ARTI PENENG DAN PLAT NOPOL

Akhir akhir ini kita sering melihat tanda pengenal di Plat nomor polisi atau bahasa hukumnya TNKB tanda nomor kendaraan bermotor, digunakan pula tanda pengenal untuk identitas kendaraan biker anak club motor yang disebut “peneng”. Sebelum membahas peneng saya akan membahas dulu 

Landasan hukum

pasal 1 no 10 perkapolri 5/2012 berbunyi “TNKB adalah tanda registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor yang berfungsi sebagai bukti legitimasi pengoperasian kendaraan bermotor berupa plat atau berbahan lain dengan spefikasi tertentu yang diterbitkan Polri dan berisikan kode wilayah, nomor registrasi, serta masa berlaku dan dipasang pada kendaraan bermotor. sering disebut plat nomor atau nomor polisi (disingkat nopol) adalah plat aluminium tanda kendaraan bermotor diIndonesia yang telah didaftarkan pada Kantor Bersama Samsat.

Dari sejarah merupakan warisan peninggalan zaman penjajahan hindia belanda awal tahun 1890 – 1910, yang menjelaskan letak wilayah kerasidenan di indonesia dan sistem ini dilanjutkan pemerintah indonesia.

Cara membaca plat nopol1. Kode wilayah B=jakarta, A=banten

2. Nomot registrasi dari polisi

3. Kode tempat terdaftarnya kendaraan lebih detail T = jakarta timur, U = jakarta utara, N = tangerang, C = tangerang, K = bekasi

4. Jenis kendaraan A=sedan F=minibus J=jeep

5. Bulan berlaku mei 5

6. Tahun berlaku (artinya bulan Mei tahun 2016 masa berlakunya)

Warna plat

1. Warna dasar hitam, tulisan putih bagi kendaraan pribadi 

2. Warna dasar kuning dengan tulisan hitam adalah kendaraan umum , angkutan umum

3. Warna dasar putih tulisan merah,bukti izin kendaraan uji coba/sementara/dari perakitan ke dealer/deler ke dealer TCKB tanda coba kendaraan bermotor

4. Warna dasar merah,tulisan putih milik instansi pemerintah

5. Warna dasar putih tulisan hitam adalah kendaraan corps diplomatik negara asing


6. Warna dasar hitam tulisan putih hanya 5 angka dan diberi sub angka adalah Staff duta besar negara asing

7. Warna dasar putih tulisan biru, warga asing non diplomat

8. Plat militer TNI dan kepolisian menggunakan logo instansi masing masing 

Dari sini dapat kita simpulkan fungsi berawal adalah sebagai identitas, agar dapat dikenali atau mudah dikenali antar kendaraan mobil ataupun motor roda dua. selain membedakan status kepemilikan kendaraan yang milik Negara, milik pribadi warga sipil dan milik militer.

EMBLEM PLAT / PENENG

Peneng adalah suatu emblem atau lencana identitas pada kendaraan motor roda dua atau mobil yang diletakan pada plat nopol.

Penggunan tanda pengenal ini digunakan oleh kendaraan milik pribadi atau plat hitam, namun agar lebih dikenali maka diberikan tambahan pemasangan emblem agar sebagai identitas kendaraan yang digunakan untuk perjalanan dinas tapi milik pribadi, bukan milik instansi pemerintah. Sangat mudah untuk mengenalinya karena di dalam peneng dituliskan jelas nama instansinya ada mahkamah agung, polisi, tni, Dpr ri, dan lain-lainnya. Namun perlu diketahui tindakan ini bagi kepolisian dianggap tidak sah, karena bila memang kendaraan dinas milik pemerintah atau pejabat maka sudah jelas diatur dalam warna plat nopol. 

Ada banyak hal motif para pengguna peneng ini, ada yang alasanya ketika melanggar dijalan ga ditindak polisi karena pejabat, merasa bangga bila menggunakan, cendrung arogan merasa berkuasa dijalan, menambah percaya diri saat melanggar dan lain lain, jadi hati-hati bagi pengguna ini bisa di tilang polisi.

Dalam dunia kebudayaan biker indonesia justru peneng bertujuan lain, memang ada kebanggan ketika memasangnya tapi ada beban moral yang ditanggung untuk menjaga nama baik Club Motor , membuat seseorang yang menggunakan kendaraan dengan peneng semakin patuh lalu lintas karena kendaraan tersebut ada logo identitasnya. Di dalam motor itu membawa nama baik Club kemanapun berkendara. Dan tidak ada ditemukan pasal yang melarang ,atau undang undang yang mengatur untuk biker.

Lain hal nya organisasi motor yang tidak memiliki perijinan, mereka cendrung tidak patuh dan tertib karena atributnya akan sulit dicari pihak berwajib saat berbuat ulah, namun organisasi motor resmi sangat mudah ditangkap jika berbuat ulah.

Peneng lencana diberikan kepada seorang biker club yang dinilai bisa menjaga nama baik Club saat berkendara.

Bisa banyak hal untuk syarat mendapatkannya, misal sudah berapa banyak berbuat baik di masyarakat, melakukan berapa banyak turing, membuat karya bermanfaat, prestasi dan penghargaan sehingga dalam kebudayaan biker pengguna peneng maka akan di anggap sebagai Biker hebat, seorang suhu , seorang master, bukan biker biasa. Demikian penjelasan dari saya dengan menggunakan data data yang ada.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s