#BIG6, SEMPAT KELUAR LINTASAN MARQUEZ KUNCI TITEL JUARA DI VALENCIA

Marq Marquez akhirnya akhiri perburuan juara dunia MotoGP 2017 di seri terakhir. Meski sempat hampir terjatuh dan keluar lintasan, Marquez tetap mempertahankan posisinya dan menjaga poin denfan Dovi. Dan akhirnya Finish ketiga karena hadiah dari jatuhnya Lorenzo dan Dovi. Hasil tersebut mengukuhkan dirinya menjadi juara dunia MotoGP untuk ke-empat kalinya atau total juara dunia enam kali termasuk Moto2 dan GP125.

Nasib tragis menimpa Dovizioso, sudah bermain manis dengan mengikuti Racing Line Lorenzo dan berhasil mendekati Top-3, namun sayangnya Lorenzo harus terjatuh. Kehilangan Lorenzo membuat Dovi terlalu nafsu sehingga membuat dirinya keluar lintasan dan terjatuh. Hal ini harus membuat dirinya pasrah dan melepas Thropy juara dunia 2017 ke tangan Marquez.

Seri Valencia ini pun mengundang decak kagum dengan pertarungan Rider terdepan. Zarco yang memimpin jalannya balap sejak awal dan sempat bertarung dengan Marquez, harus menerima posisinya diambil Pedrosa di Lap terakhir. Faktor perbedaan mesin dan kehabisan traksi ban membuat Zarco kurang greget di tikungan-tikungan terakhir.

Titel juara dunia yang ke-enam ini dirayakan Marquez dengan melempar dadu raksasa. Dadu ini akan selalu menunjukkan nilai enam jika dilempar. Perayaan titel juara ini juga diberi nama #BIG6.

POTENSI JUARA UMUM BALAP NASIONAL HANYA UNTUK YAMAHA

Pembalap muda potensial binaan Yamaha Indonesia, Wahyu Aji comeback setelah mengalami cedera. Petarung yang membela tim Yamaha Yamalube Aspira Premio FSCM WJ72 HDS Racing ini sukses merebut podium juara pada race 2 Kejurnas Sport 150 cc dalam event IRS 2017 di Sirkuit Sentul, Bogor (12 November).

Wahyu, sapaan akrabnya dapat mengungguli Rafid Topan (Yamaha Yamalube KYT IRC Syafina) dan Gupita Kresna (Yamaha Yamalube Boneo Oryza DART Nissin KYT) yang finish ke-2 dan ke-3. Pastinya, mereka semua menunggangi Yamaha YZF-R15.

“Saya senang bisa kembali meraih podium setelah absen 1 seri di Kejurnas IRS. Podium saya berikan untuk tim & menjadi motivasi saya, jelang final ARRC nanti di Thailand. Terima kasih untuk tim, kluarga, fans & sponsor atas dukungannya,“ ujar Wahyu Aji yang dikawal mekanik Hawadis HDS Racing. Sebelumnya, di race 1 dimenangkan oleh Gupita Kresna, Rafid Topan dan Febrianus Balank yang notabene rekan setim Wahyu Aji.

Jadi tim Yamaha membuktikan diri dominan dalam dua race Kejurnas Sport 150 cc. “Pebalap Yamaha yang mendominasi podium dalam dua race adalah bukti konsistensi tim dan rider melakukan improvement dalam setiap seri. Kami optimis mendapatkan hasil terbaik dengan modal dari perjalanan 5 seri ini, “tukas Wahyu Rusmayadi, Divisi Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) yang juga manajer tim Yamaha Racing Indonesia (YRI) yang tarung di Asia Road Racing Championship 2017 (ARRC 2017).

Anyway, Wahyu Aji juga menjadi bagian skuad YRI untuk kelas Underbone 150 (UB150). Dengan kemenangan ini, akan menjadi motivasi kuat Wahyu Aji saat ARRC 2017 Thailand pada awal Desember nanti (2-3 Des). Masih dalam konteks Kejurnas Sport 150 cc, maka Richard Taroreh (Yamaha Yamalube Jasti Putra Usaha Jaya NHK FDR 549 Kaboci dan Gupita Kresna (Yamaha Yamalube Boneo Oryza DART Nissin KYT) merupakan kandidat juara nasional Sport 150 cc. Mereka berbeda 22 poin.

IRS 2017 Sentul sendiri masih menyisakan satu seri final pada minggu kedua Desember nanti (9-10 Desember). Alhasil, masih ada 50 nilai yang diperebutkan dalam dua race yang tersaji.

Pada bagian lain, Rey Ratukore (WR Super Battery Yamaha Yamalube KYT TJM Racetech) berada di urutan ke-2 klasemen sementara Kejurnas Sport 250 cc. Rey yang diback-up tuner potensial Leon Chandra dan membesut motor sport Yamaha YZF-R25 memiliki peluang untuk merebut posisi terbaik dalam putaran akhir IRS 2017 Sentul. Pundi poinnya masih mampu untuk mengejar ketertinggalan.