APAKAH REGULASI IRS ADA YANG DIUNTUNGKAN?

Seri dua Kejurnas motor Sport IRS meninggalkan banyak cerita, sampai hari ini pun masih belum habis dibahas. Sebenarnya bukan hanya Team, pabrikan, serta penggemar balap yang membicarakan berbagai intrik yang terjadi. Tapi sampai para pengguna harian untuk kedua motor kelas seperempat liter tersebut ikut berkomentar. Bukan itu saja yang tidak menggunakannya sepertinya juga ikut berkomentar. Mengerti atau tidak, penggemar balap atau tidak, yang penting gas komentar dulu.

Valves_3

Menilik regulasi, sudah pasti tidak ada yang salah dengan Regulasi IRS 2017 saat ini. Kalau salah pasti salah salah satu pihak pabrikan atau Team pasti ada yang protes, bila perlu Walk Out, biar sepi sekalian itu ajang balap. Namun tidak ada yang seperti itu bukan? Apakah ada yang diuntungkan dengan Regulasi tersebut? Jawaban saya; “Pasti”.

Lantas dasarnya apa? Kenapa saya berani bicara seperti itu? Bapak Benny Djatiutomo, mekanik senior dan selaku penasehat teknis kejurnas IRS saja menyebutkan tidak bisa adil rata 50:50. [Baca disini] Beliau menyampaikan sudah merasa dan memberi usulan regulasi teknik yang adil. Meski adil bisa dipandang dari banyak sudut. Jadi ngga salah donk kalau saya bilang ada yang diuntungkan.

4StrokeEngine_Ortho_3D_Small
1 = Intake, 2 = Compression, 3 = Power, 4 = Exhaust

Regulasi IRS mengacu pada spesifikasi standar mesin (OEM), termasuk regulasi spesifikasi mesin supaya adil, patokannya pada perbandingan klep. Alasannya. “Karena daya mesin akan terbatasi secara otomatis dari potensi debit aliran fluida yang bisa masuk”, disampaikan Bapak Benny Djatiutomo. Jika kita pahami makna dari alasan tersebut berarti klep atau katup atau Valve sangat berpengaruh pada daya/tenaga mesin.

Walau perbedaan diameter klep R25 terhadap CBR250RR hanya 1 mm, tetap saja itu berpengaruh walau hanya kecil. Jika perhitungan cara orang awam/bodoh dengan menganggap suplay aliran dari Manifold sepanjang 10 cm dengan kecepatan aliran 10 mm/detik, maka perbedaan 1mm tersebut mempengaruhi debit aliran kurang lebih 5% untuk satu klep. Jika menggunakan empat klep maka total perbedaan debit aliran menjadi 20% lebih banyak.

ANALOGI SEMISALNYA ORANG BODOH
ITEMS YZF-R25 CBR250RR
Diameter Intake Valve (mm) 23 24
Diameter Exhaust Valve (mm) 19 21
Diameter Intake Manifold (mm) 22 23
Panjang Manifold (mm) 100 100
Kecepatan aliran (mm/s) 10 10
Debit aliran (cm3/s) 6908 7222
Surplus aliran / valve 5%
Total Surplus aliran 20%

Namun paradigma yang terjadi adalah pemikiran yang menyalahkan Yamaha yang belum mengeluarkan R25 terbarunya. Kondisi suspensi dan rangka yang masih ketinggalan, serta spesifikasi mesin dan fitur yang masih dibawah CBR250RR. Tapi jangan pernah anggap remeh Yamaha, mungkin hal ini menjadi inisiasi Yamaha untuk merilis R25 terbaru dengan kondisi All Out seperti yang terjadi pada R15. Dan juga 3 tahun adalah waktu yang cukup untuk meriset Delta Box dimesin dua silinder 250cc.
Dengan ini CBR250RR diuntungkan tidak hanya pada Rangka yang lebih Rigid & stabil, suspensi yang lebih baik serta tenaga lebih akibat suplay bahan bakar tersebut. Hal ini juga menunjukkan bahwa R25 masih kompetitif untuk bersaing di IRS walau sudah ketinggalan diberbagai sektor.

valves_9

Jadi itu opini saya tentang perbedaan Valve antara R25 dengan CBR250RR, jika salah mohon dimaafkan dan diluruskan. Karena saya hanya orang bodoh yang menyukai sebuah kendaraan roda dua bermesin.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s