan klasik yang menawan. Gaya retro masih ditunjukkan dengan penggunaan lampu depan berbentuk bulat, namun tetap dikemas secara modern. Perubahan besar pada bentuk Body membuat Verza ini mirip CB150R tahun 2013 yang diberikan sentuhan untuk membuat lebih berotot, seperti pada tangki. Serta perbedaan bentuk Shroud pada Verza baru ini lebih kekar.

Model Honda CB150R 2013

Perubahan lainnya terlihat pada knalpot, bentuk knalpot serta Covernya yang berwarna hitam membuat tampilan Verza semakin garang. Untuk kaki-kaki, pada bagian depan masih tetap dengan bentuk Shock lama. Begitu juga dengan kaki belakang yang masih menggunakan dual Shock, dengan Spring Adjuster.

Perubahan mayor juga terjadi pada panel kecepatan, Odometer All New Verza ini sudah Full Digital. Serta bentuk panel kunci kontak yang lebih dinamis dan dengan penutup. Perubahan ini membuat All New Verza terlihat lebih mewah dan modern.

Sedangkan untuk sistem pengereman, depan sudah dengan Disc Brake, hanya saja rem belakang masih menggunakan Drum Brake, belum ada perubahan. Untuk Shock dan Rem memang sengaja tidak dirubah, karena AHM membuat motor ini dengan harga terjangkau. Tujuan motor ini juga untuk mobilitas sehari-hari dan sangat fungsional. Pada Verza ini juga masih tersedia pilihan model Velg jari-jari, memberikan pilihan untuk penggunaan tertentu.

Dari sisi mesin, All New Honda CB150 Verza menggunakan mesin injeksi dengan kaasitas 150cc, 4-Langkah, SOHC, Silinder Tunggal, 5-Kecepatan dan sudah standar emisi Euro-3. Dengan dibekali mesin ini, All New Verza lebih tangguh dan responsif, serta lebih irit bahan bakar, ramah lingkungan dan hemat biaya perawatan. All New Verza ini dipasarkan dengan harga OTR Rp. 19.950.000 untuk tipe Cast Wheel dan harga OTR Rp. 19.300.000 untuk Spoke Wheel. Sangat terjangkau bukan?

SPESIFIKASI ALL HONDA CB150 VERZA

 

BEGINI MAXI ANDA JIKA INGIN MENJADI KING OF MAXI ATAU JUARA UMUM CUSTOMAXI

Putaran Final Customaxi telah berakhir Sabtu kemarin, juara dari kelas Aerox, NMax dan XMax telah ditentukan. Tidak sampai itu saja, Raja dari semua kelas tersebut juga telah di umumkan. King Of Maxi, juara dari semua tipe Maxi tersebut adalah NMax asal Bandung.

Motor Yamaha NMax milik Agus Hadi Purwanto menyabet gelar Best NMax Modification serta menjadi King Of Maxi atau jawara dari semua kelas Customaxi yang dipertandingkan. Lalu apa saja yang membuat NMax ini bisa menjadi juara?

Yamaha NMax ini mengambil konsep High Technology atau menjadi motor NMax yang sangat Futuristik. King Of Maxi ini mengenakan Stripping grafis Matrix dengan warna putih mutiara dan Maroon menjadi warna dasar. Garis-garis Trend Milenium ini mengidentifikasikan konsep motor masa depan.

NMax jawara ini juga menggunakan teknologi yang canggih, disinilah kekuatan yang membuat NMax ini menjadi juara. Lampu-lampu NMax ini dapat dikontrol Software yang diaplikasikan Smart Phone Android. Sehingga nyala dan mati lampu motor tersebut bisa dikontrol sesuai kemauan dan sangat dinamis.

Selain lampu, tempat duduk atau Seat NMax ini bisa di naik turunkan (Buka-pasang) dengan kontrol Android tersebut. Gerakan Seat motor ini selayak Roof Top Panel yang bisa dibuka tutup layaknya Supercar. Benar-benar sebuah inovasi yang sangat jenius dan baru di ajang modifikasi roda dua.

Buat lebih jelasnya anda bisa nonton pada Video terlampir. Dan jika anda ingin menjadi King Of Maxi tahun depan, motor Maxi anda harus lebih canggih dari motor NMax milik Jajaka Bandung ini.

TECH3 SUDAHI KERJASAMA DENGAN MONSTER ENERGY

Team satelit Yamaha Tech3 sangat identik dengan Brand Monster, hingga warna Hitam dan Hijau seta logo goresan Cakar khas Mosnter Tech3 sangat melekat di mata semua pecinta MotoGP. Wajar saja, Brand produsen minuman berenergi tersebut sudah menempel di sayap YZR-M1 selama 20 tahun, atau sejak Team tersebut berdiri.

Tech3 sendiri merupakan Team Satelit terbaik dan terbesar di MotoGP. Team asal Perancis ini telah melahirkan pembalap besar seperti Alex Barros, Marco Melandri, Norick Abe, Toni Elias, Carlos Checa, Sylvain Guintoli, Colin Edwards, Ben Spies, Cal Crutchlow, Andrea Dovizioso, Pol Espargaro, Bradley Smith, Johann Zarco, Jonas Folger dan lain-lainnya.

Tahun 2019 nanti Tech3 sudah tidak bekerja sama dengan Monster Energy. Tidak informasi pasti apa penyebab perpisahan ini, namun satu yang pasti kerjasama Tech dengan Monster adalah kerjasama raksasa yang sangat besar dan lama. Bahkan Monster Energy juga yang menginisiasi Tech3 untuk kerjasama dengan Yamaha. Herve (Pemilik Tech3) sendiri juga mengakui bahwa Monster yang membesarkan Tech3, begitu juga sebaliknya nama Monster sangat dikenal berkat Tech3.

Dari pihak Yamaha senidiri sangat menghargai keputusan yang dilakukan Tech3, namun Tech3 masih terus kerjasama dengan Yamaha. Pihak Yamaha sendiri menghargai kesetiaan Tech3 untuk tetap memakai YZR-M1 di ajang MotoGP.

Monster Energy Drink sendiri masih tetap akan mendukung penuh Zarco dan Syahrin di tahun 2018 ini hingga musim berakhir. Dan belum tahu pasti apakah Monster akan menjadi Sponsor tambahan atau sama sekali tidak melakukan kerjasama?

Dan untuk sponsor utama Tech3 tahun 2019 juga masih belum ada deklarasi resmi atau rumor dari Tech3. Kira-kira apa yang akan melekat di sayap Tech3 musim depan? Apakah kembali ke Brand minuman berenergi seperti Red Bull?

 

FINAL NASIONAL CUSTOMAXI DI KUASAI MODIFIKATOR ASAL BANDUNG, MAKASSAR DAN SURABAYA

Putaran Final Customaxi resmi dihelat di Jakarta, Sabtu, 24 Februari 2018. Mengambil tempat di Pejaten Village Mall, Final Round ini mempertandingkan juara dari seluruh Kota di Indonesia, lebih tepatnya ada 24 kontestan yang masuk dalam putaran ini.

Pada putaran ini ada 4 kategori yang dipertandingkan, yaitu;

  1. King of Maxi Modification
  2. Best XMax Modification
  3. Best NMax Modification
  4. Best Aerox 155 Modification

Para peserta tersebut akan dinilai berdasarkan syarat dan peraturan Customaxi seperti originalitas ide, kreatifitas, estetika, teknologi, Detailing, kerapihan, original produk, dan lain sebagainya. Dari semua kegilaan modifikasi tersebut, motor harus tetap layak jalan atau masih semuai ketentuan kelayakan untuk dipakai di jalan (Street Legal).

Dari 24 peserta memang sangat sulit sekali menentukan siapa pemenangnya, hal tersebut dikarenakan semua motor yang turun di Final ini sangat luar biasa modifikasinya. Membuat proses penentuan pemenang membutuhkan ketelitian dan waktu yang cukup lama.

Setelah melalui proses evaluasi yang cukup rumit dan lama, akhirnya para juri bisa menemukan kata sepakat untuk menentukan nama-nama dari setiap kategori tersebut.

Customaxi Best Aerox 155 Modification

Untuk kategori Best Aerox 155 Modification dimenangkan oleh Dita Aditya asal Surabaya. Motor Aerox asal Surabaya ini mengambil konsep Sport dengan Livery Yamaha 50th Anniversary.

Customaxi Best NMax & King Of Maxi Modification

Untuk kategori Best NMax Modification dimenangkan oleh Agus Hadi Purwanto asal Bandung. Motor NMax asal Bandung ini mengambil konsep High Technology dengan Livery grafis Matriks Futuristik.

Customaxi Best XMax Modification

Untuk kategori Best XMax Midification dimenangkan oleh Imran Syukri asal Makassar. Motor XMax asal Makassar ini mengambil konsep Sport dengan Livery grafis Winter Test VR46.

Dan untuk kategori King Of Maxi Modification kembali jatuh kepada Agus Hadi Purwanto asal Bandung. Yang memodif motor NMax-nya sangat canggih dan futurustik. NMax asal Bandung ini memiliki sistem yang dapat dikontrol menggunakan Smart Phone Android. Konsep modifikasi teknologi ini pertama kali di ajang modifikasi roda dua, jadi wajar saja jika NMax ini menjadi jawaranya.

Buat yang masih penasaran dengan hasil modifikasi anda dan pengen ikutan kontes modifikasi online terbesar dan pertama di Indonesia, silahkan persiapkan motor anda untuk ikut ajang ini selanjutnya. Dan jika anda ingin mengincar posisi King Of Maxi, pastikan motor anda melebihi King Of Maxi tahun ini.

YAMAHA LUNCURKAN PRODUK MULTIGUNA TERBARUNYA UNTUK KEHIDUPAN INDONESIA YANG LEBIH BAIK

Jakarta – Teknologi memberikan perubahan yang signifikan di seluruh aspek kehidupan manusia di berbagai sektor. Sektor pertanian, perikanan dan kehutanan juga tidak luput dari perkembangan teknologi ini sendiri.

Sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia memiliki potensi serta keragaman sumber daya alam yang berlimpah. Dengan luas wilayah perairan ±3,2 juta km2 dan luas daratan ±1,9 juta km2, Indonesia menyimpan kekayaan alam berlimpah yang dapat dikelola secara mandiri.

Itulah sebabnya, Yamaha Power Product yang telah membantu kehidupan masyarakat Indonesia di sektor perikanan dan pertanian selama lebih dari 30 tahun dengan mesin serbaguna “MZ Series”, menciptakan sebuah inovasi baru sebagai kelanjutan dari seri tersebut yang saat ini telah diluncurkan dan diberi nama “MX Series”. Peluncuran MX Series digelar Sabtu 24 Februari 2018 di Hotel Harris, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Beberapa keunggulan dari MX Series adalah :

1. Memberikan tenaga yang besar dengan tingkat efisiensi bahan bakar yang tinggi, melalui sistem kerja mesin yang berteknologi tinggi.

2. Menawarkan tampilan mesin design terbaru yang memberikan daya tahan tinggi, termasuk 3 hal lainnya yakni: “Reliability”, “Usability” dan “Mountability”.

3. Yamaha MX Series dengan tipe di atas 6,4HP juga memberikan konsumsi bahan bakar yang lebih irit tapi lebih bertenaga dibandingkan dengan merek lain.

 

Mesin inovasi Yamaha MX Series memiliki spesifikasi yang lebih baik sehingga dapat digunakan ke banyak jenis aplikasi kegunaan, seperti alat pertanian dan kehutanan diantaranya mesin pemipil jagung, mesin perontok padi, mesin perontok sawit, mesin perajang serbaguna, mesin perajang rumput, dll. Bisa juga digunakan untuk kapal ketinting nelayan serta penggerak mesin Mixer Molen ukuran kecil.

”Yamaha berharap, dengan adanya mesin terbaru ini, dapat lebih membantu pekerjaan masyarakat di Indonesia di segala sektor, khususnya dan pertanian, perikanan serta kehutanan. Terlebih di era pemerintahan saat ini sektor- sektor ini tengah mendapatkan perhatian lebih karena jadi penggerak utama perekonomian Indonesia,” ungkap Sahrial, Manager Power Product PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

 

Informasi lebih lanjut mengenai produk ini dapat dilihat di website http://www.yamaha-motor.co.id/power-products.

Yamaha Revs Your Heart!

GRAND FINAL CUSTOMAXI SIAP DI GELAR DI JAKARTA BESOK

Perhelatan akbar Yamaha CustoMAXI mencapai puncak pelaksanaannya. Kontes modifikasi online terbesar dan pertama di Indonesia itu sampai pada tahap final yang digelar di Atrium Pejaten Village, Jakarta, Sabtu 24 Februari 2018.

CustoMAXI yang merupakan kompetisi modifikasi motor-motor MAXI Yamaha yakni Nmax, Xmax, Aerox 155 dimulai dengan registrasi dan eliminasi secara online dimana peserta upload foto dan atau video motor modifikasinya pada website http://www.customaxiyamaha.com. Setelah itu dipilih 30 motor terbaik untuk ikut serta di putaran semifinal secara offline di 8 kota yaitu Medan, Tangerang, Banjarmasin, Makassar, Bali, Surabaya, Semarang, Bandung. Di ajang ini juga dibuka sub kategori MAXY Lady dimana peserta berpose menarik dengan latar motor MAXI Yamaha.

CustoMAXI dimulai sejak November 2017 berkeliling di berbagai kota. Event ini turut menguatkan ikatan komunitas MAXI Yamaha dan menjadi tempat silaturahmi. Para peserta pun menyebutkan MAXI Yamaha merupakan motor impian mereka. Di Kalimantan misalnya, Nmax dipakai untuk perjalanan jarak jauh, tidak hanya touring tapi juga sebagai kendaraan yang dipakai ke tempat kerja dan saat pulang kampung. Di Sulawesi para penggunanya suka turing sambil promosi daerah wisata dan hang out di kafe makin marak. MAXI Yamaha di Bali sangat populer dan disukai warga asing.

Final di Jakarta menghadirkan 3 pemenang terbaik dari 3 kelas (Nmax, Xmax, Aerox 155) masing-masing di 8 kota itu. Motor-motor MAXI Yamaha modifikasi finalis dipajang di area Pejaten Village.

”CustoMAXI menampung kreativitas para pecinta modifikasi yang menuangkan konsep dan ide-ide segarnya yang menghasilkan karya cemerlang. Babak semifinal CustoMAXI di 8 kota berlangsung meriah, menggambarkan besarnya minat masyarakat terhadap motor-motor MAXI Yamaha. Segmen skutik premium itu memang jadi primadona konsumen dan membuat tren modifikasi yang menyebar luas di negeri ini. Final ini menjadi puncak penyelenggaraan CustoMAXI yang akan melahirkan pemenang terbaik untuk mendapatkan hadiah-hadiah menarik,” papar Eddy Ang, Deputy GM Marketing PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Penilaian dilakukan para juri untuk mencari pemenang di tahap pamungkas ini. Nilai juga bisa diperoleh dari dukungan untuk mini movie modifikasi masing-masing finalis yang di-upload di Instagram @maxiyamahaindonesia.

Yamaha Indonesia menyediakan sejumlah hadiah berupa 1 unit Aerox 155 S Version, 2 unit NMAX ABS, 1 unit XMAX.

#maxiyamaha

#customaxi

MAXI Yamaha, Live in The Higher Stage!